a. Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh, budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas.
Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur meliputi banyak kegiatan sosial manusia
Secara bahasa, dalam sanskerta, budaya merupakan turunan dari kata budayah atau budhi yang berarti akal. Selain itu, dalam bahasa Inggris adalah culture. Dan dalam bahasa latin adalah colera yang berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah. Jika dipisahkan, maka budaya berasal dari kata Budi dan Daya, yang berarti hasil dari cinta, karsa, dan rasa yang dimiliki oleh manusia.
b. Wujud kebudayaan
Talcott Parsons dan Kroeber pernah menganjurkan untuk membedakan amtara wujud kebudayaan sebagai suatu sistem dari gagasan-gagasan serta konsep konsep dan wujudnya sebagai rangkaian tindakan serta aktivitas manusia yang berpola.
Kebudayaan dibedakan sesuai dengan empa wujudnya yang secara simbolis digambarkan sebagai empat ingkaran konsentris.
lingkaran yang paling luar melambangkan kebudayaan sebagai :
1. Artifack atau benda-benda fisik
Contoh dari wujud konkret kebudayaan ini adalah bangunan-bangunan megah seperti Candi dan benda-benda bergerak. Semua benda hasil karya manusia tersebut bersifat konkret dan dapat diraba serta difoto. Sebutan khusus kebudayaan dalam wujud konkret disebut dengan “kebudayaan fisik”.
2. Lingkaran berikutnya melambangkan kebudayaan sebagai :
Kebudayaan sebagai sistem tingkah laku dan tindakan ang berpola
Lingkaran 2 menggambarkan wujud tingkah laku manusianya seperti menari, berbicara, bertingkah laku dan sebagainya. Kebudayaan ini bersifat konkret dan dapat didokumentasikan dan difilmkan. Karena itu pola tingkah laku manusia disebut sebagai “sistem sosial”.

(lebih…)

Materi Antropologi Kelas X : Konsep Dasar, Peran Fungsi, dan Keterampilan Antropologi dalam Mengkaji Kesamaan dan Keberagaman Budaya, Agama, Tradisi, dan Bahasa

Senin, Desember 21st, 2015
  1. Pengertian Antropologi

Antropologi berasal dari kata yunani antropos, yang berarti “manusia atau orang”, dan logos yang berarti studi (ilmu). Jadi, antropologi merupakan disiplin yang mempelajari manusia berdasarkan rasa ingin tahu yang tiada henti- hentinya.Antropologi merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari budaya masyarakat. Antropologi juga mempelajari manusia sebagai mahluk biologis sekaligus mahluk sosial. (lebih…)

Posted in Antropologi SMA | No Comments »

Materi Antropologi Kelas XI : Metode Etnografi dan Manfaatnya dalam Mencari Solusi Berbagai Permasalahan Sosial-Budaya

Senin, Desember 21st, 2015

Etnografi adalah metode yang paling lazim digunakan di dalam berbagai penelitian antropologi. Berdasarkan beberapa referensi yang pernah saya baca, secara singkat dapat dirumuskan, bahwa metode etnografi adalah strategi pendeskripsian pola-pola berkomunitas suatu suku bangsa di wilayah tertentu. Terutama dalam konteks suku bangsa di Indonesia yang memiliki perbedaan ‘eksotis’ antara satu dengan yang lainnya.Metode ini lahir hampir bersamaan dengan lahirnya ilmu antropologi yang sekaligus menjadi embrio dikenalnya ilmu ini; ilmu yang lebih banyak mengandalkan pengamatan dan analisis terhadap perkembangan kebudayaan manusia berkomunitas, dari waktu ke waktu yang sarat dengan berbagai perubahan, sebagai sebuah keniscayaan. (lebih…)

Posted in Antropologi SMA | No Comments »

Materi Antropologi Kelas XII : Karya Ilmiah dan Metode Penelitian Antropologi

Senin, Desember 21st, 2015

a. Pengertian karya ilmiah

           Menurut Eko Susilo (1995:11) merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh dari keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, dan penelitian dalam bidang tertentu yang disusun berdasarkan metode tertentu dan sistematis dengan menggunakan bahasa penulisan yang santun, serta isinya dapat dipetanggungjawabkan kebenarannya dan keilmiahannya. Suatu karya dapat dikatan ilmiah apabila melalui proses dengan menggunakan metode ilmiah. Sehingga karya ilmiah merupakan suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk ilmiah. Karya ilmiah sendiri dibentuk dengan tujuan, antara lain:

  1. Memberi penjelasan
  2. Memberi komentar atau penilaian
  3. Memberi saran
  4. Menyampaikan sanggahan
  5. Membuktika hipotesa

(lebih…)

Posted in Antropologi SMA | No Comments »

Materi Antropologi Kelas XII : Relativitas, Ketahanan, Inovasi dan Asimilasi Budaya

Senin, Desember 21st, 2015

Relativitas Budaya
Diversitas budaya di antara etnis yang tinggal di kepulauan Indonesia menandai, bahwa masing-masing masyarakat etnis mempunyai sistem tata nilai, norma, adat istiadat, dan hukum adat yang berbeda. Perbedaan sistem tata nilai, norma, adat istiadat, dan hukum adat masyarakat menyebabkan penerapan suatu budaya luar belum tentu sesuai dengan budaya lokal masyarakat. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh sistem budaya yang dianut masing-masing masyarakat berlainan. Sistem tata nilai budaya yang dianggap baik di suatu daerah, belum tentu di daerah lain akan dianggap baik. Realita ini memunculkan suatu teori yang disebut relativisme budaya. Berdasar teori relativisme budaya pemahaman mendalam terhadap kultur masyarakat merupakan persyaratan mutlak sebelum ditarik suatu penilaian budaya. Hal ini berlaku pula bagi identifikasi gejala sosial budaya, penentuan program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat yang memiliki karakteristik sistem nilai, norma, adat isitiadat dan hukum adat yang berbeda. (lebih…)

Posted in Antropologi SMA | No Comments »

Materi Antropologi Kelas XII : Kesetaraan dan Hubungannya dengan Perubahan Sosial Budaya

Senin, Desember 21st, 2015

Kesetaraan Manusia

Kesetaraan menunjukkan adanya tingkatan yang sama, kedudukan yang sama, tidak lebih tinggi atau tidak lebih rendah antara satu sama lain. Kesetaraan manusia bermakna bahwa manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa memiliki tingkat atau kedudukan yang sama. Tingkatan atau kedudukan tersebut bersumber dari adanya pandangan bahwa semua manusia diciptakan dengan kedudukan yang sama yaitu sebagai makhluk mulia dan tinggi derajatnya dibanding makhluk lain.

Pengertian Kesetaraan Sosial Budaya

Kesetaraan sosial adalah tata politik sosial di mana semua orang yang berada dalam suatu masyarakat atau kelompok tertentu memiliki status yang sama. Setidaknya, kesetaraan sosial mencakup hak yang sama di bawah hukum, merasakan keamanan, memperolehkan hak suara, mempunyai kebebasan untuk berbicara dan berkumpul, dan sejauh mana hak tersebut tidak merupakan hak-hak yang bersifat atau bersangkutan secara personal. hak-hak ini dapat pula termasuk adanya akses untuk mendapatkan pendidikan, perawatan kesehatan dan pengamanan sosial lainnya yang sama dalam kewajiban yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. (lebih…)

Posted in Antropologi SMA | No Comments »

Materi Antropologi Kelas XI : Perubahan Budaya dan Melemahnya Nilai-nilai Tradisional

Senin, Desember 21st, 2015

Dalam masyarakat pasti akan mengalami perubahan, baik perubahan yang besar maupun kecil. Perubahan budaya menekankan pada perubahan system nilai yang mengatur tingkah laku suatu masyarakat.Dalam hidupnya, manusia memiliki naluri untuk mengembangkan daerah kekuasaannya dengan melakukan migrasi atau perpindahan.Perpindahan tersebut berawal dari upaya manusia memenuhi kebutuhannya yang berkaitan dengan mata pencahariannya.Proses migrasi ini membawa dampak terhadap proses penyebaran kebudayaan dari satu daerah ke daerah lain.Dengan adanya migrasi (perpindahan manusia dari daerah satu ke daerah lain),maka terjadilah proses difusi,akulturasi,asimilasi,dan penetrasi budaya. (lebih…)

Posted in Antropologi SMA | No Comments »

Materi Antropologi kelas XI : Persamaan dan Perbedaan Budaya, Bahasa, Dialek, Tradisi Lisan yang Ada di Masyarakat Setempat

Senin, Desember 21st, 2015

Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. setiap daerah memiliki bahasa daerahnya sendiri disertai dengan logat atau dialek. Hal itu menunjukkan ciri khas masing-masing daerah.

Berdasarkan daerahnya, wilayah Indonesia menurut Koentjaraningrat (1999) terdiri dari beberapa budaya lokal, yaitu :
a. Tipe masyarakat berdasarkan sistem berkebun yang sangat sederhana, dengan keladi dan ubi jalar sebagai tanaman pokoknya dalam kombinasi dengan berburu dan meramu. Contoh kebudayaan di Mentawai dan penduduk Pantai Utara Papua.
b. Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam di ladang atau di sawah. Sistem dasar kemasyarakatannya berupa komunitas petani. Contoh kebudayaan di Nias, Batak, penduduk Kalimantan Tengah, Minahasa, Flores dan Ambon. (lebih…)

Posted in Antropologi SMA | No Comments »

Materi Antropologi Kelas XI : Pemetaan Budaya, Masyarakat Pengguna Bahasa Dialek, dan Tardisi Lisan di Suatu Daerah dan Nusantara

Senin, Desember 21st, 2015

Negara Indonesia adalah negara yang memiliki masyarakat majemuk, yaitu masyarakat yang terdiri dari berbagai kebudayaan, ras, agama, bahasa dan sebagainya. Meskipun masyarakat Indonesia bersifat majemuk tetapi ada perbedaan dan persamaan seperti bahasa, dialek, dan tradisi lisan. Masyarakat pengguna bahasa dialek mempelajari juga bahasa Indonesia yang digunakan sebagai bahasa pemersatu. Keberagaman masyarakat Indonesia melahirkan bahasa yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. kemudian dalam daerah itu sendiri terdapat masyarakat yang memiliki dialek bahasa yang berbeda-beda pula. Untuk itu sebagai pemersatu bangsa digunakanlah bahasa Indonesia.

  1. Pemetaan Budaya

Budaya yang ada di Indonesia dipetakan sesuai dengan daerahnya masing – masing. Misalnya logat bahasa jawa dari Indramayu, yang merupakan bahasa jawa yang telah mendapat pengaruh bahasa sunda atau logat bahasa Sunda dari Banten atau logat bahasa Cirebon dan logat bahasa Sunda Cirebon.

(lebih…)

Posted in Antropologi SMA | No Comments »

Materi Antropologi Kelas X : Budaya Lokal, Budaya Nasional, Budaya Asing, Hubungan antar Budaya di Era Globalisasi

Senin, Desember 21st, 2015

Masyarakat  Indonesia adalah masyarakat multikultural, majemuk yang memiliki beragam agama, suku, bahasan dan budaya. Letak Indonesia yang strategis,  tanah yang subur dengan kekayaan alam melimpah ruah menjadikan Masyarakat Indonesia memiliki beragam kebudayaan. Menurut Anthony Reid, negara Indonesia merupakan negeri dibawah angin karena pentingnya posisi Indonesia di mata dunia. Keadaan geografi yang strategis ini menyebabkan semua arus budaya asing bebas masuk ke Indonesia. Hampir semua budaya setiap etnis mulai Asia sampai Eropa ada di Indonesia. Budaya yang masuk itu memperkaya dan mempengaruhi perkembangan budaya lokal yang ada secara turun temurun. Perkembangan kebudayaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

  1. Lingkungan geografis induk bangsa, dan
  2. Kontak antarbangsa.

(lebih…)

Posted in Antropologi SMA | No Comments »