SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Metode Penelitian Pendidikan
November 9th, 2015 by Daula Mega Safitri

1. Cara Membuat Tema
a. Secara Teoritis :
Tema/topik yang diangkat hendaknya merupakan tema/topik yang dapat diteliti dan dapat dicari datanya di lapangan. Untuk itu peneliti harus :
– Kemampuan snda dalam menguasai teori/kajian masalah
– Ketersedian bahan pendukung, referensi dan literatur lain yang dapat anda akses
– Kesan menarik dan unik dari topik anda
– Seberapa besar manfaat dari makalah yang Anda terbitkan secara umum


Pemilihan topik harus menarik serta mencakup berbagai kajian ilmu yang memasyarakat. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar pembaca dapat mengambil manfaat dari makalah tersebut sesuai dengan ilmu yang dibutuhkan.
b. Secara praktis
Untuk memilih tema atau topik penelitian, seorang peneliti harus memiliki kepekaan terhadap kehidupan yang dihadapinya. Secara praktis, seorang peneliti dapat memilih tema dari berbagai sumber
2. Latar Belakang
a. Latar belakang yang baik dan benar ?
Latar belakang menjelaskan secara umum permasalahan yang ditemukan, serta mengapa masalah tersebut perlu untuk diteliti kemudian di analisa dalam sebuah makalah. Latar belakang ditulis sejelas-jelasnya dengan penjelasan yang umum dan mudah dimengerti. Dapat pula dijelaskan dari awal hal yang ingin diteliti menjadi masalah yang perlu untuk dianalisis.
Latar belakang juga menjelaskan fakta-fakta, data-data, temuan penelitian sebelumnya, dan referensi yang penulis temukan, yaitu alasan yang membuat peneliti ingin meneliti hal tersebut. Penulis juga mengemukakan pendekatan serta landasan teori yang bisa digunakan untuk menelaah permasalahan yang ditemukan, yaitu dilihat dari sudut pandang teoritis.
Latar belakang ditulis dengan metode piramida terbalik, yaitu mengerucut ke bawah. Pada awalnya penulis menjelasakan secara luas dan umum gambaran permasalahan kemudian lama-kelamaan dikerucutkan menjadi poin permasalahan krusial, objek, serta ruang lingkup yang ingin diteliti.
b. Contoh latar belakang menggunakan piramida terbalik.

3. Rumusan Masalah
a. Kondisi ideal dan sebenarnya ?
Rumusan masalah berisi pokok masalah yang ditemukan. Biasanya rumusan masalah sangat singkat dan padat, tidak lebih dari satu paragraf serta berisi poin-poin pertanyaan atau masalah yang akan diteliti. Poin pertanyaan biasanya antara 2 sampai 3 pertanyaan. Rumusan masalah merupakan hasil pengerucutan dari bahasan pada latar belakang yang telah diulas sebelumnya. Cara membuat rumusan masalah yang baik adalah mengerucutkan permasalahan melalui cara penyempitan kajian permasalahan yang begitu luas dan umum, menjadi masalah yang sangat khusus, spesifik dan menjurus, serta ditulis dalam bentuk pertanyaan yang kemudian akan diteliti dalam penelitian.
Tujuan penulisan rumusan masalah sanagt penting, yaitu alasan dari dilakukannya penelitian dalam makalah tersebut. Rumusan masalah juga berfungsi sebagai pedoman atau penentu arah penelitian, penentu metode dan teori yang akan diambil untuk digabungkan sebagai landasan teori dalam penelitian, serta memudahkan peneliti untuk menentukan sampel dan populasi penelitian.
4. Manfaat tema diangkat
a. Secara Teoritis
1) Mengetahui lingkungan sekolah berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa pada pelajaran.
2) Mengetahui peran guru dalam proses pembelajaran guru berpengaruh terhadap motivasi belajar.
3) Mengetahui lingkungan sekolah, peran guru dalam proses pembelajaran berpengaruh secara bersama-sama terhadap motivasi belajar siswa.
b. Secara Praktis
1) Hasil penelitian ini dapat memberikan suatu sumbangan dan informasi terhadap masyarakat luas mengenai Pengaruh Lingkungan Sekolah, Peran Guru dalam Proses Pembelajaran terhadap Motivasi Belajar Siswa
2) Bermanfaat bagi masyarakat ataupun pihak yang terkait untuk lebih memperhatikan proses belajar mengajar.
3) Bermanfaat bagi pemerintah yang bersangkutan sebagai bahan masukan khususnya dalam pengaruh lingkungan sekolah.
5. Kajian pustaka
a. Dasar menulis kajian pustaka ?
Daftar pustaka berisi daftar referensi-referensi yang dicantumkan atau dipergunakan dalam penyusunan makalah. Daftar pustaka berisi paling sedikit 25 referensi, bisa dari jurnal, maupun buku. Penulisan daftar pustaka harus disusun secara sistematis serta diurutkan secara sistematis berdasarkan abjad/alfabetis menurut nama pengarang.
Daftar pustaka terdiri atas nama pengarang, tahun terbit publikasi, judul publikasi, serta tempat terbit dan penerbit. Pengaturan penulisan nama dalam daftar pustaka adalah dengan ketentuan nama keluarga harus ditulis terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh nama panggilan.
Jika daftar pustaka yang digunakan ditulis oleh nama pengarang yang sama namun beda waktu atau tahun penerbitan yang berbeda, maka yang harus ditulis terlebih dahulu adalah terbitan yang pertama. Namun jika nama pengarang sama, dan diterbitkan dalam tahun yang sama, maka ketentuan nya adalah nama pengarang disusun dengan membedakan tahun terbit dengan huruf abjad.

b. Apa saja pustaka yang dkaji ?dibuat matrik (judul , pengarang, sumber, isi)
PENGARANG JUDUL ISI

c. Alasan mengapa memilih pustaka tersebut,
Adapun alasan memilih kajian pustaka tersebut karena terdapat fokus pembahasan yang sama dalam membahas pendidikan moral atau pendidikan karakter pada anak.


4 Responses  
  • Fitria Mariah Ulfah writes:
    November 28th, 20153:42 pmat

    informasinya sangat membantu dalam proses penulisan skripsi

  • arif ponco putranto writes:
    November 28th, 20154:11 pmat

    dirapikan lagi tulisannya

  • Nur Awaliya Maulida writes:
    November 29th, 20153:57 amat

    Penulisan judul kak diperhatikan. 😉

  • lia suprapti writes:
    December 2nd, 20154:11 pmat

    dapat dijadikan sebagai bahan referensi


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar