Sosiologi SMA

Pengertian Sosiologi menurut para ahli :

Pertama;Pitirim Sorokin (1928: 760-761) mengemukakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu tentang:  hubungan dan pengaruh timbal-balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (contoh: antara gejala ekonomi dengan non-ekonomi seperti agama, gejala keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dan sebagainya.
Kedua;William Ogburn dan Meyer F Nimkoff (1959: 12-13) berpendapat bahwa sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
Ketiga;Roucek dan Warren (1962: 3) berpendapat bahwa sosiologi adalahilmu tentang hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompoknya.
Keempat; J.A.A. van Doorn dan C.J. Lammers (1964: 24) mengemukakan bahwa sosiologi ilmu tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
Kelima;Meta Spencer dan Alex Inkeles (1982: 4) mengemukakan bahwa sosiologi ilmu tentang kelompok hidup manusia.
Keenam;David Popenoe (1983:107-108)berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu tentang interaksi manusia dalam masyarakat sebagai suatu keseluruhan.
Ketujuh; Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (1982: 14)menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu tentang struktur sosial dan proses-proses sosial,termasuk perubahan-perubahan sosial. Selanjutnya menurut mereka bahwa struktur sosial keseluruhan jalinan abtara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah sosial(norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan sosial. Sedangkan proses sosial adalah pengaruh timbal-balik antara pelbagai segi kehidupan bersama, umpamanya pengaruh timbal-balik antara segi kehidupan ekonomi dengan segi kehidupan politik, kehidupan hukum dengan agama, dan sebagainya.

1. Peter L. Berger mencatat adanya perbedaan penting antara manusia dengan makhluk lain. Berbeda dengan makhluk lain yang seluruh perilakunya dikendalikan oleh naluri yang diperoleh sejak awal hidupnya. Sementara hewan tidak perlu menentukan misalnya apa yang harus dimakannya karena hal itu sudah diatur naluri; manusia harus memutuskan apa yang harus dimakannya dan kebiasannya yang harus selalu ditegakkannya. (Sunarto, 1993:27).

2. Max Weber : menekankan pada tindakan social dan konsekuensinya.

3. Auguste Comte : menekankan pada pengetahuan tentang masyarakat
4. E. Durkheim : mempelajari tentang fakta social ( kebiasaan,peraturan,norma, lembaga sosial )
5. P. A. Sorokin : menekankan hubungan dan pengaruh timbal balik gejala social

6.Roucek dan Warren : menekankan hubungan antar manusia dalam kelompok
7. William F. O. & Meyer F. N. : interaksi dan hasilnya adalah organisasi sosial
8. Selo S.& Soelaeman S. : menekankan struktur social,proses sosial dan perubahan sosial.
9. Soerjono Soekanto : menekankan pada segi kemasyarakatan yg bersifat umum dan berusaha utk mendapatkan pola umum.
10. William Kornblum : ilmu yang mempelajari masyarakat dan perilaku social anggotanya.
11. Allan Jhonson mengemukakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilkau sosial,terutama berkaitan dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bgmn pula orang yg ada mempengaruhi sistem yang ada.

Sifat Sosiologi

1. Teoritis : Menyusun abstraksi dari hasil observasi yg disusun secara logis.
2. Empiris Didasarkan pada pengamatan dan penalaran
3. Kumulatif : Teori sosiologi dibangun,dikembangkan,diperluas dan diperbaiki berdasarkan teori yg sudah ada.
4. Non etik : Bukan baik buruk /benar salahnya fakta tetapi menjelaskan keadaan secara analisa
5. Sistematis : Ada suatu urutan dari bagian yg merupakan kesatuan yg utuh.
6. Obyektif : Sesuai dengan kenyataan yg ada
7. Logis : Menggunakan pikiran/logika dlm membuat pernyataan ataupun menerik kesimpulan

Pokok bahasan sosiologi ada empat:

1. fakta sosial sebagai cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut.

Contoh, di sekolah seorang murid diwajibkan untuk datang tepat waktu, menggunakan seragam, dan bersikap hormat kepada guru. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika dilanggar. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah), yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid).

2.tindakan sosial sebagai tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain.

Contoh, menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial, tetapi menanam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain, merupakan tindakan sosial.

3. khayalan sosiologi sebagai cara untuk memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. Menurut wright mills dengan khayalan sosiologi, kita mampu memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya. Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah permasalahan (troubles) dan isu (issues). Permasalahan pribadi individu merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Isu merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu.

Contoh, jika suatu daerah hanya memiliki satu orang yang menganggur, maka pengangguran itu adalah masalah. Masalah individual ini pemecahannya bisa lewat peningkatan keterampilan pribadi. Sementara jika di kota tersebut ada 12 juta penduduk yang menganggur dari 18 juta jiwa yang ada, maka pengangguran tersebut merupakan isu, yang pemecahannya menuntut kajian lebih luas lagi.

4. realitas sosial adalah pengungkapan tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga oleh sosiolog dengan mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif.