Fenomena Agama Dalam Teori-Teori Antropologi

Salam SosantPedia 🙂

Hallo teman-teman semua, kali ini saya akan membagikan materi mengenai Fenomena Agama Dalam Teori-Teori Antropologi, materi ini merupakan tugas dari mata kuliah Teori-Teori Budaya, pada semester 4 yang lalu. Berikut materinya:

Dalam agama atau religi teori-teori sosiologi juga mengkaji didalamnya. Agama adalah sesuatu yang melekat pada diri manusia ,karena sebuah kepercayaan atau keyakinan yang kuat kepada Sang Maha Pencipta sebagai petunjuk atau pedoman hidup bagi umat manusia dan wujud rasa syukur yang tinggi dengan beribadah. Agama atau religi merupakan salah satu fenomena yang banyak dikaji oleh para ahli-ahli Antropologi pada abad ke-18 dan abad ke-19. Kajian religi yang akan dilakukan oleh para ahli menurut Teori Evolusi, Teori Difusi, Teori Fungsionalisme, Teori Fungsionalisme struktural. Dalam teori-teori yang sudah disebutkan akan dikaitkan dengan fenomena agama atau studi mengenai religi yang ada di sekitar kita.

  • Agama menurut pandangan Teori Evolusi Darwin

Dalam teori evolusi, Darwin menyatakan bahwa spesies-spesies yang ada sekarang merupakan keturunan dari spesies moyangnya. Ide kedua adalah adanya seleksi alarn sebagai mekanisme evolusi. Pada perkembangannya, teori evolusi menimbulkan pro dan kontra di kalangan para ilmuwan atau agamawan. Sebagian ada yang tidak setuju dengan teori tersebut dan sebagian lainnya setuju dengan memberikan dukungan berdasar ayat-ayat, seperti yang terdapat dalam al-Qur’an. Bagi orang beriman yang mempunyai makna religius dan merupakan simbol dari adanya realitas tertinggi, yaitu Allah, sebagaimana telah dijelaskan dalam ayat-ayat al-Qur’an. Teori-teori ilmiah yang ada tidak dapat dibenarkan atau disalahkan begitu saja berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an. Setiap muslim wajib mempercayai segala sesuatu yang terdapat di dalam al-Qur’an. Namun, seorang muslim tidak dapat memaksa orang untuk membenarkan atau menolak suatu teori ilmiah berdaskan Al-Qur’an. Apabila hal ini dilakukan, konsekuensinya seseorang akan menerima atau menolak suatu teori ilmiah sebagai bagian dari suatu aqidah Al-Qur’an. Hal tersebut juga terjadi pada teori evolusi, dimana sebagian ilmuwan muslim menentang teori evolusi dengan beberapa ayat Al Quran dan sebagian lagi membenarkan dengan ayat Al-Qur’an.

            Dalam QS Al An’am : 133 juga dianggap mendukung teori evolusi. Ada yang memahaminya bahwa ,suatu spesies berasal dari spesies lain atau suatu makhluk yang berasal dari makhluk sebelumnya. Berdasarkan analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada ada perbedaan antara konsep Al Quran dengan konsep ilmu pengetahuan tentang asal usul manusia. Tetapi timbul pertanyaan, apakah pendapat tersebut benar atau sengaja diarahkan agar ada kesesuaian? Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa ayat-ayat yang ada di dalam Al-Qur’an tidak dapat dipaksakan menjadi dasar pembenar teori Darwin, tetapi bukan berarti  teori tersebut adalah salah menurut Al Qur’an. Peneliti berpendapat bahwa Al-Qur’an tidak menjelaskan secara rinci apakah penciptaan makhluk hidup itu merupakan proses melalui evolusi atau penciptaan terpisah. Penolakan atau dukungan terhadap teori evolusi seharusnya didasarkan pada bukti-bukti empiris melalui metode ilmiah. Para penganut evolusi meyakini bahwa mekanisme penciptaan makhluk hidup tidak diciptakan secara serentak dalam satu waktu oleh Allah. Akan tetapi mereka meyakini bahwa Allah selaku pemegang kuasa alam semesta dan seisinya dalam menciptakan makhluk hidup mengunakan mekanisme penciptaan secara gradual.

                Lalu mengenai penolakan agamawan terhadap teori evolusi dikemukakan oleh Jamaludin Al-Afghani melalui karyanya Refutation Of The Materialists (1881). Didalam bukunya Al-Afghani mengkritik pandangan Darwin maupun para Darwinisme tentang teori evolusi. Al-Afghani menyatakan kepada darwin, sudah tulikah Darwin sehingga tidak mendengar fakta bahwa orang arab dan yahudi beberapa ratus tahun lamanya telah mempraktekkan khitan, dan sampai sekarang tak seorang pun dari mereka yang terlahir dalam keadaan sudah dikhitan.

  • Agama Menurut pandangan Teori Difusi(Kebudayaan)

Proses difusi (diffusion) adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan ke seluruh dunia. Difusi merupakan salah satu objek penelitian ilmu antropologi. Proses difusi tidak hanya dilihat dari sudut bergeraknya unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lain di muka bumi saja, tetapi terutama sebagai proses di mana unsur kebudayaan dibawa oleh individu dari suatu kebudayaan, dan harus diterima oleh individu-individu dari kebudayaan lain. Teori difusi dalam agama, berarti penyebaran agama dalam kebudayaanya yang melekat didalamya. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan tidak hanya terjadi saat perpindaan dari suatu kelompok manusia dari satu tempat lain,tetapi juga terjadi karena adanya individu-individu membawa unsur kebudayaan hingga jauh tempatnya. Individu-individu yang dimaksud adalah salah satunya para ahli agama(ustad atau ulama,pendeta,biksu,dll).Seperti halnya Penyebaran(difusi) agama melalui pendidikan melalui perkembangan Islam yang cepat menyebabkan munculnya tokoh ulama ,yang menyebarkan agama Islam melalui pendidikan dengan mendirikan pondok-pondok pesantren. Pesantren adalah tempat siswa siswi menuntut ilmu yang berhubungan dengan agama Islam. Setelah para pelajar tersebut selesai dalam menuntut ilmu mengenai agama Islam, mereka mengajarkan kembali ilmu yang diperolehnya kepada masyarakat sekitar.

  • Agama Menurut Pandangan Teori Fungsionalisme

Menurut Talcot Parsons, agama dalam Teori Fungsionalisme merupakan suatu komitmen terhadap perilaku. Agama tidak hanya berkembang dengan ide saja, tetapi juga  merupakan suatu sistem berperilaku yang mendasar. Agama berfungsi mengintegrasikan perilaku masyarakat, baik perilaku lahiriah maupun simbolik. Agama menuntut terbentuknya moral sosial yang langsung berasal dari Tuhan. Agama tidak hanya kepercayaan, tetapi perilaku atau amalan. Kaum fungsionalisme, seperti Brown memandang agama yang berfungsi untuk mencegah perilaku yang menyimpang. Kebanyakan didalam masyarakat, di samping sangsi formal sebagai kontrol masyarakat, agama berperan juga sebagai pengendalian masyarakat. Pada masyarakat-masyarakat yang bersahaja, bahkan penyimpangan terhadap norma-norma agama merupakan hal yang tabu. Keadaan yang sama  juga berlaku bagi orang yang taat beragama, yaitu pantang baginya untuk melanggar norma-norma agamanya.

  • Agama Menurut Pandangan Teori Struktural Fungsionalisme

Teori fungsionalisme memandang agama terhadap masyarakat dan kebudayaan berdasarkan atas karakteristik pentingnya, yakni trasendensi (cara pikir manusia yang mempelajari sifat tuhan dan mustahil dipelajari manusia ) dan pengalaman sehari-harinya dalam lingkungan alam. Teori fungsionalisme struktural menumbuhkan perhatian pada fungsional agama yang diberikan terhadap sistem sosial. Agama berpotensi pada suatu yang berada di luar jangkauan manusia dan keyakinannya bahwa manusia berkepentingan pada suatu pandangan realistis. Dengan melibatkan norma dan peraturan masyarakat sebagai bagian dari tatanan etis dan empiris yang telah ditetapkan oleh kepercayaan dan praktik beragama, maka agama dalam hal ini telah mendorong penguatan pelaksanaanya dalam teori fungsionalisme struktural ini.

STUDI KASUS

Penyebaran(Difusi) Agama Islam di Indonesia

                 Indonesia merupakan Negara yang masyarakatnya sebagaian besar beragama islam. Dalam agama islam terdapat banyak proses dalam penyebaranya,seperti melalui perdagangan, perkawinan, pendidikan, politik, kesenian, tasawuf, yang semuanya mendukung meluasnya ajaran agama Islam. Namun sekarang penyebaran agama islam lebih banyak melalui proses pendidikan seperti halnya mendirikan pesantren yang ada di sebuah daerah tertentu. Perkembangan Islam yang cepat menyebabkan muncul tokoh ulama yang menyebarkan Islam melalui pendidikan dengan mendirikan pondok – pondok pesantren. Dan di dalam pesantren itulah tempat siswa siswi menuntut ilmu yang berhubungan dengan agama Islam. Dan jika para pelajar telah lulus dalam menuntut ilmu mengenai agama Islam, mereka mempunyai kewajiban untuk mengajarkan kembali ilmu yang diperolehnya kepada masyarakat sekitar dalam proses ini masyarakat sekitar menjadi pemeluk agama Islam dengan cara bertahap memalui proses sosialisasi penyebaran agama islam dilingkungan masyarakat.

                    Selain proses penyebaran agama islam dengan melalui pendidikan, terdapat juga penyebaran agama islam melalui seni budaya. Penyebaran agama islam melalui seni budaya, seperti bangunan masjid, seni pahat, seni tari, seni musik, dan seni sastra. Cara seperti ini banyak ditemukan di daerah Jogjakarta, Solo, Cirebon, seni budaya Islam dibuat dengan cara memperkenalkan lalu mengakrabkan budaya daerah setempat dengan ajaran Islam yang diterapkan melalui ajaran tauhid yang dibuat sederhana. Misalnya seperti diadakannya acara pagelaran wayang kulit dan menyebutkan nama tokoh – tokoh simbolis dalam wayang yang diadopsi atau menciptakan nama lain yang bisa mendekatkan dengan ajaran Islam saat pengajaran. Lalu cara berikutnya dengan cara membunyikan bedug sebagai ajakan sholat lima waktu karena sebagai alarm pengingat. Sebab insting masyarakat yang kuat telah akrab dengan gemannya bedug sebagai tanda pemanggil, bahwa waktu beribadah telah tiba. Dan cara berikutnya juga telah diterapkan di desa saya yaitu menggeser tradisi klenik(aktivitas perdukunan) dengan doa – doa pengusir jin seperti mengirim doa untuk  para leluhur kita diantaranya yang disebut denganTahlil. Dalam berbagai cara penyebaran agama islam tersebut melalui beberapa proses ,bahwa fenomena penyebaran agama tersebut masuk ke dalam Teori Difusi. Fenomena agama tersebut ternyata aplikatif jika dikaji dengan teori difusi(penyebaran). Teori difusi merupakan sebuah teori Persebaran unsur-unsur kebudayaan Manusia, kebudayaan manusia dari suatu tempat tertentu, yaitu pada waktu manusai baru saja lahir didunia ini. Kemudian kebudayaan itu berkembang, menyebar, dan pecah kedalam beberapa kebudayaan yang baru, karena pengaruh keadaan lingkuangn dan waktu.

Daftar Pustaka:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: