P_20160320_102410

Buku-buku karya dosen dan mahasiswa Unnes. Foto: Rahmat

CITA -cita Universitas Negeri Semarang (Unnes) menjadi Rumah Ilmu adalah cita-cita yang baik. Dengan cita-cita itu, Unnes berusaha kembali ke khitahnya sebagai lembaga pendidikan, lembaga pengembangan dan persemaian ilmu pengetahuan.

Untuk mewujudkan itu, Unnes tentu harus menyesuaikan definisi rumah ilmu sesuai kondisi aktual. Redefinisi diperlukan karena Unnes hidup pada ruang sosial yang terus bergerak dinamis. Ada yang selalu berubah.

Salah satu perubahan yang amat kentara adalah pada cara pembelajar mencari dan mempeorleh ilmu pengetahuan. Dari bentuk cetak, mahasiswa kini lebih banyak mengonsumsi informasi dari sumber digital (baca: Prospek Penguatan Literasi Mahasiswa di Abad Digital). Oleh karena itu, Unnes perlu memikirkan sejumlah fasilitas digital yang bermanfaat untuk mendukung cita-cita menjadi Rumah Ilmu.

Saya punya daftar yang berisi 7 produk digital itu. Beberapa produk yang saya ulas di bawah ini mungkin telah ada namun tidak saya ketahui, pernah ada di negara lain, atau bahkan sama sekali baru: imajinasi belaka. Saya tidak segan menyebut produk-produk imajinasi karena – dalam bidang teknologi informasi – batas mungkin dan tidak mungkin sangat-sangat tipis. Berikut tujuh produk digital yang saya maksud.

1. Digitalisasi Buku Dosen, Bebas Akses!

Ada begitu banyak dosen Unnes yang telah menulis buku. Sekadar menyebut beberapa: Ada Prof Wasino di bidang sejarah, Prof Fathur Rokhman di bidang sosiolinguistik, Prof Tri Marhaeni pada bidang sosiologi gender, atau Prof Hardi Suyitno pada bidang filsafat matematika.

Meski mereka produktif menulis, buku mereka tidak selalu dapat diperoleh di toko buku. Kalaupun bisa diperoleh, harganya cukup mahal. Untuk memberi akses kepada mahasiswa, sebaiknya Unnes mengalihwahanakan buku-buku itu dalam bentuk digital yang bisa diakses gratis dengan akun Sikadu.

2. Profesor NyuTube

Saya terksan dengan apa yang dilakukan Slavoj Zizek, pemikir Marxis sekaligus peneliti senior di Institut Sosiologi dan Filsafat di Universitas Ljubljana. Ia memperluas jangkauan “mahasiswanya” dengan mengunggah video analisisnya ke chanel YouTube (lihat di https://www.youtube.com/user/SlavojZizekVideos). Dengan cara seperti itu, reputasinya sebagai pemikir Marxis diakui dunia.

Para profesor Unnes saya kira perlu memiliki keberanian yang sama dengan Zizek. Dengan mengunggah di YouTube video pendapat dan analisisnya, para profesor memiliki dua manfaat sekaligus. Pertama, ia masuk dalam forum dunia sehingga analisisnya bisa ditontotn, ditanggapi, atau bahkan diperdebatkan dengan ilmuwan lain. Kedua, ia membuka diri terhadap berbagai kritik, sehingga keilmuannya juga terus berkembang.

3. Rute Cita-cita

Ini barangkali ide yang kekanak-kanakan, tetapi patut dicoba untuk membantu mahasiswa meraih cita-cita. Aplikasi rute cita-cita dapat dikemas dengan menampilkan visualisasi mahasiswa yang sedang menempuh perjalan.

Pada awal perkuliahan mahasiwa menetapkan sendiri apa cita-cita yang ingin diraihnya. Di kolom ini, tersedia pilihan berbagai profesi.

Aplikasi menyediakan kolom-kolom isian yang harus disi mahasiswa, harian, mingguan, atau bulanan yang diisi dengan aktivitas mahasiswa untuk meraih cita-citanya: kuliah, membaca buku, atau lainnya. Jika mengisi, progres perjalanan menuju cita-cita otomatis bertambah.

Kalau seminggu atau sebulan mahasisa tidak mengisi kolom itu, diasumsikan mahasiswa tidak melakukan aktivitas untuk meraih cita-citanya, otomatis aplikasi ini akan mengirim pesan: SMS, WhatsApp, atau Facebook.

“Hei, Rahmat. Seminggu ini kamu tidak masuk kuliah, apakah kamus baik-baik saja? Masihkah kamu ingat dengan cita-citamu?”

Atau, jika aplikasi membaca bahwa si mahasiswa tidak mengisi kolom membaca buku, aplikasi akan mengirism pesan: “Hei Rahmat, sebulan terakhir kamu belum membaca buku, apakah semua baik-baik saja?”

4. Kuliah Online, tinggal Klik

Para dosen Unnes saya kira perlu memikirkan untuk mengemas perkuliahan dalam sebuah video. Video itu kemudian dikelola agar secara otomatis dapat diakses oleh mahasiswa yag mengambil mata kuliahnya, pada semester itu. Dosen tinggal meminta mahasiswa untuk menonton video itu. dengan begitu, hal-hal dasar sudah diperoleh oleh mahasiswa mealui video sehingga saat di kelas dosen dan mahasiswa tinggal mendalaminya.

5. Pemindai Antiplagiasi

Meskipun telah diatur secara ketat sebagai sebuah pelanggaran, ada saja mahasiswa (dan mungkin dosen) yang melakukan plagiasi. Untuk menghindari hal-hal semacam itu, saya kira perlu dibuat aplikasi pemindai naskah yang terkoneksi internet sehingga bisa menganalisis orisinalitas naskah.

Kita tinggal arahkan kamera telepon genggam untuk meindai naskah itu, alat ini akan secara otomatif akan menganalisis kemiripan naskah dengan naskah yang pernah ada. Alat ini juga bisa menunjukkan bagian-bagian mana yang plagiasi dan bukan.

6. Aplikasi Pembaca Jurnal

Unnes sudah memiliki ratusan jurnal ilmiah. Namun tidak setiap mahasiswa memiliki ketekunan untuk membacanya. Kondisi itu tentu harus disikapi dengan mendorong mahasiswa membaca ebih giat. Namun, itu bukan satu0satunya cara. Unnes bisa menciptakan fasilitas “Pembaca Jurnal”. Fasilitas ini termuat dalam setiap naskah digital yang sudah diunggah ke journal.unnes.ac.id. Dengan fasilitas itu, pembaca bisa memilih apakah akan membaca atau meminta mesin untuk membacakannya, sehingga “pembaca” tinggal mendengarkannya.

7. Pemantau Presensi

Sistem informasi pengelola presensi mahasiswa sangat brmanfaat bagi mahasiswa dan dosen untuk mengelola perkuliahan. Data yang diisikan di sana sangat valid. Namun itu baru digunakan oleh mahasiswa dan dosen.

Ada baiknya sistem informasi ini dikembangkan dengan melibatkan orang tua mahasiswa sebagai pengguna. Ada berbagai kemungkinan. Pertama, orang tua memiliki akun yang memungkinkannya memantau kehadiran anaknya di perkuliahan. Kedua, sistem informasi ini dilengkapi dengan sistem SMS Gateway yang berisi pemberitahuan kepada orang tua saat mahasiswa masuk atau tidak masuk.

P_20160320_112150

Surahmat, dosen Bahasa Indonesia Universitas Negeri Semarang

File PDF   : di sini.

Keterangan:
Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog Dosen dan Tendik. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

Skip to toolbar