• Friday, June 29th, 2018

Menyajikan Alquran

Oleh Agung Kuswantoro

 

Dulu, waktu saya bersilaturohim dengan orang yang saya hormati, saya melihat Alquran di meja tamu. Biasanya di meja tamu ada jajanan. Namun di rumahnya, selain jajanan juga ada Alquran.

 

Ketika duduk di ruang tamu, pemilik rumah membacanya. Waktu untuk membaca Alquran dengan mudah ia dapat karena Alqurannya tersaji.

 

Menyajikan Alquran itu ternyata penting. Biasanya Alquran ada di lemari atau rak tempat sholat. Namun, dengan menghadirkan di tempat-tempat strategis ternyata semangat untuk membacanya pun lebih tinggi.

 

Seakan-akan Alquran berkata “ayo baca Aku”. Saat pemilik rumah duduk di meja tamu, langsung ia membaca Alquran yang tersaji itu.

 

Keadaan tersebut menjadikan saya terinspirasi untuk melakukannya. Saya mencoba menyajikan (baca:menghadirkan) Alquran di ruang kerja saya. Setiap meja di kantor yang saya tempati saya beri satu Alquran. Tujuannya agar mudah membacanya di setiap waktu. Saat membaca pun jadi mudah.

 

Ternyata, cara ini lebih ampuh untuk mempermudah membaca Alquran dimana dan kapan pun. Ketika Alquran disajikan, maka disitulah mata melihat, maka kita akan membacanya.

 

Cobalah, Anda yang sangat sibuk, untuk melakukan hal ini. Sederhana caranya, hanya butuh dilirik. Dalam batin nanti, Alquran akan mengatakan “masa Aku (Alquran) cukup dilirik saja dengan mata?”

 

Hati kita, Insya Allah langsung terpanggil untuk membacanya. Selamat mencoba.

 

Semarang, 26 Juni 2018

Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco