Belajar dari Nadhom Sederhana soal ‘DUIT NGGO SEKOLAH’

Sekilas kalau membaca bait nadhom ini:

اَلاَ لاَتَنَــــالُ الْعِـــلْمَ اِلاَّ بِســــــِتَّةٍ ۞ سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ

ذُكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍوَبُلْغَةٍ ۞ وَاِرْشَادُ اُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ

kalian yang akan jadi orang tua, atau siapa saja yang sudah jadi orang tua harusnya sudah tahu apa saja yang harus dimiliki anak-anakmu untuk mengarungi dunia cari-mencari Ngelmu.

Kalian sebagai orang tua harus bisa membekali dan melatih anakmu supaya dia limpat (cepat memahami, cepat mengingat hal-hal baru), kemudian dia harus selalu ‘lobo’ (terjaga mood dan ketertarikannya untuk belajar hal-hal baru), setelah itu dia (dan kamu juga) harus sabar, ngelmu tidak hadir ‘mak byuk’ seperti air seember dituang, semua butuh proses.

Dan yang penting, بُلْغَةٍ, DUIITE NGGO SINAU, dicepakke bos. Ojo nyagerke BOS wae. DUIT, BIAYA, FULUS, atau sebutan lainlah. Paham toh? Banyak instrumen keuangan yang bisa menolong perencanaan pendidikan anak-anakmu, nabung ra kroso, atau nabung yang ujuk2 berhadiah.

dan dua yang terakhir, arahan saka Gurune dan waktu.

This entry was posted in Mufaqirah. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

Skip to toolbar