Teknologi, Matematika & ‘Historical Amnesia’

12637427_10205792117507409_224070023_o

Gbr. Menggunakan sebuah alat (fisik) geometri untuk membuat sketsa dan mengukur luas Gipfelsee, sebuah danau di salah satu puncak Pegunungan Alpen. (Sumber: Dok. Pribadi)


Heidelberg, MatriksPost. Munculnya kalkulator elektronik telah memicu sebuah kebiasaan untuk merujuk (hampir secara eksklusif) pada penggunaan perangkat elektronik saat diskusi tentang “teknologi” dalam pendidikan (matematika). David Lindsay Robert, dari Prince George’s Communiti College, mengatakan bahwa ini merupakan manifestasi dari historical amnesia. Memanfaatkan alat-alat fisik untuk membantu proses belajar dan mengajar matematika tidak dimulai dari penggunaan alat-alat elektronik. Ini memiliki sejarah lebih lama, dan sejarah ini memberikan perspektif yang berharga pada pendapat dan perdebatan saat ini. Pada saat teknologi telah difungsikan sebagai perwujudan ide-ide matematis yang kreatif, pada saat itu jugalah evolusi matematika sedang berjalan.
Tidak hanya dari dalam, tetapi teknologi dalam matematika juga dipengaruhi dari luar, terutama dari perdagangan dan ilmu pengetahuan. Teknologi pada masa lalu dikategorikan ke dalam alat-alat untuk menyimpan informasi, menampilkan informasi, mendemonstrasikan, dan menghitung. Sementara itu, teknologi saat ini menawarkan guru-guru dan siswa-siswa sebuah potensi untuk beralih dari kategori ini dan untuk mengalami matematika yang berbeda dari matematika sekolah yang tradisional. Penggunaan teknologi dalam pendidikan harus ‘tunduk’ pada filosofi pendidikan pada waktu dan tempat tertentu; beberapa orang akan menyebut ini sebagai mode. Interaksi antara teknologi, matematika, dan pendidikan adalah kompleks dan tidak dapat dijelaskan melalui sebuah model sederhana dari perkembangan sejarah dari waktu ke waktu. Catatan sejarah menunjukkan bahwa penggunaan alat selalu tidak dapat dipisahkan dari proses mengekspresikan dan melakukan matematika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons nartzco