• Tuesday, December 08th, 2020

 

Perbandingan Manajemen Sistem Pendidikan Ala Dr. Ir. Made Sudana, M.PS, IFM
Oleh Agung Kuswantoro

Beberapa pertemuan saya dan teman-teman belajar tentang perbandingan manajemen sistem pendidikan dengan Dr. Ir. Made Sudana, M.Pd, IPM. Ada beberapa catatan, yaitu:

Menengok Tujuan Pendidikan
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, menyebutkan bahwa manusia Indonesia itu beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Dari tujuan ini, sebenarnya ada 4 intisari tujuan pendidikan Indonesia yaitu sikap spiritual (beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa), sikap sosial (berakhlak mulia, sehat, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab), pengetahuan (berilmu) dan keterampilan (cakap dan kreatif).

Untuk mencapai tujuan pendidikan dibutuhkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang terdiri dari pendanaan dan pengelolaan, pendidik, isi, proses, sarana dan prasarana, penilaian, pendidikan, dan kompetensi lulusan.

Menata Masalah Manajemen Pendidikan
Hakekat masalah adalah ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang terwujud dalam pendidikan. Inputnya yaitu harapan dan pendidikan yang berkualitas. Prosesnya yaitu manajemen yang kesenjangan. Dan, outputnya yaitu kenyataan yang mengecewakan.

Ada 4 masalah pendidikan di Indonesia secara garis besarnya yaitu partisipasi, efisiensi, efektifitas, dan relevansi. Relevansi muncul, karena adanya kesenjangan antara kebutuhan lembaga dan pengguna lulusan dengan hasil-hasil pendidikan. Efisiensi muncul, karena adanya kesenjangan antara masukan pendidikan dengan hasil-hasil pendidikan. Efektifitas pendidikan muncul, karena adanya kesenjangan tujuan pendidikan dengan hasil-hasil pendidikan. Sedangkan, kesempatan pendidikan muncul, karena adanya kesenjangan antara masukan pendidikan dengan lingkungan pendidikan.

Perbedaan manajemen satuan pendidikan jenjang pendidikan terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Manajemen sekolah umum menghasilkan lulusan untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi. Manajemen sekolah kejuruan menghasilkan lulusan untuk Bekerja, Melanjutkan Wirausaha (BMW). Manajemen perguruan tinggi, untuk menghasilkan lulusan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kompetensi profesional. Yang dikelola dalam pendidikan dasar adalah SDM, sarana dan prasarana, dan keuangan untuk menghasilkan lulusan berkualitas.

Pendidikan Indonesia
Kelebihan pendidikan Indonesia yaitu (1) SDA/sumber daya alam yang melimpah, (2) SDM melimpah/pendidik terbesar ke-4 dunia (Cina, Amerika, India, dan Indonesia), (3) pemandangan alam yang menakjubkan, peninggalam sejarah dan budaya yang sangat bernilai (Bali, Yogyakarta, dan candi, keraton).

Kekurangan pendidikan Indonesia dilihat dari faktor penentunya yaitu (1) faktor pendidikan, (2) faktor peserta didik, (3) faktor sarpras, (4) faktor tujuan pendidik, (5) faktor lingkungan, dan (6) faktor kurikulum.

Dari masing-masing faktor tersebut terdapat beberapa indikator. Pada pendidik/guru terdapat masalah jumlah guru yang memadai, kurang pengetahuan, dan keterampilan guru, rendahnya penguasaan strategi dan metode pengajaran, minimnya bacaan dan sumber pengetahuan guru.

Masalah peserta didik diantaranya: kurangnya motivasi belajar, minimnya faktor keluarga, dan lingkungan yang mendukung peserta didik untuk belajar dan kurangnya konsistensi proses pembelajaran.

Masalah pada kurikulum yaitu kurikulum terlalu kompleks, kurangnya sumber/dasar pengembangan kurikulum, dan terlalu cepat berganti kurikulum dan berganti nama.

Masalah pada sarana dan prasarana yaitu ketimpangan kemajuan antara desa dan kota, dan belum semua sekolah di Indonesia memiliki sarana prasarana yang memadai.

Masalah pada lingkungan (orang tua/ortu) yaitu ketidakpedulian orang tua/siswa akan pentingnya pendidikan (partisipasi). Misalnya, anak usia belajar ngamen di jalan dan anak dilarang bersekolah hanya alasan sekolah itu mahal.

Pendidikan di India
Sistem pendidikan di India menganut pola 10 + 2 + 3/4/5. 10 pola Basic Education terdiri dari pendidikan dasar 5 tahun, sekolah dasar menengah 3 tahun, dan sekolah menengah atas 2 tahun. Sedangkan Pre-University School 2 tahun dan College (3/4/5 tahun)

Pendidikan Dasar di India dilaksanakan selama 5 tahun, biaya gratis, sarana prasarana kurang layak, buruh berupa anak dilarang, dan partisipasi masyarakat tinggi.

Fakta lulusan Pendidikan Tinggi di India yaitu fenomena Brain, 20 % karyawan Microsoft adalah lulusan PT di India, tidak sedikit ahli sains dan teknologi dari India menjadi pengajar di universitas top Amerika Serikat, dan profesional teknik dari India diperhitungkan di tingkat dunia.

Demikian informasi yang saya sampaikan dalam perkuliahan “Perbandingan Sistem Pendidikan”. Semoga bermanfaat. Amin. []

  1. Semarang, 7 Desember 2020
    Ditulis di Rumah, jam 04.30 – 05.05 WIB.
Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply