Muara Ilmu

The way to get started is to quit talking and begin doing

Refisi Blog 10 Teman Sejawat

Blog 1.

Nama pemilik blog : lutfi maulana

Alamat blog :http://blog.unnes.ac.id/lutfi9/

Kelebihan : tampilanya yang rapid an elegan serta profil yang ada lebih indah dan sempurna lengkap dan tertata rapi

Kekurangan : kekurangan yang ada di blog kamu merupakan tampilan blog yang terlalu gelap dan tidak mudah untuk dilihat atau di amati atau terlalu gelap untuk tampilan yangseharusnya menarik. Dan dapat memancing semangat untuk membaca.

Masukan /saran : saran dari saya diganti mengenai beground yang ada dan dirubah dengan warna yang lebih terang dan lebih menarik

Read more…

posted by Agus Salim in SOSIOLOGI & ANTROPOLOGI and have No Comments

Membalas Komentar Teman Sejawat

Blog 1

Komentator     : firdaus muara triharto sihombing

Blog                : http://blog.unnes.ac.id/firdaussihombing

Tanggapan kelebihan : menurut firdaus muara triharto sihombing terma kasih atas sanjungan terhadap profilku yang sudah rapi dan tertata serta penugasan yang tersusun dengan rapi. Ini dikarenakan saya lebih mengedepankan nilai kerapian yang masih dijaga nilai keaslianya dan keindahanya yang mana sesuai dengan penugasan dari pak bayu.

Tanggapan kekurangan : menurut firdaus muara triharto sihombing, menanggapi mengenai blog saya yang masih memakai font yang standart dan seperti tidak diolah dari awal pertemuan sampai akhir pertemuan. Benar dan saya berterima kasih atas komentar yang sudah diberikan dan saya menerimanya atas kelemahan blog saya. Kemudian menanggapi hal ini akan saya tndak lanjut dengan mengganti font dengan hal yang lebh menarik lagi.

Tanggapan saran : saran dari mas firdaus muara triharto sihombing, mengenai penambahan gambar disetiap posting yang ada atau dilakukan . akan saya tindak lanjuti dikarnakan itu juga akan mempercantik tampilan yang ada.
Read more…

posted by Agus Salim in SOSIOLOGI & ANTROPOLOGI and have No Comments

ULASAN AKHIR 10 BLOG SEJAWAT

Blog No. 1

1. Nama pemilik blog : frieda
2. Alamat blog/http : http://blog.unnes.ac.id/frieda03/
3. Kelebihan/Keunggulan : Materi SMA yang diposting lengkap, dapat membantu siswa-siswi menemukan informasi baru atau informasi tambahan untuk memperluas referensinya.
4. Kekurangan/kelemahan : Kategori terlalu banyak dengan postingan yang jumlahnya tidak merata,Pemotongan read more terlalu panjang, Tampilan blog biasa saja, tidak ada kreatifitas penulis untuk mendesain ulang display blog.
5. Saran dan Usulan Tambahan :
Dalam blog tersebut terlihat terlalu banyak kategori yang semestinya bisa dijadikan satu daripada banyak kategori tetapi jumlah postingan yang sedikit. Selain itu, ada beberapa artikel yang memang bisa dijadikan dalam satu kategori, tetapi dalam blog tersebut dibedakan kategorinya. Misalnya postingan silabus lebih baik dikategorikan ke dalam kategori “sosiologi SMA” atau “antropologi SMA” saja, tidak perlu dibuat kategori sendiri, kecuali jika memang nantinya akan ditambahkan silabus-silabus SMA mata pelajaran yang lain.

Read more…

posted by Agus Salim in SOSIOLOGI & ANTROPOLOGI and have No Comments

MATERI ANTROPOLOGI SMA KELAS XII BAB IV : KARYA KLMIAH DAN METODE PENELITIAN ANTROPOLOGI

  • Karya Ilmiah

Karya Ilmiah atau tulisan ilmiah merupakan pernyataan sikap ilmiah peneliti atau dengan pengertian lain adalah, karya seorang ilmuwan yang berupa hasil pengembangan, seperti pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, dan pengetahuan orang lain sebelumnya. Tujuannya adalah agar dapat dipelajari pembaca hingga mampu mendatangkan kritik dan saran.

  • Metode Penelitian Antropologi

Pendekatan yang digunakan dalam antropologi menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Artinya, dalam penelitian antropologi dapat dilakukan melalui pengkajian secara statistik, baik dilakukan untuk mengukur pengaruh maupun korelasi antar variabel penelitian, ataupun dilakukan secara kualitatif (naturalistik). Metode penelitian antropologi yang dapat digunakan yaitu, deskriptif, komparatif, studi kasus, etnografis, dan survei. Metode dalam antropologi akan difokuskan pada metode penelitian komparatif (kualitatif) secara rinci karena merupakan ciri khas dalam penelitian antropologi. Metode komparatif antropologi adalah metode penelitian yang mencabut unsur-unsur kebudayaan dari konteks masyarakat yang hidup dan dibandingkan dengan sebanyak mungkin unsur-unsur dan aspek suatu kebudayaan.

Alat penelitian yang digunakan oleh para antropolog dalam meneliti kebudayaan adalah etnografi. Metode riset kualitatif ini dipakai dengan cara menyelami manusia secara sensitif dan alamiah dalam konteks social budayanya serta umumnya ditunjukkan oleh etnik untuk fenomena yang diteliti. Seorang Peneliti etnografi memasukkan dirinya ke dalam budaya dan sub budaya dalaAm penelitiannya dan mencoba untuk melihat dunia dari sudut pandang budaya. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi partisipan, secara garis besar adalah penelitian kualitatif. Peneliti melakukan observasi cara dan ritual dari budaya, berusaha memahami makna dan interpretasi. Mereka membandingkan antara persepsinya sendiri (etic) dan menggali perbedaannya dengan persepsi informan (emic). Penelitian kualitatif ini seolah-olah menjadi ciri bagi penelitian dalam ilmu pengetahuan antropologi.

Read more…

posted by Agus Salim in ANTROPOLOGI SMA and have No Comments

MATERI KELAS XII: RELATIVITAS, KETAHANAN, INOVASI, DAN ASIMILASI BUDAYA

Relativitas Budaya

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang mempunyai berbagai suku, agama, ras, dan etnis yang kemudian membentuk berbagai macam kebudayaan dengan ciri khas masing-masing. Hal itu sering disebut dengan diversitas budaya (cultural diversity), di antara etnis yang tinggal di kepulauan Indonesia menandai bahwa masing-masing masyarakat etnis mempunyai sistem tata nilai, norma, adat istiadat, dan hukum adat yang berbeda. Perbedaan tersebut, menyebabkan penerapan suatu budaya luar belum tentu sesuai dengan budaya lokal masyarakat. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh sistem budaya yang dianut masing-masing masyarakat berlainan. Sistem tata nilai budaya yang dianggap baik di suatu daerah, belum tentu di daerah lain akan dianggap baik. Fenomena ini memunculkan suatu teori yang disebut relativisme budaya.

Relativitas budaya sangat tinggi karena manusia secara individual memiliki pemikiran, perasaan, dan aksi yang sangat berbeda antara satu sama lainnya kecuali ada kekuatan-kekuatan tertentu yang mempengaruhinya. Diperlukan pemahaman yang mendalam terhadap budaya masyarakat guna untuk mengetahui eksistensi kebudayaan tersebut. Konsep relativisme akan mewujudkan suatu integrasi budaya dengan sistem tata nilai, norma, adat-istiadat, dan hukum adat masyarakat setempat.

Read more…

posted by Agus Salim in ANTROPOLOGI SMA and have No Comments

PEMBELAJARAN ANTROPLOGI KELAS XII : PROSES GLOBALISASI DAN STRATEGI MEMPERTAHANKAN DAN MEMPERKUAT NILAI-NILAI BUDAYA INDONESIA

Globalisasi berasal dari kata Globalisme, yakni paham kebijakan nasional yang memperlakukan seluruh dunia sebagai lingkungan yang pantas untuk pengaruh politik dengan kata lain Globalisasi adalah suatu proses terbentuknya suatu tatanan, aturan, dan sistem yang berlaku bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia, yang mana tidak mengenal adanya batas-batas wilayah; bahkan tidak mengenal aturan lokal, regional, kebijakan negara yang dapat mengurangi ruang lingkup masuknya nilai, ide, pikiran atau gagasan masyarakat yang harus dihilangkan.

  • Proses Globalisasi

Berbicara gobalisasai, marilah kita melihat sedikit sejarah gobalisasi, globalisasi muncul pada saat manusia mulai mengenal sistem perdagangan antar negara sekitar tahun 1000-1500M. perdagangan tersebut didominasi oleh kaum muslim di asia afrika yang membentuk jaringan perdagangan antara lain jepang, tiongkok, jerman, Vietnam, indonesia dll.

Setelah itu, melalui perdagangan dilakukan eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh inggris, spanyol,belanda, portugis disertai revolusi industri dan kolonialisasi. Kemudian setelah berakhirnya perang dingin, komunisme telah runtuh dan sebagai jalan terbaik untuk mewujudkan kesejahteraan dunia adalah kapitalisme yang menimbulkan pasar bebas. Dengan adanya kapitalisme menimbulkan emajuan teknologi, komunikasi dan transportasi yang sangat pesat bahkan sekat atau batas antar negara juga semakin kabur, dan dari situlah globalisasi muncul.

Globalisasi ditunjukkan sebagai semua proses yang merujuk pada penyatuan seluruh warga di dunia yang secara menglobal. Akan tetapi, globalisasi ternyata merupakan penyatuan yang bersifat semu, karena nila-nilai yang telah ada, sekarang didominasi oleh nilai-nilai asing bagi masyarakat dunia. Selain itu, hal yang cukup mendasar , ketika secara psikologis mayoritas warga dunia terkucil dari pergaulan internasional dan keterlibatan mereka hanya sebatas menjadi obyek dan bukan sebagai subyek.

Read more…

posted by Agus Salim in ANTROPOLOGI SMA and have No Comments

MATERI KELAS XII: KESETARAAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

Kesetaraan, emansipasi, persamaan hak, dan keadilan

Kesetaraan menunjukkan adanya tingkatan yang sama, kedudukan yang sama, tidak lebih tinggi atau tidak lebih rendah antara satu sama lain. Kesetaraan bisa juga diartikan sebagai keselarasan, bahwa segala bentuk perbedaan yang ada tidak akan mampu untuk disamakan akan tetapi kata yang lebih efektif adalah selaras. Artinya bahwa setiap bentuk perbedaan itu diseleraskan agar tercapai tujuan bersama.

Kesetaraan manusia bermakna bahwa manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa memiliki tingkat atau kedudukan yang sama. Tingkatan atau kedudukan tersebut bersumber dari adanya pandangan bahwa semua manusia diciptakan dengan kedudukan yang sama yaitu sebagai makhluk mulia dan tinggi derajatnya dibanding makhluk lain. Kesetaraan yang ada dalam kehidupan bermasyarakat akan meningkatkan tingkat integrasi dan toleransi setiap individu, serta mampu menjaga keharmonisan bermasyarakat.

Read more…

posted by Agus Salim in ANTROPOLOGI SMA and have No Comments

MATERI ANTROPOLOGI KELAS XI : METODE ETNOGRAFI DAN MANFAATNYA DALAM MENCARI SOLUSI BERBAGAI PERMASALAHAN SOSIAL-BUDAYA

Etnografi

Secara harfiah etnografi merupakan tulisan atau laporan tentang suatu suku bangsa, yang ditulis oleh seorang Antropolog atas hasil penelitian lapangan (fieldwork) yang dilakukan selama sekian bulan atau sekian tahun. Dalam penelitian Antropologis untuk menghasilkan laporan yang begitu khas, sehingga istilah etnografi juga digunakan untuk mengacu pada metode penelitian untuk menghasilkan laporan tersebut. Istilah etnografi sendiri berasal dari kata ethnos yang berarti bangsa dan graphy yang berarti tulisan. Sehingga, pengertian etnografi merupakan deskripsi tentang bangsa-bangsa. Berikut ini merupakan beberapa pengertian etnografi menurut beberapa ahli, antara lain:

  1. Spradley dalam Yad Mulyadi (1999), etnografi merupakan kegiatan menguraikan dan menjelaskan suatu kebudayaan.
  2. Spindler dalam Yad Mulyadi (1999), etnografi adalah kegiatan antropologi di lapangan.
  3. Koentjaraningrat (1985), isi karangan etnografi adalah suatu deskripsi mengenai kebudayaan suatu suku bangsa.

Dalam penulisan etnografi, pada umumnya seorang peneliti membatasi objek penelitian dengan mengambil salah satu unsur kebudayaan yang diteliti pada sekelompok masyarakat tertentu. Misal: meneliti sistem kesenian tradisional masyarakat daerah tertentu, meneliti tentang macam-macam upacara adat yang berkembang dalam masyarakat di suatu daerah. Jika daerah yang dijadikan objek pengamatan terlalu luas pada umumnya peneliti membatasi dengan mengambil bagian kecil dari daerah tersebut yang dianggap dapat mewakili keadaan di seluruh daerah pengamatan. Misal: untuk mengamati adat istiadat masyarakat suku Jawa diambil daerah penelitian pada masyarakat pedesaan di wilayah Semarang-Solo yang dianggap dapat mewakili keseluruhan perilaku khas orang Jawa.

Read more…

posted by Agus Salim in ANTROPOLOGI SMA and have No Comments

MATERI ANTROLOGI KELAS XI:PERUBAHAN BUDAYA DAN MELEMAHNYA NILAI-NILAI TRADISIONAL

gambar perub sosbud

Setiap masyarakat pasti akan mengalami perubahan. Perubahan budaya menekankan pada perubahan system nilai yang mengatur tingkah laku suatu masyarakat.Dalam hidupnya, manusia memiliki naluri untuk mengembangkan daerah kekuasaannya dengan melakukan migrasi atau perpindahan.Perpindahan tersebut berawal dari upaya manusia memenuhi kebutuhannya yang berkaitan dengan mata pencahariannya.Proses migrasi ini membawa dampak terhadap proses penyebaran kebudayaan dari satu daerah ke daerah lain.Dengan adanya migrasi (perpindahan manusia dari daerah satu ke daerah lain),maka terjadilah proses difusi,akulturasi,asimilasi,dan penetrasi budaya.

Menurut William A. Haviland, difusi adalah penyebaran kebiasaan atau sistem adat istiadat dari kebudayaan yang satu kepada kebudayaan yang lain. Menurut Koentjaraningrat, akulturasi adalah proses bertemunya dua budaya atau lebih di mana unsure-unsur budaya lama atau asli masih terlihat dan tidak hilang. Menurut Koentjaraningrat, akulturasi adalah proses yang timbul apabila sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing, sehingga unsur-unsur asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan asli. Menurut Koentjaraningrat, asimilasi adalah proses sosial yang terjadi pada berbagai golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda. Kemudian Penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh kebudayaan asing yang sedemikian rupa, sehingga menimbulkan perubahan kebudayaan secara besar-besaran dalam waktu yang relatif singkat.

Read more…

posted by Agus Salim in ANTROPOLOGI SMA and have No Comments

MATERI ANTROPOLOGI KELAS XI BAB 3: PERSAMAAN DAN PERBEDAAN BUDAYA BAHASA, DIALEK, TRADISI LISAN YANG ADA DI MASYARAKAT SETEMPAT

Bahasa adalah alat komunikasi yang paling dasar pada setiap kelompok masyarakat. Bahasa selain sebagai alat komunikasi dan interaksi antar anggota dalam masyarakt, juga berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa. beragamanya kelompok masyarakat etnis yang ada di Indonesia menyebabkan beragamnya pula jenis bahasa yang berlaku di Indonesia. Dalam tulisan kali ini, saya akan mencoba memaparkan materi menganai  persamaan dan perbedaan budaya, bahasa, dialek, tradisi lisan yang ada di masyarakat setempat.

Menurut Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1983) dialek adalah sistem kebahasaan yang dipergunakan oleh satu masyarakat untuk membedakan dari masyarakat lain.

Ragam bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat di suatu wilayah tertentu yang membedakannya dari bahasa yang dipakai oleh sekelompok anggota masyarakat di wilayah lainnya yang disebut dialek. Misalnya, bahasa Indonesiadialek Minang yang diucapkan oleh orang di daerah Padang akan berbeda dengan bahasa Indonesia dialek Jawa yang diucapkan oleh orang di daerah Solo.

Tradisi lisan adalah Merupakan foklor lisan yang di rumuskan sebagai bagian dari kebudayaan yang diciptakan, disebarluaskan dan diwariskan dalam bentuk kelisanan, seperti cerita rakyat dan nyanyian rakyat dari nenek moyang yang secara turun temurun diwariskan kepada masyarakat.

 

Read more…

posted by Agus Salim in ANTROPOLOGI SMA and have No Comments
Skip to toolbar