Film dokumenter ini, menunjukkan sisi negatif dari negara yang maju yaitu Amerika Serikat. Memutarbalikkan fakta tentang Amerika Serikat yang katanya negara yang aman, nyaman dan maju. Untuk masalah kesehatan saja, penduduk Amerika Serikat tidak sepenuhnya terpenuhi mengenai asuransi kesehatan. Moore memaparkan fakta bahwa terdapat 250 juta penduduk Amerika yang telah memiliki asuransi kesehatan nyatanya tidak semuanya mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik. Hampir sekitar 50 juta penduduk yang tidak terlindungi oleh asuransi kesehatan dan masih mengalami kesulitan-kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan yang diperlukan.

Film ini juga mengangkat realita tentang mahalnya biaya kesehatan di Amerika. Asuransi kesehatan hanya dinikmati oleh orang-orang kaya yang memiliki banyak uang saja. Sedangkan rakyat miskin tidak menikmati asuransi dan dipersulit untuk mendapatkan layanan kesehatan. Ironisnya, asuransi tidak bermakna apa-apa ketika si pengguna memiliki penyakit berat seperti kanker, dll. Bahkan perusahaan asuransi berbuat curang dengan menolak pengajuan asuransi dari si pasien ketika si pasien tertimpa penyakit yang berat. Seperti salah satu ucapan dari dokter ketika pasiennya terkena penyakit kanker bahwa masih muda tidak boleh terkena kanker. Mereka tidak percaya dengan asuransi, karena bagi mereka asuransi hanya saja akan menyusahkan atau memperburuk suasana saja. Bahkan mereka tidak bisa membeli obat kalau tidak dengan asuransi.

Bisa dilihat bahwa bukti lain buruknya sistem pelayanan kesehatan di Amerika Serikat juga tercermin dari praktek pembuangan pasien yang tidak memiliki asuransinya dan tidak mampu membayar tagihan biaya perawatan. Pembuangan pasien ini dilakukan oleh rumah sakit ternama yang ada di Amerika Serikat dan pembuangan ini dilakukan di pinggir jalan dengan menggunakan taksi yang dibayar pihak rumah sakit.

Kondisi berbeda justru ada di Kanada, Negara tetangga AS. Di sana penduduk merasa sangat terlindungi dengan universal coverage (perlindungan keseluruhan) asuransi kesehatannya. Dalam penelitiannya ini Moore bertemu dengan dr. Linda Peeno. Dr. Linda Peeno merupakan salah satu dokter yang baik di Kanada yang membongkar semua yang dilakukan oleh pihak asuransi. Beliau juga menceritakan bahwa gaji yang diterimanya hanyalah dari pemerintah saja. Beliau selalu menolak upah yang diberikan oleh para paseien yang ditanganinya. Dr. Linda memiliki prinsip bahwa beliau akan melakukan yang terbaik untuk keselamatan pasiennya, dan masalah biaya beliau tidak memikirkannya. Karena beliau bekerja untuk perusahaannya.

Bahkan dengan persoalan dalam pelayanan kesehatan tersebut, terdapat masyarakat yang memilih untuk pergi atau pindah ke negara lain agar dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang jauh lebih baik. Ada juga masyarakat AS yang sampai menikah dengan orang Kanada agar dapat merasakan pelayanan yang lebih baik setelah ditolaknya pelayanan keehatan yang terdapat di negaranya sendiri.

Berbeda lagi dengan pelayanan kesehatan yang ada di Inggris. Di Inggris ini juga memiliki pelayanan kesehatan yang baik pula. Negara ini menganut pengobatan nasional. Dimana, dari pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan yang tidak memungut biaya perawatan rumah sakit, pengobatan gratis bagi warga negaranya, hanya menebus obat saja. Dan adapun yang diharuskan menemus obat mulai usia 17 hingga 64 tahun. Di bawah usaia 17 tahun dan diatas usia 64 tahun pasien dibebaskan dari biaya obat. Adanya pengklasifikasian usia tersebut karena pada usia 17 hingga 64 tahun masih dianggap produktif dalam berkerja.

Dokter-dokter yang terdapat di Inggris juga sama halnya dengan yang ada di Kanada. Dimana mereka akan bekerja dengan baik dalam melakukan perawatan terhadap pasiennya tanpa memikirkan berapa upah yang akan mereka dapatkan. Hal tersebut terjadi karena dokter hanya menerima gaji dari pemerintah saja. Semakin kinerja seorang dokter maka a kan semakin besar pula gaju yang akan di dapatkannya. Misalkan saja jika seorang dokter berhasil mengajak orang untuk berhenti merokok maka seorang dokter tersebut akan mendapatkan tambahan gaji. Gaji tersebut diberikan sebagai bonus yang diberikan oleh pemerintah atas keberhasilan mengajak seseorang untuk berhenti merokok tersebut.

Yang terakhir dalam film tersebut memperlihatkan pelayanan kesehatan yang terdapat di negara Prancis. Dimana warga negara yang sedang mengalami sakit akan dirawat dengan baik. Bahkan dokter akan membuatkan surat izin pasien untuk tidak masuk kerja. Selama pasien cuti bekerja, mereka akan tetap mendapatkan gaji tanpa dipotong gaji. Hal ini di latar belakangi oleh masyarakat Negara Prancis ini sangat menjunjung tinggi solidaritas. Dan mereka tidak membatasi hari di rumah sakit walupun itu dalam jangka waktu yang lama.

Dari berbagai pelayanan kesehatan yang telah dipaparkan tersebut, negara AS merupakan negara yang memiliki tingkat pelayanan kesehatan yang sangat rendah. Namun dalam berjalannya waktu, setelah munculnya kehadiran sosok Hillary Clinton pelayanan kesehatan yang terdapat di AS berubah menjadi semakin baik. Hillary Clinton membuat program kesehatan yang diterapkan dalam perusahaan asuransi. Sehingga dengan demikian pelayanan kesehatan yang ada baik bagi pemilik asuransi ataupun tidak memiliki asuransi menjadi lebih terpantau dan tidak tertelantarkan begitu saja dengan permainan yang telah dibuat oleh perusahaaan asuransi yang bersekongkol dengan birokrat ataupun dokter dalam perawatan pasien tersebut.

 

 

 

ANALISIS KASUS

Dalam kasus ini saya akan mencoba mengaitkannya dengan menggunakan konsep kapitalisme kesehatan. Hal ini terlihat dari adanya penguasa para pemilik modal yang terus memupuk kekayaannya dengan menggunakan jasa pelayanan kesehatan dalam bentuk asuransi. Di Amerika sendiri yang merupakan Negara adi kuasa di dunia lebih mementingkan kekayaan daripada kesehatan masyarakatnya. Antara pemerintah dengan pihak asuransi bersekongkol untuk memperoleh keuntungan yang lebih. Padahal pada waktu awalnya mereka mengembar-gemborkan agar masyarakatnya menggunakan asuransi kesehatan agar dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan mudah. Namun pada kenyataannya, itu hanyalah sebagai mitos belaka.

Masyarakat lebih terbebani dengan adanya asuransi kesehatan, karena asuransi kesehatan yang ada di amerika tidak memberikan pelayanan yang maksimal melainkan lebih berbelit-belit lagi dalam hal kesehatan. Setiap ada pasien yang sakit dan memiliki asuransi ketika ingin mengajukan pelayanan kesehatan pada pihak asuransi selalu ditolak dan di berikan alasan yang berbelit. Pihak asusransi juga sudah banyak melobi senat-senat untuk mendapatkan hak atas alat-alat kesehatan dan pelayanan kesehatan juga obat-obatan yang dikuasai oleh pihak asuransi.

Dalam hal ini kapitalisme bermain di dalam dunia kesehatan dengan cara tampil di belakang layar. Sepeti halnya dengan asuransi kesehatan yang telah dijanjikan di Amerika serikat yang dimana itu hanyalah sebuah peemainan yang diatur oleh dalang (perusahan asuransi, dokter ataupun birokrat) dalam memainkan setting para kaum kapitalis di negara tersebut.

Adapun dampak dari penggunaan layanan yang menggunakan asuransi sendiri yaitu pelayanan kesehatan tidak diberlakukan untuk publik melainkan individu, Akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sangat di persulit apabila tidak menggunakan asuransi, begitu pula dengan pihak-pihak kaum kapitalisme yang menguasai proyek pembuatan obat maupun riset-riset tentang kesehatan yang didanai swasta menjadikan tindak pemerintah menjadi terbatas dalam dunia kesehatan di negaranya sendiri.

Dalam buku sosiologi kesehatan di jelaskan mengenai seorang dokter tidak boleh memberikan informasi yang bersifat memperdaya. Yang dimana dalam hal ini seperti menekan atau menciptakan ketakutan sehingga ketiga hal tersebut akan membuat persetujuan yang diberikan menjadi cacat hukum. Namun hal tersebut sering kali tidak di perdulikan. Iming-iming uang yang besar telah mengalahkan janji-janji yang para dokter janjikan sebelumnya.

Padahal pelayanan kesehatan di setiap negara merupakan bagian yang sangat penting dalam melihat tingkat kemajuan pada suatu negara. Apabila pemerintah tidak dapat mengatur dan memegang peranan dalam dunia kesehatan, maka selamanyalah pelayanan kesehatan tersebut bersifat individu.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Benih, Ade. 2014. Sosiologi Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika.