Studium General 12 September 2017, di C7 Lt.3 FIS Unnes

 

Tema           : The Use Of Schoolbook as An Educational Online Portal Utilized for Teaching, Learning, and Research

Pembicara    : Prof. Luis Carmelo L. Buenaventura, PhD.

Pada tanggal 12 September 2017, saya mengikuti kegiatan studium general yang diadakan oleh Jurusan Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang bersama teman-teman. Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB, dengan susunan acara sebagai berikut:

  1. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
  2. Laporan kegiatan oleh Ibu Asma Luthfi, S.Th.I., M.Hum.
  3. Sambutan dari ketua jurusan, Bapak Kuncoro Bayu Prasetyo, S.Ant., M.A.
  4. Penyampaian materi

           Pemateri     : Bapak Prof. Luis Carmelo L. Buenaventura, PhD.

           Moderator   : Ibu Ninuk Sholikhah Akhiroh, S.S., M.Hum.

  1. Tanya Jawab
  2. Penutup

Setelah dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, kemudian acara selanjutnya diserahkan kepada moderator yang memberikan pengarahan proses berjalannya acara studium general ini.

Materi yang disampaikan oleh Mr. Be (Prof. Luis Carmelo L. Buenaventura, PhD.) begitu banyak, sehingga saya hanya dapat menangkap beberapa poin saja. Keadaan tersebut diperparah dengan bercampurnya penggunaan Bahasa Inggris dalam penyampaian materinya. Meskipun demikian, saya tetap berjuang sampai titik darah penghabisan.

:mewek2 :mewek2 :mewek2 :mewek2

Berikut ini adalah beberapa poin yang berhasil saya catat:

  • Perbedaan penggunaan bahasa (istilah dalam keluarga) dari Bahasa Indonesia dan Filipina, yaitu:

           Kakek dengan nenek > Lolo at Lola

           Bapa dengan ibu > Tatay at Nanay

           Kakak laki-laki dan kakak perempuan > Kuya et Ate

           Paman dengan tante > Tito et Tita

           Keponakan laki-laki/ perempuan > Pamangkin

           Sepupu > Pinsan

  • Pola hubungan yang diterapkan di Filipina adalah bilateral. Kemudian sistem penamaan yang digunakan adalah setiap anak harus ditambahkan nama bapak dan ibu dibelakangnya sebagai tanda bahwa dia merupakan anggota keluarga yang sama.
  • Program Schoolbook ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan keluarga yang terjadi diantara keluarga, fakultas, dan juga para staff. Program yang dilaksanakan mirip seperti Facebook.
  • Pelaksanaan schoolbook ini seperti pembelajaran pada universitas terbuka, pertemuan tidak selalu di dalam kelas, bisa dilaksanakan melalui sistem online. Maksudnya adalah perkuliahan setiap harinya tidak dilaksanakan di kelas. Kegiatannya adalah materi yang akan dipelajari di bagikan oleh dosen, kemudian para mahasiswa mempelajarinya secara mandiri. Pertemuan perkuliahan dalam universitas terbuka biasanya dilaksanakan seminggu satu kali, pada hari Minggu. Akan tetapi, kegiatan dalam schoolbook ini lebih sering, seminggu bisa saja 3 kali, bergantian antara tatap muka langsung dengan melalui e-class.
  • Kelebihan schoolbook bagi guru dan siswa adalah:

          + Komunikasi lebih efektif

          + Memiliki rasa kekeluargaan

          + Penilaian dapat dilaksanakan dengan cepat dan transparan

  • Kelebihan schoolbook bagi orang tua siswa adalah:

          + Orang tua dapat memantau secara langsung prestasi dari anaknya tanpa kebohongan

          + Orang tua dapat memantau absensi anaknya

          + Orang tua dapat mengetahui kekurangpahaman anaknya terhadap pelajaran tertentu

          + Bisa berdiskusi secara langsung mengenai kekurangan tersebut dengan gurunya.

  • Kekurangan schoolbook bagi guru, siswa, dan orang tua adalah:

          – Timbulnya rasa malas

          – Sinyal internet yang terkadang mengalami penurunan kualitas

          – Meningkatnya plagiarism

          – Terlalu transparan, hingga skor dari siswa dapat diketahui orang tuanya.

Kemudian Setelah pemaparan materi, diadakan sesi tanya jawab. Namun dalam sesi ini, saya tidak mencatat pertanyaan yang muncul. Semua pertanyaan yang diberikan dapat dijawab dengan jelas dan tidak ngambang, sehingga tidak menimbulkan keraguan.

Acara studium general ini selesai pada pukul 12.00, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Berikut ini adalah dokumentasi pribadi yang berhasil saya ambil:

1. MC membuka acara Studium General

2. Laporan kegiatan oleh Ibu Asma Luthfi, S.Th.I., M.Hum.

3. Sambutan dari ketua jurusan, Bapak Kuncoro Bayu Prasetyo, S.Ant., M.A.

4. Pembukaan untuk penyampaian materi oleh moderator, Ibu Ninuk Sholikhah Akhiroh, S.S., M.Hum.

5.1. Penyampaian materi oleh Bapak Prof. Luis Carmelo L. Buenaventura, PhD.

5.2. Penyampaian materi oleh Bapak Prof. Luis Carmelo L. Buenaventura, PhD.

6. Sesi tanya jawab

7.1. Penyerahan kenang-kenangan

7.2. Penyerahan kenang-kenangan

8.1. Sesi foto bersama (dosen)

8.2. Sesi foto bersama (mahasiswa)

8.3. Sesi foto bersama (selfie)

9. Foto bersama MC cantik, Dica Rahmawati Budiarjo dan Bapak Prof. Luis Carmelo L. Buenaventura, PhD.

TENTANG GERIMIS, GADIS, DAN  PAYUNGNYA

Oleh: Ardhi Noorkhan Syuhada, 3401415046

Disuatu hari yang membosankan, seorang mahasiswa terlihat sedang duduk termenung dan bermalas-malasan disebuah warung makan di belakang Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes, ya, warung makan Bu Yanti. Sambil memandangi otang yang berseliweran, dia juga memikirkan tugas yang semakin hari semakin menumpuk, memikirkan kata-kata yang akan dituliskan dalam sebuah karya featurenya. Dia pun berpikir, walau gerimis begini, aku harus tetap berkarya, harus selalu menghasilkan sesuatu yang akan berguna bagi sesama.

“Oh ya! Aku akan membuat sebuah motivasi untuk para mahasiswa Indonesia yang lain”. Para pembaca pasti berpikir, bagaimana bisa seorang pemalas yang hanya duduk di warung makan membuat sebuah motivasi untuk tetap berkarya bagi mahasiswa lain? Bukan, dia bukanlah seorang mahasiswa pemalas, dia hanyalah bagian dari mahasiswa yang terkubur tugas dari dosen dan organisasinya.

Mulailah dia menulis sebuah feature. Dalam benak pikirannya, menghasilkan sebuah bacaan motivasi pastinya sangat sulit, karena tulisan tersebut sebaiknya mempunyai tata bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Dia berpikir keras untuk memenuhi persyaratan tersebut. Mulailah dia membuka laptopnya dan mengetik. Satu dua kata diketiknya,  lalu kemudian dihapus lagi. Ketik, backspace, ketik, backspace, begitu terus sampai akhirnya adzan ashar terdengar begitu menggelegar. Dia memutuskan untuk pergi ke masjid untuk shalat berjamaah.

Berwudlulah dia di kamar mandi kosnya,  kemudian melangkah ke masjid. Entah apa yang melatarbelakangi semangatnya untuk shalat berjamaah di masjid. Setelah selesai shalat ashar di masjid, cuaca berubah menjadi gerimis. Pada saat itulah dia mendapatkan ide yang sangat bagus. Ide tersebut didapatkannya setelah melihat seorang mahasiswi melintas didepannya, menembus dahsyatnya air gerimis dengan berteduhkan payung. Bagai disambar petir dia langsung saja pulang ke kosnya dengan berlari-lari kecil.

Sesampainya di kos, dia menuangkan idenya kedalam microsoft word 2007 laptopnya. Jiwanya membara, kata-katanya mengucur dengan derasnya. Dalam waktu singkat tugas yang sudah dikerjakannya tadi selama dua jam belum selesai, sekarang dapat terselesaikan dengan waktu sepuluh menit saja.

“Alhamdulillah ya Allah”. Dia mengucapkan rasa syukurnya kepada Tuhan. Kemudian mahasiswa itu duduk termenung didepan laptopnya, memikirkan sebuah pelajaran dari peristiwa yang baru saja dilaluinya. “Ternyata dengan kita mengutamakan urusan akherat, secara tidak langsung Allah akan mengurus urusan duniawi kita. Bukankah tadi merupakan sebuah kebetulan, seusai shalat turun gerimis, mahasiswi melintas didepan mata, mengenakan payung dan dengan semangat menembus gerimis, pada akhirnya muncul ide tulisan ini?”. Begitulah yang ada dibenak pikirannya setelah itu.

Dari peristiwa tersebut kita dapat mengambil pelajaran bahwa sesibuk apapun diri kita, separah apapun kondisi kita, seberantakan apakah diri kita, janganlah melupakan kewajiban kita sebagai manusia untuk selalu beribadah kepada Tuhan. Ketika ibadah kita kepada-Nya teratur, tertib, intinya kita merapikan akherat kita ( tanpa melepas secara total urusan duniawi), maka Allah akan membantu urusan duniawi kita, memudahkan segala urusan kita, membantu memberikan jalan keluar untuk setiap permasalahan yang kita hadapi. Oleh karena itu, kita boleh saja berusaha dengan keras menyelesaikan permasalahan dunia yang ada, tetapi tetaplah mengutamakan urusan akherat, karena kita bukanlah apa-apa tanpa pertolongan dari-Nya.

 

Cinta itu…

Cinta itu apa?

  • Cinta bukan karna kamu menyimpan ratusan fotonya dalam HPmu
  • Cinta bukan karna kamu sering chating sama dia sehari semalam
  • Cinta bukan karna dia memberimu hadiah yang mewah
  • Cinta bukan karna kamu yang sering ngobrol setiap waktu denganya
  • Cinta bukan ketika dia didekati cowok/cewek lalu kamu cemburu

Tetapi..

  • Cinta adalah di saat kamu hanya ingin dia bahagia
  • Cinta adalah ketika segalanya di dunia ini mengingatkanmu tentangnya
  • Cinta adalah ketika dia pernah melukai hatimu, tapi kamu masih tetap mencintainya.

Halo!

Assalamu’alaikum…

Perkenalkan nama saya Ardhi Noorkhan Syuhada, mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Fakultas Ilmu Sosial, jurusan Pendidikan Sosiologi dan Antropologi angkatan 2015.

Pembuatan blog ini memiliki beberapa tujuan, yaitu supaya konten yang terdapat didalamnya digunakan sebagai bahan atau referensi untuk pembelajaran pada umumnya dan khususnya juga sebagai pemenuhan tugas awal pada mata kuliah media pembelajaran audio-visual rombel 1, tentang pembuatan dan pengelolaan blog.

Pada postingan selanjutnya, diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih luas bagi para pelajar dan juga bagi masyarakat umum. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum….

Skip to toolbar