Ta’aruf adalah solusi terbaik..

Liburan telah berakhir, kini saatnya kembali beraktivitas di sekolah. Nama saya Raisa Bunga Pratama biasa di panggil Raisa. Saya duduk di bangku SMK kelas 3. Sejak dulu memang saya menyimpan rasa kepada seorang lelaki. Menurut saya dia itu anak yang baik dan juga pintar. Tapi, dia itu sangat jutek kepada para cewe. Entah kenapa? saya kurang tau alasannya, mungkin dia tidak mau pacaran sebelum lulus sekolah.
Setiap hari saya selalu memperhatikan aktivitas dia walaupun hanya melihat dari jauh, bagiku itu sudah cukup. Terkadang saya bertemu dia ketika sedang istirahat. Saya tersenyum manis kepadanya dia membalas senyumanku, sungguh rasa senang yang tak bisa dibayangkan. Karena dia itu sepertinya tidak pernah senyum kepada cewe lain. Berbunga – bunga hatiku.
Ujian Nasional kini semakin dekat, rasa itu memang sedikit terlupakan tapi tidak sepenuhnya. Terkadang saya tidak
konsentrasi belajar karena memikirkan dia. Sesekali saya melihat foto dia, dengan saya melihat foto dia saya menjadi tambah semangat untuk belajar.
Malam telah berlalu, kini matahari pagi yang menyambutku dengan senyuman. Karena hari ini hari minggu, seperti biasanya saya dan teman-teman pergi bermain untuk sekedar refresing setelah satu minggu lamanya saya belajar.
Pantai Parang tritis menjadi pelampiasanku untuk mencurahkan unek-unek dalam hatiku. Satu hari telah berlalu, kini saatnya saya pulang dan kembali belajar serta mempersiapkan alat tulis yang akan di bawa esok hari.
Dengan senyuman saya memasuki gerbang sekolahku tercinta. “ Hai, selamat pagi” sapa Ardi kepada saya. “Hai juga” balasku dengan senyuman. Beberapa menit setelah saya masuk kelas, bel berbunyi tanda bahwa pelajaran di mulai. Kebetulan hari ini ada jam kosong jadi saya bisa ngobrol sama Hilda teman sebangku ku .
“gimana Sa jalan-jalan nya kemarin ?” tanya Hilda kepada ku.
“gak asik soalnya gak ada kamu”
“heee maaf deh Sa, kemaren saya disuruh nemanin mamah ke rumah nenek soalnya”
“Iya gak papa koh. Biasa aja”
“gimana kamu sama Raihan, udah ada peningkatan?
“Ahh, biasa aja, saya lagi gak mikirin cowo dulu lah, mau fokus sama Ujian Nasional”
“Hmm, bagus deh kalau gitu, satu minggu lagi loh kita Ujian Nasional. Kamu udah siap belum?”
“ Udah donk” jawabku dengan mantap
Satu minggu telah berlalu, hari ini hari terakhir saya berangkat sekolah sebelum Ujian Nasional. Kami gunakan untuk doa bersama dan minta maaf kepada teman-teman serta bapak dan ibu guru.

Hari minggu yang biasanya saya gunakan untuk main bersama teman-teman kini saya gunakan untuk istirahat di rumah.
Burung berkicau menyambutku dipagi hari, membuat saya tambah semangat untuk menjalani kegiatan hari ini yaitu Ujian Nasional. “SAYA YAKIN PASTI BISA” ucapku sambil berjalan.
3 hari telah berlalu, Ujian Nasional pun berakhir. Kini saatnya aku bersenang-senang bersama teman-teman.
Tepat pukul 08.00 Hand Phone saya berdering terlihat “1 pesan diterima” lansung saja saya baca pesan itu, sapaan “selamat malam” dari nomor baru yang tak dikenal. Tanpa basa basi langsung saya balas pesan itu “selamat malam juga, maaf ini siapa?” beberapa menit kemudin dibalas, “ saya Raihan, Raisa bagaimana kabarmu?” saya sangat terkejut ketika membaca pesan itu. “benarkah ini Raihan? Saya baik-baik saja” balasku.
Beberapa pesan saya kirim dan Raihan membalasnya. Malam ini hatiku berbunga-bunga.
Keesokan harinya saya datang ke sekolah, di depan gerbang saya bertemu Raihan. Jantungku berdebar sangat kencang. Memang kami tadi malam sudah sepakat janjian di depan gerbang jam 08.00 WIB. Kamipun masuk ke sekolah sebentar hanya untuk melihat mading terbaru. Tak lama kami duduk di teras depan kelas, kami pun memutuskan untuk
jalan-jalan keluar.
Saya dan Raihan kini menjadi sedikit lebih akrab. Setelah seharian aku jalan-jalan bersama Raihan aku merasa sangat senang. Saya pulang di antar sampai depan rumah. “makasih Raisa sudah menemaniku jalan-jalan, sampai bertemu besok” ucap Raihan “iya sama-sama” jawabku sambil tersenyum.
Malam ini aku tidak bisa tidur, masih terbayang saat-saat bersama Raihan tadi siang. Disaat aku makan bareng, disaat ssaling berpandang dan melempar senyuman. Sungguh mengesankan dan takan pernah saya lupakan. Terdengar Hand Phone berdering ternyata Raihan menelfonku.
Beberapa minggu setelah aku dekat dengan Raihan kini aku makin mesara yakin bahwa aku tidak salah pilih menyukai Raihan. Malam ini adalah malam minggu Raihan mengajaku untuk bertemu di taman kota dekat rumahku. Pukul 08.00 WIB saya menuju taman. Ternyata Raihan sudah di sana. Setelah beberapa menit saya ngobrol dengan Raihan. Raihan bilang “Raisa saya mau menunjukan sesuatu ke kamu”. “ Hm mau nunjukain apa?” jawabku kepada Raihan. “tapi, kamu tutup

One Response to “Ta’aruf adalah solusi terbaik..”

  1. Anonymous Says:

Skip to toolbar