“Cinta dalam Diam Ali dan Fatimah”
—————————————
Pembicara: Ustad Maulana 
dalam Pembuka Cakrawala Islam 3
—————————————

Pilihlah calon pendamping hidup dengan memperhatikan bibit, bobot, dan bebet. Cinta dalam syar’i itu jangan diungkapkan kalau belum waktunya, karena akan menimbulkan kegalauan. Tunggulah timing yang tepat. Wanita itu tercipta dari tulang rusuk, maka jangan memposisikannya menjadi tulang punggung.
—————————————
—————————————
KAJIAN TIAP RABU SORE
DI MASJID SALMAN ALFARITSI FT UNNES
#Fisabilillah
#SemangatLillah

“Mencerdaskan Pikiran dengan Membaca Al Qur’an”
—————————————
Pembicara: Ustad Giyanto
dalam Pembuka Cakrawala Islam 2
—————————————

Ahlul Qur’an adalah orang yang selalu mendapat ketenangan, rahmat, naungan malaikat serta namanya disebut-sebut oleh Allah SWT.
“Tidaklah suatu kaum berkumpul disalah satu rumah Allah (masjid), membaca kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka, kecuali turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi Malaikat, dan Allah SWT menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya.” [HR. Muslim]
Ahlul Qur’an paling berhak menjadi imam dalam shalat.
“Yang berhak menjadi Imam adalah yang paling banyak interaksinya dengan Al Qur’an”. [HR. Muslim].
Cara mudah menghafal al Qur’an adalah dengan cara:
1. Menjaga Kesucian dengan Berwudhu
2. Berguru
3. Mencintai Al Qur’an
4. Menjaga Makan dengan rezeki yang halal
5. Jangan Menyerah
6. Menjaga Diri dari Maksiat

—————————————
—————————————
KAJIAN TIAP RABU SORE
DI MASJID SALMAN ALFARITSI FT UNNES
#Fisabilillah
#SemangatLillah

“Memantapkan Iman Sebagai Penyemangat Beribadah”
—————————————
Pembicara: Ustad Abdul Ghaffar
dalam Pembuka Cakrawala Islam 1
—————————————

Kunci sukses dunia dan akhirat ada bermacam-macam antara lain:
1. Bersyukur atas nikmat iman dan islam

2. Shalat 5 waktu
Sebisa mungkin menjaga solat 5 waktunya tepat waktu.

Beritahukan kepadaku suatu perbuatan yang menyebabkan aku masuk surga.” Kemudian, ada orang lain bertanya, ”Ada apa dengan orang itu?” Nabi saw menjawab, ”Dia menanyakan sesuatu untuk dirinya.” Kemudian Nabi saw bersabda kepada penanya pertama, ”Beribadahlah kepada Allah tanpa menyekutukan sesuatu dengan-Nya, dirikanlah shalat, bayarlah zakat, dan sambunglah tali silturahmi.” (HR Bukhari/1395)

3. Tilawatil Qur’an
Rasululullah bersabda, ‘Mengapa salah seorang dari kalian tidak kemasjid lalu mempelajari atau membaca dua buah ayat al Qur’an lebih baik baginya dari pada dua ekor unta betina, tiga ayat lebih baik dari tiga ekor unta betina, dan begitu pula membaca empat ayat lebih baik baginya daripada empat ekor unta betina, dan seterusnya sejumlah ayat yang dibaca mendapat sejumlah yang sama dari unta-unta.” (Hr. Muslim dan Abu Dawud)

Menghafal Alquran berfaedah bagi setiap penghafal dalam urusan perniagaan mereka.
Dalam Al Quran dijelaskan, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Faathir : 29-30).

4. Puasa Sunah
Di surga ada delapan pintu surga. Salah satu pintu dinamakan Ar-Rayyan dan pintu ini khusus bagi orang yang berpuasa. Dalam hadits disebutkan,

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ »

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari no. 3257)

5. Shalat Tahajud

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam hari bershalat ta-hajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengang-katmu ke tempat yang terpuji.” [Al-Israa’/17: 79]

6. Menimba Ilmu Dunia dan Akhirat
Hanya orang-orang yang cerdas (berakal) sajalah yang akan memikirkan kehidupan akhirat dan akan beramal untuk kebahagiaan di akhirat kelak dengan tidak melupakan kebahagiaan dunia yang telah dianugerahkan Allah kepadanya. Sebagaimana firman Allah SWT.
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ ﴿٧٧﴾

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka (bumi) ini. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(QS.Al-Qashash: 77)

7. Menjaga Amal dan Berbakti kepada Orang Tua
Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (Al-Israa’ : 23-24).
—————————————
—————————————
KAJIAN TIAP RABU SORE
DI MASJID SALMAN ALFARITSI FT UNNES
#Fisabilillah
#SemangatLillah

MEMBANGUN RUMAH ILMU UNTUK MEWUJUDKAN UNIVERSITAS KONSERVASI BEREPUTASI #2

 

Ilmu merupakan pengetahuan ilmiah dan sistematis. Perkembangan ilmu merupakan salah satu yang harus dilakukan bangsa untuk menjadi negara maju.
Dilihat dari segi kata UNIVERSITAS KONSERVASI, seharusnya tempat dalam kita menuntut ilmu juga harus mencerminkan kata tersebut. Misalnya: mungkin menghilangkan AC dari semua ruangan di seluruh fakultas di Universitas rasanya sulit, namun hal itu setidakya bisa diminimalisir penggunaannya.
Rumah ilmu yang asri seyogyanya banyak tumbuh-tumbuhan atau pepohonan.
Namun yang terjdi saat ini adalah gencarnya pembangunan di beberapa titik di Universitas Konservasi.
Suara-suara kicauan burung yang dulu sempat terdengar riuh, sekarang bahkan tak nampak.

#2 Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan

 

Membangun Rumah Ilmu untuk Mewujudkan Universitas Konservasi Bereputasi#1

Alam serta lingkungan sekitar mencakup benda-benda di dalamnya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Saling membutuhkan dan melengkapi satu sama lain. Unsur-unsur lingkungan hidup antara lain: hewan, tumbuhan, tanah, air, dan udara. Upaya-upaya yang harus ditempuh dalam melestarikan lingkungan hidup antara lain: memelihara dan melindungi hewan, menanam pohon dan penghijauan, memanfaatkan udara dan air dengan baik, serta yang terpenting adalah bagaimana agar keseimbangan alam/lingkungan dan habitat dijaga dan berupaya menghindari untuk merusaknya. Dalam QS. al-A’rāf (7) Allah berfirman :

… وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

 

Artinya:

… dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”.

Dalam QS. ar-Rum (41) Allah berfirman :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“telah nampak kerusakan di darat dan di lautan yang disebabkan oleh tangan-tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
Intinya adanya keteraturan yang harus dijaga oleh setiap makhluk hidup dalam satu sistem, dan apabila sistem itu terganggu menyebabkan ketergangguan makhluk hidup yang kokoh dan tergantung pada ekosistem.

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang.Tulisan adalah hasil karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

Latgab Perti Se-Jawa X

November 9th, 2015

Terima kasih banyak atas kesempatan & kepercayaan yg telah diberikan… :)11164694_1491754697781131_6336677864137442903_n

Nasihat Dosen

November 9th, 2015

Nikmatilah hidupmu dengan penuh rasa syukur, maski tarkadang sangatlah menyakitkan……..
Biarkan dan rasakan sakit itu menjalar di seluruh lini dirimu dan temukan kenikmatan dari rasa sakit itu…….

PMDK FT 2014

November 9th, 2015

1546312_312287395622069_4405354641956162944_n

November 9th, 2015

Kalau kau tak percaya hukum karma itu ada…. Maka percayalah bahwa hukum keadilan Tuhan itu sesungguhnya benar-benar berlaku…..

Proses Pembelajaran

November 8th, 2015

Bertahanlah di suatu tempat dimana bukan hardskill kita yang dijunjung tinggi melainkan komitmen dan kemauan kita untuk belajar yang dihargai… Jika ditutup 1 kesempatan, maka carilah pintu-pintu kesempatan yang lain dimana kita bisa mengembangkan potensi yang kita miliki…

Jangan jadikan tantangan itu sebagai beban…
Jadikanlah sebagai pelajaran tambahan yang takkan pernah kau dapatkan di dalam pembelajaran di sekolah…

Bukan siap atau tidak siap… Tapi mau atau tidak mau, kita untuk belajar…

Tanpa belajar takkan ada perubahan… Tugas kita adalah untuk mencoba… Memang lebih mudah melangkahkan kaki yang sudah pernah dilangkahkan sebelumnya, daripada melangkahkan kaki untuk pertama kali.

Tugas Kuliah: “The sooner we get start, the sooner it gets done…”


Skip to toolbar