SBY FB

Sumber: http://www.kompasiana.com/rickyvinandooo/sby-gagal-paham-lagi-terus-bernyanyi-apa-salah-jokowi_56e5282e5193731d13f3a824

PRESIDEN ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke-51 Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rabu (30/3). Orasi SBY menjadi menu utama yang dinantikan oleh ribuan mahasiswa, dosen, maupun tamu undangan yang hadir di auditorium Unnes. Orasi ilmiah juga disaksikan oleh ribuan orang di 15 daerah melalui live streaming.

Karakter pidato SBY dibandingkan dengan presiden lain, antara lain, terletak pada sistematika. Dengan teks dan tayangan poer pint, SBY menyampaikan gagasannya mengenai prospek konsep konservasi dalam pembangunan dunia. Ia memandu pendengar untuk memahami gagasannya secara deduktif dengan menyampaikan gagasan-gagasan besar dilanjutkan keterangan-keterangan penjelas.

Salah satu trik SBY, yang membuat orasi ilmiahnya tampak renyah (meskipun bicara mengenai konsep yang besar yang cenderung abstrak) adalah kemampuannya menautkan hal-hal yang konseptual dengan data-data praktis yang dimilikinya.

Namun itu bukan kekhasan yang paling menarik perhatian. Karakter lain yang tampak dalam orasi ilmiah SBY adalah pada kedwibahasaan. Ia menggunakan bahasa Indonesia sekaligus bahasa Inggris sekaligus dengan porsi tertentu. SBY menggunakan kedwibahasaan dengan tiga strategi, yaitu repetisi, sinonimitas, subtitusi, dan kutipan.

Repetisi digunakan SBY dengan cara mengulangi ungkapan dalam bahasa Indonesia dengan mengungkapkan kembali istilah lain dalam bahasa Inggris. Istilah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang digunakan sebenarnya memiliki makna yang sama persis, namun oleh SBY perlu diulangi.

Sinonimitas digunakan SBY dengan cara menyebutkan istilah Inggris setelah ia menyebutkan istilah berbahasa Indonesia. Bahasa Inggris yang digunakan SBY tidak sama persis makna leksikalnya dengan ungkapan berbahasa Indonesia, namun mirip. Dengan cara seperti ini, makna ungkapan bisa dipahami dalam dua konteks sekaligus: nasional maupun internasional.

Substitusi digunakan SBY dengan cara melesapkan istilah berbahasa Indonesia dan mengganti ungkapan tersebut dengan istilah berbahasa Inggris. Hal ini kerap dilakukan SBY, baik dengan mengganti kata, frasa, maupun kalimat.

Kutipan digunakan SBY untuk membacakan kembali ucapan tokoh tertentu dalam bahasa Inggris dan dibacakan dalam bahasa Inggris pula. Setidaknya SBY mengutip gagasan 4 tokoh dan mengutip sebuah pepatah China.

Surahmat, dosen Bahasa Indonesia Universitas Negeri Semarang

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

Skip to toolbar