Materi Antropologi SMA Kelas XII : Kesenian di Indonesia

173665_festival-kesenian-musik-nusantara_663_382

Konsep Kesenian

Kesenian merupakan hasil unsur kebudayaan yang sudah sangat menyatu dengan kehidupan kita sehari-hari. Coba kamu bayangkan seandainya dalam kehidupan ini tidak ada kesenian, seperti musik, tari-tarian, puisi atau seni pertunjukan, pasti kehidupan kita akan terasa kering, hampa dan sangat menjemukan. Dalam konteks sederhana, keseniaan adalah sesuatu yang sifatnya menghibur.

Namun lebih mendalam, kesenian menjadi alat atau sarana manusia untuk mengekspresikan dirinya. Ekspresi timbul karena adanya pikiran dan suasana kehidupan. Ekspresi yang timbul karena intensi pikiran misalnya konsep dan struktur pikiran. Sedangkan ekspresi yang muncul karena suasana misalnya ketika kamu sedang merasa bahagia karena akan dibelikan sepeda motor oleh orang tuamu. Sepanjang hari mungkin kamu akan mengekspresikan suasana kegembiraan tersebut dengan menyanyi atau tertawa ceria. Nah, dari penjelasan tersebut, apakah kamu telah mendapatkan gambaran tentang konsep kesenian? Apa saja bentuk-bentuk kesenian dan bagaimana perkembangan kesenian di Indonesia? Kamu akan mempelajarinya berikut ini.

  1. Pengertian Kesenian

Apakah pengertian atau definisi kesenian? Ada berbagai definisi kesenian yang disajikan di sini. Kamu dapat menelaah satu persatu, kemudian membuat definisi dengan bahasamu sendiri. Kata “seni” adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Kata seni berasal dari kata ”sani” yang kurang lebih artinya ”jiwa yang luhur atau ketulusan jiwa”.

Menurut kajian ilmu di Eropa, seni disebut ”art” (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang/ atau karya dari sebuah kegiatan. Kesenian, seni rupa, seni sastra, seni musik, seni pertunjukan, seniman, karya seni, tradisional, modern, apresiasi. Dampak perkembangan seni di Indonesia. Bentuk seni rupa, seni sastra, dan seni pertunjukan. Kesenian di Indonesia. Fungsi seni rupa, seni sastra, dan seni pertunjukan. Hubungan karya seni dengan seniman dan masyarakat.

Menurut Suharto Rijoatmojo dalam buku Ethnologie, kesenian adalah segala sesuatu ciptaan manusia untuk memenuhi atau untuk menunjukkan rasa keindahan. Keseniaan merupakan hasil dari unsure budaya manusia, yaitu rasa. Definisi kesenian lainnya adalah menurut Alexander Alland, sebagaimana yang dituliskan oleh Marvin Harris. Ia menyatakan bahwa kesenian adalah bermain dengan menghasilkan bentuk transformasi representatif yang estetik. Pendapat tersebut,dapat dijabarkan berikut ini. Bermain adalah kesenangan, aspek aktivitas kepuasan yang tidak dapat diukur. Bentuk adalah bangunan yang dibentuk pada waktu dan ruang bermain di dalam kesenian. Estetik adalah eksistensi kapasitas manusia secara universal sebagai suatu apresiasi emosi dan kesenangan. Adapun perwujudan transformasi adalah aspek komunikasi suatu kesenian. Kesenian selalu mewakili sesuatu dan mengomunikasikan informasi. Komunikasi di dalam kesenian berbeda dengan komunikasi lain. Komunikasi di dalam kesenian harus diubah ke dalam bentuk kiasan atau pernyataan simbolik. Kamu telah memahami berbagai pengertian kesenian. Lalu sejak kapan kesenian ini muncul? Berdasarkan penelitian para ahli, seni atau karya seni sudah ada kurang lebih sejak 60.000 tahun yang lalu. Bukti ini terdapat pada dinding-dinding gua di Prancis Selatan. Buktinya berupa lukisan yang berupa torehan-torehan pada dinding dengan menggunakan warna yang menggambarkan kehidupan manusia purba. Artefak atau bukti ini mirip lukisan modern yang penuh ekspresi. Hal ini dapat kita lihat dari kebebasan mengubah bentuk. Satu hal yang membedakan antara karya seni manusia purba dengan manusia modern adalah terletak pada tujuan penciptaannya. Manusia purba membuat karya seni atau penanda kebudayaan sangat dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan di sekitarnya. Sedangkan manusia modern membuat karya seni atau penanda kebudayaan digunakan untuk kepuasan pribadi dan menggambarkan kondisi lingkungannya. Dengan kata lain, manusia modern adalah sosok yang ingin menemukan hal-hal yang baru dan mempunyai cakrawala berpikir yang lebih luas. Saat ini, kesenian terus berkembang seiring dengan perkembangan kebudayaan manusia. Perkembangan kesenian juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Semua bentuk kesenian pada zaman dahulu selalu ditandai dengan kesadaran magis karena memang demikian awal kebudayaan manusia. Dari kehidupan yang sederhana yang memuja alam sampai pada kesadaran terhadap keberadaan alam. Apakah keindahan alam dapat digolongkan sebagai kesenian? Diskusikanlah hal ini dengan teman sebangkumu. Lalu konsultasikan dengan gurumu!

  1. Bentuk-Bentuk Kesenian

Jenis atau bentuk kesenian apa saja yang biasa kamu nikmati seharihari? Bagi kamu yang menyukai musik, mungkin kamu terbiasa mendengarkan lagu-lagu dari radio, handphone,atau menonton konser musik penyanyi favorit kamu. Dari siaran televisi, kamu juga biasa menikmati berbagai bentuk kesenian, mulai dari film hingga pertunjukkan lawak. Mungkin, kamu juga pernah menonton pameranpameran seni lukis dan kerajinan. Begitu banyak bentuk kesenian di sekitar kita, mulai dari yang tradisional hingga kesenian kontemporer. Biasanya, antropolog menyoroti seni sebagai suatu gejala kebudayaan, yaitu dengan aktivitas menyusun katalog, memotret, mencatat, dan mendeskripsikan seluruh bentuk kegiatan imajinatif pada suatu kebudayaan tertentu. Hasil imajinasi tersebut adalah berbagai jenis seni seperti musik, tarian sosial, legenda, pakaian, selimut, gaya tembikar, hiasan bangunan, monumen, dan lain-lain. Namun secara garis besar, beberapa bentuk kesenian tersebut dapat digolongkan sebagai berikut.

  1. Seni Rupa

Seni rupa merupakan cabang seni yang membentuk karya seni yang bisa ditangkap oleh mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan yang diberikan oleh seni rupa merupakan hasil olahan dari konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. Secara kasar, terjemahan seni rupa dalam bahasa Inggris adalah fine art.Namun, sesuai perkembangan seni modern istilah ini menjadi lebih khusus kepada pengertian seni rupa murni. Hal ini untuk membedakan dengan istilah seni kriya atauvisual arts. Apabila dilihat dari ukurannya, seni rupa dapat berbentuk dua dimensi atau tiga dimensi. Seni rupa dua dimensi terdiri atas satuan panjang dan lebar, misalnya lukisan atau kartun. Sedangkan seni rupa tiga dimensi terdiri atas ukuran panjang, lebar, dan tinggi misalnya patung dan kerajinan.

1) Bidang- Bidang Seni Rupa

Bidang-bidang seni rupa terdiri atas:

  1. Seni Rupa Murni

Seni rupa murni adalah bidang seni rupa yang mengutamakan cipta, rasa dan karsa manusia pada sesuatu yang indah untuk mengekspresikan diri. Yang tergolong seni rupa murni antara lain seni lukis, seni grafis, seni patung, seni instalasi, seni keramik, seni film, dan seni fotografi.

  1. Seni Rupa Terapan (Seni Kriya)

Seni rupa terapan adalah bidang seni rupa yang menciptakan karya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Yang tergolong seni kriya adalah kriya tekstil, kriya kayu, kriya keramik, dan kriya rotan.

  1. Desain

Seni rupa desain merupakan bidang seni rupa yang mempelajari rancang bangun atau bentuk suatu karya seni. Yang tergolong dalam seni rupa desain antara lain arsitektur, desain grafis, desain interior, desain busana, dan desain produk.

2) Fungsi Seni Rupa

Di depan telah dijelaskan bahwa dengan berkesenian, manusia mampu mengekspresikan pikiran dan suasana lingkungan yang melingkupi dirinya. Demikian pula dengan seni rupa, bidang seni rupa memiliki beberapa fungsi atau peranan dalam kehidupan manusia, antara lain:

  1. Media atau sarana komunikasi.
  2. Media atau sarana mengekspresikan diri atau untuk mencapai kepuasan batin.
  3. Menambah keindahan barang-barang atau produk yang diciptakan manusia sehingga nilai ekonominya meningkat.
  4. Sebagai pelengkap kebutuhan hidup.
  5. Sebagai suatu kebanggaan pribadi atau individu.
  6. Seni Sastra

Apakah kamu termasuk orang yang gemar membaca? Jenis bacaan apa saja yang sering kamu nikmati? Banyak sekali manfaat yang kamu peroleh apabila kamu rajin membaca. Kamu akan lebih tahu banyak hal dan dengan bekal pengetahuan itu, kamu akan mudah menganalisis berbagai masalah dan mampu mencari solusinya. Nah, apakah kamu dapat membedakan mana bacaan atau buku yang tergolong hasil karya seni sastra dan bukan? Untuk mengetahuinya, kamu perlu memahami pengertian seni sastra berikut ini.

1) Pengertian Seni Sastra

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, sastra adalah bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari). Definisi kedua menurut kamus ini adalah karya tulis, yang jika dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya. Istilah sastra sendiri, berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ”tulisan” atau ”karangan”. Sastra biasanya diartikan sebagai karangan dengan bahasa yang indah dan isi yang baik. Bahasa yang indah artinya bisa menimbulkan kesan dan menghibur pembacanya. Isi yang baik artinya berguna dan mengandung nilai pendidikan. Bentuk fisik dari sastra disebut karya sastra. Penulis karya sastra disebut sastrawan. Dalam Bahasa Indonesia, kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada ”kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Tetapi kata ”sastra” bisa pula merujuk kepada semua jenis tulisan, apakah ini indah atau tidak. Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini, sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu. Biasanya, kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa lokal. Misalnya, kamu yang bersekolah di Yogyakarta dan Jawa Tengah akan mempelajari sastra Jawa, teman-temanmu yang bersekolah di Jawa barat akan mempelajari sastra Sunda, dan seterusnya. Dari ketiga sumber di atas, arti kata sastra selalu mengarah pada inti yang sama berikut ini. Menurutmu apakah setiap karya sastra harus bersifat mendidik?

  1. Sastra berupa bahasa, untaian kata-kata, gaya bahasa, ungkapan.
  2. Sastra tercurah dalam bentuk kitab, karya tulis, tulisan, karangan, lisan.
  3. Sastra bernilai seni, indah, artistik, asli sastra berisi ajaran, pendidikan, instruksi, dan pedoman.

2) Bidang Seni Sastra

Seni sastra tidak hanya berhubungan dengan tulisan tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu. Oleh karena itu, seni sastra bisa dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Seni Sastra Tulis

Sesuai namanya, seni sastra tulis merupakan bentuk karya sastra yang dituangkan dalam bentuk tulisan, yaitu kombinasi huruf yang mempunyai makna atau arti. Banyak sekali jenis seni sastra tulisan yang berkembang di masyarakat, misalnya dalam bentuk prosa, puisi, cerita fiksi, dan essai.

  1. Seni Sastra Lisan

Seni sastra lisan disampaikan dengan bahasa lisan , yaitu dengan dituturkan secara langsung kepada pendengar, dengan atau tanpa iringan musik tertentu.

3) Fungsi Seni Sastra

Seni sastra yang diwujudkan dalam bentuk karya sastra memiliki beberapa fungsi penting dalam masyarakat, di antaranya:

  1. Sarana Menyampaikan Pesan Moral

Sastrawan menulis karya sastra, antara lain untuk menyampaikan model kehidupan yang diidealkan dan ditampilkan dalam cerita lewat para tokoh. Dengan karya sastranya, sastrawan menawarkan pesan moral yang berhubungan dengan sifat-sifat luhur kemanusiaan, memperjuangkan hak dan martabat manusia. Sifat-sifat itu pada hakikatnya universal, artinya diyakini oleh semua manusia. Pembaca diharapkan dalam menghayati sifatsifat ini dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan nyata. Moral dalam karya sastra atau hikmah yang akan disampaikan oleh sastrawan selalu dalam pengertian yang baik karena pada awal mula semua karya sastra adalah baik. Jika dalam cerita ditampilkan sikap dan tingkah laku tokoh-tokoh yang tidak terpuji, baik mereka berlaku sebagai tokoh antagonis maupun protagonis, bukan berarti sastrawan menyarankan bertingkah laku demikian. Pembaca diharapkan dapat mengambil hikmah sendiri dari cerita. Sesuatu yang baik justru akan lebih mencolok bila dikonfrontasikan dengan yang tidak baik.

  1. Sarana Menyampaikan Kritik

Seni sastra, terutama sastra tulisan dapat menjadi sarana untuk menyampaikan kritik atas fenomena sosial maupun politik dalam masyarakat. Misalnya, novel atau puisi yang mengemukakan masalah kemiskinan, perbedaan gender Terlepas dari berbagai definisi yang disebutkan, kamu perlu mencoba mendefinisikan ulang apa itu sastra dan sastrawan secara sederhana.

  1. Menumbuhkan Rasa Nasionalisme dan Penghargaan terhadap Kebudayaan Daerah

Sebagai bagian dari kebudayaan nasional, seni sastra Indonesia merupakan wahana ekspresi budaya dalam rangka upaya ikut memupuk kesadaran sejarah serta semangat nasionalisme. Semangat nasionalisme dalam seni sastra tidak hanya aktual pada masa revolusi saja, tetapi di era globalisasi yang dapat mengancam sendi-sendi nasionalisme suatu bangsa. Pada tahun 1928, Mohammad Yamin menerbitkan kumpulan puisi yang berjudul Indonesia Tumpah Darahku. Penerbitan itu bertepatan dengan Kongres Pemuda II. Melalui internet atau literatur yang ada di perpustakaanmu, carilah karya sastra yang bertemakan nasionalisme. Pilihlah salah satu judul karya sastra tersebut dan salin atau buat ringkasannya dalam buku tugasmu. Buatlah analisis singkat mengenai peristiwa atau kejadian yang melatarbelakangi pembuatan karya sastra tersebut. Pembagian kesenian menurut Koentjaraningrat Koentjaraningrat membagi bidang kesenian menjadi beberapa hal, yaitu:

  1. Seni Pertunjukan

Dalam bahasa Inggris, seni pertunjukan dikenal dengan istilah perfomance art. Seni pertunjukan merupakan bentuk seni yang cukup kompleks karena merupakan gabungan antara berbagai bidang seni. Jika kamu perhatikan, sebuah pertunjukan kesenian seperti teater atau sendratari biasanya terdiri atas seni musik, dialog, kostum, panggung, pencahayaan, dan seni rias. Seni pertunjukan sangat menonjolkan manusia sebagai aktor atau aktrisnya. Seni pertunjukan dibagi dua yaitu seni pertunjukan tradisional dan seni pertunjukan modern atau yang muncul belakangan ini. Apabila dilihat dari perkembangannya akan terlihat bahwa seni pertunjukan tradisional kalah berkembang dengan seni pertunjukan modern. Apabila tidak diantisipasi dengan baik, bukan tidak mungkin seni pertunjukan tradisional tersebut akan hilang.

  1. Seni Musik

Di dalam antropologi ada cabang ilmu khusus yang mempelajari musik yaitu etnomusikologi. Etnomusikologi adalah cabang antropologi yang mempelajari dan mengamati kesenian rakyat. Seni music merupakan keterampilan kreatif individual yang dapat dipupuk dan dapat merupakan kebanggaan seseorang karena telah menciptakan atau memainkannya. Melalui musik, nasihat atau pesan dapat disampaikan lebih mudah karena didengar atau diperdengarkan berulang kali. Sifat nyanyian adalah didaktis, inspiratif, religius, politis, emosional, simbolis dan mudah diingat. Musik memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  1. Komunikasi secara merata melalui perasaan atau pengalaman hidup
  2. Menyampaikan nilai sebagai fungsi social
  3. Memberi inspirasi
  4. Menyampaikan nilai religius

Kesenian di Indonesia 11

Bentuk Seni di Era Kontemporer Di era kontemporer ini telah banyak lahir bentuk seni yang baru, di antaranya:

  1. Klik Art

Dalam proses pembuatan klik art, seseorang tidak harus membuatnya dengan tangan (melukisnya sendiri). Dalam Klik Art ini siapa saja bisa membuat lukisan dengan memanfaatkan gambar yang ada atau lukisan orang lain yang mungkin diubah atau ditambahi, bahkan dikurangi. Tapi perlu diingat dalam klik art ini kamu harus bisa mengoperasikan komputer dan program- progarmnya yang digunakan dalam kegiatan ini, misalnya: Corel Draw, Photosop, dan sebagainya.

  1. Net Art

Net art merupakan bentuk seni yang dipamerkan di ruang maya (Internet). Di net art ini, kamu bisa mengubah gambar, mengurangi dan menambahi, atau mungkin kamu mengganti inisial pembuatnya dengan namamu. Namun perlu diingat walaupun kamu mengubah atau mengganti inisial pencipta pada karya net art ini, si pembuat akan semakin bangga karena ia merasa menang dan puas karena karyanya ternyata interaktif.

  1. Video Art atau Video Instalasi

Jenis kesenian video art ini tidak beda dengan seni instalasi yang dalam aktualisasinya si seniman memanfatkan teknologi televisi yang terhubung dengan video atau komputer. Jadi, pesan yang ingin di sampaikan si kreator itu diserahkan pada seonggok mesin, tapi kadang si kreator juga menyertakan tubuhnya atau tubuh orang lain, yang sepertinya kita melihat itu mirip seni pertunjukan. Namun ini tidak dapat dikatakan sebagai seni pertunjukan murni karena masih ada unsure rupa-nya, namun juga bukan seni rupa karena sarana dalam video art ini unsur gerak, bunyi, dan sastra juga.

Sumber :

Dyastriningrum. 2009. Antropologi untuk Kelas XII SMA/MA. Jakarta Departemen Pendidikan Nasional PT. Cempaka Putih

http://www.masyonow.net/2012/07/download-buku-bse-sma-kelas-12-lengkap.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:


Skip to toolbar