Kebudayaan Pada Masyarakat Kota Tegal

Hallo teman-teman semua kali ini saya akan membagikan tulisan mengenai Kebudayaan Pada Masyarakat Kota Tegal, tulisan ini merupakan tugas dari mata kuliah Bentang Budaya Masyarakat Jawa, pada semester 2 yang lalu, berikut penjelasannya:

1. Tradisi ngeteh pada masyarakat kota tegal

Masyarakat kota tegal mempunyai tradisi yang unik setiap harinya yaitu tradisi ngeteh di pagi hari. Sebenarnya tradisi ini sudah ada sejak zaman penjajahan orang-orang jepang dan cina. Di kota tegal setiap pagi bapak-bapak bangun lalu langsung menuju dapur untuk membuat teh, cara membuatnya dengan merebus airnya terlebih dahulu, lalu masukkan teh ke dalam poci yang terbuat dari tanah liat, setelah air mendidih, tuangkan air tersebut ke dalam poci lalu aduk menggunakan sendok kemudian tutup, di ujung poci biasanya ditutup menggunakan bungkus teh tadi gunanya agar cita rasa teh pocinya tidak hilang. Adapun cara meminum tehnya begitu unik yaitu dengan cara menyeruput, masyarakat kota tegal meminum tehnya tidak langsung di minum habis melainkan di seruput sedikit demi sedikit. Bukan cuman bapak-bapak saja yang melakukan tradisi ngeteh ibu-ibupun juga melakukan tradisi ngeteh di rumah masing-masing. Teh yang di konsumsi masyarakat tegal merupakan teh asli dari kota tegal, kebun teh terbesar di kota tegal berada di kabupaten slawi, di sana masih banyak sawah-sawah yang membentang luas. Banyak buah dan sayuran yang di tanam di sana, akan tetapi tehlah yang paling banyak di tanam di sana.

Kebun teh yang di tanam di sana sampai berhektar hektar luasnya. Tidak heran jika di kabupaten slawi banyak terdapat pabrik-pabrik teh yang sangat terkenal seperti 2tang, tong tji, teh botol sosro dan lain-lain.

  1. Tradisi mudun lemah pada masyarakat kota tegal

Tradisi ini sudah ada sejak dahulu kala sampai sekarang masyarakat kota tegal masih tetap melaksanakannya. Tradisi ini dilakukan pada saat bayi berusia satu tahun. Pada usia setahun ibu dari anak tersebut membuat bubur sumsum dan bubur cadil untuk dibagikan kepada para warga. Dan juga menyiapkan buku, kaca, emas, uang, padi, pulpen yang ditaruh di atas piring dengan nasi kuning. Sebelum bubur tersebut di bagikan akan ada serangkaian acara. Acaranya nanti si bayi akan di pangku dengan anggota keluarganya kecuali ibu dan bapak kandung, nanti bayi tersebut di masukkan ke dalan kurungan ayam dengan posisi yang sudah di pangku. Nanti di luar kurungan si nenek dari bayi tersebut memutari kurungan tersebut dengan membawa ceplik dan sambil membacakan doa-doa, setelah itu kurungan di buka lalu si bayi di perbolehkan untuk mengambil barang-barang yang sudah di sediakan ibunya tadi. Barang-barang tadi mempunyai makna tersendiri buku dan pulpen bermakna bahwa nanti kalau bayi tersebut tumbuh dewasa akan menjadi orang yang rajin membaca dan rajin belajar, sedangkan kaca, emas, uang bermakna bahwa kalau bayi tersebut tumbuh dewasa akan menjadi orang yang giat bekerja, sedangkan padi bermakna kalau bayi tersebut tumbuh dewasa akan memiliki banyak sawah. Setelah si bayi mengambil barang-barang tersebut, baru bubur sumsum dan bubur cadil tersebut dibagikan kepada warga sekitar. Kemudian acaranya di tutup dengan penyebaran uang logam, jumlah uang logam tersebut tidak di tentukan, terserah tuan rumah mau menyebar uang berapa. Tradisi ini dilakukan agar si bayi cepat jalan dan cepat lari.

  1. TRADISI MUTIH PADA MASYARAKAT KOTA TEGAL

Tradisi ini dilaksanakan pada saat akan melangsungkan pernikahan, tetapi yang melakukan tradisi ini hanya calon pengantin wanitanya saja, calon pengantin pria tidak melakukan tradisi ini. Tradisi mutih dilaksanakan sampai tiga hari, Calon pengantin wanita tidak di perbolehkan makan dengan lauk yang enak, mereka hanya di perbolehkan makan dengan nasi putih dan tahu yg tidak di goreng saja. bukan hanya mutih saja yang dilakukan tetapi calon pengantin tidak boleh di pertemukan satu sama lain, mereka di perbolehkan berkomunikasi dengan menggunakan hp saja tidak boleh berkomunikasi secara langsung. mereka dapat bertemu kembali setelah ijab qobul dilaksanakan. Tujuan mutih oleh calon pengantin wanita supaya bila di rias menjadi cantik jelita atau orang-orang jawa menyebutnya dengan manglingi dan supaya calon pengantin laki-laki menjadi terpesona setelah melihat wajah calon pengantin wanita.

  1. TRADISI PITUNG WULANAN PADA MASYARAKAT KOTA TEGAL

Tradisi ini dilakukan oleh wanita yang sedang hamil, yang usia kandungannya tujuh bulan. Biasanya pada usia tujuh bulan anggota keluarganya sudah mempersiapkan rujak buah untuk dibagikan kepada warga sekitar, rujak buah.y sudah berbentuk cair, dengan cara buah-buah seperti kedongdong, bengkuang, mangga muda, jeruk bali di parut terlebih dahulu lalu di masak dengan menggunakan bumbu-bumbu. Setelah matang rujak-rujak tersebut di taruh di cup plastik kecil dan segera di bagikan oleh warga sekitar. Tujuan di adakannya tradisi ini sebagai wujud rasa syukur kepada allah s.w.t karena telah memberi kesehatan pada janin dan ibunya.

  1. TRADISI SEDEKAH BUMI PADA MASYARAKAT KOTA TEGAL

Tradisi ini dilaksanakan pada saat akhir tahun, warga berbondong-bondong membuat gunungan sedekah bumi yang isinya buah-buahan dan sayur-sayuran. Buah-buahannya seperti pisang, apel, jeruk, mangga, bengkuang, belimbing, jambu air dan sayur-sayurannya berupa terong, kacang panjang, tomat, cabe, timun, pare. Lalu di tengah tengah gunungan tersebut di taruh kepala sapi. Banyak warga yang membuat gunungan sedekah bumi, mereka sangat antusias dalam melaksanakan tradisi tersebut. Lalu gunungan sedekah bumi tersebut di angkut dengan menggunakan kapal-kapal besar, ada banyak kapal yang mengangkut, gunungan sedekah bumi tersebut akan di buang di tengah laut dengan menggunakan kapal-kapal tadi. Bapak-bapak, ibu-ibu serta anak-anakpun diperbolehkan untuk menaiki kapal-kapal tersebut. Setelah kapal-kapal tersebut kembali biasanya di sambut dengan tanggapan orjen-orjen dangdut. Banyak di sekitar pantai yang berjualan, ada yang berjualan pakaian, mainan, makan an dan minuman. Biasanya pada acara ini ibu walikota tegal Bunda Sita hadir dalam acara sedekah bumi tersebut. Tujuan dari tradisi ini merupakan wujud rasa syukur kepada allah s.w.t yang telah melimpahkan rezekinya kepada masyarakat kota tegal.

  1. TRADISI UNGGAH-UNGGAHAN PADA MASYARAKAT KOTA TEGAL

Tradisi ini dilaksanakan pada saat sebelum lebaran, warga biasanya memasak nasi dengan lauk seperti telur, sayur kacang, tempe goreng, tahu goreng, kentang pedas, mie goreng untuk di bagikan kepada warga sekitar, nasi tersebut di taruh kedalam capon, dan lauknya di taruh ke dalam sudri, jadi diatasnya nasi ada lauk pauk yg sudah di tempatkan di sudri (sebuah wadah kecil). orang jawa biasa menyebutnya dengan nama berkat, sebelum dibagikan kepada para warga, berkat-berkat tersebut di doakan terlebih dahulu. Setelah di doakan baru boleh langsung di bagikan kepada warga sekitar. Satu rumah mendapat satu berkat.

  1. TRADISI NASI KUNING PADA MASYARAKAT KOTA TEGAL

Masyarakat kota tegal biasa membuat nasi kuning yang isinya telur dadar, urab (sayuran yang di masak menggunakan bumbu kelapa), terong mentah, wortel mentah, cabe, pete, timun, ikan gesek, tahu goreng, tempe goreng. Lalu di masukkan ke dalam mika plastic yang berukuran sedang, masyarakat kota tegal biasa menyebutnya dengan sega onggal anggil. tradisi ini dilaksanakan pada awal tahun, tidak ada doa-doa khusus di dalamnya, setelah semuanya matang bisa langsung di bagikan kepada warga sekitar.

  1. TRADISI HARI RAYA IDUL FITRI PADA MASYARAKAT KOTA TEGAL

Masyarakat kota tegal mempunyai tradisi dalam menyambut hari raya idul fitri, yaitu sebelum datangnya hari raya idul fitri ada tradisi prebegan yang dilakukan oleh masyarakat kota tegal. Jadi sehari sebelum hari raya biasanya masyarakat kota tegal beramai-ramai datang ke pasar untuk membeli kue-kue kering, sirup-sirup, buah-buahan untuk menjamu tamu pada saat hari raya. Masyarakat kota tegal memulai prebegannya dari mulai jam 5 pagi. Di jam tersebut sudah banyak masyarakat yang berbelanja. Jalanan pasar sudah ramai, bahkan untuk jalan saja harus berdesak-desakkan. Mereka ke pasar dengan berjalan kaki tidak dengan kendaraan. Dari mulai ibu-ibu sampai anak-anakpun ikut dalam tradisi tersebut. Pada saat hari rayanya masyarakat kota tegal biasanya silaturahmi ke rumah saudara-saudara yang jauh tempat tinggalnya, tradisi ini biasa di sebut nyadran oleh orang jawa. Masyarakat kota tegal biasa nyadran dengan membawa kue-kue kering dan sirup-sirup untuk di beri kepada saudara yang lebih tua usianya. Di waktu hari rayanya biasanya masyarakat kota tegal membuat kupat sayur dan opor ayam untuk sarapan pagi, tradisi ini sudah ada sejak zaman dahulu dan sampai sekarang masih tetap dilakukan.

Bukan hanya tradisinya saja yang unik, kota tegal juga mempunyai makanan yang khas diantaranya :

  1. Tahu aci

Makanan ini merupakan makanan khas kota tegal, selain rasanya yang nikmat, cara membuatnyapun begitu mudah, kita hanya perlu menyiapkan tahu, aci, serta bumbu-bumbu. Cara membuatnya dengan di goreng. Sebenarnya yang membedakan tahu aci ini dengan daerah lain terletak pada bumbunya saja. Tahu aci lebih nikmat jika di makan pada saat panas-panas. Penjual tahu aci di kota tegal sangat banyak jumlahnya, bahkan setiap di pinggir jalan selalu ada yang jual, namun tahu aci hanya dapat kita jumpai pada saat sore hingga malam hari, para pedagang tahu aci menjual tahunya sekitar jam 4 sore hingga jam 9 malam.

  1. Sega ponggol

Sega ponggol ini dapat kita temui pada saat pagi hari, biasanya masyarakat kota tegal membeli sega ponggol untuk sarapan. Lauknya yang sederhana serta harganya yang ekonomis membuat masyarakat kota tegal menggemarinya. Lauk dari sega ponggol diantaranya yaitu sambal goreng tempe, mie goreng bihun, sayur kangkung, bawang goreng dan kerupuk. Biasanya di sajikan di atas daun pisang lalu di bungkus.

  1. Adep-adep

Adep-adep ini merupakan makanan yang biasa ada pada saat pernikahan. Nasinya menggunakan nasi kuning, lauknya sama seperti nasi kuning, yang membedakan hanya pada tempat penyajiannya saja, jika nasi kuning disajikan pada mika plastik, namun adep-adep di sajikan pada daun pisang.

  1. Kupat glabed

Makanan ini dapat kita temui pada malam hari saja, sekitar jam setengah tujuh malam, para pedagang kupat glabed sudah ada di pinggir-pinggir jalan. Makanan ini banyak dijual di alun-alun kota. Mengapa bisa dikatakan kupat glabed karena kuah kupatnya yang sangat kental, yang dalam bahasa jawa ngglabed jadi masyarakat kota tegal menyebutnya dengan nama kupat glabed. Kupat glabed biasa disandingkan dengan bebek goreng serta sate balungan yang rasanya nikmat.

  1. Soto

Soto khas kota tegal beda dengan soto dari daerah lain, soto khas kota tegal menggunakan tauco untuk campuran kuahnya. Di dalamnya ada kol, tauge, daun bawang, ayam/babat, serta bumbu-bumbu lainnya. Rasanya yang manis asin membuat makanan ini di gemari masyarakat.

  1. Olos

Makanan ini sangat digemari oleh para remaja, rasanya yang pedas tidak heran jika banyak remaja yang menyerbunya. Makanan ini biasa di jual pada malam hari sekitar jam setengah tujuh. Bentuknya yang bulat kecil serta isinya yang bermacam-macam membuat makanan ini disukai oleh banyak usia. Olos ini terbuat dari tepung terigu dan aci yang di dalamnya di isi sayuran pedes, sosis, ayam, kerang. Lalu di bentuk bulat kecil-kecil. Lalu digoreng. Untuk menambah rasa biasanya di luarnya di kasih pilihan rasa ada rasa keju, sapi panggang, balado, pizza, hingga pedas. Satu olos harganya Rp.500.

Selain makanan, kota tegal juga mempunyai minuman yang khas yaitu teh poci, teh yang di sajikan di dalam poci tanah liat yang rasanya sangat khas.

TARIAN KHAS KOTA TEGAL

Kota tegal juga mempunyai tarian khas yaitu tari endel, tarian ini menggunakan topeng. Ada enam gaya topeng tegal, diantaranya topeng endel, kresna, panji, patihan, lanyapan alus, dan kelana. Topeng endel yaitu bentuk topeng wanita dengan kostum endel mirip penari gambyong. Tariannya diiringi gending lancaran ombak banyu laras slendro manyuro. Topeng kresna bermuka merah jambu dan berambut. Gending pengiringnya adalah lancaran lelenderan naik lancaran praliman. Topeng panji bermuka menunduk. Mukanya berambut putih mukanya mirip tokoh arjuna. Gending pengiringnya adalah lancaran gunung sari laras slendro patet nem. Sedangkan topeng patihan memiliki mata terbuka lebar, mewakili tokoh setiati dan patihan jawa. Berwarna merah tua. Gending pengiringnya lancaran blendrang  laras slendro patet manyuro. Sementara topeng lanyapan alus memiliki bentuk muka menunduk dan berkumis. Warna muka kuning gading. Mirip tokoh bambangan dalam warna kulit purwa. Gending pengiring tari topeng ini adalah lancaran lagon semarangan laras slendro patet nem. Terakhir topeng kelana bermata terbuka lebar, hidung keatas dan panjang, mulut dan gigi terbuka bertaring pendek dengan warna muka merah tua, mirip dengan tokoh dasamuka. Gending pengiringnya, lancaran gonjing truntung laras slendro patet manyuro. Terdapat pula bentuk topeng tambahan yakni punakawan dan topeng kelana yaksa serta beberapa tokoh yang disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Tarian ini dipentaskan siang maupun malam hari sesuai permintaan. Pentas topeng biasanya dipentaskan sekitar 3-4 jam dengan diiringi 10 pangrawit, seorang sinden dan seorang dalang.

Selain tarian ada juga bahasa yang khas dari kota tegal, yaitu bahasa ngapak, orang tegal berkomunikasi menggunakan bahasa ngapak, tetapi mereka menggunakan bahasa ngapak untuk di rumah saja, jika di sekolahan mereka menggunakan bahasa Indonesia. Apabila ingin berkomunikasi kepada orang yang lebih tua mereka juga menggunakan bahasa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: