Materi Antropologi SMA Kelas X BAB 5: Budaya Lokal, Budaya Nasional, Budaya Asing, Hubungan Antar Budaya Di Era Globalisasi

Budaya Lokal

Budaya lokal biasanya didefinisikan sebagai budaya asli dari suatu kelompok masyarakat tertentu. Menurut J.W. Ajawaila, budaya lokal adalah ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat lokal. Akan tetapi, tidak mudah untuk merumuskan atau mendefinisikankonsep budaya lokal. Continue reading

Posted in Antropologi SMA/MA | Leave a comment

Materi Antropologi SMA Kelas X BAB 4: Perilaku Menyimpang Dan Sub Kebudayaan Menyimpang

Pengertian Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam masyarakat. Sedangkan pelaku yang melakukan penyimpangan itu disebut devian (deviant). Adapun perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut konformitas. Continue reading

Posted in Antropologi SMA/MA | Leave a comment

Materi Antropologi SMA Kelas X BAB 3 : Internalisasi Nilai-Nilai Budaya dalam Pembentukan Kepribadian dan Karakter

Perilaku manusia dapat dibedakan dengan kepribadiannya karena kepribadian merupakan latar belakang perilaku yang ada dalam diri seorang individu. Kekuatan kepribadian bukanlah terletak pada jawaban atau tanggapan manusia terhadap suatu keadaan melainkan pada kesiapannya di dalam memberikan jawaban dan tanggapan. Kepribadian mencakup kebiasaan-kebiasaan, sikap, dan sifat lain yang khas dimiliki seseorang yang berkembang apabila seseorang berinteraksi dengan oranglain. Continue reading

Posted in Antropologi SMA/MA | Leave a comment

Materi Antropologi SMA Kelas X BAB 2: Budaya, Perwujudan, Unsur, Isi Atau Substansi Budaya, Dan Nilai Budaya

Pengertian Budaya

Kata “kebudayaan berasal dari (bahasa Sanskerta) yaitu “buddayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata “budhi” yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal”. Pengertian Kebudayaan secara umum adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat dan setiap kecakapan, dan kebiasaan.  Continue reading

Posted in Antropologi SMA/MA | Leave a comment

Materi Antropologi SMA Kelas X BAB 1: Konsep Dasar, Peran Fungsi, Dan Keterampilan Antropologi Dalam Mengkaji Kesamaan Dan Keberagaman Budaya, Agama, Religi/Kepercayaan, Tradisi, Dan Bahasa

Antropologi berasal dari kata yunani antropos, yang berarti “manusia atau orang”, dan logos yang berarti studi (ilmu). Jadi, antropologi merupakan disiplin yang mempelajari manusia berdasarkan rasa ingin tahu yang tiada henti- hentinya. Antropologi merupakan salah satu cbang ilmu sosial yang mempelajari budaya masyarakat. Antropologi juga mempelajari manusia sebagai mahluk biologis sekaligus mahluk social. Continue reading

Posted in Antropologi SMA/MA | Leave a comment

Materi Sosiologi SMA Kelas XII BAB 3: Ketimpangan Sosial Sebagai Dampak Perubahan Sosial Di Tengah Globalisasi

Ketimpangan Sosial

Ketimpangan sosial dapat diartikan sebagai adanya ketidakseimbangan atau jarak yang terjadi ditengah-tengah masyarakat yang disebabkan adanya perbedaan status sosial, ekonomi, ataupun budaya. Ketimpangan sosial dapat disebabkan oleh adanya faktor-faktor penghambat, sehingga mencegah dan menghalangi seseorang untuk memanfaatkan akses atau kesempatan-kesempatan yang tersedia. Dua faktor penghambat tersebut adalah sebagai berikut.

1.Faktor Internal

Yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri seseorang. Rendahnya kualitas sumber daya manusia disebabkan oleh tingkat pendidikan/keterampilan ataupun kesehatan yang rendah, serta adanya hambatan budaya (budaya kemiskinan).

2. Faktor Eksternal

Yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar kemampuan seseorang. Hal ini dapat terjadi karena birokrasi atau ada pelaturan-pelaturan resmi (kebijakan), sehingga dapat memperkecil akses seseorang untuk memanfaatkan kesempatan dan peluang yang tersedia. Dengan kata lain ketimpangan sosial tersebut diakibatkan oleh hambatan-hambatan atau tekanan-tekanan struktural. Hal tersebut merupakan salah satu penyebab munculnya kemiskinan struktural.

Ketimpangan Sosial di Masyarakat

1. Penyebab Ketimpangan Sosial di Masyarakat; Terjadi karena adanya perbedaan sosial dan stratifikasi sosial yang sangat mencolok.

2. Ancaman Ketimpangan Sosial di Masyarakat; Ketimpangan sosial ini akan berakumulasi dan bersinergi dengan berbagai persoalan masyarakat yang kompleks, yang pada akhirnya akan mengganggu proses pembangunan ekonomi.

 Ketimpangan Sosial dalam Dunia Pendidikan

Randall Collins dalam The Credential Society: An Historical Sociology of Education and Stratification, mengemukakan bahwa justru pendidikan formal merupakan awal dari proses stratifikasi sosial itu sendiri. Di Indonesia hal ini didukung oleh adanya pola perjalanan sekolah anak yang berbeda dari kalangan keluarga mampu dan miskin.

1. Lingkungan Sekolah yang Tidak Berkualitas, lingkungan pendidikan yang bisa didapat oleh orang miskin dan kaya atau kota dan desa.

2. Kurangnya Kesempatan Memperoleh Pendidikan yang Berkualitas, wujud input yakni kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas akan berakibat pada input yakni kualitas hasil pendidikan.

3. Kualitas Lulusan yang Kurang Memadai, baik dalam nilai akhir ujian ataupun kualitas kemampuan lulusan.

4. Fasilitas Pendidikan yang Tidak Sama, Ketimpangan output sebenarnya dapat dijelaskan lewat ketimpangan input berupa ketersediaan fasilitas pendidikan, rasio guru-siswa, dan kualitas guru.

5. Macam-macam Ketimpangan Sosial dalam Pendidikan, berdasarkan dua dimensi tersebut ketimpangan kelompok dapat dikelompokkan dalam empat varian. Pertama, ketimpangan input dalam ukuran individual. Kedua, ketimpangan input dalam ukuran kelompok. Ketiga, ketimpangan output dalam ukuran individual. Keempat, ketimpangan output dalam ukuran kelompok.

6. Upaya Mengatasi Ketimpangan dan Peningkatan Mutu Pendidikan, upaya untuk mengurangi ketimpangan sosial harus dimulai dari lembaga pendidikan, salah satunya dengan penggunaan metode cooperative learning.

 Menunjukkan Rasa Empati terhadap Ketimpangan Sosial

Ketimpangan sosial timbul akibat adanya perbedaan dalam masyarakat atau ketidaksamaan. Faktor penyebabnya karena terbentuknya statifikasi sosial. Dalam masyarakat modern, ketimpangan sosial cenderung lebih tampak karena faktor persaingan dalam kehidupan sangat besar terlihat di berbagai aspek. Misalnya, perbedaan perekonomian, pendidikan, lapangan kerja, dan status sosial lainnya.

Ketimpangan Sosial sebagai Akibat Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi

Ketimpangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat adalah disebabkan oleh adanya perbedaan yang mencolok antara si kaya dan si miskin atau antara si pintar dan si bodoh. Perbedaan ini kelihatan sangat mencolok dan menimbulkan masalah dalam penanganannya.

1. Ketimpangan Sosial di Bidang Ekonomi

Adanya globalisasi menyebabkan perekonomian hanya tumbuh di beberapa wilayah, ditambah dengan praktik ekonomi kaptalisme yang menyebabkan si kaya menjadi semakin kaya dan si miskin menjadi semakin miskin. Hal tersebut membawa dampak negatif karena memunculkan ketimpangan sosial.

2. Ketimpangan Sosial di Bidang Politik

Dengan adanya dominasi ekonomi negara dunia ke satu terhadap negara lainnya, menyebabkan dominasi di bidang politik.

3. Ketimpangan Sosial di Bidang Budaya

Globalisasi menimbulkan efek westernisasi yang berakibat mengikis budaya lokal juga memunculkan sikap atau gaya konsumerisme.

 Mengolah Hasil Kajian dan Pengamatan tentang Ketimpangan Sosial

Dengan adanya konsep ekonomi pendidikan (investasi pendidikan), dengan kata lain pembenahan dalam dunia pendidikan hingga mampu menghasilkan kualitas hasil pendidikan (Human Kapital) yang kelak dapat memberikan perbaikan-perbaikan dalam kehidupan ekonomi baik secara individual maupun kelompok.

Ketimpangan Sosial sebagai Akibat Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi.

Ketimpangan yang muncul dalam masyarakat yang memiliki perbedaan tidak terlepas dari globalisasi yang terjadi pada saat ini. Ketimpangan juga banyak dijumpai pada masyarakat modern. Hal ini disebabkan karena faktor persaingan dalam kehidupan sangat besar di berbagai aspek seperti lapangan pekerjaan, status sosial, pendidikan, dan perbedaan perekonomian.

Ketimpangan sosial yang sangat terlihat jelas di masyarakat adalah di bidang ekonomi. . Di satu pihak, globalisasi dipercaya mencerminkan perubahan structural yang sebenarnya dalam skala organisasi sosial modern, seperti yang terbukti misalnya dalam pertumbuhan berbagai perusahaan multi nasional, pasar uang dunia, dan sebagainya (Wahyudi : 165). Realitanya, yang dapat menikmati dan mengakses perubahan adalah masyarakat dari kalangan-kalangan tertentu. Sedangkan yang berasal dari golongan kelas sosial bawah tidak dapat mengaksesnya.

Selain itu, dalam bidang budaya juga mengalami ketimpangan. Akibat dari adanya globalisasi yang masuk begitu cepat dapat mempengaruhi budaya asli yang dapat luntur sesuai dengan semakin berkembangnya globalisasi. Munculnya sifat dan gaya konsumerisme adalah dampak dari masuknya budaya asing. Jika sistem nilai dan norma yang ada dalam masyarakat tidak mampu mengantisipasi hal tersebut, maka akan muncul kebingungan (anomie) dalam masyarakat.

Sumber.

Mulyadi, Yad dkk. 2014. Sosiologi SMA Kelas XII. Yudhistira. Jakarta

Alfinn, Mely G. Tan, dan Soemardjan. 1980. Kemiskinan Struktural Suatu Bunga Rampai. Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial, Jakarta.

Medika, Anisa. “Materi Sosiologi Kelas XII: Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi”. 24 Desember 2015. http://blog.unnes.ac.id/annisamedika/2015/12/07/materi-sosiologi-kelas-xii-ketimpangan-sosial-sebagai-dampak-perubahan-sosial-di-tengah-globalisasi/

Posted in Sosiologi SMA/MA | Leave a comment

Materi Sosiologi SMA Kelas XII BAB 2: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal

Pengertian Modernisasi

Kata modernisasi dengan kata dasar modern berasal dari bahasa latin modernus yang dibentuk dari kata modo dan ernus. Modo berarti cara dan ernus menunjuk pada adanya periode waktu masa kini. Modernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat modern. Menurut Koentjaraningrat mendefinisikan modernisasi sebagai usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan keadaan dunia sekarang. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang biasanya terarah dan didasarkan pada suatu perencanaan (social planning). Continue reading

Posted in Sosiologi SMA/MA | Leave a comment

Materi Sosiologi SMA Kelas XII BAB 1: Perubahan Sosial dan Dampaknya

Pengertian Perubahan Sosial

Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi di masyarakat meliputi perubahan norma-norma sosial, pola-pola sosial, interaksi sosial, pola perilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan masyarakat, serta susunan kekuasaan dan wewenang. Kingsley Davis mengatakan bahwa perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, bahkan perubahan dalam bentuk serta aturan organisasi sosial. Continue reading

Posted in Sosiologi SMA/MA | Leave a comment

Materi Sosiologi SMA Kelas XI BAB 5: Integrasi Dan Reintegrasi Sosial Sebagai Upaya Pemecahan Masalah Konflik Dan Kekerasan

Pengertian Integrasi Sosial

Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebut dapat meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras, etnik, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan norma. Continue reading

Posted in Sosiologi SMA/MA | Leave a comment

Materi Sosiologi SMA Kelas XI BAB 4: Konflik, Kekerasan, Dan Upaya Penyelesaiannya

Di masyarakat kita dewasa ini, konflik seakan-akan sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Mulai dari konflik politik, ekonomi, berbagai aksi pengeboman yang di lakukan oleh para teroris, bahkan konflik yang berbau SARA, seperti yang terjadi di Ambon, Poso, Sampit, Sambas, dan juga konflik antarsuku di Timika, Papua, yang dapat kamu amati pada gambar di atas. Berbagai konflik yang terjadi di masyarakat dapat merusak tatanan struktur sosialyang telah ada dan dapat mengancam jalinan integrasi yang selama ini dibangun dengan landasan Bhinneka Tunggal Ika. Continue reading

Posted in Sosiologi SMA/MA | Leave a comment