Pertemuan ke 5

April 9th, 2018

Pertemuan ke 5
Media pembelajaran
Pertemuan ke 5 ini membahas tentang pemilihan media pembelajaran yang cocok untuk digunakan siswa administrasi perkantoran, mulai dari tema yang akan diangkat sebagai media penbekajaran dan media pembejaran yang dirancang oleh masing-masing kelompok. Tema yang diangkat adalah arsip, surat, lipatan surat, tata ruang kantor, stenografi, pengantar ilmu administrasi dsb. Beberapa contoh media yang digunakan adalah video, manual menggunakan sterofom, teka-teki silang, roda berkata, mind mapping, monopoli.

Tidak semua media pembejaran cocok digunakan untuk pembelajaran materi tersebut. Madia pembelajaran yang bagus adalah yang tidak banyak melibatkan pengajar. Banyak sekali manfaat media pembelajaran salah satunya yaitu untuk mempermudah belajar siswa dan menjadikan kondisi belajar siswa menjadi menyenangkan.

Menurut Kemp dan Dayton dalam bukunya Azhar Arsyad (2002: 21) manfaat Media Pembelajaran adalah:
1.Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku.
2.Pembelajaran bisa lebih menarik.
3.Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik dan pengetahuan.

berikut adalah mind mapping yang dibuat terkait materi arsip,

Pertemuan ke 4

April 9th, 2018

Pertemuan ke 4

Pada pertemuan ke 4 ini membahas tentang pembagian kelompok untuk membuat kerangka berfikir yang akan dibuat media pembalajaran. Dalam membuat media pembelajaran perlu ada pertimbangan-pertimbangan yang harus diperhatikan. Pertimbangan-pertimbangan tersebut bisa dibaca dalam bukunya azhar arsyad pada halaman 67-78.

Sebelum menentukan media pembelajaran yang akan digunakan maka kita menentukan materi yang akan dibuat media pembelajaranya dalam bentuk kerangka berfikir. Kerangka berfikir ini berupa konsep sederhana tentang gambaran materi tersebut.
Berikut adalah contoh kerangka berfikir.

Administrasi Perkantoran

April 1st, 2018

Aministrasi perkantoran adalah suatu kegiatan merencanakan, mengarahkan, mengorganisir, menyelenggarakan, mengawasi berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan ruang lingkup kantor dan tata usaha secara tertib. kegiatan perkantoran berhubungan langsung dengan sistem administrasi dalam sebuah ruang lingkup kantor. Perkantoran ini salah satu bagian dari manajemen yang memberikan informasi sesuai dengan bidang administrasi yang dibutuhkan untuk menunjang berjalannya suatu kegiatan secara efektif.

Administrasi pekantoran sangat mudah untuk dipelajari salah satunya yaitu dengan melihat video, video biasanya bersifat kognitif, wawancara dan praktek. Bersifat kognitif yaitu berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungakan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari. Bersifat wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi yang tepat dari narasumber yang terpercaya. Wawancara dilakukan dengan cara penyampaian sejumlah pertanyaan dari pewawancara kepada narasumber. Sedangkan bersifat praktek adalah pelaksanaan secara nyata apa yang disebut dalam teori.

Selain dengan video untuk belajar tentang administrasi perkantoran kita juga bisa membuat peta konsep. Peta konsep adalah suatu gambar yang memaparkan struktur konsep yaitu keterkaitan antar konsep dari suatu gambaran yang menyatakan hubungan yang bermakna antara konsep-konsep dari suatu materi pelajaran yang dihubungkan dengan suatu kata penghubung sehingga membentuk suatu proposisi. Karena itu, peta konsep akan mendorong siswa menghubungkan konsep-konsep selama belajar, sehingga tercapai pembelajaran yang bermakna (Dahar,1989:123).

 

Pengembangan Media Pembelajaran Administrasi Perkantoran

Pertemuan 1

Dosen Pengampu Bapak Agung Kuswantoro

Senin, 18 Maret 2017

Media Pembelajaran adalah sesuatu yang dibuat untuk memudahkan seorang guru atau pengajar untuk menjelaskan materi kepada peserta didik sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan mudah. Sedangkan media pembelajaran administrasi perkantoran adalah alat yang digunakan untuk memudahkan peserta didik untuk memahami materi tentang administrasi perkantoran. Menurut  Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Media pembelajaran sangat penting dalam dunia pendidikan hampir semua mata pelajaran menggunakan media pembelajaran untuk memudahkan dalam pembelajaran seperti sains, matematika, geografi dan lain sebagainya. Namun, untuk mata pelajaran administrasi perkantoran masih sangat sedikit media yang digunakan. Saat ini yang digunakan untuk pembelajaran yaitu Ms. Power Point dan Prezi. Ini adalah tugas kita sebagai anak administrasi perkantoran untuk membuat media pembelajaran yang dapat membantu peserta didik agar mudah dalam memahami materi tentang administrasi perkantoran.

Banyak sekali istilah-istilah yang terdapat dalam dunia pendidikan administrasi perkantoran diantaranya yaitu SPM dan EPM. Apa itu SPM dan EPM ?

EPM merupakan singkatan dari Entakan Per Menit yang artinya adalah berapa hentakan yang seharusmya terjadi dalam waktu satu menit dalam mengetik. EPM sendiri dihitung per huruf sehingga apabila ingin mengetik kalimat “Administrasi Perkantoran” maka dihitung 26 hentakan cara menghitung nya adalah dengan menghitung per huruf dan untuk huruf kapital berarti dihitung 2 kali hentakan ditambah dengan spasi yang terdapat dalam kalimat tersebut. Sedangkan, SKM merupakan singkatan dari Suku Kata Per Menit yaitu kemampuan dalam menulis yang dihitung dalam waktu satu menit. Misalnya menulis stenografi kalimat “Administrasi Perkantoran” maka dihitung 9 suku kata yaitu denga menghitung jumlah suku kata dalam kalimat tersebut. Misalnya diberi waktu 20 detik untuk menulis ke dalam stenografi kalimat tersebut. Kemudain untuk 20 selanjutnya dilanjutkan kalimat berikutnya.

Parikan Konservasi…

November 19th, 2015

Maring pasar tuku bros

Ora lali tuku trasi

Dadi wong ojo boros

Merga kito kader Konservasi

 

Manuk prit ono ing sangkar

Gelut karo pikik walik

Godong garing ojo dibakar

Mergo iso dadi pupuk organik

 

Lunga mranto telung sasi

duite kanggo tuku wesi

mung kur Unnes Konservasi

Sing nomer siji

Wanita dari Surga…

November 19th, 2015

Terpampanglah senyuman indah di bibir manisnya, saat Nafisa mendapatkan pertanyaan dari pembawa acara tersebut.
Dia lah Nafisa wanita Cantik berhijab yang sukses dibidang pembangunan masyarakat. Nafisa adalah seorang mahasiswi disalah satu Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, Nafisa adalah mahasiswi bertalenta tinggi, yang menjadi inspirasi banyak orang, bukan hanya kalangan mahasiswi saja, tapi juga untuk para remaja Indonesia lainnya.

Saat itu Nafisa sedang menghadiri sebuah acara talkshow di salah satu tv swasta Indonesia. Sebelum dia menghadiri acara tersebut Nafisa berdoa kepada Alloh SWT, agar keadirannya di salah satu tv swasta tersebut, tidak menimbulkan riya didalam hatinya dan Nafisa berharap dengan kehadirannya tersebut dapat menjadi inspirasi untuk banyak orang. Semua itu Nafisa lakukan semata-mata hanya untuk ibadah kepada Allah SWT. Sebagaimana Allah Swt berfirman “ Allah SWT menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepadaNYA” ( Q.S Adz Duriyyat :56).
Dimulai dari cerita bagaimana sebenarnya sosok seorang Nafisa sehingga dia dapat menjadi seperti sekarang. Nafisa menarik nafasnya dan membaca Bismillahirrohmaanirrohiim sebelum ia mulai bercerita. Nafisa mulai bercerita, Nafisa sebenarnya hanyalah anak perempuan biasa yang terlahir di desa, dia bukanlah anak dari seorang kyai ataupun ustadz. Tetapi, orang tua Nafisa mengajarkan Nafisa dengan begitu bertanggung jawab. Mereka ingin anak perempuan semata wayangnya itu menjadi berlian yang indah yang Allah SWT berikan pada mereka.

Sejak Nafisa dibangku sekolah dasar, dia sangat rajin dan suka membantu orang tuanya. Dia termasuk anak yang dibilang pandai di sekolahnya. Ayahnya seorang petani dan ibunya seorang pedagang. Meskipun begitu Nafisa tidak pernah malu dengan keadaan orang tuanya itu. Dan bagi Nafisa orang tuanya adalah sumber kekuatan bagi dirinya. Ayahnya bilang kepadanya “Berbaktilah kepada orang tua, terutama ibumu karena surga berada di bawah telapak kaki ibumu, utamakan ibumu dibanding ayah, karena Rosul menyebut nama ibu 3 kali, kemudian ayah”. Kata-kata itu selalu Nafisa ingat disetiap perlakuannya terhadap orang tua, meskipun ayah disebutkan 3 kali setelah ibu. Nafisa tetap mencintai keduanya, karena tanpa mereka Nafisa tidak dapat menjadi seperti sekarang.

images (1)

Di sekolah dasar Nafisa tidak selalu mendapat peringkat 1, dikelas 1, 3 dan 5 dia mendapatkan peringkat 2, tetapi dikelas 2, 4 dan 6 dia bisa mendapatkan peringkat 1. Dibangku sekolah dasar banyak kenangan indah. Sampailah pada kelulusan sekolah dasar, dan Nafisa mendapatkan peringkat 1. Karena mendapatkan peringkat 1 tersebut Nafisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah pertama yang ternama.
Disaat Nafisa memasuki sekolah menengah pertama. Orang tuanya sangat bahagia. Namun, mereka juga merasakan takut karena anak perempuan yang tadinya hanya seorang bocah perempuan kali ini sudah hampir memasuki masa remaja. Nafisa dipesani oleh orang tuanya agar sekolah yang benar dan berhati-hati terhadap lawan jenis. Sekolah terlebih dahulu jangan memikirkan untuk pacaran. Karena, pacaran tidak ada dalam hukum agama. Nafisa mematuhi perintah orangtuanya tersebut. Di sekolah menengah pertama pun Nafisa menjadi siswa yang berprestasi dan aktif didalam bidang keorganisasian sekolah. Di sekolah menengah pertama ini Nafisa jadi lebih berani untuk tampil, bukan seolah-olah dia sombong untuk memperlihatkan dirinya bahwa dia pandai. Tetapi, Nafisa berfikir di dalam satu sekolahnya itu mereka sedang berlomba untuk mendapatkan ilmu, Nafisa tidak menganggap dirinya pandai, justru malah Nafisa merasa kurang pandai, karena dia yakin sebenarnya dia berada diantara orang-orang yang pandai di dalam sekolahnya itu. Nafisa juga ingat dengan kata-kata orang tuanya. “diatas langit masih ada langit”. Jadi, Nafisa hanya terpacu dan merasa senang karena dia merasa sedang berlomba-lomba dalam hal kebaikan bersama semua teman-temannya. Dan Nafisa juga belajar dari pengalamannya di sekolah dasar “Mendapatkan sesuatu itu lebih mudah. Dibanding untuk mempertahankannya” akhirnya Nafisa di sekolah menengah pertama itu mendapatkan peringkat 1 dari kelas 1 sampai 3.

Setelah lulus, Nafisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA. Disaat SMA ini Nafisa juga sangat baik dalam belajar, patuh kepada orang tua, tetap berprestasi. Pembawa acara pun berkata “ sangat luar biasa sekali cerita mba tadi, sangat menginspirasi. Mba memang wanita yang sempurna”. Dengan cepat Nafisa menjawab perkataan pembawa acara tersebut “ saya tidak sempurna mas, saya ini manusia biasa, karena manusia tempatnya salah dan lupa mas. Manusia tidak ada yang sempurna selain baginda Muhammad SAW”. Sambil berkata tersebut Nafisa menitikan air matanya, menangis lalu melanjutkan ceritanya.

Di bangku SMA inilah godaan keremajaan Nafisa lebih besar. Dia sedang menjadi remaja yang labil dan ingin banyak tau, untuk menuju kedewasaan. Memang Nafisa masih sangat baik dalam pelajaran sekolahnya. Tetapi, jika Nafisa mengingat masa SMA nya kadang dia merasa sangat sedih. Karena, ucapan orang tuanya dilanggar oleh Nafisa. Di masa SMA inilah Nafisa merasakan Cinta terhadap lawan jenisnya, pertama hanya biasa saja yang hanya berteman. Mungkin karena cinta sudah datang. Makin lama hubungan mereka makin dekat, sampai akhirnya Nafisa berpacaran pada saat masih kelas 1 SMA. Nafisa menangis jika mengingat hal itu, karena dia merasa sudah melanggar pesan dari orangtuanya tersebut.
Pacaran mereka berjalan dengan masih baik di minggu pertama. Nafisa yang sudah terlena dengan cinta tersebut, juga merasa baik-baik saja. Nafisa menganggap lawan jenisnya itu sangat baik, sopan dan berbeda dengan laki-laki lainnya. Selama mereka pacaran, orang tua Nafisa tidak mengetahi hal itu. Karena yang mereka tau Nafisa hanya sekolah, menuntut ilmu, berteman, dan tetap menjadi pelita hidup mereka. Setelah memasuki minggu kedua, disaat inilah hal yang membuat air mata Nafisa mengalir lebih deras. Kala itu Nafisa beserta kawan-kawanya dan pacarnya tersebut pergi jalan-jalan ke suatu pantai. Nafisa memang tidak pernah berboncengan dengan pacarnya tersebut. Untuk kali itu, pertama kalinya Nafisa berboncengan dengan pacarnya.
Saat berboncengan pun masih tetap agak berjauhan antara Nafisa dengan pacarnya itu. Saat tiba di pantai tersebut, awalnya terjadi biasa saja dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun, teman-temannya tersebut akan melakukan renang di laut, sedangkan Nafisa tidak ikut bernang tersebut dia hanya melihat dari tepi pantai saja. Sedangkan pacarnya melihat Nafisa tidak ikut, dia pun tidak ikut juga. Disaat inilah kesalahan terbesar Nafisa yang hampir membuat hati orang tuanya hancur. Disaat itu hanya ada mereka berdua. Tiba-tiba pacarnya itu mengajak jalan- jalan Nafisa, Nafisa pun mengiyakan, tanpa sadar mereka berdua berjalan ketempat yang agak sepi. Tanpa disadari pacarnya menyentuh tangan Nafisa. Hati Nafisa tidak karuan dia sadar ini salah besar. Dalam hatinya memohon kepada ALLAH SWT agar diberikan perlindungan. Dan tiba-tiba ada suara orangtua Nafisa memanggil Nafisa dengan keras. Dan disaat itulah Nafisa sadar, dan tidak lagi memejamkan matanya dan hal yang tidak diinginkan itupun tidak terjadi. Nafisa langsung berlari menjauhi laki-laki tersebut nangis dan tidak berdua lagi sampai teman-temannya kembali. Setelah itu mereka pulang. Nafisa hanya membisu dan pulang berboncengan dengan teman wanita kali ini.

Sampai rumah Nafisa hanya menangis, Nafisa juga masih merasa bersyukur karena hal itu tidak jadi terjadi. Setelah kejadian itu, 2 hari setelah jalan-jalan itu Nafisa memutuskan hubungan pacarannya. Memang sulit, tapi Nafisa sadar jika ini sudah kelewat batas. Dia hampir saja menyakiti orangtuanya. Setelah mereka putus. Nafisa berani menceritakan hal itu dan meminta maaf kepada kedua orangtuanya. Lalu orangtuanya memeluk Nafisa dengan erat. Nafisa memang bersyukur, tetapi, dia tetap merasa bersalah terhadap orangtuanya terutama terhadap ALLAH SWT. Sejak saat itu Nafisa menutup dirinya agar tidak mudah terlena dengan cinta lawan jenisnya. Karena cinta kedua orangtuanya dan Tuhannya lebih besar, diambah lagi perjalanan cinta Nafisa juga masih sangat panjang.
Masa SMA pun hampir selesai, Nafisa tetap berprestasi.. dia tetap menanam kata “mempertahankan itu jauh lebih sulit”. Sehingga dia benar-benar berusaha untuk terus mempertahankan prestasinya. Semuanya itu dilakukan untuk kedua orang tuanya, agar kedua orangtuanya ridho kepadanya, dan ALLAH SWT pun ridho terhadapnya. Tentang masa pacaran itu Nafisa mendapat pelajaran bahwa pacaran lebih banyak mendatangkan maksiat dibanding manfaatnya. Namun, hubungan Nafisa sama semuanya juga masih baik termasuk laki-laki itu. Setelah lulus SMA Nafisa melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah dengan jurusan yang berkaitan dengan masyarakat.
Setelah semua terlewati, jadilah Nafisa yang sekarang ini. Lalu “Terpampanglah senyuman indah di bibir manisnya, saat Nafisa mendapatkan pertanyaan dari pembawa acara tersebut”. Pembawa acara tersebut bertanya apakah untuk kali ini dia sudah mempunyai tambatan hati ?. Nafisa menjawab “Tambatan hati ya… emmm.. untuk saat ini mungkin belum. Tetapi, saya yakin ALLAH SWT telah menyiapkannya untukku. Saya juga sedang mencarinya dan memilih mana yang terbaik buat saya dan keluarga saya nanti. Meskipun yang namanya jodoh itu tidak kemana, kita harus tetap berikhtiar untuk mencarinya. Lalu setelahnya kita serahkan kepada ALLAH SWT. Selagi sambil mencari, saya juga harus lebih memperbaiki diri sendiri. Karena ALLAH SWT sudah bilang bahwa “laki-laki yang baik dengan wanita yang baik, laki-laki yang buruk dengan wanita yang buruk. Wanita yang baik dengan laki-laki yang baik, wanita yang buruk dengan laki-laki yang buruk”(Q.S AN NUUR :26). Jadi, saya yakin, jika saya baik pasti saya akan mendapatkan yang baik. Sama seperti hidup ini, kita memang harus terus berusaha menjadi lebih baik, jangan menunggu orang lain didepan kita untuk kita berubah lebih baik, justru kalo bisa malah kita yang menjadi contoh. Kalau dulu saya hanya berfikir di dalam satu sekolahan, namun kali ini saya berfikir bahwa yang namanya berlomba-lomba dalam kebaikan itu terhadap semua manusia diseluruh dunia ini. Tetap tersenyum dalam berlomba, tanpa ada perpecahan terhadap sesama dan semuanya itu dilakukan semata-mata hanya untuk ALLAH SWT. Semoga kita semua bisa mendapatkan Ridho-NYA mendapatkan SurgaNYA dan dijauhkan dari api nerakaNYA. Amiinnn.” Sambil tersenyum dan meneteskan air mata karena terharu Nafisa menjawab pertanyaan tersebut.
*** TAMAT ***

Konservasi itu indah lhoo… #2

November 18th, 2015

Salam konservasi..
Universitas negeri semarang adalah kampus konservasi yang sejuk, bersih serta dilengkapi dengan suasana yang hijau. Hal ini sudah sangat jarang ditemukan di universitas lain, karena kebanyakan dari meraka membuat gedung dan mendesaign lingkungan dengan konsep modern. Suatu kebanggan bagi kita semua yang menjadi kader konservasi di Universitas tercinta. Dengan adanya Unnes konservasi ini, kita dapat menerapkan sikap-sikap yang positif terhadap lingkungan sekitar maupun terhadap sesama.

Unnes mempunyai hutan wisata sebagai wujud nyata dari adanya konservasi. Hutan wisata ini berisikan berbagai jenis-jenis pohon dengan ukuran yang berbeda-beda. Selain itu di sana juga terdapat rumah kupu-kupu dan beberapa jenis bunga yang dibudidayakan disana. Manfaat adanya hutan mini atau hutan wisata ini sangat banyak salah satunya adalah untuk meninggakatkan oksigen yang dihasilkan dari pohon-pohon tersebut.

kebun wisata pendidikan unnes

Unnes mempunyai tari dan senam konservasi untuk mempererat kita dengan konservasi itu sendiri. Biasanya Unnes melakukan tari dan senam bersama setiap 1 bulan sekali. Selain tari dan senam Unnes juga mempunyai jargon yaitu “Unnes hae, hae.. Konservasi yaa, yaa, yaa..”
Tugas sebagai kader konservas tidaklah berat yang terpenting adalah kita tanamkan keyakinan dalam hati untuk bertindak positif  untuk merawat lingkungan.
“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Univesritas Negeri Semarang, tulisan ini adalah karya sendiri dan bukan jiplakan”

Universitas Negeri Semarang atau sering disebut UNNES merupakan kampus yang bergelar Kampus Konservasi. Apa sih konservasi itu? Mungkin banyak pertanyaan dari teman-teman yang baru pernah mendengar kata Konservasi. Ya, disini saya akan menceritakan sedikit tentang konservasi. Konservasi menurut saya adalah upaya pelestarian lingkungan dengan tetap memperhatikan manfaat yang dapat diperoleh dari lingkungan. Nah, sekarang giliran kita menjadi kader konservasi.

Tugas dari kader konservasi adalah melestarikan lingkungan dan seisinya. Contoh kegiatan konservasi yang dapat dilakukan sehari-hari adalah : mematikan lampu setelah digunakan, mematikan kran air apabila sudah tidak digunakan, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan, menghemat penggunaan kertas, mengolah limbah, melestarikan budaya Indonesia, dan lain sebagainya.

Di Unnes juga memproduksi pupuk organik sebagai wujud dari konservasi yaitu memanfaatkan limbah daun kering yang semula berserakan di mana-mana kini menjadi bermanfaat sejak dijadikan pupuk organik. Banyak sekali manfaat dari pupuk oraganik yaitu salah satunya adalah menyuburkan tanaman.

4 pilar yang diterapkan di Unnes untuk pengelolaan limbah, yaitu :

1. Memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai (Reuse).

2. Mengurangi kegiatan yang menghasilkan sampah (Reduse).

3. Melakukan daur ulang terhadap sampah atau limbah untuk dimanfaatkan kembali (Recycle).
4. Melakukan pemulihan kembali terhadap fungsi dari fasilitas-fasilitas di Unnes yang telah berkurang pemanfaatannya (Recovery).

Sebagai kader konservasi kita harus kritis dan tanggap terhadap lingkungan, bukan hanya sampah dan tanaman yang kita pikirkan. Namun, kita juga harus melestarikan budaya Indonesia. Sebagai generasi penerus kita harus menjaga budaya Indonesia supaya tetap lestari dan untuk dijadikan warisan anak cucu kedepannya. Banyak sekali budaya Indonesia yang perlu kita lestarikan contohnya adalah wayang kulit dan tari tradisional. Walaupun sekarang masih banyak yang menampilkan wayang kulit dan tari tradisional tetapi apa salahnya kalau kita berlatih agar bisa berperan dalam budaya tersebut. Kebanyakan yang menjadi dalang (pemain wayang kulit) adalah orang tua jaman dahulu dan masih sangat sedikit anak sekarang yang menjadi dalang wayang kulit. Kebanyakan dari meraka lebih suka terhadap budaya barat dan tari Dance Modern. Maka dari itu kita sebagai kader konservasi harus bisa  melastarikan dan mengenalkan budaya Indonesia ke dalam lingkup Internasional.

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Univesritas Negeri Semarang, tulisan ini adalah karya sendiri dan bukan jiplakan”

Referensi :

Hardiati,Puji.2015.Pendidikan Konservasi.Semarang:Magnum Pustaka Utama.

Ta’aruf adalah solusi terbaik..

November 10th, 2015

Liburan telah berakhir, kini saatnya kembali beraktivitas di sekolah. Nama saya Raisa Bunga Pratama biasa di panggil Raisa. Saya duduk di bangku SMK kelas 3. Sejak dulu memang saya menyimpan rasa kepada seorang lelaki. Menurut saya dia itu anak yang baik dan juga pintar. Tapi, dia itu sangat jutek kepada para cewe. Entah kenapa? saya kurang tau alasannya, mungkin dia tidak mau pacaran sebelum lulus sekolah.
Setiap hari saya selalu memperhatikan aktivitas dia walaupun hanya melihat dari jauh, bagiku itu sudah cukup. Terkadang saya bertemu dia ketika sedang istirahat. Saya tersenyum manis kepadanya dia membalas senyumanku, sungguh rasa senang yang tak bisa dibayangkan. Karena dia itu sepertinya tidak pernah senyum kepada cewe lain. Berbunga – bunga hatiku.
Ujian Nasional kini semakin dekat, rasa itu memang sedikit terlupakan tapi tidak sepenuhnya. Terkadang saya tidak
konsentrasi belajar karena memikirkan dia. Sesekali saya melihat foto dia, dengan saya melihat foto dia saya menjadi tambah semangat untuk belajar.
Malam telah berlalu, kini matahari pagi yang menyambutku dengan senyuman. Karena hari ini hari minggu, seperti biasanya saya dan teman-teman pergi bermain untuk sekedar refresing setelah satu minggu lamanya saya belajar.
Pantai Parang tritis menjadi pelampiasanku untuk mencurahkan unek-unek dalam hatiku. Satu hari telah berlalu, kini saatnya saya pulang dan kembali belajar serta mempersiapkan alat tulis yang akan di bawa esok hari.
Dengan senyuman saya memasuki gerbang sekolahku tercinta. “ Hai, selamat pagi” sapa Ardi kepada saya. “Hai juga” balasku dengan senyuman. Beberapa menit setelah saya masuk kelas, bel berbunyi tanda bahwa pelajaran di mulai. Kebetulan hari ini ada jam kosong jadi saya bisa ngobrol sama Hilda teman sebangku ku .
“gimana Sa jalan-jalan nya kemarin ?” tanya Hilda kepada ku.
“gak asik soalnya gak ada kamu”
“heee maaf deh Sa, kemaren saya disuruh nemanin mamah ke rumah nenek soalnya”
“Iya gak papa koh. Biasa aja”
“gimana kamu sama Raihan, udah ada peningkatan?
“Ahh, biasa aja, saya lagi gak mikirin cowo dulu lah, mau fokus sama Ujian Nasional”
“Hmm, bagus deh kalau gitu, satu minggu lagi loh kita Ujian Nasional. Kamu udah siap belum?”
“ Udah donk” jawabku dengan mantap
Satu minggu telah berlalu, hari ini hari terakhir saya berangkat sekolah sebelum Ujian Nasional. Kami gunakan untuk doa bersama dan minta maaf kepada teman-teman serta bapak dan ibu guru.

Hari minggu yang biasanya saya gunakan untuk main bersama teman-teman kini saya gunakan untuk istirahat di rumah.
Burung berkicau menyambutku dipagi hari, membuat saya tambah semangat untuk menjalani kegiatan hari ini yaitu Ujian Nasional. “SAYA YAKIN PASTI BISA” ucapku sambil berjalan.
3 hari telah berlalu, Ujian Nasional pun berakhir. Kini saatnya aku bersenang-senang bersama teman-teman.
Tepat pukul 08.00 Hand Phone saya berdering terlihat “1 pesan diterima” lansung saja saya baca pesan itu, sapaan “selamat malam” dari nomor baru yang tak dikenal. Tanpa basa basi langsung saya balas pesan itu “selamat malam juga, maaf ini siapa?” beberapa menit kemudin dibalas, “ saya Raihan, Raisa bagaimana kabarmu?” saya sangat terkejut ketika membaca pesan itu. “benarkah ini Raihan? Saya baik-baik saja” balasku.
Beberapa pesan saya kirim dan Raihan membalasnya. Malam ini hatiku berbunga-bunga.
Keesokan harinya saya datang ke sekolah, di depan gerbang saya bertemu Raihan. Jantungku berdebar sangat kencang. Memang kami tadi malam sudah sepakat janjian di depan gerbang jam 08.00 WIB. Kamipun masuk ke sekolah sebentar hanya untuk melihat mading terbaru. Tak lama kami duduk di teras depan kelas, kami pun memutuskan untuk
jalan-jalan keluar.
Saya dan Raihan kini menjadi sedikit lebih akrab. Setelah seharian aku jalan-jalan bersama Raihan aku merasa sangat senang. Saya pulang di antar sampai depan rumah. “makasih Raisa sudah menemaniku jalan-jalan, sampai bertemu besok” ucap Raihan “iya sama-sama” jawabku sambil tersenyum.
Malam ini aku tidak bisa tidur, masih terbayang saat-saat bersama Raihan tadi siang. Disaat aku makan bareng, disaat ssaling berpandang dan melempar senyuman. Sungguh mengesankan dan takan pernah saya lupakan. Terdengar Hand Phone berdering ternyata Raihan menelfonku.
Beberapa minggu setelah aku dekat dengan Raihan kini aku makin mesara yakin bahwa aku tidak salah pilih menyukai Raihan. Malam ini adalah malam minggu Raihan mengajaku untuk bertemu di taman kota dekat rumahku. Pukul 08.00 WIB saya menuju taman. Ternyata Raihan sudah di sana. Setelah beberapa menit saya ngobrol dengan Raihan. Raihan bilang “Raisa saya mau menunjukan sesuatu ke kamu”. “ Hm mau nunjukain apa?” jawabku kepada Raihan. “tapi, kamu tutup


Skip to toolbar