Skip to toolbar

Silabus Sosiologi SMA Kelas XI Kurikulum 2013

Kompetensi Inti              :

KI 1     : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 2     : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

KI 3     : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah Continue reading

Silabus Sosiologi SMA Kelas X Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 merupakan sebuah pembelajaran yang menekankan pada aspek afektif atau perubahan perilakku dan Kompetensi yang ingin dicapai adalah kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan. Bagi Semua mata pelajaran menggunakan diajarkan dengan pendekatan yang sama yaitu menggunakan pendekatain saintifik, yang menggunakan 5 M : Mengamati,Menanya, Mengumpulkan Informasi, Menalar dan Mengkomunikasikan.Sebagai calon guru kita harus mengenal apa saja komponen dalam kurikulum 2013, baik itu cara membuat RPP, dan metode yang tepat yang sesuai dengan kurikulum 2013. Oleh karena itu bagi teman-teman yang akan membuat RPP, silabus yang digunakan dapat di lihat di bawah ini :

Kompetensi Inti             :

KI 1    : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

Continue reading

John Dewey & Filsafat Pragmatisme (dalam pendidikan)

pragmatim

Akhir abad XIX atau memasuki abad XX di Amerika berkembang sebuah aliran filsafat yang begitu besar dampaknya bagi perkembangan negara tersebut sehingga mengubah cara pandang rakyat Amerika salah satunya di bidang pendidikan yang disebut pragmatisme. Tokoh pragmatisme pertama adalah Charles Sander Peirce kemudian diikuti oleh William James kemudian terakhir adalah John Dewey .
Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar ialah apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat-akibatnya yang bermanfaat secara praktis. Pegangan pragmatisme adalah logika pengamatan. Aliran ini bersedia menerima segala sesuatu, asal saja membawa akibat yang praktis. Pengalaman-pengalaman pribadi diterimanya asal bermanfaat. Rasionalitas dalam pragmatisme telah direduksi menjadi yang berguna, yang bermanfaat, atau yang berfungsi. Continue reading

IPS atau IPA ???

IPA-vs-IPS

Dalam sistem pendidikan di Indonesia, siswa sekolah menegah atas (SMA) diperkenalkan dengan system penjurursan. Sistem ini bertujuan agar siswa lebih memfokuskan kajian keilmuan yang akan dipelajarinya. Penjurusan akan dilakukan ketika siswa berada di kelas 2 SMA. Ada 3 jurusan yang ditawarkan oleh sebagian besar SMA di Indonesia yaitu jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bagi siswa yang tertarik untuk mempelajari ilmu-ilmu alam seperti Fisika, Kimia dan Biologi, jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial bagi siswa yang tertarik dengan kajian sosial seperti Ekonomi, Sejarah, Geografi, Sosiologi dan jurusan Bahasa untuk siswa yang tertarik mempelajari bahasa Indonesia dan bahasa asing.

Penjurusan bertujuan agar memudahkan siswa dalam memilih focus kajian keilmuannya ketika berada di perguruan tinggi nantinya. Akan tetapi ada fenomena ganjil yang muncul akibat sistem penjurusan ini, dimana jurusan IPA menjadi lebih superior Continue reading

Masih Menganggap Remeh Ibu Rumah Tangga ? Think Again !

rumah-tanggaKita pasti sudah banyak mendengar jika anak yang mempunyai ibu yang bekerja sebagai ibu rumah tangga ditanaya apa pekerjaan ibunya, pasti akan dijawab bahwa ibunya tidak bekerja hanya dirumah sebagai ibu rumah tangga. Sebagian besar masyarakat yang belum memahami betul apa itu gender pasti berpikiran sama dengan anak yang ditanya tersebut. Orang cenderung menganggap bahwa menjadi ibu rumah tangga bukan merupakan sebuah profesi, seorang perempuan yang memilih menjadi seorang ibu rumah tangga sama dengan pengangguran karena dengan menjadi ibu rumah tangga seorang perempuan tidak menghasilkan apa-apa. Masyarakat masih dengan pemahaman mereka bahwa sebuah profesi diakui jika bersifat produktif atau menghasilkan sesuatu atau penghasilan misalnya. Hal ini yang menyebabkan pada masanya pendidikan dianggap kurang penting bagi perempuan karena pada dasarnya perempuan setelah enikah akan menjadi ibu rumah tangga sehingga ilmu yang diperolehnya tersebut tidak dapat dipakai untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang produktif, sehingga laki-laki mendapat posisi yang istimewa karena merekalah yang memiliki tanggung jawab untuk keluarganya kelak. Sehingga pendidikan bagi laki-laki lebih diprioritaskan untuk medapatkan pekerjaan di sektor publik yang produktif.

Orang sering meremehkan pekerjaan yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga, dengan menganggap bahwa Continue reading

Ethnograpy

Catatan Lapangan Suku Tengger desa Ngadas, Probolinggo, Jawa Timur 31 Maret-3 April 2014

 

  • Senin 31 Maret 2014

Hari Keberangkatan

Hari ini merupakan hari yang sudah ditunggu-tunggu untuk berangkat ke Suku Tengger desa Ngadas di kaki gunung Bromo yang terkenal itu.Setelah persiapan selesai kami berangkat sekitar pukul 12.30 sedikit lebih awal dari waktu yang direncanakan.ini merupakan pengalaman pertama saya melakukan perjalanan darat sejauh ini.Walaupun sangat lelah karena menghabiskan waktu perjalanan hanya denagn duduk saja, tetapi saya juga senag karena dapat melihat kota-kota baru yang belum saya lihat sebelumnya, termasuk genagan lumpur di porong yang sangat terkenal itu.Setelah menempuh perjalanan sekitar 12 jam lebih akhirnya rombongan kami tiba di terminal Sukapura sekitar pukul 01.30 dini hari.Terlihat banyak warga sekitar yang menawarkan jualan kepada kami, kelihatannya mereka sudah dapat memanfaatkan keadaan desa mereka sebagai tempat wisata sebagai keuntungan di bidang ekonomi.Terlihat mereka sudah memenfaatkan keadaan untuk kemajuan desa mereka.Tetapi kami belum sampai pada desa tujuan kami. Oleh karen itu kami harus berganti kendaraan dengan Jip karena medan pegunungan tidak dapat dilewati oleh bus besar berkapasitas 50 orang lebih.Pagi ini kami tidak dapat langsung melakukan observasi karena hari keberangkatan kami bertepatan dengan hari raya Nyepi dan kebetulan Suku Tengger di desa Ngadas merupakan penganut agama Hindu Continue reading

Belajar Kesehatan Tidak Mesti Jadi Dokter

Antropologi Kesehatan

(Sosiologi & Antropologi UNNES)

Ketika kita membicarakan mengenai kesehatan, apa yang kita pikirkan ? Semua orang pasti setuju bahwa kajian-kajian dengan tema tersebut hanya untuk mereka yang mengaji khusus mengenai hal tersebut. Yang muncul di benak kita pada akhirnya adalah kesehatan hanya bisa dipelajari jika kita menekuni bidang kedokteran, keperawatan, kebidanan, ataupun kesehatan masyarakat. Sangat mustahil jika orang awam dibuat percaya bahwa “orang-orang” dari ilmu sosial juga mengkaji tentang kesehatan. Sebenarnya tanpa pengetahuan sosial masyarakat, seorang petugas kesehatan juga akan tidak dapat melaksanakan tugasnya.Dalam ilmu sosial ada dua ilmu turunan yang mengkaji tentang kesehatan yaitu Antropologi Kesehatan dan Sosiologi Kesehatan.Dalam penerapannya hanya terdapat perbedaan tipis antara Antropologi kesehatan dan Sosiologi Kesehatan, dimana keduanya melihat kesehatan Continue reading

Antropologi yang Galau

wordle-anthropology-3Sebagai sebuah ilmu pengetahuan, Antropologi juga mengalami perkembangan baik dalam penerapannya maupun dalam tujuan serta substansi dalam Antropologi itu sendiri. Seperti sejarahnya, Antropolgi pertama kalinya dilahirkan dari rasa ingin tahu orang Eropa mengenai masyarakat luar Eropa yang menurut mereka primitif dan tidak beradap. Sehingga pada awalnya Antropologi hanya digunakan untuk mempelajari budaya-budaya dalam hal ini hanya berhubungan dengan ritual-ritual atau sistem masyarakat di suatu masyarakat atau daerah tertentu. Namun dalam perkembangannya substansi yang dipelajari dalam Antropolgi semakin kompleks yaitu dari mengamati budaya dari luar orang yang mengamati menjadi semua kegiatan manusia yang berhubungan dengan akal budi merupakan budaya. Oleh karena itu sampai sekarang dari orang awam sampai dengan para ahli masih bingung dengan pertanyaan ‘apa yang dimaksud dengan kebudayaan? Apakah hanya berkaitan dengan ritual adat yang bersifat tradisonal atau segala bentuk aktivitas manusia yang diwujudkan dalam tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Sampai saat ini juga masih banyak orang yang mengartikan budaya sebagai Continue reading

Hello world!

Welcome to Jejaring Blog Unnes Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!