Kelurahan wonosari merupakan daerah dataran tinggi yang berada di semarang barat. Mempunyai ketinggian 3-30 m di atas permukaan laut dengan curah hujan 4000 mm/tahun. Luas kelurahan wonosari sebesar 323,549 ha, dengan batas wilayah sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara : jalan raya semarang-kendal
  2. Sebelah selatan : kelurahan Gondoriyo
  3. Sebelah Barat : Kabupaten Kendal Barat
  4. Sebelah Timur : Kelurahan Tambak Aji

Jumlah peduduk menurut jenis kelamin adalah laki-laki 7791 jiwa, dan perempuan 7516 jiwa dengan jumlah total KK (kepala keluarga) 3868 jiwa. Penduduk mayoritas beragama islam. Kelompok usia dibagi menjadi 3 kelompok, yakni usia pendidikan (4-19 tahun) sebanyak 6713 jiwa, usia kerja (20-60 tahun) sebanyak 8005 jiwa, usia lanjut (61 tahun keatas) 552 jiwa. Mata pencaharian penduduk adalah karyawan pabrik, wiraswasta, petani, pertukangan, buruh, pensiunan, pemulung, dan jasa.

Dari data sensus penduduk diatas, saya mengambil data epidemiologi pada salah satu apotek yang ada di wilayah kelurahan wonosari yaitu apotek restu ibu. Dari data tersebut saya mendapatkan beberapa jenis penyakit yang di derita masyarakat wonosari antara lain : penyakit kandungan, jamur mulut, sakit gigi, vertigo, herpes simplex, infeksi sistemik, diabetes mellitus, kolesterol, asam urat, demam, infeksi saluran kemih, wasir, ulcus pepticus, sembelit, radang, batuk, dan sesak nafas.

Apabila dilihat dari segi kelas social, penyakit yang di derita oleh kalangan bawah merupakan penyakit yag tergolong ringan seperti: radang, batuk, demam, vertigo, dan herpes. Karena masyarakat kalangan bawah kurang bisa menjaga diri dari penyakit yang tergolong ringan dan lebih sering untuk membiarkannya, sedangkan untuk golongan atas selalu memperhatikan kesehatan seperti system imun yang kuat, namun terlepas dari itu, masyarakat dari golongan atas malah mendapat penyakit yang yang tarafnya lebih berbahaya seperti : kolesterol, diabetes mellitus, asam urat, ulcus pepticus serta wasir. Karena pola makan yang tidak diperhatikan menjadikan masyarakat golongan atas terkena penyakit yang tergolong berbahaya.

Apabila dilihat dari segi etnis, masyarakat di kelurahan wonosari dan sekitarnya, yang sebagian besar adalah etnis jawa dengan kebudayaan hampir sama dengan adat istiadat yang juga tidak berbeda jauh dari setiap individu memungkingkan terjadinya penyebaran penyakit yang sejenis, seperti influenza dan penyakit kulit. Ini juga terpengaruh dari berbagai kebiasaan mereka termasuk dalam hal pekerjaan sebagai masyarakat industrial yaitu karyawan pabrik dan buruh.

Apabila dilihat dari segi gender, laki-laki lebih sering terserang penyakit, karena memang intensitas kegiatan mereka lebih tinggi dari pada perempuan. Karena memang laki-laki di kelurahan wonosari dan sekiatrnya memegang peranan penting dalam suatu kelompok keluarga atau masyarkat. penyakit kandungan sebanyak 6 kasus, jamur mulut sebanyak 11 kasus, sakit gigi sebanyak 26 kasus, vertigo sebanyak 16 kasus, herpes simplex sebanyak 3 kasus, infeksi sistemik sebanyak 5 kasus, diabetes mellitus sebanyak 2 kasus, kolesterol sebanyak 4 kasus, asam urat sebanyak 7 kasus, demam sebanyak 31 kasus, infeksi saluran kemih sebanyak 2 kasus, wasir sebanyak 4 kasus, ulcus pepticus sebanyak 3 kasus, sembelit sebanyak 3 kasus, radang sebanyak 16 kasus, batuk sebanyak 23 kasus, dan sesak nafas sebanyak 7 kasus.

Apabila dilihat dari segi usia, usia pelajar (0-19 tahun) sering terserang penyakit seperti batuk, pilek, demam dan sakit gigi. Sedangkan usia kerja (20-60tahun) sering trserang penyakit seperti vertigo, radang, herpes simplex, asam urat, kolesterol, diabetes mellitus dan lain-lain. Dan pada usia lanjut (60 tahun keatas) sering terserang penyakit seperti diabetes mellitus, kolesterol, asam urat, jatung, dan lain-lain.

Dari berbagai data epidemiologi yang ada di atas, dapat di simpulkan bahwa setiap orang dapat terserang penyakit tidak memandang usia, gender, golongan dan jabatan. Sekuat apapun system imun seseorang apabila tidak menjaga kesehatan tubuh maka akan terkena dampaknya yaitu terserang penyakit, baik itu penyakit ringan maupun berat. Oleh sebab itu, kita sebagai manusia harus menjaga kesehatan diri kita sendiri agar tidak terserang penyakit, kalaupun terserang penyakit itu juga pasti karena kondisi iklim yang sedang tidak seimbang seperti saat ini.