PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP KAUM MENENGAH KEBAWAH

  1. Pendahuluan

Kebutuhan hidup merupakan suatu aspek psikologis yang diperlukan manusia untuk hidup dan bertahan. Kebutuhan diartikan sesuatu hal yang sangat dibutuhkan dan tanpanya, aktivitas hidup kita akan terganggu bahkan mungkin kita tidak dapat hidup, contoh: makan, pakaian, dan tempat tinggal. Manusia tidak dapat hidup tanpa makanan. Manusia tidak punya tempat tinggal, kehidupannya akan terganggu. Apabila kebutuhan merupakan sesuatu yang harus dipenuhi, keinginan adalah suatu hal yang kita ingin miliki dan jika tidak berhasil mendapatkannya maka kelangsungan hidup kita sebagai manusia tidak akan terancam

Peningkatan kebutuhan seseorang sebenarnya bergantung pada beberapa aspek. (1)Kecenderungan manusia untuk selalu ingin hal yang lain, disini manusia tidak akan cepat meras puas dengan apa yang telah dicapainya. Misalnya, kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi, kemudian ingin memenuhi kebutuhan tersier karena desakan dari lingkungan. (2)Semakin bertambahnya populasi maka permintaan akan kebutuhan dan keinginan juga bertambah. Misalnya, kebutuhan seseorang yang sudah berkeluarga berbeda dengan seseorang yang belum berkeluarga, kebutuhan seseorang yang berkeluarga yang memiliki dua anak pasti juga sangat berbeda tingkat kebutuhannya dengan keluarga yang memiliki lima orang anak.

Dalam bekerja, sekaran ini tak hanya kaum pria saja, wanitapun sekarang sanggup untuk melakoni perannya sebagai ibu rumah tangga dan juga sebagai buruh harian di pabrik. Manusia semakin disibukkan dengan kegiatan mencari uang demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Ini karena kebutuhan mereka harus mereka beli dengan uang. Kegiatan usaha manusia yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, yang dilakukan oleh masyarakat sangat beragam jenisnya salah satunya dalam bidang industri.

  1. PEMBAHASAN

Suami istri bekerja adalah suatu hal yang wajar jaman sekarang. Ini semua karena karenaa tuntutan manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Masyarakat golongan menengah keatas dan golongan menengah kebawah saling bersaing dalam mencari mata uang. Setiap manusia berusaha untuk hidup yang berkecukupan, memenuhi segala kebutuhan pokok/primernnya agar kehidupannya berjalan dengan lancar dan nyaman.

Peningkatan kebutuhan ini meningkat sesuai dengan jumlah anggota kelompoknya, contohnya keluarga yang memiliki dua orang anak pasti berbeda dengan kebutuhan yang harus dicukupi dari keluarga yang yang memiliki lima orang anak. Jika kaum menengah keatas pasti mampu memperkerjakan seorang pembantu untuk mengurusi anak-anaknya saat ditinggal bekerja, tapi ini jelas tidak berlaku untuk masyarakat golongan menengah kebawah.

Dimasyarakat desa, seorang istri bekerja menjadi buruh pabrik adalah hal lumrah, karena suami mereka yang status pekerjaannya yang sebagai buruh bangunan yang musiman untuk mendapatkan pekerjaan. Banyak suami yang mendukung istrinya bekerja di pabrik karena diharakan bisa membantu perekonomian keluarga mereka. Para suami mengijinkan istrinya bekerja di pabrik karena masih punya waktu untuk bersama-sama dengan keluarga, tidak seperti orang yang bekerja menjadi TKW.

Baginya (golongan menengah kebawah) meninggalkan anaknya pergi bekerja adalah suatu pilihan yang harus mereka terima. Mereka akan mempercayakan anak-anaknya kepada kerabat dekat mereka. Mereka tahu kenapa alasan meninggalkan anak-anaknya bekerja. Iya, karena ini semua untuk mencukupi kebutuhan mereka juga.

Pilihan rasional-

Orientaasi pilihan rasional Coleman jelas pada argumen dasarnya bahwa, “orang bertindak secara sengaja untuk mencapai suatu tujuan, dengan tujuan (dan tindakan) yang dibangun oleh nilai dan preferensi”. (1990b:13). Namun kemudian Coleman (1990b:14) berargumen bahwa untuk sebagian teoritis, ia akan menggunakan konseptualisasi yang lebih tepat tentang aktor rasional yang berasal dari ilmu ekonomi, konsep yang melihat aktor memilih tindakan-tindakan yang akan memaksimalkan keuntungan atau pemuasan kebutuhan dan keinginannya.

Aktor ini bisa peran suami istri yang keduanya bekerja meninggalkan anaknya, yang bertujuan memaksimalkan pendapatan mereka. Dengan bertambahnya pendapatan mereka tentu saja akan lebih menambah rasa kepuasan mereka dalam pencapaian pemenuhan kebutuhan hidup dalamkeluarganya. Padahal, lih-alih mereka bekerja untuk memaksimalkan kepentingannya (memenuhi kebutuhan), dalam hal ini aktor juga telah merealisasikan kepentingan aktor lain(pabrik/industri/proyek).

-Funsionalisme Struktural-

Fungsi menurut Merton didefinisikan sebagai “konsekuensi-konsekuensi yang disadari dan menciptakan adaptasi atau penyesuaian suatu sistem”(1949/1968:105). Dikaitkan dengan fenomena diatas, suami istri bekerja ditempat masing-masing perlu melakukan adaptasi terhadap keahlian, lingkungan, dan kebiasaan mereka.

Kemudian Merton juga membagi konsep fungsi manifes dan fungsi laten. Kedua istilah tersebut merupakan tambahan penting bagi analisis fungsional. Secara sederhana, fungsi manifes adalah yang dikehendaki, sementara fungsi laten adalah yang tidak dikehendaki. Fungsi manifes bagi suami istri dari golongan menengah kebawah adalah meningkatkan pendapatan mereka agar mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga yang ditamggungnya. Sedangkan funsi latennya adalah suatu tipe konsekuensi yang tidak terantisipasi. Konsekuensi ini berdampak pada anak-anaknya yang ditinggal bekerja, kurang pengawasan langsung dari oreang tua tentang bagaimana pergaulan mereka saat tidak ada orang tuanya.

  1. Penutup

Kegiatan pemenuhan ekonomi bagi masyarakat golongan menengah kebawah memang sangat sulit pilihannya dibandingkan dengan golongan atas. Masyarkat harus memilih bekerja (di pabrik/industri/proyek). Dalam keluarga, sekarang tidak hanya ayah/suami saja yang bekerja, tapi istri-pun juga banyak yang memilih bekerja membantu menyokong perekonomian keluarga. Jika keduanya bekerja, memang pendapatan bisa bertambah dan mampu memberikan kepuasan tersendiri, namun mereka harus meninggalkan anaknya dan menitipkannya kepada kerabat mereka.

 

  1. Daftar Pustaka

Ritzer, George dan Douglass J. Goodman. 2014. Teori Sosiologi Dan Sosiologi Klasik       Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosiologi Postmodern. Bantul: Kreasi            Wacana.

26 Responses to “PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP KAUM MENENGAH KEBAWAH”

  1. Novita Windiarti Says:

    biar terlihat rapi coba dirata kanan-kiri ya Bu, sama sebelum di post coba dicek dulu ya Bu sepertinya masih apaadanya sekali belum di edit hihi Semangat! 😀

  2. Anisa Mar`atusholehah Says:

    Okay sis.. thanks masukannya.. makasih udh mampir ke blog saya.. :*

  3. Rossy Juliana (Rojul) Says:

    Lebih dirapikan lagi iyaa nis rata kanan dan kirinya biar tambah kece 😀 thanks

  4. Anisa Mar`atusholehah Says:

    Okay sis.. thanks masukannya.. makasih udh mampir ke blog saya.. :*

  5. Sekar Arum Ngarasati Says:

    Anisa, mungkin tulisannya lebih dirapikan lagi biar pembaca lebih mudah membacanya 🙂

  6. Anisa Mar`atusholehah Says:

    iyaa makasih Ayas sudah mampir ke blog saya..

  7. ERINAARF Says:

    Format penulisan dirapikan lagi ya Bu Guru, semangat ngeblog 😀 mampir blogku juga dong hihi

  8. Anisa Mar`atusholehah Says:

    iya buguru Erin.. makasih sudah mampir ke blog saya..

  9. Hesti Rofika Sari Says:

    keterkaitan antar kalimatnya tolong diperhatikan lagi ya bu

  10. Anisa Mar`atusholehah Says:

    iya bu Hesti.. terimakasih sudah mampir ke blog saya..

  11. Anis Istiqomah Says:

    bagus nis
    lanjutkan…

  12. Anisa Mar`atusholehah Says:

    makasih Anis udah mampir ke blognya marsol

  13. Lenni Novia Lestari Says:

    Terimakasih, postingannnya menambah wawasan

  14. Anisa Mar`atusholehah Says:

    oke… terimakasih sudah mampir ke blog saya~ 🙂

  15. firma aprianti Says:

    SEMANGAT NULIS

  16. Anisa Mar`atusholehah Says:

    oke.. terimakasih sudah mampir ke blog saya~ 🙂

  17. Syarafina Nandanisita Says:

    siip laah 😀

  18. Sofiyatin Says:

    semangat menulis kak 🙂

  19. siti zakiyatur rofi'ah's blog Says:

    bagus kak tulisannya

  20. Lenni Novia Lestari Says:

    Saran untuk penulisan judul harus konsisten ya, terimakasih

  21. Farika Tri Ariyanti Says:

    sebaiknya langsung ke pembahasannya saja kak 🙂

  22. Anis Istiqomah Says:

    bagus tulisannya nis,,,
    semangat menulis,,,

  23. PUTRI AYU Says:

    dirapikan lagi kak 🙂

  24. Gisella Tioriva Says:

    baguss

  25. Rani Meilina Siswoyo Says:

    Keren keren 😀

  26. Arrum yuni Says:

    Infonya menarik, menambah wawasan kak. lanjutkann yaaa

Leave a Reply