SOSIOLOGI PEMBANGUNAN

“PEMBANGUNAN TALUD DESA PNPM DESA TRISARI KEC.GUBUG”

Pendahuluan

I.1 Latar Belakang

Pembangunan merupakan suatu istilah teknis, yang berarti membangkitkan masyarakat di Negara-negara berkembang dari kemiskinan, tingkat melek huruf (literacy rate) yang rendah, pengangguran, dan ketidakadilan sosial (Seers 1977). Di pedesaan membangun itu suatu bentuk kegiatan yang memerlukan suatu kerjasama serta gotong royong dari siapapun yang terkena dampak (pembangunan) positif maupun negatif. Itu adalah ciri dari masyarakat desa yang masih memegang teguh kebudayaannya dan mempunyai rasa sosial yang tinggi.

Sedangkan di Indonesia sekarang sedang ada program pembangunan yang bernama PNPM Mandiri. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri Perdesaan atau PNPM-Perdesaan atau Rural PNPM)— merupakan salah satu mekanisme program pemberdayaan masyarakat yang digunakan PNPM Mandiri dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja di wilayah perdesaan

Dalam penulisan ini Saya akan mengulas bagaimana program PNPM Mandiri telah menjangkau dan melakukan perubahan di desa saya. Desa yang tak banyak orang yang tahu, sekalipun tahu mengenai desa saya pasti yang ada digambaran mereka adalah desa sepi, pelosok dan infrastrukturnya yang sangat memprihatinkan.

I.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah gambaran tentang Desa Trisari sebelum adanya pembangunan ?
  2. Pembangunan seperti apakah yang dilakukan PNPM Mandiri untuk Trisari ?
  3. Apa dampak pembangunan bagi Desa Trisari ?

 

PEMBAHASAN

Desa Trisari

Desa Trisari adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Karena letaknya berada di antara area persawahan dan akses menuju desa sangat menyebalkan maka tak heran desa ini sangat jauh dari keramaian. Desa ini mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, ada juga sebagai buruh pabrik, dan guru. Ketika masih banyak yang bertani dan menghabiskan waktunya di desa tak banyak keluhan mengenai infrastruktur desa yang masih sederhana karena mereka tidak sering beprgian jauh meninggalkan desa. Namun ketika banyak orang sekarang yang bermobilitas diluar (desa) lama kelamaan mereka mengeluh karena akses yang sering mereka lalui masih sama saja alias tidak ada perubahan Melihat banyak perubahan yang telah dilakukan di desa-desa tetangga, dan saya katakan pembangunan Desa kami termasuk lambat.

Pada tahun 2014 tepatnya bulan November, program Pemerintah PNPM Mandiri Pedesaan masuk kemudian sedikit merubah tampilan desa Trisari. Meskipun sedikit demi sedikit pembangunan yang dilakukan, prrogram ini pastinya disetujui warga desa karena merupakan suatu bentuk / upaya perubahan yang memberikan kemudahan bagi mereka.

 

Kegiatan PNPM Mandiri Pedesaan di Desa Trisari

Dalam pelaksanaannya, program ini memusatkan kegiatan bagi masyarakat Indonesia paling miskin di wilayah perdesaan. Program ini menyediakan fasilitasi pemberdayaan masyarakat/ kelembagaan lokal, pendampingan, pelatihan, serta dana Bantuan Langsung untuk Masyarakat (BLM) kepada masyarakat secara langsung. Besaran dana BLM yang dialokasikan sebesar Rp750 juta sampai Rp3 miliar per kecamatan, tergantung jumlah penduduk.

Pembangunan yang dilakukan PNPM ini biasanya disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh Desa. Pada desa Trisari sendiri berupa pembangunan talud jalan. Volume dari pembangunan ini adalah 500 meter. Talud sendiri adalah sebuah bangunan yang berada dipinggir jalan dan mengikuti alur sesuai jalur jalan. Dan fungsinya untuk kelancaran saluran air pembuangan (got).

Pemerintah mensubsidi dana BLM ke Desa sebesar Rp.80.715.000,- dan disokong juga dengan dana swadaya sebesar Rp.2.989.000,-. Dalam PNPM Mandiri Perdesaan di Desa Trisari, seluruh anggota masyarakat diajak terlibat dalam setiap tahapan kegiatan secara partisipatif, mulai dari proses perencanaan, pengambilan keputusan dalam penggunaan dan pengelolaan dana sesuai kebutuhan paling prioritas, sampai pada pelaksanaan kegiatan dan pelestariannya.

Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan berada di bawah binaan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kementerian Dalam Negeri. Program ini didukung dengan pembiayaan yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dana pinjaman/hibah luar negeri dari sejumlah lembaga pemberi bantuan dibawah koordinasi Bank Dunia.

Dampakyang terjadi setelah Desa Trisari dibantu program PNPM Mandiri

Setidaknya ada kemajuan tentang infrastruktur desa setelah adanya bantuan pemerintah diprogram PNPM Mandiri ini. Warga desa saya semakin semangat bergotong royong dan saling bekerja sama lagi untuk melakukan pembangunan dibidang lain. Misalnya seperti mengecor jalan ya walaupun dilakukan secara bertahap sedikit demi sedikit, 100 meter demi 100 meter sudah mulai ada perubahan yang cukup signifikan. Meskipun belum seramai jalan-jalan desa yang berada didekat pusat kecamatan namun desa ini lebih ramai dari sebelumnya, karena memang jalur/jalaln desa kami merupakan jalan alternatif dari desa-desa sebelah menuju ke kecamatan. Perubahan akibat pembangunan ini secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya. Inilah yang sebenarnya akan merubah pandangan masyarakat tentang desa Trisari yang pelosok. Kelak pasti orang melihat desa Trisari akan sejajar dengan desa-desa lainnya seiring berjalannya waktu.

 

PENUTUP

 

III.1 Kesimpulan

Secara geografis memang desa Trisari letaknya berada ditengah-tengah persawahan dan jauh dari fasilitas-umum seperti pasar, pengisian BBM, dan lainnya. Kemudian ada program pemerintan yang bernama PNPM Mandiri databg dan masuk memberikan sedikit perubahan secara fisik terhadap desa Trisari membuat desa Trisari sedikit bekembang dan melakukan perubahan secara mandiri. Dengan adanya pembangunan talud desa, membuat jalan yang ada di desa Trisari sedikit demi sedikit dibangun. Pembangunan desa Trisari secara fisik ini ikut membantu perkembangan desa secara ekonomi dan kesejahteraan warganya.

 

 

 

 

III.2 DAFTAR PUSTAKA

Pengertian pembangunan menurut para ahli from Operator Warnet Vast Raha

18 Responses to “SOSIOLOGI PEMBANGUNAN”

  1. siti zakiyatur rofi'ah's blog Says:

    sebaiknya, judulnya langsung saja pada judul artikel, tidak perlu dikasih sosiologi pembangunan,

  2. Anisa Mar`atusholehah Says:

    oke~ terimakasih sudah mampir ke blog ini ya roppp

  3. ignasia intan Says:

    kaka ini makalah ya, bagaimana jika langsung intinya saja?? makasih kaka 😀

  4. Rani Meilina Siswoyo Says:

    Tulisannya uda bagus, tapi kurang di rapikan lagi aja ya mba 🙂 mksh

  5. Anisa Mar`atusholehah Says:

    oke mba.. terimakasih sudah mampir ke blog saya..

  6. Lenni Novia Lestari Says:

    Semoga pembangunannya bermanfaat ya

  7. Anisa Mar`atusholehah Says:

    aamiin… terimakasih sudah mampir ke blog saya~ 🙂

  8. Nurul Aripin Says:

    sepertinya menarik 🙂

  9. Rossy Juliana (Rojul) Says:

    saya belum mengambil sosiologi pembangunan, menjadi sedikit mengerti apa itu pembangunan. terimakasih 🙂

  10. Syarafina Nandanisita Says:

    sebaiknya jangan kasih judul mata kuliah

  11. Sofiyatin Says:

    artikelnya menarik 🙂

  12. siti zakiyatur rofi'ah's blog Says:

    judulnya tidak perlu dobel” ya kak

  13. Lenni Novia Lestari Says:

    Saran untuk penulisan judul sebaiknya tidak menggunakan nama mata kuliah, tetapi yang ada di dalam artikel atau postingan itulah yang dijadikan judul
    terimakasih

  14. Farika Tri Ariyanti Says:

    sebaiknya langsung ke inti artikel kak 🙂

  15. Anis Istiqomah Says:

    :thumbup

  16. PUTRI AYU Says:

    bagus kak…

  17. Anisa Mar`atusholehah Says:

    thx sudah mampir.. 🙂

  18. Gisella Tioriva Says:

    semoga bermanfaat ya

Leave a Reply