Archives for Uncategorized Category\

HASIL DISKUSI KELOMPOK PETA KONSEP DAN PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

Wednesday, April 11th, 2018

Pertemuan ke 5 (Selasa, 10 April 2018)
Pada minggu lalu telah diberikan tugas kelompok oleh Pak Agung setiap kelompok terdiri dari 5 orang untuk membuat mind maping atau peta konsep dari materi Administrasi Perkantoran kemudian dari peta konsep tersebut ditentukan media pembelajaran apa yang tepat.
Setelah satu minggu berlalu maka tiba waktunya untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok yaitu pada pertemuan ke 5 tanggal 10 April 2018. Ada beberapa hal yang harus disampaikan pada saat presentasi di depan antara lain:
a. Peta konsep yang telah dibuat dan materi apa yang dimasukan dalam peta konsep tersebut
b. Media pembelajaran apa yang dipilih
c. Mengapa memilih media pembelajaran tersebut
Kemudian setiap perwakilan kelompok satu orang maju kedepan untuk mempresentasikan hasil diskusinya :

1. Kelompok 1, Siti Khotimah
Kelompok pertama memilih materi komunikasi dengan berfokus pada praktik bertelepon baik menerima telepon maupun menelpon kemudian untuk mempermudah siswa dalam mempelajari materi tersebut kelompok 1 memilih Video sebagai media pembelajaran sehingga siswa dapat mengetahui cara berkomunikasi yang benar melalui video tersebut dan dengan harapan siswa dapat dengan mudah menyerap materi yang disampaikan guru

2. Kelompok 2, Wanda Dwi
Kelompok kedua ini juga memilih materi tentang komunikasi hampir sama dengan kelompok pertama, namun kelompok 2 ini fokus pada proses komunikasinya atau ke ranah kognitif nya yang nantinya dari proses komunikasi tersebut dapat diketahui siapa pengirim pesan, penerima pesan, media yang digunakan untuk menyampaikan pesan, dan berbagai hambatan yang mungkin terjadi. Kemudian kelompok 2 juga memilih media Video untuk materi proses komunikasi ini.

3. Kelompok 3, Hafidhotul Khasanah
Kelompok 3 ini memilih materi Hubungan Masyarakat (Humas) yang berfokus pada pelayanan pelanggan, kelompok 3 ini mengambil materi humas karena mereka ingin supaya berbagai informasi yang disebarkan oleh bagian humas ini adalah semua berupa fakta dan bukan Hoax. Sehingga, untuk menghapus anggapan tersebut maka kelompok 3 berharap bahwa humas bisa dijadikan jembatan sebagai sumber informasi yang akurat. Kemudian media yang dipilih oleh kelompok 3 ini adalah Pop Up atau semacam buku yang nantinya didalam buku itu ada gambar timbul yang menjelaskan berbagai alur pelayanan yang dilakukan oleh bagian humas.

4. Kelompok 4, Lailatul Khasanah
Kelompok 4 memilih materi Komunikasi dengan berfokus pada komunikasi yang dilakukan di kantor yang nantinya akan dijelaskan berbagai alur komunikasi yang ada di kantor, materi ini lebih berfokus pada kognitif atau pengetahuan, dan kelompok 4 memilih media Video untuk memudahkan siswa memahami materi komunikasi yang ada dikantor.

5. Kelompok 5, Fauzan Priambodo
Kelompok 5 memilih materi Kearsipan yang berfokus pada ranah kognitif atau pengetahuan yaitu materi sistem penyimpanan arsip yang dibagi menjadi : sistem penyimpanan abjad, wilayah, tanggal, pokok soal, nomor desimal, dan nomor terminal digit. Kemudian untuk memudahkan penyampaian materi kelompok 5 memilih media Video yang nantinya dalam video tersebut akan dijelaskan berbagai sistem dengan alat – alat arsip dan peraga yang menjelaskanya.

6. Kelompok 6, Metayani
Kelompok 6 ini memilih materi Pelayanan Prima yang berfokus pada kepuasan pelanggan eksternal yang nantinya dijelaskan bahwa untuk melayani pelanggan ada beberapa hal yang perlu diketahui seperti 3A (Attitude, Attention, Action) kemudian kelompok 6 memilih media Video yang menampilkan cara pelayanan prima yang baik dan benar sekaligus ada peraga dalam video tersebut.

7. Kelompok 7, Reny Eka S
Kelompok 7 memilih materi Humas yang berfokus pada media humas yang nantinya menjelaskan berbagai media yang digunakan dalam hubungan masyarakat. Kemudian memilih media yaitu Puzzle yang nantinya siswa dapat menyusun puzzle tersebut dan mengetahui media apa yang terdapat di puzzle tersebut.
Namun, menurut Pak Agung media puzzle pada materi media humas ini kurang tepat.

8. Kelompok 8, Ani Chudaifah
Kelompok 8 memilih materi Pengadaan Perbekalan ada beberapa materi pengetahuan yang dijelaskan dan juga bisa digunakan untuk praktik. Namun sebelum praktik harus diketahui terlebih dahulu materi dasar seperti pengertian, fungsi, sistem pengadaan dll. Kelompok 8 memilih media Video dan Role Mode. Video digunakan untuk menampilkan berbagai cara pengadaan kemudian setelah siswa mengetahui dan paham maka guru akan membagi siswa kedalam beberapa kelompok untuk menggunakan media Role Mode atau bermain peran misalnya: ada pimpinan, kepala gudang dll yang nantinya dipraktikan alur dari pengadaan perbekalan

9. Kelompok 9, Ayuni
Kelompok 9 ini memilih materi mengetik 10 jari dengan menggunakan 3 alat yaitu mesin tik manual, mesin tik elektronik, dan Personal Computer. Pada materi mengetik 10 jari ini kelompok 9 menggunakan Media yaitu aplikasi yang bisa diinstal dilaptop seperti Typing Master sehingga harapanya siswa dapat berlatih sendiri di rumah masing-masing dan harapanya semua siswa dapat mengetik 10 jari buta tanpa melihat tuts namun melihatnya ke arah teks yang diketik

10. Kelompok 10, Berliana
Kelompok 10 ini memilih materi manajemen kearsipan mereka merasa jika materi kearsipan hanya disampaikan seperti biasa itu sangat membosankan sehingga kelompok 10 ini berkeinginan untuk membuat Game yaitu Arsip Legend untuk memudahkan siswa dalam belajar kearsipan.

11. Kelompok 11, Kearsipan
Kelompok 11 ini juga memilih materi kearsipan yang berfokus pada manajemen kearsipan yaitu sistem penyimpanan arsip. Kemudian media yang dipilih adalah Pop Up

Dari berbagai pemaparan para kelompok dapat diambil kesimpulan bahwa dalam pemilihan media pembelajaran yang tepat itu harus melibatkan materi, guru dan siswa dan jika dalam penggunaan suatu media guru masih berperan banyak itu artinya belum dikatakan media. Dalam hal ini media hanya sebagai perantara penyampaian materi selebihnya seorang guru harus mengetahui media apa yang tepat untuk materi yang akan disamapaikan.

Cukup sekian informasi dari saya semoga bermanfaat 

PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

Friday, April 6th, 2018

Pertemuan ke 4 (Selasa, 3 April 2018)
Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi informasi mengenai Pemilihan Media Pembelajaran. Setelah pertemuan yang lalu dibahas dan ditampilkan mengenai berbagai macam media pembelajaran seperti Video dan Peta konsep maka pada kesempatan ini kita harus mampu memilih media yang tepat dan sesuai untuk suatu mata pelajaran atau materi yang akan disampaikan supaya nantinya peserta didik bisa dengan mudah menyerap materi yang disampaikan oleh guru melalui media yang tepat tentunya.

Seperti yang tercantum dalam buku Azhar Arsyad (2013) halaman 67-78, bahwa pertimbangan-pertimbangan dalam memilih media pembelajaran seperti motivasi, perbedaan individual, tujuan pembelajaran, organisasi isi, persiapan sebelum mengajar, emosi, partisipasi, serta penerapan. Dalam buku Azhar Arsyad juga disebutkan mengenai penekanan dalam pembelajaran seperti menghafal, menerapkan ketrampilan, mengaitkan hubungan-hubungan, dan berpikir lebih tinggi.

Jadi, hal terpenting dari pemilihan media pembelajaran itu adalah media tersebut harus ada kaitanya atau nyambung dengan teori dan materi yang akan diajarkan, kemudian harus memilah apakah materi tersebut berupa hafalan, praktik, atau materi yang menerapkan ketrampilan khusus. Sehingga, media pembelajaran tidak melulu powerpoint atau video yang biasa kita jumpai dalam pembelajaran di sekolah-sekolah.

Dalam pemilihan media pembelajaran seorang guru harus mempunyai beberapa pertimbangan atau kriteria khusus tentunya yang terkait dengan materi yang akan diajarkan, seorang guru juga harus menguasai materi terlebih dahulu supaya dari materi tersebut bisa dibuat peta konsepnya kemudian dari peta konsep tersebut bisa menentukan media pembelajaran yang tepat.

Dengan adanya media pembelajaran yang tepat maka akan didapat kualitas dalam proses pembelajaran karena guru dapat dengan mudah mentransfer materi melalu media yang tepat sebagai sarana untuk membantu penyampaian materi kepada siswa. Kualitas pembelajaran juga dipengaruhi oleh kualitas media pembelajaran yang digunakan. Sehingga, untuk mendapatkan kualitas pembelajaran yang baik dan berpengaruh pada siswa maka diperlukan perencanaan dan pemilihan media pembelajaran yang baik dan tepat pula. Jika media pembelajaran tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan maka media pembelajaran tersebut dapat digunakan secara efektif dan tidak sia-sia.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan mengenai pemilihan media pembelajaran, semoga bermafaat 

Posted in Uncategorized | No Comments »

VIDEO PEMBELAJARAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

Monday, April 2nd, 2018

Pertemuan Selasa, 27 Maret 2018
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi informasi mengenai Media Pembelajaran yang dapat digunakan pada jurusan Administrasi Perkantoran. Pada hari Selasa minggu lalu ketika saya mengikuti perkuliahan pengembangan Media Pembelajaran. Saya disuguhi atau ditampilkan beberapa video mengenai Administrasi Perkantoran.
Video dapat digunakan sebagai salah satu Media Pembelajaran untuk memudahkan siswa menyerap atau menangkap materi yang dipelajari, dengan tampilan video yang menarik itu akan membuat siswa merasa senang dan sedikit mengurangi rasa bosan mengikuti pembelajaran disekolah yang hanya berkutat dengan buku, bolpoin, dan papan tulis saja.
Video yang ditampilkan oleh Pak Agung adalah semuanya yang berhubungan dengan Administrasi Perkantoran, Pak Agung menggolongkan media tersebut ada yang bersifat kognitif dan media dengan materi bersifat praktek.
1. Video materi praktek, pak Agung menampilkan dua video yaitu tentang kearsipan
a. Video yang pertama hanya berupa gambar-gambar berjalan dengan diiringi musik tanpa ada suara atau penjelasan, namun penjelasanya berupa tulisan berjalan dengan gambar yang ditampilkan, misalnya: gambar filling cabinet, gambar guide, map, folder dan yang lainya.
b. Video yang kedua, hampir sama dengan video pertama yaitu tentang materi kearsipan, namun pada video kedua ini ada peraga yaitu orang asing yang berbahasa Inggris dalam penjelasanya, pada video tersebut menjelaskan bagaimana cara menata arsip dinamis, dengan berbagai peralatan yang lengkap seperti : filling cabinet, guide, map, dan folder dengan warna yang berbeda-beda untuk memudahkan dalam penjelasnya.
Dari kedua Video tersebut tentu video kedua lebih menarik dan mudah dipahami hanya saja terkendala masalah bahasa. Namun, menurut Pak Agung dari video yang kedua kita dapat melihat bahwa media yang sesungguhnya adalah keterpaduan antara teori, alat, dan komunikasinya.
2. Video yang bersifat kognitif, yaitu video yang berdasarkan pengetahuan, pemahaman dan berdasarkan teori yang ada. Pada video yang ditampilkan ada seorang wanita asing yang sedang diwawancarai mengenai administrasi perkantoran, kemudian ada beberapa orang juga yang diwawancarai tentang administrasi perkantoran, pembuat video ingin mengetahui beberapa pendapat dari berbagai sumber dengan pekerjaan yang berbeda namun semuanya tentang administrasi perkantoran, ini bertujuan untuk mengkaji konsep-konsep administrasi perkantoran dan supaya orang – orang mengetahui bahwa admnistrasi perkantoran itu sangat luas dan tidak hanya melulu tentang kearsipan, mengetik, dan menulis saja.
3. Video Praktik secara langsung di kantor, Pak Agung juga menampilkan beberapa contoh video yang menampilkan bagaimana pekerjaan yang ada di kantor dengann berbagai peraga yang mempunyai peran yang berbeda-beda. Dalam video tersebut, ditampilkan bagaimana cara menerima telepon yang baik, menerima tamu yang baik, mengurus surat masuk dan keluar, dan mengarsipkan. Video tersebut juga dapat digunakan untuk media pembelajaran di administrasi perkantoran.
Dari berbagai media berupa video-video yang telah saya jelaskan diatas tentu saja masih memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, yang terpenting disini dalam pembuatan media pembelajaran harus diperhatikan materi dan aspek-aspek supaya sesuai dan terkait antara teori yang dipelajari.
Selain video yang menarik, untuk memudahkan dalam menyerap mata pelajaran guru juga bisa menggunakan peta konsep sesuai materi dan teori yang ada. Sehingga siswa akan lebih mudah memahami materi melalui konsep-konsep yang dibuat dan kemudian menghubungkanya sehingga bisa terkait satu sama lain.
Sekian penjelasan dari saya mengenai media yang dapat digunakan pada Administrasi Perkantoran. Semoga bermanfaat 

Oleh :
Ayung Ningtias
7101415090
PAP B 2015

Posted in Uncategorized | No Comments »

MEDIA PEMBELAJARAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

Thursday, March 22nd, 2018

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi informasi mengenai Media Pembelajaran yang saya dapat dari Mata Kuliah Pengembangan Media Pembelajaran dengan dosen Pengampu Bapak Agung Kuswantoro. Seperti yang kita ketahui bahwa Media itu sangat penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas karena media merupakan perantara untuk menyampaikan pesan dari seorang guru kepada para siswanya.
Seperti yang tercantum dari artikel yang saya baca di google scholar mengenai Media Pembelajaran dari A.Arsyad 2016 bahwa Media pembelajaran berasal dari bahasa latin ”medius” yang secara harfiah berarti ”tengah”, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.

Sehingga, dengan keterbatasan yang dimiliki, manusia seringkali kurang mampu menangkap dan menanggapi hal-hal yang bersifat abstrak atau yang belum pernah terekam dalam ingatannya dan untuk menjembatani proses belajar mengajar yang demikian, diperlukan media pembelajaran yang memperjelas dan mempermudah peserta didik dalam menangkap pesan pesan pendidikan yang disampaikan. Oleh karena itu, semakin banyak peserta didik disuguhkan dengan berbagai media dan sarana prasarana yang mendukung, maka semakin besar kemungkinan nilai-nilai pendidikan mampu diserap dan dicernanya

Ada berbagai Media Pembelajaran yang dapat digunakan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas. Seperti yang dijelaskan oleh Pak Agung di pertemuan Minggu lalu ketika kita mencari di google contohnya Media Pembelajaran untuk mapel matematika itu akan keluar banyak sekali berbagai macam media yang digunakan misalnya: bangun ruang, begitu pula dengan mapel geografi, dan biologi akan dijumpai banyak media pembelajaran yang dapat digunakan. Namun, yang sangat disayangkan disini ketika mencari di google mengenai media pembelajaran untuk Administrasi Perkantoran itu sangat sedikit dan yang ditemukan pun hanya berupa powerpoint, cover, dan gambar-gambar. Itu yang menjadikan motivasi Pak Agung dan kami tentunya sebagai mahasiswa untuk bisa mengembangkan atau bahkan membuat Media Pembelajaran untuk jurusan Administrasi Perkantoran.
Kemudian Pak Agung juga menjelaskan berbagai contoh media pembelajaran yang dapat digunakan di Jurusan Administrasi Perkantoran. Salah satunya adalah Media “Gudmen” yang digunakan dalam pembelajaran mengetik manual, dalam pengembagan media ini digunakan satuan epm (entakan per menit) untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengetik manual. Kemudian ada media audio yang dapat digunakan dalam pembelajaran stenografi, jika di mengetik ada satuan epm di stenografi juga mempunyai satuan yang disebut skm (suku kata per menit) yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat kemampuan siswa dalam menulis stenografi. Selanjutnya media e-arsip yang digunakan dalam pembelajaran Kearsipan. Media-media tersebut juga dapat digunakan di lingkungan perkantoran untuk mengefisiensi pekerjaan dan menghemat waktu dalam penyelesaian tugas. Sangat menarik media-media yang telah dicontohkan oleh Pak Agung tersebut, sehingga dalam perkuliahan kali ini diharapkan seluruh mahasiswa mampu menciptakan berbagai macam Media Pembelajaran khususnya untuk jurusan Administrasi Perkantoran.
Sekian penjelasan saya mengenai Media Pembelajaran Administrasi Perkantoran, semoga bisa memberi motivasi dan bermanfaat bagi kita semua 

Oleh :
Ayung Ningtias 7101415090
Rombel PAP B 2015

Posted in Uncategorized | No Comments »

Tegal

Thursday, November 19th, 2015

Tegal adalah daerah kelahiranku. Tempatnya sangat indah dan nyaman menurutku. Ada beberapa tempat wisata terkenal di Tegal salah satunya adalah Guci.

Guci Indah adalah Objek wisata yang berada di Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Memiliki luas 210 Ha, terletak di kaki Gunung Slamet bagian utara dengan ketinggian kurang lebih 1.050 meter. Dari Kota Slawi berjarak ± 30 km, sedangkan dari Kota Tegal berjarak tempuh sekitar 40 km ke arah selatan.

Banyak orang yang sering mengunjungi Guci terutama pada hari Minggu. Kebanyakan dari mereka berkunjung untuk refreshing dan ketika malam pun Guci masih terlihat ramai. Karena disekitar Guci ada beberapa villa untuk menginap.

Fasilitas yang tersedia antara lain penginapan (kelas melati sampai berbintang), wisata hutan (wana wisata), kolam renang air panas, lapangan tennis, lapangan sepak bola, dan bumi perkemahan.

Posted in Uncategorized | No Comments »

Biodata

Thursday, November 19th, 2015

Nama               : Ayung Ningtias

TTL                 : Tegal, 19 Juni 1997

Alamat            : Desa Blubuk Rt 03 Rw 04, Kec.  Dukuhwaru, Kab. Tegal

Hobi                : Mendengarkan musik, menulis.

Cita-cita          : Ingin menjadi Guru, Dosen

Motto              : Lihatlah orang dibawahmu supaya tidak meremehkan karunia Allah.

About Me        : Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Sekarang saya kuliah di UNNES semester 1 Fakultas Ekonomi Prodi Pendidikan Ekonomi (Pend.Adm.Perkantoran). Saya menyukai semua hal-hal yang baru.

 

Posted in Uncategorized | No Comments »

parikan konservasi

Thursday, November 19th, 2015

Tumbas jus karo burjo

Tumbase teng Bekasi

Unnes iku kampus ijo

Unnes Konservasi

 

Maem donat karo jeruk

Maeme bareng si Lusi

Unnes sejuk

Slogane Konservasi

 

Mlaku-mlaku bareng si Anam

Mlakune nggawa papan

Tetep lestarikan Alam

Kanggo urip masa depan

Posted in Uncategorized | No Comments »

RUMAH ILMU “KONSERVASI” UNTUK MAHASISWA UNNES #2

Tuesday, November 17th, 2015

Konservasi dalam Universitas Negeri Semarang adalah hal yang tidak asing lagi di telinga atau bahkan di media massa, media elektronik dan sumber informasi lainnya. Karena semua orang sudah mengetahui bahwa UNNES adalah salah satu Universitas Konservasi di Indonesia. Dan untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah, karena UNNES mempunyai mahasiswa yang tidak sedikit, jadi untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya peran aktif dari seluruh mahasiswa yang ada di UNNES. Dalam hal pengembangan konservasi di lingkungan UNNES itu bukan hal yang sulit. Karena di kampus UNNES sudah dikatakan layak sebagai kampus konservasi. Namun dalam hal pengembangan karakter mahasiswanya supaya bisa menjadi mahasiswa yang peduli lingkungan adalah hal yang agak sedikit sulit.

Dengan semakin rendahnya jiwa konservasi para mahasiswa pada saat ini. perlu adanya program untuk mewujudkan Universitas konservasi yaitu dengan dibuatnya rumah ilmu yang dijadikan tempat untuk proses pembelajaran tentang konservasi itu sendiri, dalam rumah ilmu itu sesama mahasiswa dapat saling berbagi ilmu tentang konservasi itu sendiri, mulai dari dasar sampai praktek langung atau aksi nyata konservasi. Dengan adanya rumah ilmu itu sendiri akan lebih efektif dalam pengenalan konservasi. Para dosen juga bisa terlibat atau mendampingi supaya rumah ilmu itu bisa berjalan dengan baik. Dan konservasi dapat dipraktekan secara langsung misalnya dibuatnya sebuah taman dan taman itu tidak dibiarkan begitu saja, namun dapat dirawat bersama-sama oleh para mahasiswa yang menjadi bagian dari rumah ilmu itu sendiri. Jadi konservasi dapat terlihat hasil nyatanya bukan hanya dari kampusnya saja namun para mahasiswa yang mempunyai kepedulian tinggi pada lingkungan atau alam sekitar UNNES. Dan untuk kedepanya UNNES dapat dikenal didunia sebagai salah satu Universitas Konservasi yang mampu mengembangkan konservasi dengan melibatkan semua para mahasiswanya.

UNNES KONSERVASI

Posted in Uncategorized | No Comments »

Membangun Rumah Ilmu untuk Mewujudkan Universitas Konservasi Bereputasi.

Saturday, November 14th, 2015

MENINGKATKAN JIWA KONSERVASI PADA DIRI MAHASISWA UNNES #1

Mendengar kata konservasi pasti yang ada di benak atau fikiran seseorang adalah hijau, lestari, sejuk, berhubungan erat dengan alam. Karena dari pengertiannya sendiri konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan dengan tetap memerhatikan manfaat yang dapat diperoleh dari lingkungan. Dari hal tersebut sebagian sudah ada di UNNES namun masih ada kekurangan yaitu dari jiwa konservasi mahasiswanya sendiri. Jiwa konservasi pada diri mahasiswa masih perlu dikembangkan karena masih sangat banyak mahasiswa yang acuh dan tak peduli dengan kata konservasi yang sudah melekat di UNNES. Misalnya di kelas ada sampah plastik, namun banyak mahasiswa yang enggan untuk mengambil dan membuangnya mereka hanya membiarkan sampah itu pada tempatnya misalnya dikolong meja. Itu hanya contoh kecil saja dari jiwa konservasi, dan kebanyakan dari mahasiswa itu sendiri tidak mengetahui arti atau dasar dari konservasi .

Padahal UNNES adalah salah satu Universitas di Indonesia yang ditetapkan sebagai Universitas Konservasi, tapi sayangnya konservasi itu belum menyentuh sampai dalam, hanya dari luar, seperti adanya hutan UNNES, taman UNNES yang dikembangkan berdasarkan konservasi. Dan malah yang lebih miris sering di temukan tulisan dalam bentuk brosur yang di tempel di tiang-tiang listrik dengan kata sindiran tentang UNNES konservasi dengan bunyi tulisan “katanya UNNES konservasi? Lalu apa kabar dengan bus UNNES?” tulisan itu sangat tidak etis berada di sekitar UNNES yang notabene adalah Universitas Konservasi. Untuk itu perlu dikembangkan atau dikenalkan lagi pada mahasiswa untuk lebih peduli pada alam terutama di sekitar UNNES supaya nama “KONSERVASI” yang telah diperoleh UNNES dapat dipertanggugjawabkan atau dapat diperlihatkan pada Universitas yang lain bahwa UNNES adalah benar-benar konservasi bukan hanya pada kampusnya saja namun pada jiwa para mahasiswanya juga. Dengan membuat sebuah komunitas atau bisa dijadikan sebuah mata kuliah yang saat ini ada pada mata kuliah mahasiswa angkatan 2015, itu sangat bagus supaya mahasiswa selalu diingatkan bahwa UNNES adalah Universitas Konservasi. Dan dengan adanya komunitas atau mata kuliah yang mempelajari Konservasi itu akan membuat mahasiswa termotivasi untuk melestarikan alam khususnya di Universitas Negeri Semarang.

artikel ini dibuat untuk mengikuti kompetisi BLOG UNNES dan asli karya sendiri “UNNES KONSERVASI”

 

Ayung Ningtias (7101415090)

(Pend. Adm. Perkantoran B 2015)

Posted in Uncategorized | No Comments »


Skip to toolbar