RPP:

RPP SMP IPA ASAM BASA

 

VIDEO:

https://drive.google.com/open?id=1OcakW6FOVqQa1vx60QTIRKdHHJLeUB1Y

 

 

 

PPT:

asam-basa-garam

 

 

ARTIKEL:

7683-16917-1-SM

537-1003-1-SM

A. JAWABAN

1. c. Asam laktat
2. a. Rasa dan sentuhan
3. b. Pahit
4. c. Bensol
5. a. Hidroksida
6. b. Karbondioksida
7. d. Ion
8. a. NaOH
9. a. Elektrolit
10. c. Garam dan air
11. b. Garam dapur
12. b. Kasar
13. a. Penggaraman
14. a. Merah
15. b. Berwarna biru
16. b. Bahan pengembang kue
17. a. Asam organik dan asam anorganik
18. a. Antacid mengandung basa yang dapat menetralkan kelebihan asam lambung
19. d. Kayu
20. b. Ionisasi
21. b. Basa
22. b. Gergaji besi
23. b. Obat antacid
24. b. Merusak
25. a. 0 sampai dengan 14
26. b. Bunga pacar air
27. a. Bersifat padat
28. c. Merah
29. c. Jeruk
30. b. Cuka
31. b. Tidak mengubah warna lakmus
32. d. Natrium hidroksida
33. b. Molekul air
34. a. C6H8O7
35. b. Tetap ada di dalam larutan
36. c. Nonelektrolit
37. a. Anoda dan katoda
38. c. Lemah
39. a. Asam
40. a. Netral

Evaluasi: Asam, Basa, dan Garam

December 18th, 2017

Evaluasi: Asam, Basa, dan Garam

 

BERILAH TANDA SILANG (X) PADA HURUF A, B, C, ATAU D PADA JAWABAN YANG BENAR!

1. Asam yang dihasilkan sebagai hasil samping proses-proses di dalam sel ketika tubuh habis berolahraga adalah ….
a. Asam fosfat
b. Asam asetat
c. Asam laktat
d. Asam sitrat

2. Asam dan basa dapat dibedakan dari ….
a. Rasa dan sentuhan
b. Warna dan bentuk
c. Rasa dan warna
d. Warna dan panjang

3. Basa mempunyai rasa ….
a. Asam
b. Pahit
c. Manis
d. Pedas

4. Asam merupakan penyusun dari berbagai bahan berikut ini, kecuali  ….
a. Cuka
b. Keju
c. Bensol
d. Deterjen

5. Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan ion ….
a. Hidroksida
b. Positif
c. Negatif
d. Hidrogen

6. Berikut ini yang tidak termasuk basa adalah ….
a. Aluminium hidroksida
b. Karbondioksida
c. Kalsium hidroksida
d. Magnesium hidroksida

7. Zat atau partikel yang bermuatan dinamakan ….
a. Asam
b. Basa
c. Garam
d. Ion

8. Rumus kimia Natrium hidroksida adalah ….
a. NaOH
b. Ca(OH)2
c. KOH
d. Mg(OH)2

9. Larutan yang dapat menghantarkan listrik dinamakan larutan ….
a. Elektrolit
b. Isolator
c. Korosif
d. Metalit

10. Reaksi antara asam dan basa akan menghasilkan ….
a. Logam dan air
b. Karat dan garam
c. Garam dan air
d. Air dan karbon

11. Hasil reaksi antara asam klorida dan natrium hidroksida menghasilkan ….
a. Karbondioksida
b. Garam dapur
c. Baking soda
d. Deterjen

12. Basa mempunyai sifat berikut ini, kecuali ….
a. Pahit
b. Kasar
c. Licin
d. Elektrolit

13. Reaksi yang terjadi antara asam dengan basa disebut juga dengan proses ….
a. Penggaraman
b. Respirasi
c. Pengasaman
d. Ionisasi

14. Larutan asam akan membuat lakmus merah menjadi berwarna ….
a. Merah
b. Kuning
c. Biru
d. Hijau

15. Dalam larutan asam dan garam, indikator fenolftalin ….
a. Berwarna merah
b. Berwarna biru
c. Tidak berwarna
d. Berwarna-warni

16. Baking soda adalah salah satu jenis garam yang banyak digunakan untuk ….
a. Penambah rasa makanan
b. Bahan pengembang kue
c. Sabun deterjen
d. Bahan utama baterai

17. Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan dalam 2 golongan, yaitu ….
a. Asam organik dan asam anorganik
b. Asam buatan dan asam rekayasa
c. Asam organik dan asam alam
d. Asam alam dan asam tumbuhan

18. Orang yang sedang mengalami sakit perut karena disebabkan asam lambung yang meningkat dapat dinetralkan menggunakan antacid karena ….
a. Antacid mengandung basa yang dapat menetralkan kelebihan asam lambung
b. Antacid mengandung garam yang dapat menghilangkan asam lambung
c. Antacid mengandung asam yang lebih kuat untuk meredakan asam lambung
d. Antacid mengandung basa yang dapat memurnikan kelebihan asam lambung

19. Benda berikut ini yang tidak mudah rusak karena terkena asam adalah ….
a. Logam
b. Keramik
c. Marmer
d. Kayu

20. Peristiwa terurainya suatu zat menjadi ion-ionnya dalam air disebut ….
a. Hidronasi
b. Ionisasi
c. Karbonisasi
d. Infiltrasi

21. Larutan dengan pH > 7 bersifat ….
a. Asam
b. Basa
c. Netral
d. Negatif

22. Benda-benda peralatan rumah tangga berikut ini yang mudah rusak apabila terkena larutan asam adalah ….
a. Gayung plastik
b. Gergaji besi
c. Sendok plastik
d. Meja kayu

23. Alumunium hidroksida banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai ….
a. Bahan cat tembok
b. Obat antacid
c. bahan pembersih kaca
d. Bahan pembuat sabun

24. Asam yang kuat bersifat korosif, korosif artinya ….
a. Membersihkan
b. Merusak
c. Menetralkan
d. Mengasamkan25. Indikator universal juga disebut sebagai Skala pH (Power of Hidrogen) mempunyai sekala antara ….
a. 0 sampai dengan 14
b. 0 sampai dengan 7
c. 0 sampai dengan 100
d. 0 sampai dengan 1526. Berikut ini yang termasuk indikator alami dalam menguji asam dan basa adalah ….
a. Timol biru
b. Bunga pacar air
c. Metil jingga
d. Penolptalin

27. Berikut ini yang tidak termasuk sifat dari asam adalah ….
a. Bersifat padat
b. Bersifat elektrolit
c. Bersifat korosif
d. Bereaksi dengan basa

28. Lakmus biru dalam larutan asam akan berwarna …..
a. Kuning
b. Biru
c. Merah
d. Hijau

29. Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan ….
a. Mangga
b. Semangka
c. Jeruk
d. Melon

30. Berikut ini yang didalamnya terdapat asam yang tidak termasuk asam organik adalah ….
a. Jeruk
b. Cuka
c. Apel
d. Tomat

31. Lakmus yang diberikan larutan garam maka ….
a. Warna lakmus berubah menjadi biru
b. Tidak mengubah warna lakmus
c. Warnanya berubah menjadi kuning
d. Warnanya berubah menjadi merah

32. Sabun dan pembersih saluran air banyak mengandung ….
a. Aluminium hidroksida
b. Kalsium hidroksida
c. Magnesium hidroksida
d. Natrium hidroksida

33. Bila larutan asam direaksikan dengan larutan basa, maka ion H+ dari asam akan bereaksi dengan ion OH- dari basa dan membentuk ….
a. Molekul garam
b. Molekul air
c. Molekul karbon
d. Molekul nitrogen

34. Rumus kimia asam sitrat adalah ….
a. C6H8O7
b. COOH
c. C2H4O2
d. CH2O

35. Bila garam yang terbentuk mudah larut dalam air, maka ion-ionnya akan ….
a. Membentuk endapan
b. Tetap ada di dalam larutan
c. Membentuk mineral baru
d. Membentuk warna kuning

36. Zat yang tidak menghantarkan arus listrik dinamakan larutan ….
a. Elektrolit
b. Isolatif
c. Nonelektrolit
d. Asam basa

37. Alat penguji elektrolit sederhana terdiri dari dua elektroda yaitu ….
a. Anoda dan katoda
b. Asam dan basa
c. Natrium dan alumunium
d. Hidrogen dan Hidroksida

38. Asam atau basa yang hanya terionisasi sebagian merupakan asam dan basa yang ….
a. Positif
b. Kuat
c. Lemah
d. Kasar

39. Semakin besar konsentrasi ion H+ dalam larutan maka larutan tersebut semakin ….
a. Asam
b. Basa
c. Panas
d. Netral

40. Larutan dengan pH = 7 bersifat ….
a. Netral
b. Asam
c. Basa
d. Sangat asam

Banyak sekali larutan disekitar kita, baik yang bersifat asam, basa, maupun netral. Tahukah kamu bagaimana cara menentukan sifat asam dan basa larutan secara tepat? Indikator yang dapat digunakan adalah indikator asam basa. Indikator adalah zat -zat yang menunjukkan indikasi berbeda dalam larutan asam, basa, dan garam. Cara menentukan senyawa bersifat asam, basa, atau netral dapat menggunakan kertas lakmus dan larutan indikator atau indikator alami. Berikut adalah beberapa cara menguji sifat larutan.

Kegiatan Ilmiah 1

Identitifikasi Larutan Asam dan Larutan Basa Menggunakan Kertas Lakmus

Warna kertas lakmus dalam larutan asam, larutan basa dan larutan bersifat netral berbeda. Ada dua macam kertas lakmus, yaitu lakmus merah dan lakmus biru. Sifat dari masing-masing kertas lakmus tersebut adalah sebagai berikut.

a. Lakmus merah dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru.

b. Lakmus biru dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru.\

c. Lakmus merah maupun biru dalam larutan netral tidak berubah warna

Gambar 1.5 kertas lakmus merah dalam larutan basa berwarna biru, dan kertas lakmus biru dalam larutan asam berwarna merah

Agar kamu lebih paham mengenai materi ini, mari kita lakukan kegiatan berikut.

Kegiatan Ilmiah 2

Identifikasi Larutan Asam, Basa,dan Garam Menggunakan Kertas Lakmus

Tujuan

Mengidentifikasi larutan asam, basa, dan garam menggunakan kertas lakmus.

Alat dan Bahan

  1. Gelas plastik/gelas kimia
  2. Pelat tetes
  3. Pipet tetes
  4. Kertas lakmus
  5. Bahan-bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari, seperti cuka, air aki, teh, sabun, kapur,air sumur, garam, dan air jeruk.

Petunjuk Kerja

  1. Kumpulkan bahan-bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari yang berupa bahan padatatau larutan.
  2. Larutkan bahan-bahan yang padat tersebut ke dalam air.
  3. Masukkan atau celupkan kertas lakmus ke dalam cekungan-cekungan pelat tetes.
  4. Teteskan dengan pipet tetes asam, basa, dan netral dari bahan-bahan tersebut pada lakmus yang terdapat di dalam cekungan pelat tetes.
  5. Catat hasil pengamatan dalam tabel dan klasifikasikan bahan-bahan tersebut berdasar-kan sifatnya.
  6. Buatlah kesimpulan dari hasil kegiatan dan susunlah laporannya.

Tabel 1.5 Hasil pengamatan identifikasi larutan dengan kertas lakmus

No. Bahan-bahan Hasil pengamatan Asam Basa Netral
menggunakan lakmus
1. Larutan cuka
2. Air jeruk
3. Air aki
4. Larutan gula
5. Larutan sabun
6. Larutan kapur
7. Air teh
8. Air sumur
9. Larutan garam dapur

Pertanyaan

  1. Apa yang terjadi pada kertas lakmus jika ditetesi dengan larutan asam, basa, atau larutan netral?
  2. Mengapa larutan yang netraltidak dapat menunjukkan perubahan warna pada lakmus?
  3. Identitifikasi Larutan Asam dan Larutan Basa Menggunakan Indikator Alami

Percobaan yang telah kamu lakukan adalah mengidentifikasi suatu larutan bersifat asam, basa atau netral dengan menggunakan kertas lakmus. Adakah cara lain untuk mengidentifikasi suatu larutan? Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan sendiri di rumah,yaitu dengan menggunakan indikator alami. Berbagai bunga yang berwarna atau tumbuhan, seperti daun, mahkota bunga, kunyit, kulit manggis, dan kubis ungu dapat digunakan sebagai indikator

asam basa. Ekstrak atau sari dari bahan-bahan ini dapat menunjukkan warna yang berbeda dalam larutan asam basa.

Gambar 1.6 indikator alami : kubis ungu, bunga mawar, bunga sepatu, serta kunyit

Sebagai contoh, ambillah kulit manggis, tumbuklah sampai halus dan campur dengan sedikit air. Warna kulit manggis adalah ungu (dalam keadaan netral). Jika ekstrak kulit manggis dibagi dua dan masing-masing diteteskan larutan asam dan basa, maka dalam larutan asam terjadi perubahan warna dari ungu menjadi cokelat kemerahan. Larutan basa yang diteteskan akan mengubah warna dari ungu menjadi biru kehitaman.

Agar kamu lebih paham dengan pokok bahasan ini, mari kita lakukan kegiatan berikut.

Kegiatan Ilmiah .3

Identifikasi Larutan Asam, Basa, dan Garam Menggunakan Indikator Alami

Tujuan

Mengidentifikasi larutan asam, basa, dan garam dengan menggunakan indikator alami

Alat dan Bahan
1. Lumpang dan alu 7. Air kapur
2. Corong 8. Air suling
3. Tabung reaksi 9. Larutan NaOH
4. Pipet tetes 10. Larutan HCℓ
5. Gelas ukur 11. Larutan garam dapur
6. Bunga berwarna atau bahan alam 12. Larutan cuka

Petunjuk Kerja

  1. Siapkan berbagaimacam bunga berwarna atau bahan alam (misalnya bunga sepa -tu, bunga mawar, kunyit, bougenvile, dan bunga kana).
  2. Siapkan lumpang dan alu.
  3. Tumbuklah bahan-bahan tersebut dengan menggerusnya dan tambahkan air ± 5ml. Kemudian, amati indikator warnanya.
  4. Siapkan 5 tabung reaksi yang berisi larutan yang akan diuji.
  5. Masukkan masing-masing 1 ml ekstrak ke dalam 5 tabung reaksi.
  6. Masukkan masingmasing 5 tetes larutan cuka ke dalam tabung reaksi 1, larutan natrium klorida ke dalam tabung 2, dan larutan natrium hidroksida ke dalam tabung. Amati perubahan warna indikator dalam larutan.
  7. Lakukan dengan cara yang sama untuk ektrak bahan lain dan dalam larutan lainnya. Catat perubahan warna indikator alami tersebut ke dalam tabel.
  8. Buatlah kesimpulan dari hasil kegiatan, kemudian diskusikan dengan teman satu kelompok.

Tabel 1.6 Hasil pengamatan identifikasi larutan dengan indikator alami

W a r n a W a r n a  I n d i k a t o r
D a l a m  L a r u t a n
N o I n d i k a t o r  A l a m i I n d i k a t o r
A s a m
m u l a – m u l a G a r a m N a O H
C u k a
1 . B u n g a  s e p a t u
2 . K u n y i t
3 . B u n g a  k a n a
4 . B u n g a  m a w a r
5 . B u n g a  b o u g e n v i l e

Pertanyaan

  1. Perubahan warna apa yang terjadi pada ekstrak yang ditetesi dengan larutan asam, basa atau larutan netral?
  2. Mengapa larutan yang netral tidak dapat menunjukkan perubahan warna pada ekstrak?

Sifat-Sifat Asam, Basa, dan Garam

December 13th, 2017

Bagaimana rasa permen vitamin C atau kuah bakso yang diberi cuka? Tentu kamu akan menjawab rasanya masam. Pernahkah kamu mencicipi garam? Bagaimana rasanya? Bagaimanakah rasa jamu? Rasanya pahit atau manis? Rasa pahit merupakan salah satu sifat zat yang bersifat basa. Memang, sejak zaman dahulu asam, basa, dan garam sudah  dikenal, karena banyak bahan makanan digunakan dalam kehidupan sehari-hari bersifat asam, basa atau garam. Coba kamu sebutkan contoh bahan makanan atau minuman yang bersifat asam.

Istilah asam (acid ) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Seperti diketahui, zat utama dalam cuka adalah asam asetat. Basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Apakah sifat asam, basa, dan garam itu? Coba kamu perhatikan larutan pembersih porselin atau keramik. Apa yang terjadi jika larutan pembersih tersebut terkena lantai keramik? Coba kamu simpulkan sifat-sifat asam!. Pernahkah kamu mencuci dengan deterjen atau sabun? Apa yang kamu rasakan pada tanganmu itu? Apakah licin dan terasa panas? Seperti halnya dengan sabun, basa bersifat kaustik (licin),selain itu basa juga bersifat alkali (bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian). Kita dapat mengenali asam dan basa dari rasanya. Namun, kita dilarang mengenali asam dan basa dengan cara mencicipi karena cara tersebut bukan merupakan cara yang aman. Bagaimanakah cara mengidentifikasi asam dan basa yang baik dan aman? Kamu dapat mengenali asam dan basa dengan menggunakan indikator. Indikator yaitu suatu bahan yang dapat bereaksi dengan asam, basa, atau garam sehingga akan menimbulkan perubahan warna.

Kenalan yuk sama ilmuan yang berjasa dalam  penemuan teori asam-basa, salah satunya adalah Svante August Arrhenius.

Gambar 1.1 Svante August Arrhenius

Svante August Arrhenius (19 Februari 1859—2 Oktober 1927) ialah seorang ilmuwan Swedia yang merupakan salah satu penggagas kimia fisik. Ia mendapat Penghargaan Nobel dalam Kimia atas karyanya mengenai ionisasi pada tahun 1903. Ia mengemukakan bahwa senyawa dalam larutan dapat terurai menjadi ion-ionnya, dan kekuatan asam dalam larutan aqua tergantung pada konsentrasi ion-ion hidrogen di dalamnya.

  1. Asam

Kamu sudah mengetahui jika asam merupakan salah satu penyusun dari berbagai bahan makanan dan minuman, misalnya cuka, keju,dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan melepaskan ion H+. Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H+(ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen. Tahukah kamu perbedaan antara ion, kation, dan anion? Ion adalah atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik. Kation adalah ion yang bermuatan listrik positif. Adapun anion adalah ion yang bermuatan listrik negatif. Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan berbagai bahan seperti logam, marmer, dan keramik. Reaksi antara asam dengan logam bersifat korosif. Contohnya, logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HC ℓ) membentuk Besi (II)klorida (FeCℓ2).

 

Asam-asam apa sajakah yang ada dalam kehidupan sehari-hari kita? Mari kita cermati tabel berikut.

 

Tabel 1.1 Beberapa asam yang dikenal

Nama Asam Rumus Kimia Terdapat dalam
Asam Assetat CH2COOH Larutan Cuka
Asam Askorbat C6H8O6 Jeruk, tomat, sayuran
Asam Sitrat C6H8O7 Jeruk
Asam Borat H3BO3 Larutan pencuci mata
Asam Karbonat H2CO3 Minuman berkarbonasi
Asam Klorida HCℓ Asam lambung
Asam Nitrat HNO3 Pupuk, peledak TNT
Asam Fosfat H3PO4 Deterjen, pupuk
Asam Tartrat C4H6O6 Anggur
Asam Malat C4H6O5 Apel
Asam Formiat HCOOH Sengatan lebah
Asam Laktat C3H6O3 Keju
Asam Benzoat C6H5COOH Bahan pengawet makanan
Asam Sulfat H2SO4 Aki mobil
Asam Brominda HBr Indikator terjadinya suatu reaksi kimia
Asam Sianida HCN Umbi-umbian, misalnya gadung

 

Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan dalam 2 golongan,yaitu asam organik dan asam anorganik. Tahukah kamu apa bedanya?Asam organik umumnya bersifat asam lemah, korosif, dan banyak terdapat di alam. Asam anorganik umumnya bersifat asam kuat dan korosif. Karena sifat-sifatnya itulah, maka asam-asam anorganik banyak digunakan di berbagai kebutuhan manusia.

 

gambar 1.2 Jeruk dan keju sebagai contoh dari asam

 

Asam sitrat terdapat pada berbagai jenis buah dan sayuran. Asam sitrat yang konsentrasi tinggi, mencapai 8% bobot kering, terdapat pada jeruk lemon dan limau (misalnya jeruk nipis dan jeruk purut). Rumus kimia asam sitrat adalah C6H8O7.

 

Gambar 1.3 Stuktur Kimia Asam Sitrat

 

 

  1. Basa

 

Jika kamu mencuci tangan dengan sabun, apa yang kamu rasakan pada tanganmu? Dalam keadaan murni, basa umumnya berupa kristal padat dan bersifat kaustik. Beberapa produk rumah tangga seperti deodoran, obat maag (antacid) , sabun ,serta deterjen mengandung basa. Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air(larutan) dapat melepaskan ion hidroksida (OH). Oleh karena itu,semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH. Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida.

Tahukah kamu, basa apa yang ada di sekitar kita? Mari kita cermati tabel berikut ini.

Tabel 1.2 Beberapa basa yang dikenal

Nama Basa Rumus Kimia Terdapat dalam
Aluminium hidroksida Aℓ(OH)3 Deodoran, obat maag
Kalsium hidroksida Ca(OH)2 Plester
Magnesium hidroksida Mg(OH)2 Obat pencahar(antacid )
Natrium hidroksida NaOH Sabun, pembersih saluran air

 

Gambar 1.3 sabun dan plester sebagai contoh dari basa

 

  1. Garam

Jika mendengar kata ”garam”, pastilah yang terbayang pada benak mu adalah garam dapur. Garam dapur memang merupakan salah satu contoh garam.

Dalam kehidupan sehari-hari pernahkah kamu melihat orang yang sakit perut(maag dan sejenisnya)? Tahukah kamu mengapa orang yang sakit maag minum obat sakit maag atau antacid? Apakah antacid itu? Orang mengalami sakit perut disebabkan asam lambung yang meningkat. Untuk menetralkan asam lambung (HCℓ) digunakan antacid . Antacid mengandung basa yang dapat menetralkan kelebihan asam lambung (HCℓ).

Umumnya zat-zat dengan sifat yang berlawanan, seperti asam dan basa cenderung bereaksi membentuk zat baru. Bila larutan asam direaksikan dengan larutan basa, maka ion H+ dari asam akan bereaksi dengan ion OH dari basa membentuk molekul air.

H+ (aq) +  OH- (aq) –> H2O (ℓ)

Asam          Basa                Air

 

Karena air bersifat netral, maka reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan(netralisasi).

Apakah terjadi reaksi antara ion negatif dari asam dan ion positif logam dari basa? Ion-ion ini akan bergabung membentuk senyawa ion yang disebut garam. Bila garam yang terbentuk ini mudah larut dalam air, maka ion-ionnya akan tetap ada di dalam larutan. Tetapi jika garam itu sukar larut dalam air, maka ion-ionnya akan bergabung membentuk suatu endapan. Jadi, reaksi asam dengan basa disebut juga reaksi penggaraman karena membentuk senyawa garam. Mari kita simak contoh reaksi pembentukan garam berikut!

Asam + Basa –> Garam + Air

Asam klorida + Natrium hidroksida –> Natrium klorida + Air

 

HCℓ(aq)   +     NaOH(aq) –> NaCℓ(aq)  +   H2O(ℓ)

Asam                   Basa              Garam              Air

 

Walaupun reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan, tetapi hasil reaksi(garam) tidak selalu bersifat netral. Sifat asam basa dari larutan garam bergantung pada kekuatan asam dan basa penyusunnya.

 

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral, disebut garam normal, contohnya NaCℓ dan KNO3. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam dan disebut garam asam, contohnya adalah NH4Cℓ. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa dan disebut garam basa, contohnya adalah CH3COONa. Contoh asam kuat adalah HCℓ, HNO3, H2SO4. Adapun KOH, NaOH, Ca(OH)2.

Gambar 1.4. Garam

 

Simaklah beberapa garam yang telah dikenal dalam kehidupan sehari-hari pada tabel berikut. Apa sajakah garam yang ada dalam kehidupan kita?

 

Tabel 1.3 Beberapa garam yang dikenal

Nama Garam Rumus Kimia Nama Dagang Kegunaan
Natrium klorida NaCℓ Garam dapur Penambah rasa
Kalsium karbonat CaCO3 Kalsit Bahan cat
Kalium nitrat KNO3 Salpeter Pupuk
Kalium karbonat K2CO3 Potas Bahan sabun
Natrium fosfat Na3PO4 TSP Bahan deterjen
Amonium klorida NH4Cℓ Salmoniak Bahan baterai
Magnesium Sulfat MgSO4 Garam inggris Obat pencahar
Natrium bikarbonat NaHCO3 Soda kue Pengembang kue
Kalium sianida KCN Potas Potas
Monosodium glutamat MSG Penyedap rasa Penyedap rasa

 

  1. Larutan Asam, Basa, dan Garam Bersifat Elektrolit

Pernahkah kamu melihat seseorang mencari ikan dengan menggunakan ”setrum” atau aliran listrik yang berasal dari aki? Apa yang terjadi setelah beberapa saat ujung alat yang telah dialiri arus listrik itu dicelupkan ke dalam air sungai? Ternyata ikan yang berada disekitar ujung alat itu terkena aliran listrik dan pingsan atau mati. Apakah air dapat menghantarkan listrik?

Sebenarnya air murni adalah penghantar listrik yang buruk. Akan tetapi bila dilarutkan asam, basa, atau garam ke dalam air maka larutan ini dapat menghantarkan arus listrik. Zat-zat yang larut dalam air dan dapat membentuk suatu larutan yang menghantarkan arus listrik dinamakan larutan elektrolit. Contohnya adalah larutan garam dapur dan larutan asam klorida. Zat yang tidak menghantarkan arus listrik dinamakan larutan non elektrolit. Contohnya adalah larutan gula dan larutan urea.

Untuk mengetahui suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik atau tidak, dapat diuji dengan alat penguji elektrolit. Alat penguji elektrolit sederhana terdiri dari dua elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik searah dan dilengkapi dengan lampu ,serta bejana yang berisi larutan yang akan diuji. Mari kita lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui apakah asam, basa, dan garam dapat menghantarkan arus listrik.

 

Kegiatan Ilmiah 1

 

Uji Larutan Berdasarkan Daya Hantar Listrik

Tujuan

Menguji larutan berdasarkan daya hantar listriknya

Alat dan Bahan

1. Gelas kimia 5. Larutan NaCℓ
2. Elektroda karbon 6. Larutan asam cuka
3. Baterai 7. Larutan NaOH
4. Bola lampu 8. Larutan gula

Gambar Rangkaian Alat Uji Larutan Berdasarkan Daya Hantar Listrik

 

Petunjuk Kerja

  1. Rangkailah alat uji elektrolit seperti tampak pada gambar di atas.
  2. Isilah gelas dengan larutan asam asetat.
  3. Celupkan elektroda ke dalam larutan asam asetat.
  4. Amatilah bola lampu, perubahan apa yang terjadi?

Tujuan

Menguji larutan berdasarkan daya hantar listriknya

Alat dan Bahan

1. Gelas kimia 5. Larutan NaCℓ
2. Elektroda karbon 6. Larutan asam cuka
3. Baterai 7. Larutan NaOH
4. Bola lampu 8. Larutan gula

 

Petunjuk Kerja

  1. Rangkailah alat uji elektrolit seperti tampak pada gambar di atas.
  2. Isilah gelas dengan larutan asam asetat.
  3. Celupkan elektroda ke dalam larutan asam asetat.
  4. Amatilah bola lampu, perubahan apa yang terjadi?
  5. Ulangi kegiatan di atas dengan mengganti larutan asam asetat dengan larutan NaOH ,larutan NaCℓ, dan larutan gula secara bergantian.
  6. Catat hasil pengamatan dalam tabel.
  7. Buatlah kesimpulan dari hasil kegiatan dan diskusikan bersama teman satu kelompok.

 

Tabel 1.4 Hasil pengamatan uji larutan elektrolit dan non elektrolit

No. Larutan Nyala Lampu Gelembung gas
Terang Redup Padam Ada Tidak ada

 

 

Pertanyaan

  1. Apa yang disebut dengan larutan?
  2. Apa yang disebut dengan larutan elektrolit kuat, larutan elektrolit lemah, dan larut-an non elektrolit?
  3. Berdasarkan kegiatan yang kamu lakukan, berilah contoh larutan elektrolit lemah, kuat,dan non elektrolit.

Pendahuluan: Asam Basa

December 8th, 2017

Asam dan basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting. Selain kedua zat tersebut, kamu juga dapat menemukan zat lain di sekitarmu, yaitu garam. Asam, basa, dan garam telah dikenal sebagai zat-zat yang menarik untuk dipelajari sejak zaman alkimia. Kimia asam-basa berperan penting dalam banyak proses yang terjadi dalam tubuhmu. Sebagai contoh peran asam dalam tubuhmu selama berolahraga. Ketika kamu berolahraga, asam laktat akan dihasilkan sebagai hasil samping proses-proses di dalam sel. Bila kita berolah lebih giat, akan lebih banyak asam laktat yang dihasilkan daripada yang dapat dikeluarkan melalui sistem sirkulasi. Secara sedehana sifat-sifat yang teramati juga mampu membedakan asam, basa, dan garam seperti berikut ini.

A. Asam

Kata “asam” berasal dari bahasa latin, yaitu acidus yang berarti masam. Secara kimia, asam merupakan suatu zat yang dalam pelarut air dapan menghasilkan ion hidrogen (H+). Senyawa asam banyak ditemukan dikehidupan sehari-hari, seperti pada makanan dan minuman. Selain iu, senyawa asam juga dapat ditemukan dalam lambung, yaitu asam klorida yang berfungsi membunuh kuman. Beberapa senyawa asam: asam sitrat

contohnya jeruk, asam tartat contohnya anggur, asam malat contohnya apel, asam klorida contohnya lambung, asam nitrat pupuk tanaman.

  1. Sifat-sifat asam:
    1. Rasa masam
    2. Mengubah lakmus biru menjadi merah
    3. Menghantarkan arus listrik
    4. Bereaksi dengan logam menghasilkan gas hidrogen
  1. Kekuatan asam

Berdasarkan kekuatannya, asam dibagi menjadi dua , yaitu asam kuat dan asam lemah. Kuat lemahnya asam ditentukan oleh jumlah ion hidrogen yang terionisasi dalam larutan. Asam kuat adalaah asam yang banyak menghasilkan ion dalam larutannya (terionisasi sempurna), sedangkan asam lemah adalah asam yang sedikit menghasilkan ion dalam larutannya (terionisasi sebagian).

3.Peranan asam dalam kehidupan

Asam merupakan salah satu senyawa yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Dalam bidang industri, asam bnyak digunakan dalam proses pembuatan pupuk, obat-obatan, bahan peledak, plastik, dan pembersih permukaan logam. Selain itu terdapat beberapa asam yang digunakan sebagai pengawet makanan, seperti asam benzoat, asam asetat, dan asam askorbat. Meskipun asam merupakan senyawa yang sangat bermanfaat, tetapi asam juga dapat menyebabkan berbagai kerusakan karena sifatnya yang korosif. Salah satunya adalah peristiwa hujan asam yang akhir-akhir ini menimbulkan masalah lingkungan yang serius.

B. Basa

Secara kimia, basa merupakan senyawa yang menghasilkan ion hidroksida (OH-) ketika larut dalam pelarut air. Adanya gugus OH- inilah yang menyebabkan senyawa basa memiliki sifat-sifat khas sebagai suatu basa.

  1. Sifat-sifat basa:
    1. pahit dan terasa licin di kulit
    2. mengubah lakmus merah menjadi biru
    3. menghantarkan arus listrik
    4. menetralkan sifat asam
  1. Kekuatan basa

Kekuatan basa sangat bergantung pada kemampuan basa tersebut melepaskan OH-dalam larutan dan konsentrasi basa tersebut. Berdasarkan hal tersebut, senyawa basa dibagi menjadi dua basa kuat dan basa lemah. Semakin banyak ion OH- yang dilepaskan, maka kekuatan akan bertambah. Basa kuat bersifat korosif, sehingga peru berhati-hati dalam mengunakan zat tersebut. Contoh senyawa yang tergolong basa kuat adalah natrium hidroksida (NaOH), kalium hidroksida (KOH), kalsium hidroksida (Ca(OH)2)sedangkan amonia (NH3) termasuk basa lemah.

  1. Peranan Basa dalam kehidupan

Senyawa basa banyak digunakan dalam rumah tangga maupun di industri. Senyawa basa dapat digunakan sebagai pembersih. Pemmbersih alat-alat dapur yang ada di pasaran mengandung natrium hidroksida yang berfungsi membersihkan noda minyak atau mentega.pembersih lantai mengandung amonia yang daoat membersihkan debu.

C. Garam

Garam merupakan senyawa yang terbentuk dari reaksi antara asam dengan basa. Selain itu, garam juga dapat terbentuk dari reaksi antara logam dengan asam kuat encer.

Asam + Basa ——–> Garam + air

  1. pH dan Indicator a). pH

Sifat keasaman / kebasaan suatu zat dapat diketahui dengan menentukan pH zat tersebut. Skala pH (power of hydrogen) berkisar 0 sampai 14. Suatu asam mempunyai pH yng lebih kecil dri 7 (pH <7).

b). Indicator

  1. Indikator Universal

Indikator universal merupakan campuran dari bermacam-macam indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan warnanya.

  1. Indikator Kertas

Indikator kertas berupa kertas serap dan tiap kotak kemasan indikator jenis ini dilengkapi dengan peta warna.

  1. Indikator Larutan

Salah satu contoh indikator universal jenis larutan adalah larutan metil jingga (Metil Orange = MO). Pada pH kurang dari 6 larutan ini berwarna jingga, sedangkan pada pH lebih dari 7 warnanya menjadi kuning.

Tahukah kamu bahwa sebagian besar makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari bersifat asam, basa, atau garam? Pernahkah kamu makan semangkuk bakso yang telah diberi cuka? Bagaimana rasanya? Apakah cuka tersebut tergolong larutan asam? Apa ciri-ciri larutan yang bersifat asam, basa, atau garam? Bagaimana cara menguji suatu larutan itu tergolong asam, basa, atau garam? Mari kita pelajari bersama.


Skip to toolbar