SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Konflik, kekerasan, dan upaya penyelesaianya
December 9th, 2015 by Azez Blog

 

  1. Pengertian Konflik
    Sebagai sebuah sistem sosial, masyarakat adalah merupakan sejumlah orang yang hubungan timbal-balik bersifat konstan. Sistem sosial itu bukan sesuatu yang ada dengan sendirinya, ia diciptakan oleh manusia, dipertahankan, malah diubahnya pun oleh manusia juga. Sebagai contoh, dalam kehidupan keluarga orang tua dan anak akan mengembangkan kegiatan-kegiatan yang membuat mereka untuk saling mencintai, saling mengasihi sehingga merasa bersatu dah hubungan keluarga menjadi erat. Apabila terjadi perselisihan maka akan tirnbul konflik atau pertentangan. Konflik adalah merupakan bagian dari dinamika masyarakat sebagai konsekuensi dari interaksi sosial dan perubahan sosial. Berdasarkan pengertian dalam Kamus Besar Bahasa lndonesia, konflik adalah percekcokan, perselisihan dan pertentangan, konflik sosial adalah pertentangan antar anggota masyarakat yang tersifat menyeluruh dalam kehidupan. Konflik tidak hanya bersifat lahiriah tapi dapat terjadi dalam bathin yaitu konflik bathin. Konflik bathin adalah konflik yang disebabkan oleh adanya dua atau lebih gagasan yang saling bertentangan untuk menguasai diri sehingga mempengaruhi tingkah laku.

Para ahli sosiologi memberikan definisi tentang konflik sebagai

berikut:
1. Konflik adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok
berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan (Soejono
Soekanto)
2. Konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status atau
kekuasaan sebagai tujuan dari mereka yang berkonflik, tidak hanya memperoleh keuntungan tetapi juga untuk menundukan saingannya. (Robert M.Z Lawang)Dari dua pengertian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa konflik merupakan sebuah proses sosial yang berbentuk pertentangan antar orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan berupa nilai, status dan kekuasaan yang dilakukan dengan ancaman dan kekerasan. Kepentingan merupakan dasar timbulnya tingkah laku individu. Jika individu berhasil dalam memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasa puas, tetapi sebaliknya kegagalan daiam memenuhinya akan menimbulkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya. Dalam sosiologi masalah konflik terutama dibicarakan dalam hubungannya dengan pertanyaan “apakah konflik itu merupakan sesuatu yang dihindari atau tidak?” Kalau konflik itu merupakan
sesuatu yang dihindari, berarti konflik itu bersifat negatif. Mereka yang berpendirian bahwa konflik itu negatif, mengemukakan bahwa dengan
adanya konflik solidaritas kelompok dalam kelompok menjadi rusak dan mengakibatkan terjadinya perpecahan. Sebaliknya, mereka yang menganggap bahwa konflik itu berfungsi positif, bahwa solidaritas sosial kelompoknya akan menjadi lebih tinggi apabila terjadi konflik dengan pihak lainnya.

 

 

Penyelesaian Konflik
Menurut George Simmel terdapat beberapa cara penyelesaian
konflik yaitu;
1. Kemenangan
2. Kompromi atau perundingan
3. Rekonsiliasi
4. Saling memaafkan
5. Pencapaian sepakat
Konflik bukanlah satu-satunya kenyataan dalam masyarakat.
Pada hakikatnya manusia memimemiliki sifat kooperatif (bekerja sama). Para penganut teori fungsional melihat masyarakat sebagai suatu sistem dimana ada pembagian kerja yang meningkatkan orang-orang saling bekerjasama untuk meningkatkan kesehjateraan mereka. Para penganut teori tersebut melihat pemerinatahan sebagai alat untuk mengkoordinasi usaha bersama guna mencapai sasaran yang dipandang penting oleh konsensus {kepentingan) masyarakat. Konsensus (seringkali) dicapai melalui proses negoisasi, perbedaan pendapat dan kompromi yang disebut politik. Masyarakat memiliki berbagai cara dan upaya untuk dapat meredam konflik atau menghilangkan konflik. Salah satunya dengan mekanisme katup pengaman, beberap contoh diantaranya adalah;
1. Melakukan sindiran
Sindiran merupakan ungkapan rasa tidak suka atau tidak setuju terhadap suatu tindakan sosial. Sindiran dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk dapat meredam konflik.
2. Adanya pihak ketiga sebagai penengah
Yaitu dengan mengadukan rasa tidak suka atau tidak setuju itu kepada pihak lain yang akan memberikan jalan keluar atas tindakan sosia yang disetujui.
3. Musyawarah
Musyawarah merupakan cara untuk mempertemukan kesalahpahaman yang terjadi terhadap tindakan sosial yang tidak disetujui. Dengan musyawarah disepakati hal-hal yang dapat menjaga kebersamaan untuk menghindari konflik.  Beberapa upaya untuk mengurangi konflik adalah:
1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi
2. Perluasan kesempatan belajar
3. Sikap terbuka dan lapang
4. Perasaan empati terhadap orang lain

Perbedaan Konflik dan Kekerasan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kekerasan memiliki pengertian perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. Kekerasan dapat diartikan pula sebagai paksaan. Istilah kekerasan digunakan untuk menggambarkan perilaku, baik yang terbuka (overt)
tau tertutup (covert), bersifat menyerang (offensive) atau bertahan (defensive) yang disertai penggunaan kekerasan orang lain. Terdapat empat jenis kekerasan yang dapat diidentifikasi:
a. Kekerasan terbuka atau kekerasan yang dapat dilihat, seperti perkelahian
b. Kekerasan tertutup atau kekerasan tersembunyi atau secara tidak langsung dilakukan,
seperti pengancaman terhadap seseorang.
c. Kekerasan agresif atau kekerasan untuk mendapatkan sesuatu seperti, penjambretan,
perampokan, dan sebagainya.
d. Kekerasan defensif yaitu kekerasan untuk melindungi diri, seperti seseorang yang melakukan perlawanan saat dirampok.

Dalam istilah sosiologi dikenal adanya kekerasan kolektif, yaitu tindakan yang dilakukan oleh anggota kelompok secara bersa maan. Dalam pengertian luas kekerasan kolektif dilakukan oleh segerombolan orang (mob) dan kumpulan orang banyak (crowd) dan dalam pengertian sempitnya dilakukan oleh gang. Kemudian ada juga bentuk kekerasan kolektif maupun individu dengan memukul, pembunuhan serta tindakan kekerasan individu seperti bunuh diri. Dari pengertian kekerasan di atas dapat dilihat perbedaannya dengan konflik, bahwa konflik hanya sebatas pada pertentangan dan kekerasan berupa gerakan atau manisfestasi daripada konflik. Konflik dapat berubah menjadi kekerasan apabila konflik tidak dapat menemukan konsensus atau kesepakatan.

 

Kesimpulan :

Pada dasarnya konflik sosial merupakan benturan beberapa kepentingan antara dua orang atau lebih yang saling mem-pengaruhi dalam proses interaksi sebagai akibat dari adanya perbedaan paham atau perbedaan kepentingan yang bersifat mendasar. Munculnya konflik diawali dengan adanya jurang pemisah (gap) yang meretakkan proses -interaksi social.
Beberapa hal yang sering menjadi penyebab terjadinya konflik adalah sebagai berikut:
a. Adanya perbedaan pandangan yang berkenaan dengan
b. persoalan prinsip.
c. Adanya perselisihan paham yang membangkitkan emosi kedua belah pihak.
d. Adanya benturan kepentingan terhadap suatu objek yang sama.
e. Adanya perbedaan sistem nilai dan sistem norma yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
f. Adanya perbedaan kepentingan politik baik yang bersifat lokal, nasional, maupun internasional.
Bentuk-bentuk konflik sosial yang ada dalam masyarakat
adalah:
(1) Konflik Antarkelas
(2) Konflik Antarras
(3) Konflik Antarkelompok Horisontal
(4) Konflik Antarkelompok Teritorial
(5) Konflik Antarkelompok Korporatif
(6) Konflik Antarkelompok Ideologis
Wujud konflik ditandai dengan adanya upaya saling mengancam dan bahkan saling menghancurkan satu sama lain secara tidak wajar dan tidak konstitusional. Perundingan (negotiation) merupakan jalan tengah yang perlu diambil untuk menghindari akibat paling buruk dari adanya konflik.

Sumber
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada

Elisanti.2009.Sosiologi 1.Jakarta.Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional


One Response  
  • mrbayu writes:
    December 10th, 201512:56 amat

    diberi readmore zis, biar tdk panjang tampilannya


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar