April 14th, 2017
KKL Malang Dian Emy Mastura

IPA Terpadu Unnes

Arsitektur Hijau

November 25th, 2015

KOMPAS.com – Bangunan atau properti bersertifikat hijau (green building) berkategori platinum di Indonesia sampai saat ini ternyata baru dua gedung. Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara tetangga.

“Jadi, memang jauh tertinggal untuk dibandingkan Singapura yang sudah 11 ribuan gedung,” kata Deputy of Organizations & Special Events Lembaga Konsil Bangunan Hijau Indonesia atau Green Building Council Indonesia, Bintang Nugroho, Minggu (15/7/2012).

Dua gedung itu, katanya, adalah satu proyek eksisting, yaitu Menara BCA di Jakarta dan satu gedung baru milik PT Dahana yang akan digunakan untuk bagian administrasi di Subang. Namun, pihaknya menargetkan dapat melakukan sertifikasi lagi terhadap enam hingga tujuh bangunan hijau tahun ini.

Bintang mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan sertifikasi tiga bangunan di Jakarta agar mendapatkan kategori platinum. Namun, dia tidak bisa menyebutkan tiga gedung yang sedang diproses tersebut.

“Saya tidak bisa sebutkan apakah gedung itu juga sudah dapat kategori gold ke platinum atau dari lainnya,” katanya.

Dia juga menyebut jumlah bangunan yang telah mendaftar untuk disertifikasi sebanyak 80-an gedung, baik untuk perkantoran, apartemen, ritel, dan lainnya.

“Tapi, mayoritas pendaftar untuk gedung perkantoran di Jakarta. Ada juga pendaftar dari Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan Bandung,” katanya.

Selain itu, GBCI tengah menyusun standar penilaian bangunan hijau untuk kawasan perumahan bernama “Sustainable Neighborhood”. Standar ini diperkirakan akan diluncurkan pada pertengahan atau akhir tahun 2013.

“Ada enam kriteria yang dinilai, di antaranya hemat lahan, air, energi, kualitas udara dalam ruangan, material bangunan yang dapat didaur hidup, dan manajemen lingkungan,” katanya.

Greenship

GBCI merupakan lembaga mandiri dan nirlaba yang berkomitmen penuh terhadap pendidikan masyarakat dalam mengaplikasikan praktik-praktik terbaik lingkungan dan memfasilitasi transformasi industri bangunan global yang berkelanjutan. GBCI adalah “Emerging Member” dari World Green Building Council (WGBC) yang berpusat di Toronto, Kanada, yang saat ini beranggotakan 90 negara dan hanya memiliki satu GBC di setiap negara.

Di Indonesia, GBCI didirikan pada 2009 dan diselenggarakan oleh sinergi para pemangku kepentingan seperti profesional bidang jasa konstruksi, industri sektor bangunan dan properti, pemerintah, institusi pendidikan dan penelitian, asosiasi profesi dan masyarakat peduli lingkungan. Salah satu programnya adalah menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Bangunan Hijau di Indonesia berdasarkan perangkat penilaian khas Indonesia yang disebut greenship.

KOMPAS.com – Bangunan atau properti bersertifikat hijau (green building) berkategori platinum di Indonesia sampai saat ini ternyata baru dua gedung. Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara tetangga.

“Jadi, memang jauh tertinggal untuk dibandingkan Singapura yang sudah 11 ribuan gedung,” kata Deputy of Organizations & Special Events Lembaga Konsil Bangunan Hijau Indonesia atau Green Building Council Indonesia, Bintang Nugroho, Minggu (15/7/2012).

Dua gedung itu, katanya, adalah satu proyek eksisting, yaitu Menara BCA di Jakarta dan satu gedung baru milik PT Dahana yang akan digunakan untuk bagian administrasi di Subang. Namun, pihaknya menargetkan dapat melakukan sertifikasi lagi terhadap enam hingga tujuh bangunan hijau tahun ini.

Bintang mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan sertifikasi tiga bangunan di Jakarta agar mendapatkan kategori platinum. Namun, dia tidak bisa menyebutkan tiga gedung yang sedang diproses tersebut.

“Saya tidak bisa sebutkan apakah gedung itu juga sudah dapat kategori gold ke platinum atau dari lainnya,” katanya.

Dia juga menyebut jumlah bangunan yang telah mendaftar untuk disertifikasi sebanyak 80-an gedung, baik untuk perkantoran, apartemen, ritel, dan lainnya.

“Tapi, mayoritas pendaftar untuk gedung perkantoran di Jakarta. Ada juga pendaftar dari Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan Bandung,” katanya.

Selain itu, GBCI tengah menyusun standar penilaian bangunan hijau untuk kawasan perumahan bernama “Sustainable Neighborhood”. Standar ini diperkirakan akan diluncurkan pada pertengahan atau akhir tahun 2013.

“Ada enam kriteria yang dinilai, di antaranya hemat lahan, air, energi, kualitas udara dalam ruangan, material bangunan yang dapat didaur hidup, dan manajemen lingkungan,” katanya.

Greenship

GBCI merupakan lembaga mandiri dan nirlaba yang berkomitmen penuh terhadap pendidikan masyarakat dalam mengaplikasikan praktik-praktik terbaik lingkungan dan memfasilitasi transformasi industri bangunan global yang berkelanjutan. GBCI adalah “Emerging Member” dari World Green Building Council (WGBC) yang berpusat di Toronto, Kanada, yang saat ini beranggotakan 90 negara dan hanya memiliki satu GBC di setiap negara.

Di Indonesia, GBCI didirikan pada 2009 dan diselenggarakan oleh sinergi para pemangku kepentingan seperti profesional bidang jasa konstruksi, industri sektor bangunan dan properti, pemerintah, institusi pendidikan dan penelitian, asosiasi profesi dan masyarakat peduli lingkungan. Salah satu programnya adalah menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Bangunan Hijau di Indonesia berdasarkan perangkat penilaian khas Indonesia yang disebut greenship.

 

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

Pengertian

Ukhuwah Islamiyah atau menurut Hasan Al Banna adalah antar hati yang berdasarkan keterikatan aqidah. Ukhuwah Islamiyah atau yang bisa kita sebut dengan persaudaraan antar sesama umat islam adalah pondasi terciptanya sebuah masyarakat islam yang harmonis dan teratur.

Hakekat ukhuwah Islamiyah

  1. Ni’mat Allah, seperti yang diterangkan dalam surah Ali ‘Imron ayat 103, yang artinya :

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

  1. Perumpamaan tali tasbih, perumpamaan ukhuwah islamiyah seperti tali tasbih.
    Kalo kita perhatikan tasbih terbuat dari butiran-butiran kecil yang disatukan dalam satu tali. Seperti itulah ukhuwah, kita disatukan pada tali agama Allah agar kita menyatu tak bercerai berai. Tidak ada lagi yang namanya perbedaan semuanya sama dalam satu agama yaitu islam.
  2. Arahan Rabbani (Petunjuk dari Allah), seperti yang diterangkan dalam Surah Al Anfal ayat 63 yang artinya :

Dan (Dialah) yang menyatu-padukan di antara hati mereka (yang beriman itu). Kalaulah engkau belanjakan segala (harta benda) yang ada di bumi, nescaya engkau tidak dapat juga menyatu-padukan di antara hati mereka, akan tetapi Allah telah menyatu-padukan di antara (hati) mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.”

  1. Cermin kekuatan iman, dalam surah Al Hujurat ayat 10 dijelakan :

”Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara keua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Ukhuwah Jahiliyah

Kebalikan dari ukhuwah Islamiyah adalah ukhuwak Jahiliyah, yang bersifat kontemporer (terbatas waktu dan tempat). Contohnya yaitu hubungan pernikahan, hubungan siswa dengan guru, dan lain-lain.

Cara Memperkuat Ukhuwah

  • Memberi cinta kepada orang yang dicinta
  • Memohon dido’akan apabila berpisah
  • Membiasakan senyum, salam, dan sapa
  • Jabat tangan ketika bertemu dan berpisah
  • Mempererat silaturrahmi
  • Memenuhi hak-hak saudaranya

 

Manfaat Ukhuwah

  • Dapat merasakan lezatnya iman
  • Mendapatkan perlindungan di hari kiamat
  • Mendapatkan tempat khusus di hari kiamat

Tahapan Ukhuwah

  1. Ta’aruf (saling mengenal)
  2. Tafahhum (saling memahami)
  3. Ta’awwun (tolong-menolong)
  4. Takafful (saling menanggung beban)
  5. Itsar (saling mendahulukan kecuali dalam ibadah)

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

Spiritual Education is Important

November 24th, 2015

 

Untuk menjadi seseorang yang sukses, kita harus bisa menyeimbangkan antara tiga hal, yaitu IQ, EQ, dan SQ. Karena ketiganya saling berhubungan dan saling mendukung satu sama lain. IQ (Intelligence Quotient) artinya kemampuan intelektual seseorang dalam melakukan analisis, yang didukung oleh kemampuan logika dan rasio seseorang. Dengan demikian, IQ berkaitan dengan logika dan ilmu matematika. EQ (Emotional Quotient) adalah kemampuan berkomunikasi seseorang, serta kemampuan mengendalikan emosi. Sedangkan SQ (Spiritual Quotient) adalah kemampuan seseorang dalam mengelola hubungannya dengan Sang Pencipta yaitu ALLAH SWT. Tiga prinsip ini harus saling melengkapi agar kehidupan kita berjalan harmonis.

Namun satu dari tiga prinsip tersebut yang sering diabaikan, yaitu SQ. Pada kenyataannya dalam berbagai majlis yang sering saya ikuti pesertanya hanya sedikit. Contohnya kajian An-Nisa yang diselenggarakan setiap hari Jum’at siang, peserta yang hadir hanya bekisar antara 20-30. Padahal jika ditinjau dari keseluruhan jumlah mahasiswi MIPA, angka tersebut sangatlah kecil. Hubungan manusia dengan Allah adalah dasar atas hubungan antarsesama manusia dan makhluk hidup lain. Jika hubungan kita dengan Allah terpelihara dengan baik, maka Allah akan memelihara hubungan kita antarsesama makhluk.

Spiritual Quotient (SQ) adalah kecerdasan yang berperan sebagai landasan yang diperlukan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif. Bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi dalam diri kita. Dari pernyataan tersebut, jelas SQ saja tidak dapat menyelesaikan permasalahan, karena diperlukan keseimbangan pula dari kecerdasan emosi dan intelektualnya. Jadi seharusnya IQ, EQ dan SQ pada diri setiap orang mampu secara proporsional bersinergi, menghasilkan kekuatan jiwa-raga yang penuh keseimbangan.

Karena diperlukannya keseimbangan, maka kita sebagai mahasiswa yang jauh dari orang tua hendaknya kita bisa mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan. Melakukan apa yang menjadi kewajiban kita dalam rangka ibadah kepada Allah dan pengabdian sebagai seorang mahasiswa, serta menjauhi hal-hal buruk yang sekiranya dapat menjuruskan kita dalam kebathilan. Karena sekarang segala sesuatu tergantung pada diri kita masing-masing, bagaimana kita melakukan management diri yang terbaik, serta tidak meninggalkan Allah di tengah banyaknya tugas, baik laporan dan tugas-tugas yang lain. Karena Allah adalah pangkal dari segala permasalahan.

944452_602093456468745_2068203161_n             Kesehatan adalah kebutuhan yang paling berharga, semua aktivitas sehari-hari manusia tergantung pada kondisi tubuhnya. Apabila tubuh kita dalam kondisi baik, maka aktivitas kita akan berjalan lancar. Karena itu, kesehatan adalah faktor utama dan pertama yang mempengaruhi aktivitas manusia sehari-hari. Salah satu kebiasaan yang kebanyakan manusia tidak tahu adalah meniup minuman panas sebelum kita minum, dengan tujuan supaya air bisa cepat dingin sehingga kita lebih mudah meminumnya. Namun pada dasarnya kebiasaan tersebut salah, tetapi mayoritas dari kita tidak mengetahui hal tersebut.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu dia berkata :
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ النَّفْخِ فِي الشُّرْبِ فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِي الْإِنَاءِ قَالَ أَهْرِقْهَا قَالَ فَإِنِّي لَا أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ فَأَبِنْ الْقَدَحَ إِذَنْ عَنْ فِيكَ


“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk meniup ke dalam minuman. Kemudian seorang laki-laki berkata, “Lalu bagaimana bila aku melihat kotoran di dalam bejana?” Beliau bersabda: “Kalau begitu, tumpahkanlah.” Dia berkata lagi, “Sungguh, aku tidaklah puas dengan sekali tarikan nafas.” Beliau bersabda: “Kalau begitu, jauhkanlah bejana (tempat untuk minum) dari mulutmu.” (HR. At-Tirmizi no. 1887 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam 6912)

Rasulullah juga melarang kita bernafas dalam bejana tempat air minum.

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الْإِنَاءِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menghembuskan nafas di dalam bejana (ketika minum).” (HR. Muslim no. 227)

Larangan yang bersumber dari sabda Rasulullah SAW sebagai panutan kita sebagai umat muslim pasti ada sebanya. Dan setelah dilakukan penelitian, larangan Rasulullah SAW tersebut dapat dibuktikan kebenarannya dengan penelitian ilmiah, bahwa meniup air minum membawa dampak negatif bagi kesehatan. Terlebih apabila kita melakukannya pada air panas. Ada beberapa faktor dalam ilmu kesehatan yang telah ditemukan untuk menjelaskan bahwa kebiasaan meniup minuman sangat berbahaya bagi kesehatan. Ketika kita meniup air panas, uap air (H2O) bercampur dengan CO2 menghasilkan H2CO3 (asam karbonat). Dalam reaksi kimia dapat dijelaskan :

H2O     +          CO2                                       H2CO3

Perlu kita ketahui bahwa di dalam darah itu terdapat H2CO3 yang berguna untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Adanya kelainan pada mekanisme pengendalian pH tersebut, bisa menyebabkan salah satu dari dua kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis. Asidosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah. Sedangkan Alkalosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah. Pada saat kita meniup air, karbondioksida dari mulut kita akan berikatan dengan uap air dari makanan dan menghasilkan asam karbonat yang akan mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah kita sehingga akan menyebabkan suatu keadaan dimana darah kita akan menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun, keadaan ini lebih dikenal dengan istilah asidosis. Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida.
Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih. Seiring dengan memburuknya asidosis, kita bisa merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa mengantuk, dan mengalami kebingungan. Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun, menyebabkan syok, koma, dan bahkan kematian.

Selain itu, alasan lain yang mendukung adalah adanya partikel berbahaya dari sisa-sisa makanan di mulut kita yang bercampur dengan air ketika kita meniupnya. Jadi, setelah membaca artikel ini saya berharap supaya kebiasaan meniup air minum dapat diminimalisir. Karena kesehatan mahal harganya, lebih baik mencegah jika masih bisa daripada mengobati. Saya mohon kritik dan sarannya apabila dalam penulisan artikel ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, karena saya hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf. Terimakasih…

 

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

Mahasiswa mempunyai peran penting dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Karena ia berperan sebagai penampung aspirasi. Dibekali rasa keingintahuannya yang tinggi, mahasiswa akan slalu berusaha mencari dan mencari apa yang ingin ia ketahui. Dunia penelitian menjadi ladang bagi mahasiswa untuk bekerja mencari apa yang belum ada. Berusaha mengembangkan sesuatu yang lebih baik, menciptakan dan mewujudkan sesuatu yang dianggap penting dan menarik.

Sebagai mahasiswa universitas konservasi, kita seharusnya mengetahui secara mendalam hal-hal apa saja yang berhubungan dengan konservasi, sehingga kita tahu apa peran kita dalam mengembangkan budaya konservasi baik di lingkungan kampus maupun di luar kehidupan kampus. Seperti yang telah kita ketahui, konservasi adalah suatu upaya pelestarian alam dengan tetap memperhatikan manfaat yang dapat diperoleh dari lingkungan.

Alam telah memberikan banyak hal kepada kita, jadi hal pertama dan yang paling utama ingin saya tekankan adalah tanggung jawab. Kita mempunyai tanggung jawab besar dalam memelihara lingkungan konservasi. Ketika kita memahami bahwa tanggung jawab kita adalah menjaga dan melestarikan lingkungan, maka setiap apa yang kita lakukan pasti akan kita kembalikan pada sebab akibat yang akan timbul atau yang biasa kita sebut sebagai dampak positif dan negatif.

Karena itu, sebagai mahasiswa kita hendaknya selektif dan bijaksana. Selektif dalam memanfaatkan alam demi memenuhi kebutuhan dan bijaksana dalam memberikan ide-ide yang dapat membangun kelestarian lingkungan. Karena ketika kita memberikan yang terbaik untuk lingkungan, maka lingkungan juga akan memberikan hasil yang terbaik untuk kita dan anak cucu kita. Mahasiswa sebagai agent perubahan, tidak hanya bertindak dalam bidang sosial politik saja, namun juga budaya konservasi. Mahasiswa harus mampu menyampaikan gagasan-gagasan baru.

 

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

Sejarah Reog Ponorogo

November 21st, 2015

 

Pengertian

Reog Ponorogo merupakan salah satu dari  kesenian budaya yang berasal Jawa Timur. Mengapa dinamakan Ponorogo? Ya, kesenian ini berasal dari daerah Ponorogo, Jawa Timur. Biasanya, gerbang pada kota Ponorogo ini dihiasi pula oleh warok serta gemblak. Kedua sosok inilah yang ikut serta tampil pada kesenian reog ini disajikan.

Reog ini adalah salah satu budaya khas daerah terdapat di Indonesia dan masih sangat kental pula dengan berbagai hal yang masih berbau mistik serta ilmu kebatinan dari lakon reog yang kuat. Sejarah dari reog ponorogo dimulai ketika tahun 1920an.

Asal Usul Reog Ponorogo

Menurut cerita yang berkembang, asal usul Reog Ponorogo dilatarbelakangi oleh kisah perjalanan Raja Kerajaan Bantarangin, yaitu Prabu Kelana Sewandana yang tengah mencari calon permaisurinya pada tahun 900 Saka. Calon permaisuri tersebut dicari karena kabur dari kerajaan Bantarangin. Calon permaisuri yang bernama Dewi Sanggalangit yang juga adalah putri kerajaan Kediri ini kabur karena tidak ingin dijodohkan dengan sang Prabu Kelana. Setelah perjalanan berhari-hari, Dewi Sanggalangit pun akhirnya ditemukan disebuah goa ketika ia tengah bersemedi. Ketika diajak pulang untuk dinikahi, putri Kediri tetap tak mau. Sang prabu pun merayunya dengan janji akan menuruti segala apapun permintaan yang diajukan oleh sang calon permaisuri. Dari hasil semedi, sang putripun mendapat wahyu agar memintakan sebuah kesenian baru yang belum pernah ada sebelumnya dimana kesenian tersebut harus menggambarkan bahwa sang calon permaisuri adalah memang orang yang benar-benar dicintai sang raja. Setelah berpikir cukup keras berhari-hari, akhirnya sang prabu mendapat wahyu dari Dewi Parwati untuk membuat seni pertunjukan berupa tarian menggunakan barongan berupa reog. Reognya sendiri dibuat sangat besar dengan perlambangan cinta berupa bulu burung merak dan kepala harimau. Bulu burung merak melambangkan sang calon permaisuri dan kepala harimau melambangkan sang Prabu. Tarian reog ponorogo kala itupun langsung dipertontonkan pada sang calon permaisuri. Melihat tarian tersebut, sang calon permaisuri pu n sangat senang dan berjanji mau dinikahi sang prabu asal tarian reog tersebut dipertontonkan setiap tahun ketika memperingati hari pernikahan mereka. Sejak saat itulah reog ponorogopun lahir. Cerita asal usul reog ponorogo tersebut berkembang di masyarakat hingga kini. Kendati demikian, sebetulnya nama reog baru diperkenalkan sejak tahun 1989. Sebelumnya reog dikenal dengan nama REYOG. Nama tersebut diganti oleh Bupati Ponorogo Markum Singomedjo untuk tujuan propaganda pembangunan. Nama REOG dipilih karena sangat cocok digunakan sebagai akronim dari slogan resmi kabupaten ponorogo yaitu “Resik, Endah, Omber, Girang gemirang”.
Gerakan Pentas Reog Sepanjang Tahun

Agenda pertunjukan rutin Kesenian Reog oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo antara lain Festival Reog Nasional, Festival Reog Mini Nasional dan Pertunjukan pada Bulan Purnama. Agenda pertunjukan itu diselenggarakan di Panggung Utama Aloon – aloon Ponorogo. Pertunjukan yang selalu digelar dengan meriah tersebut dapat terselenggara karena memang Pemerintah Daerah memfasilitasi dan menjadi program bulanan dan tahunan. Festival Reog Nasional selalu dilaksanakan setiap tahun menjelang bulan Muharam (Jawa = Suro). Pertunjukan ini merupakan rentetan acara – acara Grebeg Suro dan Ulang Tahun Kota Ponorogo. Pagelaran kesenian Reog akbar ini bertaraf nasional sehingga pesertanya pun berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan pernah yang berasal dari luar negeri. Pertujukan ini menjadi salah satu andalan pemerintah daerah Ponorogo dalam meningkatkan daya tarik bagi wisatawan lokal maupun manca negara.

Demikian pula dengan dengan Festival Reog Mini tingkat nasional. Festival reog mini ini seluruh pesertanya adalah generasi muda atau golongan remaja. Mereka rata – rata masih sekolah di tingkat SD atau SMP, mereka adalag generasi penerus kesenian Reog yang nampaknya semakin berkembang. Pola kegiatannya hampir sama dengan Festival Reog Nasional, hanya saja yang berbeda adalah peserta, selain itu waktu pelaksanaannya adalah bulan AGustus.

Agenda pertunjukan kesenian reog yang lain dan tak kalah ramai dari pengunjung adalah pertunjukan Reog Bulan Purnama. Pentas ini rutin dilaksanakan bertepatan dengan malam bulam purnama. Peserta dari pentas ini adalah grup – grup lokal (dalam kabupaten Ponorogo) yang diwakilkan melalui kecamatan – kecamatan. Biasanya pentas ini disertai dengan beberapa pertunjukan tari garapan dari Sanggar seni di ponorogo atau kesenian lainnya.

Semua kegiatan di atas terselenggara secara rutin karena memang difasilitasi oleh Pemerintah daerah dan pelaksnaannyapun di lokasi yang strategis, yaitu Panggung Utama Aloon – aloon kabupaten Ponorogo. Jadi semua orang yang kebetulan lewat di jalan utama itu bisa langsung menonton pentas kesenian reog.

Di sisi lain yang juga perlu diperhatikan dan dipertanyakan adalah bagaimana pertunjukan – pertunjukan kesenian Reog di daerah -daerah (pelosok desa) di Ponorogo? Siapa yang bisa memfasilitasi? Apakah dengan penyelenggaraan Event – event besar seperti di atas sudah cukup mewakili identitas Ponorogo sebagai KOTA REOG??

Pertanyaan – pertanyaan di atas memang sederhana, namun kiranya perlu untuk disimak dan dipertimbangkan. Biasanya pertunjukan kesenian Reog di desa – desa diselenggarakan atas inisiatif personal (kawinan, khitanan, syukuran dll), inisiatif grup reog atau kumpulan grup. Itupun dengan biaya sendiri alias swadaya. Mereka mengumpulkan dana untuk menyelengarakan pertunjukan Reog secara mandiri dan alamiah. Bentuk pentasnya pun juga sangat sederhana dan terkesan apa adanya dan siapa saja dapat berpartisipasi, karena dalam pentas ini tidak ada aturan baku yang mengatur pertunjukan. Pentas demi pentas kesenian Reog terselenggara dengan meriah, karena masyarakat desa pada dasarnya haus akan hiburan. Dalam kedekatan antara kesenian reog dan masyarakat sebagai pemilik sejati itulah sebenarnya yang menjadikan identitas Ponorogo kota Reog selalu melekat.

Melihat kondisi seperti tersebut kiranya patut diapresiasi, bahwa kesenian Reog sangat perlu untuk difasilitasi penyelenggaraan pertunjukan (pentas)nya dan lebih menghidupkan pagelaran kesenian reog di desa – desa sehingga kesenian Reog benar – benar hidup di masyarakat Ponorogo.

Sebenarnya sangatlah sederhana konsep ini. Di kabupaten ada 21 kecamatan, dan dalam 1 tahun ada 12 bulan (dikurangi bulan Ramadhan 1 bulan jadi 11 bulan). Nah dari data tersebut masing – masing dapat diprediksi dalam 1 bulan dapat menyelenggarakan pertunjukan kesenain Reog di 2 kecamatan, artinya dalam 1 bulan sudah terselenggara 2 kali pentas reog. Pentas kesenian Reog ini, di luar pentas rutin yang sudah terselenggara yaitu FRN, Festival Reog mini dan Pentas Reog Bulan Purnama.

Apabila hal ini terselenggara secara wajar dan normal, seluruh kegiatan pementasan minimal 24 kali pertunjukan dan dilaksanakan dari kota sampai pedesaan. Hanya saja peran pemerintah sangat besar, karena semua pertunjukan itu sedapatnya pemerintah daerah yang memfasilitasi dan paling tidak mendanai kegiatan tersebut. Sebenarnya biaya yang dikeluarkan untuk operasional pertunjukan itu tidak terlalu banyak, asal saja partisipasi pemerintah dan masyarakat terjalin dengan baik.

Dengan intensitas pertunjukan kesenian reog yang sangat rutin, diselenggarakan dari kota hingga pelosok desa, peran pemerintah untuk memfasilitasi dan terjalinnya hubungan pemerintah daerah dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kesenain Reog, kiranya dapat lebih menggairahkan kehidupan kesenian Reog yang menjadi identitas Ponorogo… (kalau tidak mau dicaplok Malaysia, barangkali??). Dengan anggaran yang tidak terlalu besar, pertunjukan kesenian Reog akan terselenggara sepanjang tahun dan tentunya wisatawan dari dalam maupun luar negeri tidak harus menunggu bulan Muharam, Agustus atau bulan purnama.. bukan???
http://pusakapusaka.com/sejarah-reog-ponorogo-budaya-asli-indonesia.html

http://kisahasalusul.blogspot.com/2014/07/asal-usul-reog-ponorogo.html
www.reogdancer.blogspot.com

 

Kota Reog is My City (Sejarah Reog Ponorogo)

 

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

PPT ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah konservasi. Pada awalnya kami serombel bersama-sama melakukan pengamatan di Taman Wisata Biologi yang ada di UNNES, lalu mendata nama-nama tanaman yang kami temui disepanjang perjalanan. Sebenarnya di Taman Wisata Biologi ada lebih dari 100 macam spesies, namun hanya sekitar 60an yang berhasil kami data. Kemudian dari keseluruhan nama tanaman tersebut kami bagi untuk dipresentasikan, setiap kelompok yang terdiri dari 4 orang mendeskripsikan 3 tanaman. Mulai dari nama ilmiah, klasifikasinya, serta manfaat dan fungsi okologis, ekonomis, dan kesehatan dari tanaman tersebut.

konservasi tanaman

 

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I’m here for you

For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it’s time for you to rise
For all the things you sacrificed

Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you

Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you

Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday

Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday

You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
number one for me

Now I finally understand
That famous line
About the day I’d face in time
Coz now I have a child of mine

Even though I was so bad
I’ve learnt so much from you
Now I’m trying to do it too
Love my kids the way you do

Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you

Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you

Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday

Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday

You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
number one for me

There is no one in this world
That can take your place
Oooh I’m sorry for ever taken you for granted

I will use every chance I get
To make you smile
Whenever I’m around you

Now I will to try to love you
Like you love me
Only God knows how much you mean to me

Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you

Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you

Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday

Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday

The number one for me
The number one for me
The number one for me
Oh oh
Number one for me


Skip to toolbar