PENDAHULUAN

Antropologi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari kehidupan manusia beserta kebudayaan dalam masyarakatnya baik dilihat dari segi manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Pengertian Antropologi menurut Willian a. Haviland adalah studi umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia. David Hunter adalah memberikan pengertian lain tentang antropologi yaitu ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia. Sedangkan Koentjaraningrat adalah yang memberikan pengertian bahwa antropologi adalah ilmu yang mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan. Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik serta kebudayaan (cara berperilaku, tradisi, nilai) yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda. Dengan adanya studi-studi mengenai masyarakat di luar sana, sehingga muncul lah berbagai macam teori dan konsep mengenai antropologi diantaranya adalah teori difusi. Difusi adalah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lain. Penyebaran tersebut menimbulkan peleburan. Peleburan yang terjadi saat suatu kebudayaan beradaptasi dengan kebudayaan lain sehingga akan mengalami penyebarluasan atau bahkan memunculkan kebudayaan baru. Difusi itu terjadi dari migrasi, sehingga kebudayaan imigran melebur didaerah imigrasi. Bentuknya : a. adanya individu tertentu yg membawa unsur kebudayaan ke tempat y jauh. Missal para pelaut dan pendeta mereka pergi jauh mendifusikan kebudayaan mereka. b. disebarkan oleh individu dalm suatu kelompok dengan pertemuan individu kelompok lain,mereka saling mempelajari dan memahami kebudayaan mereka masing2, c. adanya hubungan perdangan dimana pedagang masuk dalam suatu wilayah dan unsur2 budaya tersebut masuk dalam kebudayaan penerima tanpa disengaja.

Sejarah Perkembangan teori difusi.

Perkembangan sejarah unsur-unsur kebudayaan manusia di awali oleh seorang sarjana bernama F. Ratzel (1844-1904). Dia adalah seorang sarjana Ilmu hayat merangkap ilmu bumi, yang memberiakan suatu anggapan bahwa Kebudayaan manusia itu pangkalnya satu, dan di satu tempat yang tertentu, yaitu pada waktu makhluk manusia baru saja muncul di dunia ini. Kemudian, kebudayaan induk itu berkembang, menyebar, dan pecah ke dalam banyak kebudayaan baru, karena pengaruh keadaan lingkungan dan waktu. Dalam proses pemecahan itu bangsa-bangsa pemangku kebudayaan-kebudayaan baru tadi tidak tetap tinggal terpisah. Sepanjang masa di muka bumi ini senantiasa terjadi gerak perpindahan bangsa-bangsa yang saling berhubungan serta pengaruh mempengaruhi.

BIOGRAFI SINGKAT TOKOH a.

  1. H. R Rivers, lahir 12 Maret 1864, Luton, Chatham, Kent. Meninggal pada 4 Juni 1922, Cambridge, Cambridgeshire.

TEORI DAN KONSEP

YANG DIBUAT Para Sarjana tertarik dengan persamaan bentuk dari unsur-unsur kebudayaan diberbagai tempat meskipun jaraknya jauh.

  1. Teori Difusi Rivers (1864-1922) meneliti unsur-unsur kebudayaan di daerah Melanesia. Ia anggota Cambridge Torres Straits Expedition dan meneliti hubungan antara kebudayaan suku bangsa yang mendiami sekitar Selat Torres, yaitu Irian Selatan dan Australi Utara dengan mengembangkan metode wawancara melalui pengumpulan bahan mengenai sistem kemasyarakatannya dengan mengumpulkan data mengenai asal-usul individu dengan mengajukan pertanyaan tentang kerabat dan nenek moyang sebagai pangkalnya. Metode tersebut diuraikan dalam karagannya berjudul A genealogical Method of Anthropological Inquiry (1910). Metode tersebut lebih dikenal dengan genealogical method atau metoe genealogi yang merupakan alat utama untuk melakukan field work Di beberapa tempat Rivers juga menggunakan metode field work yaitu untuk meneliti suku bangsa Toda di Propinsi Mysore, India Selatan yang meghasilkan buku The Todas (1906) ia mendapat bahan mengenai sistem kekerabatan orang Toda. Kemudia ia bandingkan dengan bahan yang diperoleh dari Melanesia dan dikembangkan beberapa konsepsi baru dalam penelitian sistem kekerabatan.
  2. Teori Difusi Elliot Smith (1871-1937) Dan W.J Perry (1887-1949) Sejarah kebudayaan dunia pada zaman purbakala pernah terjadi suatu peristiwa difusi besar yang berpangkal di Mesir yang bergerak kea rah timur dan meliputi jarak yang sangat jauh. Teori ini disebut heliolithic theory, meskipun sangat dikecam R.H. Lowie, ahli antropologi Amerika, yang menyatakan bahwa teori Heliotik itu merupakan teori difusi yang sangat extreme yang tidak sesuai dengan kenyataan, baik dipandang dari hasil penggalian ilmu Prehistori maupun dari sudut konsep- konsep tentang proses difusi dan pertukaran unsur-unsur kebudayaan.

PENERAPAN TEORI

Indonesia diapit oleh 2 benua dan samudera sehingga Indonesia sebagai jalur perdagangan dan dilewati untuk perpindahan bangsa-bangsa dan kebudayaannya, selain itu Bangsa Indonesia juga kaya akan rempah-rempah sehingga memicu daya tarik bangsa lain untuk berdagang dan berinvestasi di Indonesia. Bangsa Indonesia yang sekarang merupakan akibat dari perpindahan dan penyebaran kebudayaan dari bangsa-bangsa yang melewati Indonesia atau yang menetap. Contohnya kampung Pecinan yang ada di Pekalongan dikarenakan pada zaman perdagangan dahulu bangsa Cina datang ke Indonesia untuk berdagang dan memanfaatkan rempah-rempah yang ada di Indonesia. Bangsa Cina datang membawa kebudayaannya dan singgah serta menetap di Indonesia. Kebudayaan dari Bangsa Cina kemudian diadopsi oleh Bangsa Indonesia sampai sekarang. Contohnya

PENUTUP

Teori dan konsep tersebut bermaksud menunjukkan bahwa kebudayaan yang berawal dari suatu daerah akan menyebar dan berkembang ke daerah lain karena dipengaruhi oleh perpindahan atau migrasi dari bangsa-bangsa terdahulu, kemudian menetap dan berkembang.

Daftar Pustaka

Koentjaraningrat, 1987. Sejarah Teori Antropologi 1. Jakarta: Universitas Indonesia (UI- Press)