Materi Sosiologi Kelas XII BAB 4 (Kearifan lokal dan pemberdayaan komunitas)
Dec 18th, 2015 by alfiyah

Apa yang dimaksud Kearifan Lokal?
Secara bahasa, lokal (local) berarti setempat, sedangkan kearifan atau dalam bahasa Inggris wisdom dapat diartikan sebagai pemikiran, gagasan, atau perilaku yang bijak. Dapat juga diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan akal pikirannya dalam bertindak atau bersikap sebagai hasil penilaian terhadap sesuatu, objek, atau peristiwa yang terjadi. Sehingga kearifan lokal (local wisdom) dapat diartikan sebagai gagasan-gagasan setempat yang bersifat bijaksana, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh para anggota masyarakat. Sebagai sebuah istilah kearifan lokal dapat dipahami sebagai usaha manusia dengan menggunakan akal-budinya (kognisi) untuk bertindak dan bersikap terhadap sesuatu, objek, atau peristiwa yang terjadi dalam ruang tertentu. Kearifan lokal muncul dalam periode panjang dan berevolusi bersama-sama masyarakat dan lingkungannya. Proses evolusi yang begitu panjang dan melekat dalam masyarakat dapat menjadikan kearifan lokal sebagai sumber energi potensial dari sistem pengetahuan kolektif masyarakat untuk hidup bersama secara dinamis dan harmonis. Fungsi kearifan lokal bagi masyarakat tidak sekadar sebagai acuan tingkah-laku seseorang, tetapi lebih jauh, yaitu mampu mendinamisasi kehidupan masyarakat dan menciptakan peradaban. Pada akhirnya kearifan lokal dijadikan pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka yang meliputi seluruh unsur kehidupan: agama, ilmu pengetahuan, ekonomi, teknologi, organisasi sosial, bahasa dan komunikasi, serta kesenian. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal merupakan suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup; pandangan hidup (way of life) yang mengakomodasi kebijakan (wisdom) dan kearifan hidup. Di Indonesia—yang kita kenal sebagai Nusantara—kearifan lokal itu tidak hanya berlaku secara lokal pada budaya atau etnik tertentu, tetapi dapat dikatakan bersifat lintas-budaya atau lintas-etnik sehingga membentuk nilai budaya yang bersifat nasional. Sebagai contoh, hampir di setiap budaya lokal di Nusantara dikenal kearifan lokal yang mengajarkan gotong royong, toleransi, etos kerja, dan seterusnya. Pada umumnya etika dan nilai moral yang terkandung dalam kearifan lokal diajarkan turun-temurun, diwariskan dari generasi ke generasi melalui sastra lisan (antara lain dalam bentukpepatah dan peribahasa, folklore), dan manuskrip (bahasa Latin manuscript: manu scriptus ditulis tangan), secara khusus, adalah semua dokumen tertulis yang ditulis tangan, dibedakan dari dokumen cetakan atau perbanyakannya dengan cara lain.
Read the rest of this entry »

Materi Sosiologi Kelas XII BAB 3 ( Ketimpangan sosial sebagai dampak perubahan sosial di tengah globalisasi)
Dec 18th, 2015 by alfiyah

Mengapa globalisasi berakibat ketimpangan sosial? Di depan telah dikemukakan bahwa globalisasi, terutama ekonomi, lebih didukung oleh pandangan yang bersifat kapitalistik. Integrasi perdagangan global menerobos batas-batas wilayah negara dan geografis, sehingga suatu negara tidak dapat melakukan proteksi terhadap produk-produk industri di dalam negerinya ketika berhadapan dengan produk-produk industri yang berasal dari luar negeri. Pengalaman dan efisiensi yang berlangsung dalam proses produksi di negara-negara maju memungkinkan untuk menghasilkan produk-produk yang bermutu baik dengan harga yang lebih murah. Sedangkan rendahnya teknologi, in-efisiensi, dan munculnya ekonomi biaya tinggi (high cost economy) yang menjadi ciri di negara-negara berkembang membuat produk-produk dalam negeri bermutu rendah tetapi tidak dapat dijual dengan biaya murah. Dengan pemikiran yang sederhana dapat diperkirakan apa dampaknya ketika produk luar negeri yang bermutu baik dengan harga yang lebih murah berhadapan dengan produk dalam negeri yang bermutu kurang baik dengan harga yang lebih mahal?
Read the rest of this entry »

Materi Sosiologi Kelas XII BAB 2 (Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal)
Dec 18th, 2015 by alfiyah

Pengertian

Kecenderungan dalam sejarah perkembangan masyarakat yang menonjol di era modern adalah perubahan menuju globalisasi. Robertson sebagaimana dikutip oleh Piotr Sztomka dalam bukunya Sosiologi Perubahan Sosial (2007, halaman 101, mendefinisikan globalisasi sebagai proses yang menghasilkan dunia tunggal. Masyarakat di seluruh dunia menjadi saling tergantung di hampir semua aspek kehidupan: politik, ekonomi, maupun kebudayaan. Tidak ada satu Negara pun di dunia yang mampu mencukupi kebutuhannya sendiri. Perkembangan yang demikian ini begitu nyata setelah 1980-an.
Definisi globalisasi yang dikemukakan oleh Francis Wahono (2005) sekaligus menjelaskan dampak dari globalisasi, terutama di bidang ekonomi, bahwa globalisasi adalah bentuk penjajahan ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan raksasa lintas negara dan kaki tangannya dengan menguasai fondasi kehidupan setiap insan dan kelompok manusia, yang dijamin oleh system hokum lintas-bangsa, dalam jiwa pasar bebas dan hak milik pribadi.
Perhatikan perbandingan antara keadaan masyarakat sebelum 1980 dan setelahnya sebagai berikut.
Read the rest of this entry »

Materi Sosiologi Kelas XII BAB 1 Kurikulum 2013 (Perubahan sosial dan dampaknya)
Dec 18th, 2015 by alfiyah

HAKIKAT PERUBAHAN SOSIAL

Setiap saat masyarakat selalu mengalami perubahan. Jika dibandingkan apa yang tejadi saat ini dengan beberapa tahun yang lalu. Maka akan banyak ditemukan perubahan baik yang direncanakan atau tidak, kecil atau besar, serta cepat atau lambat. Perubahan-perubahan tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan sosial yang ada. Dimana manusia selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Oleh karena itu manusia selalu mencari sesuatu agar hidupnya lebih baik.
Sebagai contoh kasus, dahulu keluarga sepenuhnya berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi anak-anak yang belum dewasa, sumber pengetahuan (pendidikan) dan keterampilan serta sumber ekonomi. Namun, pada masa sekarang, fungsi keluarga mengalami perubahan. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan dari keluarga, tetapi juga melalui berbagai media massa, seperti televisi, radio, koran dan internet.
Read the rest of this entry »

Materi Sosiologi Kelas XI Kurikulum 2013 (Integrasi dan Reintegrasi Sosial sebagai upaya pemecahan masalah Konflik dan Kekerasan)
Dec 18th, 2015 by alfiyah

Integrasi sosial merupakan suatu proses penyesuaian dan pemersatuan elemen-elemen yang berbeda dalam masyarakat. Elemen-elemen yang berada dalam masyarakat meliputi perbedaan kedudukan, agama, sosial, ras, etnik, sistem nilai, norma, bahasa dan kebiasaan. Integrasi sosial menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pembaruan sesuatu yang tertentu sehingga menjadi kesatuan yang utuh.
Integrasi sosial dapat terjadi jjika memenuhi beberapa persyaratan. William F. Ogburn dan Mayer Nimkof menyebutkan syarat terwujudnya integrasi sosial jika anggota-anggota masyarakat merasa berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan di antara mereka. Syarat kedua adalah masyarakat mampu menciptakan konsesus bersama (kesepakatan bersama) mengenai nilai dan norma sosial yang kemudian dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan keseharian dan dalam mengatasi hal-hal yang dilarang menurut kebudayaan. Nilai dan norma sosial yang ada di masyarakat berlaku dalam kurun waktu yang cukup lama, tidak mudah berubah dan dijadikan secara konsisten oleh seluruh anggota masyarakat. Proses integrasi yang terjadi dalam masyarakat juga dipengaruhi oleh tingkat homogenitas kelompok masyarakat, besar kecilnya suatu masyarakat, efektivitas dalam berkomunikasi dan mobilitas geografi.
Read the rest of this entry »

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar