Ekologi adalah ilmu yang mempelajari saling keterkaitan antara organisme dengan lingkungannya, termasuk lingkungan fisik serta berbagai organisme lainnya. Sedangkan Antropologi adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan manusia dimana dalam kebudayaan tersebut merupakan hasil karya manusia itu sendiri. Jadi, Antropologi Ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kebudayaan lingkungan manusia yang merupakan hasil karya manusia itu sendiri.

Manusia adalah makhluk social yang tidak bisa hidup sendiri, manusia membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia juga perlu alam, lingkungan dan sesame manusia, karena ketiganya merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Jika salah satu dari ketiga itu tidak ada maka keseimbangan hidup akan kacau. Alam membutuhkan manusia untuk melestarikannya, sedangkan manusia akan membutuhkan alam untuk diambil sumber dayanya.

Adapun sumber daya alam yang dimiliki oleh Negara Indonesia sangatlah besar, namun dalam pengaksesan sumber daya alam manusia memiliki cara sendiri-sendiri, ada yang memperdulikan dampaknya, ada pula yang hanya memanfaatkan alam tanpa mengetahui dampak yang akan terjadi nantinya.

Kabupaten Pati merupakan Kabupaten yang berada di Jawa Tengah. Kabupaten Pati berbatasan dengan empat kabupaten lain yaitu Jepara, Kudus, Purwodadi, dan Rembang. Pati merupakan daerah yang dilalui oleh jalur pantura atau pantai utara jawa. Pati dibagi menjadi dua daerah yaitu daerah pesisir dan daerah pegunungan. Disini saya akan mengambil bagian yang berada di pegunungan yang merupakan daerah tempat tinggal saya. Di daerah Kecamatan Sukolilo ini merupakan salah satu daerah di Kabupaten Pati. Sebagian besar penduduk di Sukolilo adalah petani. Mereka sangat memanfaatkan kondisi geografis yang ada. Usaha yang dilakukan dari petani ini adalah menanam berbagai tanaman yang di cari oleh masyarakat, seperti padi, jagung, ketela dan berbagai palawija lainnya.

Daerah Sukolilo merupakan daerah pegunungan yang mempunyai wilayah yang sangat luas sehingga menjadi surga bagi para petani. Namun pada saat ini para warga Sukolilo menjadi resah karena akan di dirikannya pabrik semen di wilayah pegunungan kendeng. Para warga resah lantaran jika ada penambangan semen di daerah tersebut akan berpengaruh terhadap kesuburan tanah dan juga sumber air yang akan mengalami kekeringan. Jika hal itu terjadi maka para petani akan merasa di rugikan dan akan tidak bisa bertani seperti sedia kala. Atau mereka bisa bertani namun hasil pertanian mereka tidak akan sesuai dengan apa yang mereka harapkan, antara modal dan hasil menjadi tidak sinkron. Dampak yang akan terjadi kepada masyarakat dalam jangka panjang adalah sumber air yang akan semakin menipis dan tanah yang dulunya sangat subur menjadi gersang karena sumber mata air sudah tidak ditemukan lagi karena adanya penambangan semen tersebut. Namun pertambangan semen sampai sekarang belum diaktifkan karena masih terjadi sengketa antara warga dan pengelola dari tambang semen tersebut.

Dari adanya permasalahan tersebut saya tertarik untuk lebih menggali pengetahuan dan pengalaman saya tentang ekologi lingkungan dengan kebudayaan yang ada pada masyarakat di Sukolilo tersebut. Dari wacana diatas muncul beberapa pertanyaan yang ingin saya sajikan. Antara lain adalah apa dampak social yang di timbulkan terhadap masyarakat akibat dari penambangan semen tersebut serta bagaimana solusi yang dapat diberikan untuk permasalahan penambangan semen yang ada di Sukolilo.

 

 

Pegunungan kendeng adalah pegunungan kapur atau karst yang membentang dari kabupaten kudus sampai kabupaten tuban. Di kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati sebagian besar warga bertempat tinggal dan bermukim di pegunungan kendeng tersebut. Selain digunakan untuk tempat tinggal, pegunungan kendeng yang ada di sukolilo memberikan manfaat lain bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Seperti sumber air yang digunakan untuk mengairi persawahan dan juga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Serta lahan pegunungan yang digunakan untuk berladang yang hasilnya dikonsumsi sendiri dan di jual di pasar.

Di pegunungan kendeng juga menyimpan sumber daya alam yang bisa digunakan untuk bahan baku semen, sehingga ada perusahaan semen yang ingin membuat pertambangan semen yang ada di pegunungan kendeng yang ada di sukolilo tersebut. Perusahaan yang ingin mendirikan tambang semen di sukolilo adalah PT. Semen Gresik, namun hal itu mendapat penolakan dari warga sekitar yang tidak ingin ada pabrik semen di daerah mereka. Karena mereka berpikir jikalau nanti di bangun pertambangan semen di pegunungan kendeng di daerah sukolilo mereka akan tinggal dimana, karena tempat itulah mereka tinggal dan bermukim dari awal.

Warga Sukolilo atau lebih tepatnya warga yang tinggal di pegunungan kendeng akan merasa terancam kehidupan mereka apabila di bangun pabrik semen, karena akan mengahancurkan lahan berladang dan pertanian mereka, serta mereka akan kehilangan tempat tinggal. Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah bahwa pegunungan kendeng merupakan daerah resapan air yang sangat di gantungkan oleh masyarakat, jika di pegunungan kendeng di bangun tambang semen maka daerah resapan air itu akan hilang dan sumber-sumber mata air akan mengalami kekeringan serta berdampak pada lahan pertanian yang ada di sekitar pegunungan kendeng tersebut akan kekurangan air dan membuat hasil pertanian akan mengalami kegagalan total.

Persoalan yang terjadi jika pabrik semen benar-benar akan di bangun adalah Sumber Daya Alam yang ada akan mengalami ketidak seimbangan dan terjadi kekacauan, memang pabrik semen akan membantu untuk pembangunan Negara, namun dampak yang di timbulkan dari pertambangan adalah merusak alam sekitar dengan menutup sumber-sumber air yang ada dan akan banyak mengalami kekeringan. Sedangkan dampak social yang akan terjadi bila pabrik semen jadi di bangun adalah Perpindahan tempat tinggal yang berarti tergusurnya masyarakat lokal dan digantikan oleh masyarakat pendatang yang memiliki modal lebih besar. Hilangnya mata pencaharian sebagian besar masyarakat di daerah sukolilo yang lebih menggantungkan hidupnya pada keberadaan lahan pertanian. Hilangnya semangat kebersamaan dikarenakan tenaga kerja yang diserap oleh industri semen jelas tidak akan menampung seluruh tenaga kerja yang telah kehilangan lahan pertanian. Dengan kata lain yang di serap oleh industry semen adalah orang-orang yang memiliki keahlian dalam hal persemenan. Kondisi ini jelas akan memicu persaingan yang menjurus pada konflik pada masyarakat sekitar lokasi pabrik semen. Rusaknya tatanan sosial dan budaya karena proses industrialisasi jelas akan memunculkan banyaknya tempat-tempat hiburan yang cenderung menuju ke arah kemaksiatan. Selain itu, proses penambangan secara besar-besaran akan membawa dampak pada keseimbangan lingkungan, misalnya perubahan ekosistem pada lingkungan sekitar, hilangnya sumber mata air, polusi udara, polusi suara, zat-zat beracun dalam limbah pabrik, dan perubahan suhu udara.

Dari permasalahan yang terjadi dengan adanya rencana pembangunan pabrik semen tersebut dapat diambil solusi bagaimana yang terbaik untuk ke depannya. Penolakan pendirian pabrik adalah hal yang sangat mendasar, karena dengan penolakan pabrik semen maka keseimbangan tidak akan terganggu dan tidak akan terjadi keusakan pada lingkungan serta pegunungan kendeng yang berfungsi sebagai resapan air tidak akan meninggalkan tugasnya untuk meresap air dan mengalirkan sumber-sumber mata air bagi warga untuk konsumsi sehari-hari serta untuk irigasi pengairan air sawah agar tanaman yang di tanam dapat memperoleh hasil yang maksimal. Serta menggerakkan masyarakat untuk menghijaukan kembali pegunungan kendeng agar tidak di ambil alih oleh PT. Semen Gresik dan di jadikan pabrik semen. Sementara jika pabrik sudah benar-benar didirikan, maka masyarakat harus mendapatkan ganti rugi terhadap apa yang sudah di ambil dari mereka dan mendapat bantuan csr serta juga mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak di pabrik semen itu sendiri agar kahidupan ekonomi mereka tidak berantakan karena lahan pertanian sudah tidak memungkinkan lagi untuk di olah.

 

 

Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat di simpulkan bahwa warga yang berada pada pegunungan kendeng yang merupakan daerah pegunungan kapur (karst) menolak adanya kegiatan pertambangan semen karena dengan nanti adanya pertambangan semen maka sumber daya yang ada bagi masyarakat akan hilang dan mengalami kelangkaan. Seperti halnya air, di pegununga kendeng adalah daerah resapan air yang sangat di butuhkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari seperti konsumsi dan pertanian. Apabila pegunungan kendeng di jadikan lahan pertambangan maka sumber-sumber mata air akan mengalami kekeringan dan masyarakat akan mengalami kekeringan dan lahan pertaian mereka tidak akan menghasilkan lagi. Selain itu masyarakat juga akan terusir dari daerahnya sendiri yang merupakan tempat tinggalnya dari dulu.

 

 

Gunawan.2016.Bahan Bacaan Mata Kuliah Antropologi Ekologi.