SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
MaKALAH : SOSIOLOGI TERAPAN PEMBANGUNAN JALAN DI KABUPATEN KENDAL
Nov 18th, 2015 by Azez Blog

BAB 1

PEMBUKAAN

Sosiologi berguna untuk memberikan data sosial yang diperlukan dalam tahap perencanaan pembangunan maupun pelaksanaan pembangunan.Pada tahap perencanaan,yang harus diperhatikan yaitu apa yang menjadi kebutuhan sosial.Pada tahap pelaksanaan yang harus diperhatikan yaitu kekuatan sosial dalam masyarakat serta proses perubahan social.Sementara itu pada tahap penilaian pembangunan,yang harus dilakukan adalah analisis terhadap  efek atau dampak dari sosial pembangunan itu  di Kendal sendiri terdapat masalah tidak meratanya pembangunan di dalah hal infrastruktur khususnya infrastruktur jalan raya , masih banyaknya jalan jalan yang rusak parah dan tidak tersentuh pembangunan dan pemerintah terkesan hanya membiarkan tanpa ada tindakan pembangunan demi kelancaran roda ekonomi masyarakat . di kecamatan Pegandon sendiri terdapat dua ruas jalan raya yg sangat parah rusaknya .

RUMUSAN MASALAH

1.Permasalahan infrastruktur jalan di Kendal secara umum dan di kecamatan Pegandon secara khusus

  1. keseriusan pemerintah kabupaten Kendal tehadap pembangunan infrasteuktur jalan raya

TUJUAN

  1. Mengetahui keadaan dan permasalahan infrastruktur jalan raya di Kendal

 

 

A.keadaan

Empat tahun menjabat,masa pemerintahan yang dipimpin Bupati Kendal Widya Kandi Susanti belum menunjukan ada perubahan dan perbaikan infrastruktur. Bahkan kondisi jalan di wilayah Kendal semakin parah . menurut pantauan saya terdapat 5 jalan utama dari kota ke kecamatan yang mengalami kerusakan parah
tercata sebagi berikut :
Kondisi 5 jalan utama kabupaten di kabupaten Kendal

1.Jl. Putat – Pegandon 5, 7 KM , yang bagus 3 KM, yg rusak 2,7 KM.

  1. Jl. Weleri – Sedayu 6,1 KM, yang bagus 3,4 KiM, yang rusak 2,7 KM.

3.Jl. Kota Kendal/bundaran kebondalem – Magangan 8,3 KM, yang bagus 3 KM, yang rusak 5,3 KM.

  1. Jl. Pegandon/tegorejo – Magangan 6,4 KM. yang bagus 1,2 KM, yang rusak 5,2 KM
  2. Jl. Putat – Kaliwungu 7,4 KM. Yang bagus ………KM, Yang rusak …….KM
    terutama jalan raya yg terdapat di kecamatan pegandon arah pegandon ke magangan bertahun tahun tidak pernah tersentuh pembangunan sehingga rusak parak apalagi ditembah hiruk pikuk truk-truk pengangkut pasir dari hasil pengerukan pasir di sungai kali bodri yang secara illegal di lakukan menambah parahnya kerusakan jalan raya . Kolam kolam air di tengah jalan saat hujan pengendara yang lewat harus sangat berhati-hati jika tidak ingin terjatuh

http://blog.unnes.ac.id/azez/

 

B.keseriusan pemeintah
Pembangunan sarana infrastruktur jalan masih menjadi prioritas dalam anggaran tahun 2015 mendatang. Untuk itulah DPRD Kendal memberikan rekomendasi agar dalam pelaksanaan APBD 2015, terutama untuk pengerjaan fisik agar segera dilakukan diawal tahun. Hal banyaknya pekerjaan fisik, terutama infrastruktur jalan di APBD 2014 ini gagal dikerjakan oleh pemerintah. “Kalau bisa proyek-proyek fisik infrastruktur bisa dikerjakan diawal awal tahun. Jadi Januari mulai direncakan sampai lelang, sehingga Maret 2015 proyek-proyek sudah bisa dikerjakan semua. Sehingga pekerjaan tidak selalu menumpuk diakhir tahun,” ujar Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono disela Rapat Paripurna pengesahaan APBD 2015, Rabu (10/12). Selama kurun waktu 2014 ini banyak-banyak proyek pembangunan jalan kabupaten yang gagal dikerjakan. Penyebabnya lantaran gagal lelang dan amburadulnya manajemen pemerintahan. Banyaknya proyek yang dikerjakan, semestinya menjadi bahan evaluasi di eksekutif. Dengan dikerjakan diawal tahun menurutnya bisa mengurangi resiko proyek gagal lelang. Dalam arti, eksekutif masih memiliki spekulasi waktu untuk melakukan lelang ulang. “Makanya, perencanaan pembangunan harus sudah dilakukan sejak sekarang. Seperti di Provinsi Bali itu, APBD disahkan akhir tahun, awal tahun berikutnya di bulan Januari proyek sudah dilelang. Hal itu karena memang, perencanaan sudah jauh-jauh hari sebelu pembahasan RAPBD,” tandasnya. Hal senada dikatakan Wakil Ketua I DPRD Kendal, Sakdullah. Ia menambahkan banyaknya proyek yang gagal dikerjakan justru berakibat menyengsarakan masyarakat. Sebab sedianya pembangunan sudah dapat dinikmati hasilnya, namun masyarakat masih harus menunggu satu tahun lagi. “Seharusnya pembangunan 2015 bisa mengerjakan pembangunan lain, tapi justru pemerintah harus mengulangi proyek-proyek yang gagal dikerjakan. Sehingga pembangunan terkesan lamban,” katanya. Sakdullah memprediksi, jika Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) APBD 2014 akan tinggi seperti 2013 lalu, yakni mencapai 142 milyar lebih. “Makanya jalan lini-1 Kabupate dari Kaliwungu-Weleri agar dianggarkan setiap tahunnya, sehingga ruas jalan tersebut bisa berfungsi denan baik dan dapat dinikmati masyarakat,” tambahnya. Dalam pengesahan APBD 2015 ada beberapa poin prioritas yang harus dicukupi sebesar Rp 4,084 miliar. Rinciannya, anggaran Kesbangpol bertambah Rp 1,5 miliar untuk kemanaan lingkungan dan wawasan kebangsaan. DPPKAD mendapat penambahan RP 900 juta dan Dinas Pendidikan mendapatkan penambahan anggaran Rp 669 juta untu kesejahteraan guru PAUD. Selain itu untuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rp 90 juta, Dinas Ciptaru Rp 350 juta dan Dinas Perhubungan Rp 575 juta untuk kegiataan LLAJ. Jumlah tersebut harus dicukupi dari cadangan penunjang bantuan keuanganan Provinsi, Belanja Tidak Langsung Gaji dan Hasil rasionalisasi dari Komisi A, B, C dan D. (03)
dikutip dari http://www.beritakendal.com/2014/12/10/perbaikan-jalan-dikerjakan-lebih-awal/
 

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Dari hasil observasi yang saya lakukan terdapat kurang seriusnya pemerintah kabupaten Kendal dalam hal pembangunan infrastruktur jalan raya di buktikan dengan banyaknya jalan rusak dan menyebabkan terhambatnya perputaran roda perekonomian

SARAN
seharusnya pemerintah kabupaten Kendal labih perduli dengan rakyatnya

 

 

SOSIOLOGI TERAPAN
PEMBANGUNAN JALAN DI KABUPATEN KENDAL

 

Disusun oleh :
MUHAMMAD ABDUL AZIZ
3401413059

ROMBEL 3

Fokklor Tari Barong Kabupaten Kendal
Nov 18th, 2015 by Azez Blog

 

SENI BARONG
Kesenian Barongan atau lebih dikenal dengan kesenian singo barong merupakan kesenian khas Jawa Tengah. Akan tetapi dari beberapa daerah yang ada di Jawa Tengah Kabupaten Kendal dan Blora lah yang secara kuantitas, keberadaannya lebih banyak bila dibandingkan dengan Kabupaten lainnya.
Seni Barongan merupakan salah satu kesenian rakyat yang amat populer dikalangan masyarakat Kendal, terutama masyarakat pedesaan. Didalam seni Barong tercermin sifat masyarakat kendal, seperti sifat : spontanitas, kekeluargaan, kesederhanaan,, keras, kompak, dan keberanian yang dilandasi kebenaran.
Barongan dalam kesenian barongan adalah suatu pelengkapan yang dibuat menyerupai Singo Barong atau Singa besar sebagai penguasa hutan angker dan sangat buas.
Adapun tokoh Singobarong dalam cerita barongan disebut juga GEMBONG AMIJOYO yang berarti harimau besar yang berkuasa.
Kesenian Barongan berbentuk tarian kelompok, yang menirukan keperkasaan gerak seekor Singa Raksasa. Peranan Singo Barong secara totalitas didalam penyajian merupakan tokoh yang sangat dominan, disamping ada beberapa tokoh yang tidak dapat dipisahkan yaitu: Bujangganong / Pujonggo Anom Joko Lodro / Gendruwo Pasukan berkuda / reog Noyontoko Untub.
Selain tokoh tersebut diatas pementasan kesenian barongan juga dilengkapi beberapa perlengkapan yang berfungsi sebagai instrumen musik antara lain : Kendang,Gedhuk, Bonang, Saron, Demung dan Kempul. Seiring dengan perkembangan jaman ada beberapa penambahan instrumen modern yaitu berupa Drum, Terompet, Kendang besar dan Keyboards. Adakalanya dalam beberapa pementasan sering dipadukan dengan kesenian campur sari.
Kesenian barongan bersumber dari hikayat Panji, yaitu suatu cerita yang diawali dari iring-iringan prajurit berkuda mengawal Raden Panji Asmarabangun / Pujonggo Anom dan Singo Barong.
Adapun secara singkat dapat diceritakan sebagai berikut :
Prabu Klana Sawandana dari Kabupaten Bantarangin jatuh cinta kepada Dewi Sekartaji putri dari Raja Kediri, maka diperintahlah Patih Bujangganong / Pujonggo Anom untuk meminangnya. Keberangkatannya disertai 144 prajurit berkuda yang dipimpin oleh empat orang perwira diantaranya : Kuda Larean, Kuda Panagar, Kuda Panyisih dan Kuda sangsangan. Sampai di hutan Wengkar rombongan Prajurit Bantarangin dihadang oleh Singo Barong sebagai penjelmaan dari Adipati Gembong Amijoyo yang ditugasi menjaga keamanan di perbatasan. Terjadilah perselisihan yang memuncak menjadi peperangan yang sengit. Semua Prajurit dari Bantarangin dapat ditaklukkan oleh Singo Barong, akan tetapi keempat perwiranya dapat lolos dan melapor kepada Sang Adipati Klana Sawandana. Pada saat itu juga ada dua orang Puno Kawan Raden Panji Asmara Bangun dari Jenggala bernama Lurah Noyontoko dan Untub juga mempunyai tujuan yang sama yaitu diutus R. Panji untuk melamar Dewi Sekar Taji. Namun setelah sampai dihutan Wengker, Noyontoko dan Untub mendapatkan rintangan dari Singo Barong yang melarang keduanya utuk melanjutkan perjalanan, namun keduanya saling ngotot sehingga terjadilah peperangan. Namun Noyontoko dan Untub merasa kewalahan sehingga mendatangkan saudara sepeguruannya yaitu Joko Lodro dari Kedung Srengenge. Akhirnya Singo Barong dapat ditaklukkan dan dibunuh. Akan tetapi Singo Barong memiliki kesaktian. Meskipun sudah mati asal disumbari ia dapat hidup kembali. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke R. Panji, kemudian berangkatlah R. Panji dengan rasa marah ingin menghadapi Singo Barong. Pada saat yang hampir bersamaan Adipati Klana Sawendono juga menerima laporan dari Bujangganong ( Pujang Anom ) yang dikalahkan oleh Singo Barong. Dengan rasa amarah Adipati Klana Sawendada mencabut pusaka andalannya, yaitu berupa Pecut Samandiman dan berangkat menuju hutan Wengker untuk membunuh Singo Barong. Setelah sampai di Hutan Wengker dan ketemu dengan Singo Barong, maka tak terhindarkan pertempuran yang sengit antara Adipati Klana Sawendana melawan Singo Barong. Dengan senjata andalannya Adipati Klana Sawendana dapat menaklukkan Singo Barong dengan senjata andalannya yang berupa Pecut Samandiman. Singo Barong kena Pecut Samandiman menjadi lumpuh tak berdaya.
Akan tetapi berkat kesaktian Adipati Klana Sawendana kekuatan Singo Barong dapat dipulihkan kembali, dengan syarat Singo Barong mau mengantarkan ke Kediri untuk melamar Dewi Sekartaji. Setelah sampai di alun-alun Kediri pasukan tersebut bertemu dengan rombongan Raden Panji yang juga bermaksud untuk meminang Dewi Sekartaji.

Perselisihanpun tak terhindarkan, akhirnya terjadilah perang tanding antara Raden Panji dengan Adipati Klana Sawendano, yang akhirnya dimenangkan oleh Raden Panji. Adipati Klana Sawendana berhasil dibunuh sedangkan Singo Barong yang bermaksud membela Adipati Klana Sawendana dikutuk oleh Raden Panji dan tidak dapat berubah wujud lagi menjadi manusia ( Gembong Amijoyo ) lagi. Akhrnya Singo Barong Takhluk dan mengabdikan diri kepada Raden Panji, termasuk prajurit berkuda dan Bujangganong dari Kerajaan Bantarangin.
Kemudian rombongan yang dipimpin Raden Panji melanjutkan perjalanan guna melamar Dewi Sekartaji. Suasana arak-arakan yang dipimpin oleh Singo Barong dan Bujangganong inilah yang menjadi latar belakang keberadaan kesenian Barongan.

ANTROPOLOGI TERAPAN
Nov 11th, 2015 by Azez Blog

 

masih banyak yang  memandangan  antropologi ilmu yang  mengkaji ke anehan di luar masyarakat umum ,  pandangan-pandangan  tentang antropologi tersebut   bersifat partial truth melihat antropologi dari sudut pandang masing-masing kebenaran informasi yang sepotong potong ini mengakibatkan kekurang pahaman terhadap apa itu antropologi karena itu seorang antropolog lebih  dapat menunjukan keantropologiannya sebagai pembuktian terhadap masyarakat luas, padahal antropologi itu snediri tidak hanya mempelajari masyarakat primitive namun jugaa  mempelajari masyarakat modern dengan berbagai tingkah laku dan makna di baik tingkah laku yang di lakukan masyarakat . perkembangan antropologi saat ini sudah mencakup semua aspek yang di lakukan manusia.namun dari pandangan saat ini antropologi  terkesan semua kegiatan manusia itu adalah  antropologi  oleh sebab itu terjadi ke galauan terkait dengan apa apa saja yang termasuk cakupan-cakupan  di dalam antropologi menurut kuncara ninngrat Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan sedangkan kebudayaan itu sendiri Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.dengan pengertian bahwa kebudayaan adalah keseluruhan bisa di bilang antropologi juga adalah semua keseluruhan itu juga karena antropologi kajiannya tentang budaya namun kebudayaan yang seperti apa karena semua semua adalah cakupan dari budaya.
sedangkan Kebudayaan bersifat adaptif karena melengkapi manusia secara keseluruhan , missal strategi dan adaptasi untuk memenuhi kebutuhan manusia secara individu maupun kelompok Fungsi kebudayaan Adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak  dan berbuat untuk

 

menentukan sikap kalau akan berbehubungan dengan orang lain didalam menjalankan hidupnya bisa dibilang manusia membudayakan budaya dan budaya memanusiakan manusia .antropologi bersifat dinamis sangat mungkin untuk berubah baik secara progress  maupun secara regres ,kebudayaan dalm antropologi terdapat adanya dinamika untuk mengarah atau menuju suatu perubahan  namun tergantung dari perubahan itu ada perubahan yang di ingin kana tau perubahan yang tidak di inginkan

Di dalam antropologi terdappat antropologi murni yang bertujuan untuk mengembangkan teori dan konsep yang bersifat dasar dan teoritis yang belum dikaitkan dengan masalah kehidupan yang bersifat praktis
antropologi terapan tempat pengetahuan (knowlage) , keterampilan (skill) sudut pandang (perspektif) antropologi terapan  adalah ilmu antropologi yang di gunakan untuk menolong mencari solusi bagi masalah-masalah praktis kemanusiaan dan memfasilitasi pembangunan  Ilmu terapan merupakan aplikasi ilmu murni kepada masalah-masalah kehidupan yang mempunyai manfaat praktis
secara strategis kajian antropologi terapan mahasiswa harus memperlihatkan bagaimana konsep teoritis di terapkan secara empiris  di dalam kenyataan sosial cultural dan pada gilirannya  bagaimana berguna untuk keperluan praktis sekaligus member umpan balik bagi pengembangan teori dan konsep antropologi
antropolog terapan tidak hanya di tuntut untuk mendiagnosisi masalah sosial cultural dalam masyarakat dan memberikan rekomendasi pengobatantapi juga mengembangkan instrument untuk kerja diagnosis melakukan penyelidikan untuk menemukan obat bagi masalah sosial cultural tersebut dan menguai pengobatann.
di dalam antropologi terdapat aliran antropologi tertentu yang tidak menghendaki

 

perubahan sedangkan menurut antropologi terapan perubahan yang direncanakan sangat di perlukan untuk menjamin masa depan seseorang atas segala yang terjadi terhadap manusia tersebut terkait dgn kebudayaan nya . disini antropologi terapanmerasa sangat urgent atas nama kemanusiaan dan keselamatan manusia . menurut antropologi yang tidak menghendaki perubahan biarlah kebudayaan manusia itu berubah secara alami karena sejatinya kebudayaan manusia itu sangat adiktif dan dinamis disini lah terjadi sebuar perbedaan yg sangat membedakan antaa antropologi murni dan terapan di lihat dari tujuannya yang memang beda di satu sisi ingin tetap mempertahankan kemurniannya karena kebudayaan dapt berkembang dengan sendirinya di sisi lain mnginginkan perubahan yang di rencanakan sesuai dengan kebutuhan manusia  dalam meng hadapi permasalahan saat ini yang semakin kompleks dengan peng aplikasian ilmu tersebut.

MAKALAH POST STRUKTURAL : Bahasa ALAY Sebagai Bentuk melawan Keterbatasan
Nov 11th, 2015 by Azez Blog

PENDAHULUAN
Bahasa adalah bentuk dari kebudayaan kelompok manusia. Budaya dan bahasa berjalan beriringan dan saling mempengaruhi. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman, banyak budaya baru yang bertentangan dengan budaya lama walau dalam wilayah yang sama. Dalam pengertian yang penting, post strukturalisme adalah sebuah pemberontakan, sebab cara yang sangat efektif untuk memberontak adalah dengan menuduh pendahulu kita tidak berani menyokong keyakinan mereka sendiri

Melihat perkembangan bahasa slang di Indonesia, bahasa Alay berkembang dengan sendirinya, tidak menunggu pertimbangan apapun, diluar kesadaraan, dan hampir semua remaja pernah terjangkit “virus” alay tersebut. Pada umumnya bahasa alay lebih nampak dalam bentuk tulisan. Tulisan disini adalah bentuk representasi dari bahasa lisan. Pengguna bahasa Alay mengubah struktur tulisan ini menjadi lebih padat, dengan penggunaan angka, atau huruf yang lain.

 

RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu post structural ?
2. Bagai mana Hubungan bahasa alay dengan pos strukrural ?

 

PEMBAHASAN
Post-Strukturalisme adalah sebuah pemikiran yang muncul akibat ketidak puasan atau ketidak setujuan pada pemikiran sebelumnya, yaitu Strukturalisme. Pelopor strukturalisme itu sendiri adalah Ferdinand de Saussure. Beliau mengatakan bahwa bahasa sebagai sebuah sistem tanda harus dilihat ke dalam tahapan tunggal sementara (single temporal plane). Aspek diakronis bahasa, yakni bagaimana bahasa berkembang dan berubah dari masa ke masa, dilihat sebagai bagian yang kurang penting.

Salah satu tokoh yang mendukung pemikiran Post-Strukturalisme adalah filsuf Prancis Jacques Derrida. Derrida mengatakan bahwa Saussure memberikan esensi manusia kepada bahasa. Logosentrime dan fonosentrisme adalah paham yang berusaha dikritik Derrida.  Menurutnya kelemahan logosentrisme adalah menghapus dimensi material bahasa dan kelemahan fonosentrisme adalah menomorduakan tulisan karena memprioritaskan ucapan. Derrida percaya bahwa penanda (signs) dan petanda (signified) dapat digabung dalam tahapan yang sama dalam praktek tindak tutur (act of speaking). Ia menilai bahwa tulisan merupakan model yang lebih baik untuk memahami bagaimana bahasa berfungsi karena dalam tulisan penanda selalu produktif, mengenalkan aspek sesaat kedalam penandaan yang menentukan berbagai penggabungan antara sign dan signified. Menurut Derrida jaringan tanda atau rajutan tanda bisa disebut dengan “teks”, Derrida menggunakan teks dalam arti yang jauh lebih luas daripada arti yang biasa, sebab bagi dia segala sesuatu yang ada merupakan status teks. Segala sesuatu yang ada ditandai tekstualitas. Kata Derrida, tidak ada hors-text, tidak ada sesuatu diluar teks. Jika fenomenologi dulu asyik berbicara dengan intersubyektifitas, maka Derrida sekarang berbicara tentang intertekstualitas, karena suatu teks tidak pernah terisolasi tetapi selalu berkaitan dengan teks-teks lain.

 

 

Bahasa adalah bentuk dari kebudayaan kelompok manusia. Budaya dan bahasa berjalan beriringan dan saling mempengaruhi. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman, banyak budaya baru yang bertentangan dengan budaya lama walau dalam wilayah yang sama. Dalam pengertian yang penting, post strukturalisme adalah sebuah pemberontakan, sebab cara yang sangat efektif untuk memberontak adalah dengan menuduh pendahulu kita tidak berani menyokong keyakinan mereka sendiri (Peter Barry 2010).
analisis wacana pada umumnya menarget language use atau bahasa yang digunakan sehari-hari, baik yang berupa teks lisan maupun tertulis, sebagai objek kajian atau penelitiannya. Jadi objek kajian atau penelitian analisis wacana adalah unit bahasa di atas kalimat atau ujaran yang memiliki kesatuan dan konteks, bisa berupa naskah pidato, rekaman percakapan yang telah dinaskahkan, percakapan langsung, catatan rapat, debat, ceramah atau dakwah agama dsb. yang tidak artifisial dan memang eksis dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan analisis kebahasan biasa, analisis wacana tidak bisa disempitkan sebagai analisis lapisan atau kulit luar penggunaan bahasa, sekalipun banyak peneliti yang terjebak dalam kajian yang dangkal. Analisis wacana seharusnya menelusuri lebih jauh (beyond) ke dalam unit bahasa tersebut guna mengungkap hal-hal yang tidak tertampak oleh analisis kebahasaan atau analisis gramatika biasa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahasa ALAY Sebagai Bentuk melawan Keterbatasan.

Pada saat ini di Indonesia, dalam lingkungan pergaulan telah dikenal dan berkembang bahasa Alay. Masih belum jelas kata Alay mewakili pengguna bahasa tersebut. Ada sumber yang menyebutkan, alay ini berasal dari singkatan “anak layangan”, yang punya asosiasi pada anak muda tukang kelayapan, atau anak kampung yang berlagak mengikuti tren fashion dan musik. Bahasa alay, mencampur aduk antara tulisan, lisan, dan gambar, sehingga semuanya menjadi kacau. Kekacauan bahasa itu terlihat karena peletakan gambar yang seenaknya dan kadang emosi juga diungkapkan secara tidak tepat. Jika meurut pandangan strukturalis fenomena bahasa alay merupakan kerusakan bahasa. Akan tetapi menurut pengguna bahasa alay, Bahasa yang rusak itu justru dianggap sebagai kreatifitas. Kreatifitas yang mendobrak struktur bahasa menjadi tak karuan. Bahasa Alay ini merupakan gerakan post-struktural, membuat strutktur baru, tidak tetap, dan menimbulkan kebudayaan baru.

 

Jika Derrida memulai pemikiran dekonstruksinya lewat linguistik, tentunya bahasa juga akan mempengaruhi sebuah perkembangan pemikiran-pemikiran yang lainnya lewat post-strukturalisme. Derrida menjelaskan dekonstruksi dengan kalimat negasi. Menurutnya dekonstruksi bukan suatu analisis dan bukan kritik, bukan suatu metode, bukan aksi maupun operasi. Singkatnya, dekonstruksi bukanlah suatu alat penyelesaian dari “suatu subjek individual atau kolektif yang berinisiatif dan menerapkannya pada suatu objek, teks, atau tema tertentu”.  Dekonstruksi adalah suatu peristiwa yang tidak menunggu pertimbangan, kesadaran, atau organisasi dari suatu subjek, atau bahkan modernitas.

Melihat perkembangan bahasa slang di Indonesia, Alay berkembang dengan sendirinya, tidak menunggu pertimbangan apapun, diluar kesadaraan, dan hampir semua remaja pernah terjangkit “virus” alay tersebut. Pada umumnya bahasa alay lebih nampak dalam bentuk tulisan. Tulisan disini adalah bentuk representasi dari bahasa lisan. Pengguna bahasa Alay mengubah struktur tulisan ini menjadi lebih padat, dengan penggunaan angka, atau huruf yang lain.

 

 

Beberapa penelitian dilakukan terhadap perkembangan bahasa alay ini. Sebagian besar para peneliti sepakat bahwa bahasa Alay muncul pertama kalinya sejak ada program SMS (Short Message Service) atau pesan singkat dari layanan operator yang mengenakan tarif per karakter yang berfungsi untuk menghemat biaya. Semua kata dan kalimat ‘dijungkirbalikkan’ begitu saja dengan memadukan huruf dan angka. Penulisan gaya alay ini tidak membutuhkan standar baku atau panduan khusus, semua dilakukan suka-suka dan bebas saja.

Bahasa ini ada karena keterbatasan, dalam hal ini bentuk tulisan pada Program SMS. Keterbatasan ini menjadikan pengguna ponsel, dipaksa secara halus untuk memadatkan bentuk tulisan. Hasilnya, penggunaan huruf dan angka dipadukan untuk membentuk bahasa baru yang kemudian berkembang menjadi bahasa alay. Sebagai contoh bentuk teks bahasa alay :

1n5y4 4JJl N4nt1 50re ud 4d4 4cr4. p0kUqnY 5e3p b3ud.  

Insya allah nanti sore uda ada acara. Pokoknya siip (beud) banget

Bentuk tulisan kacau nan alay ini, merupakan bentuk dari kreatifitas yang ada pada penulisan SMS karena keterbatasan karakter huruf. Secara tak sadar para pengguna ponsel pasti mempersingkat kata-kata karena keterbatasan tersebut.  Lalu muncul beberapa simbol untuk mewakili kata-kata tersebut. Seperti contoh diatas, kata Allah diganti menjadi 4JJl yang di analogikan sebagai  bentuk tulisan arab dari kata Allah. Bentuk ini bebas tidak teratur, tidak ada paduan khusus dan dengan sendirinya terbentuk karena keterbatasan.

 

Sebagai bentuk Post-sturktural, bahasa alay merubah dan mendekonstruksi bahasa tulis menjadi tatanan bahasa baru, dengan kreatifitas tanpa batas. Hal ini tentu menjadi kekacauan pengguna bahasa pada umumnya. Karena bahasa merupakan kebutuhan penting manusia dalam berkomunikasi. Disisi lain, bahasa alay merupakan ekspresi para penggunanya terhadap keterbatasan. Dengan merubah struktur bahasa yang sudah ada, menjadi bahasa baru, tidak terbatas, dan tidak mempunyai peraturan khusus.

 

 

 

Fenomena bahasa alay itu sendiri mengingatkan pada fenomena bahasa gaul yang hampir selalu ada pada setiap generasi anak muda. Bahasa-bahasa gaul yang tidak serta merta hilang terkubur dibawa peralihan generasi. Seperti “bokap” atau “nyokap”, jejak bahasa prokem yang tentu Anda masih sering dengar dalam bahasa percakapan saat ini. Bahasa alay saat ini lebih mencerminkan kultur yang arbitrer, serba acak dan suka suka. Penyebabnya, teknologi komunikasi dan informasi dengan jejaring informasi betul-betul membuat dunia lebih datar, seolah-olah tiap individu bebas untuk mengusung produk budaya masing-masing. Sehingga de facto tidak ada aturan yang benar-benar dianut secara baku seperti tampak dari bentuk bahasa alay yang tidak beraturan itu.

Sesuatu yang jauh lebih berharga dari sekedar sarkasme tak bertanggung jawab dapat dilakukan dalam mengkaji fenomena ini. Di situs jejaring sosial semacam Facebook sendiri telah lama terbentuk Grup Anti Alay. Dan tindakan-tindakan ‘anti’ semacam ini telah berujung pada tindakan aniaya-karakter. Bukankah jauh lebih berharga bila mencurahkan energi untuk berbuat sesuatu terhadap gejala tindakan fasis seperti ini, dan bukan cuma dengan gagap dan latah mengatakan bahwa bahasa alay merusak bahasa nasional Indonesia.

 

 

PENUTUP

Kesimpulan dai ini Fenomena bahasa alay itu sendiri mengingatkan pada fenomena bahasa gaul yang hampir selalu ada pada setiap generasi anak muda. Bahasa Alay ini ada karena keterbatasan, dalam hal ini bentuk tulisan pada Program SMS. Keterbatasan ini menjadikan pengguna ponsel, dipaksa secara halus untuk memadatkan bentuk tulisan. Hasilnya, penggunaan huruf dan angka dipadukan untuk membentuk bahasa baru yang kemudian berkembang menjadi bahasaalay Sebagai bentuk Post-sturktural, bahasa alay merubah dan mendekonstruksi bahasa tulis menjadi tatanan bahasa baru, dengan kreatifitas tanpa batas
Daftar pustaka :

Adian, Donny Gahral.2002. “Menabur Kuasa Menuai Wacana”. Jakarta:Basis 01- 02 Januari-Februari 2002

Brown, Gillian. 1996. Analisis Wacana. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Latif, Yudi dkk. 1996. Bahasa dan Kekuasaan. Bandung: Mizan

http://www.imababersatu.com/2013/05/perspektif-bahasa-alay-bahasa-dari.html
Kuncara ningrat, pengantar antropologi
 

 

MAKALAH POST STRUKTURAL : Bahasa ALAY Sebagai Bentuk melawan Keterbatasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NAMA      : Muhammad abdul aziz

NIM          : 3401413059

ROMBEL : 3

JURUSAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

      2013/2014

REVIEW STRUKTURALISME LEVI STRAUSS
Nov 11th, 2015 by Azez Blog

REVIEW STRUKTURALISME LEVI STRAUSS

 tugas / teori sosiologi klasik / smester 2/  06 juni 2014

Levi straus adalah tokoh yang cukup terkenal yang mempunyai peran yang cukup penting karena pandangan yang dikemukakan tentang linguistik struktural sangatlah berbeda dengan teori yang sudah ada atau yang sudah dikembangkan seperti tokoh A.R. Radcliffe-brown,ahli antropologi legndaris lainya .

Sebelum itu ketika berbicara tentang linguistik struktural maka kiat harus menengok salah satu ahli bahasa yang mempengaruhi Levi-Strauss yaitu Ferdinand de Saussure. Saya tidak akan mengetengahkan siapa Saussure, karena telah diketengahkan oleh Ahimsa dalam buku ini, namun saya akan langsung kepada teori-teori atau pandangan-pandangan mereka yang mempengaruhi Levi-Strauss.

Ferdinand de Saussure

1.Penanda (Signifier) dan Tinanda (Signified) Read the rest of this entry »

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar