SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
PERTUKARAN DAN RESIPROSITAS
Nov 16th, 2015 by Daula Mega Safitri

Sumbang-menyumbang menimbulkan kewajiban membalas dalam kehidupan masyarakat yang disebut resiprositas atau hubungan timbal balik pada waktu upacara-upacara berlangsung, seperti : upacara perkawinan. Orang memberikan sumbangan pada pesta-pesta tidak selalu dengan rasa rela atau spontan. Orang menyumbang itu karena terpaksa oleh suatu jasa yang pernah diberikan dan menyumbang untuk mendapat pertolongan lagi di kemudian hari. Dalam beberapa hal orang sering memperhitungkan dengan tajam tiap jasa yang pernah disumbangkan kepada sesamanya, dengan harapan keras bahwa jasa-jasanya itu akan dikembalikan dengan tepat pula. Tanpa bantuan sesamanya, orang tidak bisa memenuhi berbagai macam keperluan hidupnya dalam masyarakat. Tentu ada pula aktivitas tolong-menolong yang dilakukan dengan rela dan spontan. ada salah satu dari warga masyarakat punya hajatan perkawinan maka setiap keluarga akan menyumbang pada penyelenggara perkawinan. Setiap individu melakukan kegiatan nyumbang agar mereka tidak memperoleh sindiran karena dianggap sebagai warga masyarakat yang membangkang. Keluarga yang kurang mampu akan meminjam uang atau istilahnya ngutang pada tetangganya yang hidupnya lebih berkecukupan. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak menganggap sebagai seseorang yang melawan aturan yang sudah berlaku di masyarakat.

Read the rest of this entry »

Ceritaku di Bromo saat itu. . .
Nov 16th, 2015 by Daula Mega Safitri

Hari pertama, 31 maret 2014

Pukul 12.30 rombongan saya mulai berangkat dari semarang menuju Bromo.

Hari kedua, 01 April 2014

Pukul 02.15 saya sampai di terminal suka pura, banyak terlihat pedagang untuk menawarkan dagangannya agar mau membelinya. Padahal hari masih pagi buta namun sudah ada banyak pedagang yang sudah mulai bekerja. Menunggu jemputan jeep, setelah itu saya naik jeep dan menuju pananjakan untuk melihat sunrise di bromo. Lalu kegiatan di lanjutkan menuju home stay. Di tengah-tengah perjalanan saya melihat anak-anak sedang berjalan dan memakai pakaian adat, menjalankan budaya nyepi karena mayoritas masyarakat bromo khususnya desa ngadas memeluk agama hindhu, dan desa mojokerto memeluk agama islam. Walaupun antar desa ini memeluk agama yang berbeda namun kedua desa ini salingĀ  berdampingan dengan baik. Read the rest of this entry »

Mengenali 3 Konsep Sembuh
Nov 9th, 2015 by Daula Mega Safitri

Secara umum menurut Sorensen (2009) kriteria kesembuhan terbagi menjadi tiga, yaitu kesembuhan sosial, psikologis, dan medis. Secara rinci tentang uraiannya, yaitu:

1. Kesembuhan sosial berhubungan dengan penerimaaan oleh masyarakat dimana seseorang hidup. Jika orang-orang di sekitar tidak mempunyai suatu masalah dengan penderita, hal itu sudah menunjukkan bahwa penderita sudah mencapai kesembuhan sosial. Kita menjadi anggota yang produktif dari masyarakat dan bisa berperan untuk struktur sosial dalam struktur masyarakat. Artinya individu yang sebelumnya sakit dan tidak mampu menjalankan peran sebagaimana mestinya, sudah sehat dan mampu menjalankan peran-peran sosialnya di dalam masyarakat.
2. Kesembuhan psikologis dapat tercapai ketika seseorang yang setelah sakit mampu menjadi pendengar yang baik bagi orang yang berada di sekelilingnya. Selebihnya kesembuhan dapat dirasakan ketika pasien bisa tidur nyenyak karena merasa badannya enak dan ringan.

Read the rest of this entry »

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar