Materi Antropologi SMA/MA Kelas XI Mengenai “Etnografi”

Hallo teman-teman semua, kali ini saya akan membagikan sedikit materi tentang Etnografi, materi ini untuk siswa-siswi SMA/MA kelas XI, berikut materinya:
Berbicara mengenai kebudayaan tidak lepas dari prosesnya, seiring dengan perkembangan zaman tentunya di dalam suatu kebudayaan akan mengalami perubahan, baik itu perubahan di dalam proses pelaksanaannya, perubahan dalam memaknai simbol dan lain sebagainya. Sekelompok manusia atau individu sangat berperan dalam menentukan terjadinya suatu perubahan. Seorang individu belum tentu dapat melakukan perubahan. Sekalipun dapat melakukan suatu perubahan, itu hanya berupa pengaruh. Pengaruh tersebut kemudian tersebar meluas. Sebaran tersebut yang kemudian memberi penentu berubah dan tidaknya suatu budaya. Budaya pada perjalanan waktu, terus mengalami perubahan. Bergerak mengikuti kebutuhan dan perubahan zaman.

Proses perubahan tersebut memakan waktu yang terbilang tidak singkat. Ada yang terjadi hingga berabad-abad lamanya, namun ada pula yang berlangsung dengan cepat. Budaya sebagai hasil budi daya manusia tidak selalu statis, namun bergerak sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan manusia. Itulah yang dimaksud dengan dinamika. Jadi, sesungguhnya dinamika adalah suatu kekuatan dari dalam suatu materi yang memiliki tenaga atau semangat untuk bergerak sehingga terjadi suatu perubahan.
Di dalam perubahan budaya, individu memegang peranan sangat penting. Ada yang dapat menerima budaya asing dengan mudah, ada pula yang sulit, bahkan ada yang tidak berkenan menerima sama sekali. Oleh karena itu, dinamika kebudayaan dipengaruhi oleh individu dalam masyarakat, sehingga perkembangan dinamika budaya di setiap masyarakat berbeda-beda. Tingkat perubahannya pun berbeda-beda pula. Terdapat empat proses dalam dinamika kebudayaan diantaranya yakni: evolusi, difusi, asimilasi, dan inovasi. Untuk lebih jelasnya, simak dan perhatikan materi di bawah ini:
1. Evolusi Kebudayaan
Evolusi merupakan suatu bentuk pergeseran atau perubahan kebudayaan dari bentuk yang sederhana menjadi bentuk yang makin lama makin kompleks. Evolusi kebudayaan dapat dilihat dengan dua cara yakni proses mikroskopik dan proses makroskopik. Proses mikroskopik menurut Koentjaraningrat mengatakan bahwa proses mikroskopik adalah proses evolusi kebudayaan yang dapat dilihat dan dapat diamati seolah-olah dari dekat secara detail. sedangkan proses makroskopik menurut Koentjaraningrat bahwa proses makroskopik adalah proses evolusi kebudayaan yang dapat dilihat dan dapat diamati seolah-olah dari jauh dengan hanya memperhatikan yang tampak umum saja.
2. Difusi
Menurut Raymon S Ross, difusi adalah suatu proses menyortir, memilih, dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator.
Sedangkan menurut Koentjaraningrat, difusi adalah proses pembiakan dan gerak penyebaran atau migrasi yang disertai dengan proses penyesuaian atau adaptasi fisik dan sosial budaya dari makhluk manusia dalam jangka waktu beratus-ratus ribu tahun lamanya sejak zaman purba. Dengan kata lain, difusi adalah suatu proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan ke seluruh penjuru dunia. Contoh: terjadinya proses difusi sebagai proses penyebaran kebudayaan pada masa prehistori yaitu ketika kelompok manusia berburu berpindah ke daerah lain yang jauh sekali dan membawa budaya berburu ke daerah tempat mereka berpindah. Penyebaran unsur kebudayaan melalui pertemuan kelompok individu yang bertetangga.
3. Asimilasi
Menurut Koentjaraningrat asimilasi adalah bertemunya dua kebudayaan atau lebih kemudian masing-masing kebudayaan tersebut mengalami perubahan, baik dalam sifat maupun wujud unsur-unsurnya dan berbaur menjadi satu kebudayaan yang baru. Koentjaraningrat mengatakan bahwa asimilasi dapat terjadi karena:
1) golongan manusia dengan latar belakang yang berbeda
2) hubungan terjalin cukup lama, sehingga masing-masing ciri khas menjadi luntur dan membentuk percampuran unsur kebudayaan yang baru
3) masing-masing kebudayaan mengalami perubahan dan kehilangan ciri khasnya hingga akhirnya terbentuk kebudayaan baru yang berupa kebudayaan campuran.
4. Inovasi
Menurut Everett M Rogers, inovasi adalah sebuah gagasan, ide, rencana praktek atau benda yang diterima dan disadari sebagai sebuah hal yang baru dari seseorang atau kelompok untuk diimplementasikan atau diadopsi. Sedangkan menurut Koentjaraningrat, inovasi adalah suatu proses perubahan kebudayaan yang tidak terjadi karena adanya pengaruhlangsung dari unsur-unsur kebudayaan asing, tetapi karena di dalam kebudayaan itu sendiri terjadi pembaruan yang mengalami penggunaan sumber-sumber alam, energi, dan modal, pengaturan tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semuanya akan menyebabkan dihasilkannya produk baru.

Untuk lebih memahami materi mengenai dinamika kebudayaan, saya akan memberikan contoh kasus, kalian dapat membacanya dengan cara mengklik link dibawah ini:

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/diskusi-dinamika-antardaerah-dan-negara/

Untuk memperdalam materi saya akan memberikan soal untuk kalian jawab.
Pernakah anda mendengar daerah Sangiran? ditempat itulah banyak ditemukan fosil dari zaman purba, bentuk peralatannya sebagian dibuat dari batu tua.
1. Apakah ada kesamaan antara alat-alat zaman purba dengan zaman sekarang?
2. Mengapa dinamika kebudayaan itu terjadi? apa yang mendasari hal tersebut?
3. Kalau kita bandingkan, lebih kompleks manakah kehidupan zaman dahulu dengan kehidupan zaman sekarang? apakah yang mendasari jawabanmu?

Daftar pustaka:

  1. Dyastriningrum. 2009. Antropologi. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: