MATERI ANTROPOLOGI SMA KELAS XI ” ETNOGRAFI “

Hai gaes jumpa lagi dengan postingan yang akan saya bagikan. Kemarin saya sudah membagikan materi antropologi kelas X, dan untuk lebih jelas lagi, kali ini saya akan membagikan materi antropologi SMA kelas XI yaitu tentang Etnografi

  • Pengertian Etnografi

sebelum kita mendalami materi etnografi maka sekarang kita akan mengetahui Etnografi itu seperti apa. Istilah etnografi berasal dari kata ethnos yang berarti bangsa dan graphy yang berarti tulisan. Jadi, pengertian etnografi adalah deskripsi tentang bangsa-bangsa. Menurut Beberapa para ahli  antropologi mengenai pengertian etnografi sebagai berikut.

  1. Menurut pendapat Spradley dalam Yad Mulyadi, etnografi adalah kegiatan menguraikan dan menjelaskan suatu kebudayaan
  2. Menurut pendapat Spindler dalam Yad Mulyadi, etnografi adalah kegiatan antropologi di lapangan.
  3. Menurut pendapat Koentjaraningrat, isi karangan etnografi adalah suatu deskripsi mengenai kebudayaan suatu suku bangsa.

Dari pengertian etnografi yang telah di kemukakan oleh beberapa para ahli, maka kita akan mengetahui studi etnografi yang akan di kaji dalam mata pelajaran Antropologi.

  • Studi Etnografi Cara untuk melakukan studi tentang etnografi

Suatu permasalahan yang tidak mudah untuk di kaji karena berkaitan dengan perilaku dan kebiasaan yang dilakukan suku bangsa tertentu. Dengan adanya suku bangsa yang anggotanya sangat banyak, bahkan mencapai jutaan penduduk. Oleh karena itu, seorang ahli antropologi yang menulis tentang sebuah etnografi tentu tidak mampu mencakup keseluruhan anggota penduduk dari suku bangsa  yang satu hingga bangsa yang lain, tentunya besar  dalam  deskripsinya.

Penulisan etnografi, yang sudah ahli dalam memahami suatu yang akan di teliti, maka mereka mempunyai batasan-batasan objek penelitian dengan mengambil salah satu unsur kebudayaan yang diteliti pada sekelompok masyarakat tertentu. Misal: meneliti sistem kesenian tradisional masyarakat daerah tertentu, meneliti tentang macam-macam upacara adat yang berkembang dalam masyarakat di suatu daerah, dan menulis situasi yang di rasakannya. Jika daerah yang dijadikan objek pengamatan terlalu luas pada umumnya peneliti membatasi dengan mengambil bagian kecil dari daerah tersebut yang dianggap dapat mewakili keadaan di seluruh daerah pengamatan. Misal: untuk mengamati adat istiadat masyarakat suku Jawa diambil daerah penelitian pada masyarakat pedesaan di daerah istimewa Yogyakarta , yang dianggap dapat mewakili keseluruhan perilaku khas orang Jawa.

Pada masa sekarang, dengan adanya perkembangan zaman memang tidak mudah untuk memperoleh daerah yang penduduknya hanya dihuni oleh suku bangsa asli, apalagi suatu penelitian dilakukan di kota besar atau desa yang memungkinkan hadirnya kaum pendatang menetap di daerah tersebut. Dalam menyusun sebuah karangan etnografi, maka kita dapat menggunakan tahapan sebagai berikut.

  1. Pemilihan lokasi penelitian Menurut J.A. Clifton dalam bukunya yang berjudul Introduction to Cultural Anthropology, batasan lokasi yang akan dipergunakan sebagai penelitian sebagai berikut.
  2. Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh satu desa atau lebih.
  3. Kesatuan masyarakat yang terdiri atas penduduk yang mengucapkan satu bahasa atau satu logat bahasa yang sama.

karangan etnografi yang akan di kaji, maka lokasi penelitian terlebih dahulu ditentukan  dan perlu di deskripsikan. Deskripsi lokasi penelitian mengenai hal-hal berikut.

  1. Ciri-ciri geografis, yaitu mengenai iklim (misal: tropis, sedang, mediteran, dan kutub), sifat daerah (misal: pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi, kepulauan, rawa-rawa, hutan tropikal, sabana, stepa, gurun, dan sebagainya), keadaan suhu rata-rata dan curah hujan.
  2. Ciri-ciri geologi dan geomorfologi yang berkaitan dengan kondisi tanah.
  3. Keadaan flora dan fauna.
  4. Data demografi yang berkaitan dengan kependudukan. Misalnya mengenai: data jumlah penduduk, jenis kelamin, laju natalitas, mortalitas, dan data mengenai migrasi atau mobilitas penduduk.
  5. Catatan tentang asal mula sejarah terbentuknya suku bangsa (penduduk di lokasi pengamatan tersebut). Untuk melengkapi deskripsi mengenai lokasi penelitian perlu dilengkapi dengan peta-peta yang memenuhi syarat ilmiah. Peta-peta tersebut melukiskan keadaan lokasi penelitian.
  6. Menyusun kerangka etnografi Setelah lokasi ditetapkan.

Untuk lebih lanjutnya maka langkah yang akan di lakukan sebagai etnografi harus menentukan bahan mengenai kesatuan kebudayaan suku bangsa di lokasi yang dipilih tersebut. Hal itu merupakan kerangka etnografi. Penelitian ini bersifat holistik atau menyeluruh, artinya penelitian etnografi tidak hanya mengarahkan perhatian kepada salh satu variabel tertentu saja. karena pandangan tersebut di nggap bahwa budaya merupakn kesatuan sistem yng terdiri dari beberapa bagian-bagian yang tidak dapat di pisahkan. Unsur-unsur dalam kebudayaan dapat dijadikan sebagai kerangka etnografi sebagai berikut.

  1. Sistem pengetahuan.
  2. Sistem teknologi.
  3. Sistem ekonomi.
  4. Sistem religi.
  5. Organisasi sosial.

Unsur-unsur kebudayaan di atas bersifat universal, artinya semua kebudayaan suku bangsa umum ada. Namun, sistem urutan yang biasa dipergunakan dalam studi etnografi diawali dari hal-hal yang bersifat konkret menuju ke hal-hal yang paling abstrak. Dalam hal ini unsur bahasa merupakan salah satu unsur kebudayaan yang paling konkret, karena biasa yang kita jumpai dalam penelitian terhadap penduduk di suatu daerah adalah bahasa pergaulan yang mereka gunakan sehari-hari

ketika kita bertemu dengan orang secara langsung, tapi tanpa kita sadari bahwa sikap yang saling menyapa satu sama lain dan lebih seringnya menggunakan bahasa isyarat saat pertama bertemu dengan orang asing. Hal yang lazim dilakukan oleh orang saat pertama bertemu dengan orang asing adalah mencoba mengajaknya berkomunikasi dengan bahasa lisan yang biasa ia gunakan. Dengan mengamati interaksi masyarakat, dapat ditemukan jenis bahasa lokal yang mereka gunakan sebagai komunikasi lisan sehari-hari. Dengan menjumpai pemakaian bahasa, maka peneliti dapat menganalisis tentang kedudukan bahasa lokal dan dikaitkan dengan bahasa resmi yang telah dipergunakan sebagai bahasa pengantar dalam komunikasi lisan antarpenduduk suku bangsa yang berbeda. Dengan mengamati sistem teknologi yang berkembang di dalam kehidupan penduduk, peneliti dapat memfokuskan perhatiannya pada benda-benda yang di jadikan sebagai budaya dan alat-alat kehidupan sehari-hari yang sifatnya konkret.

Untuk menentukan metode penelitian Studi etnografi tidak terlepas dari teknik yang dipergunakan dalam melaksanakan penelitian etnografi, karena etnografi merupakan sebuah pendekatan  teoritis. Oleh karena itu, seorang peneliti di lapangan terlebih dahulu harus menguasai metode-metode yang terkait dengan kegiatan penelitiannya. Banyak metode yang dapat dipilih dalam melaksanakan studi etnografi. Metode yang paling tepat digunakan, antara lain metode observasi dan metode interview. Metode Observasi atau pengamatan merupakan salah satu metode yang digunakan dalam penelitian. Dalam arti sempit, metode observasi dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang diselidiki. Dalam arti luas, observasi merupakan proses yang kompleks dan tersusun dari berbagai proses biologis maupun psikologis. Dalam metode observasi yang terpenting adalah proses pengamatan dan ingatan. Kemungkinan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam proses pengamatan dapat diatasi dengan cara sebagai berikut.

  • Menyediakan waktu yang lebih banyak agar dapat melihat objek yang komplek dari berbagai segi secara berulang-ulang.
  • Menggunakan orang ( petugas pengamat/observers) yang lebih banyak untuk melihat objeknya dari segisegi tertentu dan mengintegrasikan hasil-hasil penyelidikan mereka agar diperoleh gambaran tentang keseluruhan objeknya.
  • Mengambil lebih banyak objek yang sejenis agar dalam jangka waktu yang terbatas dapat disoroti objek-objek itu dari segi-segi yang berbeda-beda oleh penyelidik yang terbatas jumlahnya.

Dalam mengatasi keterbatasan ingatan dalam proses observasi dapat diantisipasi dengan cara sebagai berikut.

  • Mengadakan pencatatan biasa atau dengan menggunakan check list.
  • Menggunakan alat-alat mekanik (mechanical device) seperti tape recorder, kamera, dan video. Alat-alat tersebut berfungsi mengabadikan fenomena yang sedang diamati.
  • Menggunakan lebih banyak observers.
  • Memusatkan perhatian pada data yang relevan.
  • Mengklasifikasikan gejala-gejala secara tepat.
  • Menambah bahan apersepsi tentang objek yang akan diamati
  1. Observasi Partisipan – Observasi Nonpartisipan

Observasi partisipan pada umumnya dipergunakan dalam penelitian yang sifatnya eksploratif, termasuk dalam menyusun karangan etnografi. Observasi partisipan adalah observasi yang dilakukan di mana observers atau orang yang melakukan observasi turut ambil bagian dalam kehidupan masyarakat yang diobservasi. Sebagai contoh, untuk meneliti pola kehidupan kaum gelandangan maka observers turut membaur dalam kehidupan para gelandangan tersebut.

  • Peneliti (observers) mengikuti kegiatan objek yang diamati (observes) hanya pada saat tertentu dan di anggap oleh peeliti penting untuk di gunakan.
  • Peneliti (observers) mengikuti seluruh kegiatan objek yang diamati (observees) dari awal sampai akhir kegiatan penelitian tersebut.
  • Peneliti (observers) semaksimal mungkin turut terlibat atau mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan oleh objek yang diamati (observees).
  • Peneliti (observers) hanya sedikit ambil bagian dalam kegiatan objek yang diamati. Dalam hal ini peneliti tidak sepenuhnya terlibat, hanya sekilas saja (surfice participation).

Adapun observasi non partisipan adalah penelitian yang di lakukan oleh seorang peneliti ang tidak turun langsung dalam situasi dan kondisi masyarakat yang akan di teliti.

  1. Observasi Sistematik – Observasi Nonsistematik

Observasi sistematik sering disebut sebagai observasi berstruktur (structured observation). Observasi sistematik adalah observasi yang dilakukan berdasarkan dengan  kerangka pengamatan yang telah disiapkan oleh peneliti sebelumnya. Di dalam kerangka pengamatan tersebut memuat hal-hal sebagai berikut.

  1. Materi yang akan diobservasi. Materi yang akan diobservasi pada umumnya telah dibatasi , sehingga observers tidak memiliki kebebasan dalam melakukan pengamatan.
  2. Cara-cara pencatatan hasil observasi.
  3. Hubungan antara observers dengan observees.

Adapun observasi nonsistematik adalah observasi yang berlangsungdengan berjalannya waktu, dan di lakukan otomatis sesuai respon yang di terima.

  1. Observasi Eksperimental – Observasi Noneksperimental

Observasi Eksperimental sering disebut sebagai observasi dalam situasi tes. Ciri-ciri observasi eksperimen sebagai berikut.

  1. Observers dihadapkan pada situasi perangsang yang dibuat seseragam mungkin untuk semua observees.
  2. Situasi dibuat sedemikian rupa untuk memungkinkan variasi timbulnya tingkah laku yang akan diamati oleh observers.
  3. Situasi dibuat sedemikian rupa, sehingga observees tidak mengetahui maksud yang sebenarnya dari kegiatan observasi tersebut.
  4. Observers membuat catatan-catatan dengan teliti mengenai cara-cara observees mengadakan aksireaksi, bukan hanya jumlah aksi-reaksi semata.

Dengan lebih lengkapnya maka saya akan memberikan link di bawah ini.

http://www.rindra.id/2010/06/v-behaviorurldefaultvmlo_19.html

Soal pengayaan

  1. jelaskan menurut anda tentang pengertian etnografi?
  2. Sebutkan tahapan yang di gunakan oleh seorang etnografi?
  3. Apa saja metode penelitian yang di lakukan oleh seorang etnografi untuk penelitian?

Daftar pustaka

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Supriyanto. 2009. Antropologi Kontekstual. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: