Author: Erika Ariyani

Makanan

19 Manfaat Buah Apel Bagi Kesehatan, Kulit dan Rambut

Manfaat Buah Apel. Apel (Malicus domestica) merupakan tumbuhan buah yang memiliki rasa manis dengan kandungan banyak air untuk memberi kesegaran saat melewati tenggorokan. Kulit buah ada yang merah, hijau dan kuning tergantung jenis dari apel itu sendiri. Apel didapat dari pohon apel yang menurut sebagian ahli merupakan tumbuhan pertama yang menjadi tanaman pertanian, buah-buahannya diperbaiki dengan proses seleksi selama ribuan tahun.

Apel adalah buah yang tumbuh dengan baik pada kawasan dengan iklim yang dingin, tetapi Asia Tengah adalah negara-negara yang pertama kali menanam pohon apel, dengan demikian bisa pula dikatakan kalau buah ini (juga) subur pertumbuhannya pada kawasan tropis.
Tak heran semua kalangan menyukai apel, daging buah yang keras ketika digigit akan mengeluarkan banyak air. Kebanyakan orang makan apel saat kondisi mentah (tak dimasak) dan para ahli pun menganjurkan hal tersebut. Berbagai jenis olahan apel yang dimasak adalah saus apel dengan memasak buah ini sampai lunak, selain itu juga sering dibuat menjadi minuman sari buah apel (jus).

Nutrisi dan Mineral Dalam Apel

Buah apel mengandung berbagai vitamin dan mineral yang semuanya bekerja sama untuk memberikan kontribusi terbaik terhadap sistem tubuh manusia agar sehat dan terlindungi dengan baik.
Apel mengangung flavonoid, polifenol dan vitamin C yang bertindak sebagai anti-oksidan untuk melindungu tubuh dari bakteri dan virus yang mengancap kesehatan. Kandungan beta-karoten (Vitamin A) di dalamnya mampu melawan sel kanker dan menurunkan kolesterol. Terdapat pula turunan vitamin B komplek seperti tiamin, riboflavin dan piridoksin untuk memperkaya khasiat dari buah apel.

Manfaat Buah Apel

Manfaat Buah Apel
1. Mencegah Kanker
Apel bersifat sebagai anti-kanker yang tentunya sangat efektif untuk melindungi tubuh dari sel-sel kanker.
Para ilmuwan dari American Association for Cancer Research sepakat memberi pernyataan bahwa konsumsi flavonoid yang tersimpan banyak dalam buah apel dapat membantu menurunkan risiko terhadap penyakit kanker pankreas mencapai 23 persen.
Di dalam kulit apel juga terdapat senyawa bernama triterpenoid yang melengkapi kinerja flavoanoid untuk mencegah pertumbuhan tiap sel kanker, potensi tersebut telah diidentifikasi oleh para peneliti dari Cornell University. Maka dari itu ketika hendak konsumsi apel, jangan buang kulitnya karena bagian tersebut juga memberikan khasiat pada kesehatan.
Karena buah apel juga kaya akan serat (sekitar 4 gram) dalam ukuran sedang, penyakit kanker kolorektal dapat dikalahkan cukup rutin makan buah ini tiap harinya.
2. Menurunkn Kolesterol
Apel sangat kaya akan serat larut yang fungsinya bersaingan dengan lemak dalam usus. Kedua nutrisi yang saling bersaing tersebut akan mengakibatkan penurunan penyerapan LDL (Low Density Lipoprotein) atau kadar kolesterol jahat dan melebihkan produksi atau penyerapan kadar HDL (High Density Lipoprotein) atau kolesterol baik yang sangat diperlukan tubuh. Dengan demikian memberi kesimpulan dengan sendirinya bahwa apel dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan memperbanyak jumlah kolesterol yang baik.
3. Meningkankan Sistem Kekebalan Tubuh
Apel mengandung anti-oksidan yang dikenal dengan flavonoid dan quercetin, terutama pada apel dengan kulit merah. Salah satu antioksidan tersebut, tepatnya quercetin akan meningkatkan sistem imun manusia untuk membangun tameng alami dari virus penyebab penyakit.
Ditambah dengan kandungan vitamin C dan serat yang bersifat sebagai anti-inflamasi sehingga peranan quercetin sedikit diringankan oleh kedua nutrisi ini. Karena hal ini banyak ahli yang menganggap apel sebagai buah pemacu imunitas tinggi.
4. Mencegah Alzheimer
Satu cangkir jus apel yang Anda minum ketika cuaca terik dapat memperbaiki sel-sel saraf pada otak yang mengalami kerusakan, ini berkat peranan flavonoid sebagai antioksidan kuat. Jika begini terus, keistimewaan apel yang akan tubuh rasakan adalah terhindar dari penyakit Alzheimer.
5. Mengobati Asma
Masalah pernapasan yang terjadi akibat rusaknya fungsi utama dari paru-paru ini telah mengidap banyak orang, karena itu asma dikatakan sebagai penyakit umum.
Untuk mengurangi gejala asma dan mengobati secara perlahan, Anda bisa memanfaatkan buah apel karena kandungan fitokimia dan polifenol nya membantu tubuh memulihkan asma.
Para peneliti mengatakan bahwa anak-anak yang terbiasa minum jus apel secara teratur tiap harinya menunjukkan terjadinya penurunan risiko terhadap serangan asma dan masalah pernapasan lain. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa apel adalah buah yang ditakuti oleh penyakit asma anak.
6. Mengendalikan Gula Darah
Buah apel akan membantu menepis radikal bebas oksigen yang berpotensi besar menyebabkan diabetes. Ini dikarenakan tingginya kandungan serat larut dan pektin yang memiliki peranan sebagai pengendali kadar gula darah dalam tubuh dengan mengangkut gula ke dalam aliran darah pada siklus yang lebih lambat.
Wanita yang setiap hari setidaknya makan satu buah apel dapat memperkecil kemungkinan terserang penyakit diabetes tipe 2 hingga 28 persen dibandingkan dengan mereka (para wanita) yang tidak konsumsi apel.
7. Mencegah Batu Empedu
Batu empedu terbentuk karena dalam empedu menyimpan terlalu banyak kolesterol sehingga mengalami pengerasan, hal ini sangat identik pada orang yang kelebihan berat badan.
Untuk menghambat pembentukan batu empedu, dokter menyarankan mereka yang gemuk untuk melakukan diet tinggi serat agar kadar kolesterol jahat yang menumpuk dalam tubuhnya terkontrol. Dalam mengendalikan kolesterol tubuh, serat pektin juga berkontribusi dalam mengurangi penyerapan LDL.
8. Menetralkan Irritable Bowel Syndrome
Irritable Bowel Syndrome adalah suatu kondisi medis yang diindikasikan dengan nyeri perut dan kram, serta ada perubahan pola buang air besar. Erat pula terhadap diare dan sembelit.
Untuk mengontrol gejala tersebut, dokter merekomendasikan tiap orang untuk menghindari susu dan makanan berlemak dan menggantinya dengan asupan tinggi serat yang terdapat dalam buah apel.
9. Mengeluarkan Racun
Makanan dan minuman yang dikonsumsi tiap hari selalu menyisakan racun dalam hati yang mana bila dibiarkan menumpuk akan merusak fungsi hati, bahkan merembet mempengaruhi organ tubuh lain.
Salah satu langkah mudah yang dapat Anda lakukan adalah makan buah-buahan yang tinggi vitamin, mineral dan serat seperti apel untuk membantu mendetoksifikasi racun dari dalam hati Anda, jika racun sudah disapu bersih Anda tidak perlu khawatir akan penyakit yang mungkin menyerang Anda akibat rusaknya hati.
10. Mencegah Katarak
Dalam sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini (merupakan jangka panjang) menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki kebiasaan makan buah-buahan yang kaya antioksidan seperti apel dapat memperkecil kemungkinan mengalami kerusakan mata seperti katarak sebanyak 10 sampai 15 persen.
11. Mencegah Wasir
Penyakit wasir disebabkan oleh pembuluh darah yang mengalami pembengkakan pembuluh darah akibat adanya tekanan berlebih yang membebani panggul dan dubur. Meskipun wasir bukan penyakit mematikan, rasa sakit yang dihadirkan dapat mengganggu keseharian Anda. Untuk membantu meringankan wasir Anda bisa makan buah tinggi serat seperti apel.
12. Menurunkan Berat Badan
Apel adalah buah yang banyak mengandung serat dan rendahnya kalori dapat Anda jadikan makanan untuk menunda rasa lapar. Hal ini berpotensi besar terhadap penurunan berat badan karena lemak dalam tubuh ikut terbakar.
13. Memutihkan Gigi
Menggigit daging apel sama seperti menggosok menggunakan sikat dan pasta gigi, yang menjadikan apel lebih hebat dari kedua alat dan bahan untuk memutihkan gigi tersebut karena membantu meningkatkan sekresi air liur dalam mulut sehingga mencegah terjadinya kerusakan gigi.
Buah apel merupakan sikat dan pasta gigi alami yang juga merupakan rahasia gigi putih para dokter, jadi jika Anda ingin memiliki gigi yang putih berseri seperti para dokter, rajin-rajinlah makan buah apel saat waktu santai.
14. Mencegah Kanker Kulit
Apel juga membantu memelihara kondisi kesehatan kulit dari dalam sehingga tampilan pesona yang terpancar sangat menakjubkan, salah satu kehebatannya adalah mencegah kanker kulit.
Apel merupakan sumber vitamin A yang menurut dokter membantu mengurangi risiko terhadap kanker kulit. Satu buah apel ukuran besar dapat memenuhi kebutuhan vitamin A harian pada pria sampai 5% dan wanita sampai 4%.
15. Menghilangkan Kantung Mata
Mata yang digunakan untuk melihat objek terlalu lama tanpa diberi waktu istirahat sejenak dapat mengakibatkan timbul kantung di bawah mata serta lingkaran hitam di area mata.
Jika Anda terpaksa untuk begadang, sebelum tidur lakukan perawatan dengan masker mata. Iris buah apel dan letakkan diatas kedua mata, pastikan agar kelopak juga tertutupi. Atau, Anda bisa mencampurkan 2 sendok makan sari apek dengan kentang parut untuk menutupi mata dengan memberi alas kain hangat. Setelah itu biarkan mata dirileksasi selama 10 sampai 20 menit, setelah itu bilas dengan air hangat.
16. Mengtasi Kulit Berjerawat, Kendur dan Berminyak
Campuran antara bubur apel mentah dan cuka sari apel yang dioleskan pada wajah dapat mengatasi masalah kulit wajah berminyak yang memicu timbulnya jerawat. Apel juga menyetarakan tingkat pH kulit yang menurunkan tingkat produksi minyak pada kulit wajah.

Untuk mengencangkan kulit wajah dan melancarkan sirkulasi darah ke seluruh lapisan kulit Anda bisa mengoleskan cuka sari apel pada wajah menggunakan kapas yang dibentuk bulat seperti bola. Perawatan ini sama halnya seperti toner.
17. Mengangkat Kotoran Yang Menempel Pada Kulit
Wajah (terutama) dan kulit tubuh lain tidak bisa dipisahkan oleh debu jalanan, tugas Anda sebagai pemiliknya adalah merawatnya agar tetap bersih dan sehat. Cobalah membuat masker dari buah apel yang telah dimasukkan ke dalam lemari es selama satu jam atau lebih, kemudian balurkan pada seluruh kulit tubuh, terutama wajah.
18. Melindugi Kulit Dari Sinar Matahari
Terlalu sering terpapar teriknya sinar matahari dapat mengakibatkan kulit terbakar, kering, kusam bahkan mengalami pengelupasan. Untuk itu apabila Anda lebih sering bekerja di bawah terpaan matahari, mengolesi tubuh dengan pasta apel yang sudah dicampurkan dengan satu sendok teh gliserin dan pulp dan membiarkannya selama 15 menit dapat memberikan perlindungan lebih terhadap sinar ultraviolet.
19. Melindungi Kulit Kepala dan Rambut Agar Tetap Sehat
Apabila Anda sedang dihadapkan dengan masalah kesehatan rambut, sepertinya buah apek cocok dijadikan bahan perawatan untuk mengurus masalah terkait rambut seperi kerontokan, kepala kering, berketombe dan rambut beruban.
Selain itu perawatan rambut dengan apel juga mempercepat proses pertumbuhan rambut yang mengalami kebotakan, menghitamkan warna rambut serta memberikan kesan kilau menawan.
Bahan-bahan:
  • 2 buah apel berukuran sedang, atau 4 apel berukuran sedang, sesuaikan dengan panjang rambut.
  • 2 sdm cuka apel.
  • 1 sdt jus lemon atau jeruk nipis.
  • 1 sdt tepung jagung.
Cara Membuat Produk Perawatan Alami:
  1. Belah apel, singkirkan bagian tengah, kemudian perut sampai halus ke dalam mangkuk.
  2. Tambahkan 2 sdm cuka apel dan 1sdt jus lemon/jeruk nipis juga 1 sdm tepung jagung, aduk rata.
  3. Balurkan pasta pel pada rambut dalam keadaan kering, tutup dengan shower cap, balut lagi dengan handuk, diamkan selama 30 menit.
  4. Jika sudah, bilas rambut dengan air hangat, kemudian keramas dengan menggunakan shampo.
  5. Perawatan ini bisa Anda lakukan seminggu sekali.
Perlu Anda ketahui pula bahwa kandungan serat Pyrus Malus yang tersimpan di dalam buah apel biasa digunakan sebagai bahan pelengkap dalam berbagai produk perawatan rambut. Sebab, kandungan serat tersebut berguna untuk membersihkan kotoran dari kulit kepala serta rambut dan menyeimbangkan kadar pH dalam rambut.
Itulah berbagai macam manfaat buah apel baik untuk memelihara kesehatan tubuh dengan cara konsumsi mentah atau bentuk jus serta sebagai bahan untuk merawat kemulusan kulit dengan melakukan ritual atau perawatan dari bahan yang terbuat dari apel.

Berita

Ciri Ciri dan Penanganan Penyakit Rubela

 

Rubella, yang juga dikenal sebagai campak Jerman, adalah infeksi virus akut yang biasanya menyerang anak-anak dan orang dewasa muda.

Ini adalah kondisi menular yang dapat ditularkan antar manusia melalui percikan udara saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Rubella umumnya mempengaruhi anak-anak berusia antara 5 sampai 9 tahun, meski begitu, ini juga bisa terjadi pada orang dewasa.

Campak Jerman merupakan infeksi ringan yang  bisa hilang dalam satu minggu, bahkan tanpa pengobatan. Tetapi juga memiliki konsekuensi parah pada beberapa kelompok populasi, wanita hamil misalnya.

Nah, kali ini kita akan membahas tentang apa saja ciri-ciri rubella dan juga bagaimana bahayanya pada wanita hamil.


Apa Penyebab Campak Jerman ?

Campak Jerman disebabkan oleh virus rubella. Ini adalah virus sangat menular yang bisa menyebar melalui kontak langsung dengan penderita atau melalui udara.

Virus ini berpindah dari orang ke orang melalui kontak dengan cairan atau percikan dari hidung dan tenggorokan saat bersin dan batuk.

Ini berarti Anda bisa terkena virus dengan menghirup tetesan orang yang terinfeksi atau menyentuh benda yang terkontaminasi tetesan.

Orang yang terinfeksi dapat menularkan virus dari seminggu sebelum ruam muncul sampai sekitar dua minggu setelah ruam tersebut hilang. Mereka bisa menyebarkan virus bahkan sebelum mereka tahu bahwa mereka memilikinya.


Apa saja Gejala Infeksi Rubella?

Gejala rubella seringkali sangat ringan sehingga sulit dikenali. Gejala biasanya akan muncul antara dua atau tiga minggu setelah tertular. Masa ini disebut dengan masa inkubasi virus.

Setelah masa inkubasi, virus akan berkembang biak dan mulai menimbulkan gejala-gejala seperti :

  • Ruam merah muda atau merah yang dimulai di wajah dan kemudian menyebar ke bawah ke bagian tubuh lainnya
  • Demam ringan, biasanya di bawah 39 ° C
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Hidung berair,tersumbat dan batuk seperti flu
  • sakit kepala
  • Nyeri persendian dan otot
  • Meradang atau mata merah
  • Mudah lelah dan tidak nafsu makan

Pada sebagian orang meski terinfeksi rubella tapi tidak mengalami gejala apapun, ini mungkin disebabkan karena kekebalan tubuh yang baik.


Bahayakah Infeksi Rubella ?

Rubella adalah penyakit yang ringan pada anak-anak dan juga dewasa, bahkan penyakit ini bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Infeksi ini bisa jadi bahaya jika menjangkiti wanita hamil. Tapi bahaya sebenarnya bukan pada ibu hamilnya tapi lebih ke bayi yang sedang di kandung.

Karena selain dapat menyebar melaui kontak langsung dan percikan udara, virus rubella juga rentan ditularkan dari ibu kepada bayi saat dalam kandungan.

Janin dalam kandungan belum memiliki kekebalan tubuh yang matang dan juga masih dalam tahap perkembangan dan pembentukan organ tubuhnya.

Bahkan jika janin terinfeksi masih sangat dini, kehamilan bisa mengalami keguguran karena tubuh mendeteksi perkembangan yang tidak normal.

Ketika virus rubella menginfeksi janin, virus akan merusak sel dan jaringan sehingga pembentukan organ tubuh tidak sempurna. Hal ini yang dapat menyebabkan janin memiliki resiko cacat fisik maupun mental ini disebut dengan sindrom rubella kongenital.

Risiko rubella kongenital yang mempengaruhi bayi dan tingkat cacat lahir yang diakibatkannya akan tergantung pada seberapa dini kehamilan terinfeksi.

Semakin awal kehamilan, maka semakin besar juga risikonya:

  • Infeksi dalam 10 minggu pertama – risiko rubella kongenital mencapai 90% dan bayi cenderung memiliki banyak cacat lahir
  • Infeksi pada minggu ke 11 sampai 16 – risikonya turun menjadi sekitar 10 sampai 20% dan kemungkinan bayi yang terkena akan memiliki cacat lahir yang lebih sedikit.
  • Infeksi pada minggu ke 17 sampai 20 – risiko sangat jarang terjadi, dengan ketulian satu-satunya masalah yang dilaporkan.

Ada kalanya kecacatan mungkin tidak terdeteksi saat bayi lahir tapi akan berkembang seiring dengan perkembangan dan usianya.

Masalah yang diakibatkan oleh rubella kongenital paling umum diantaranya :

  • Cacat mata seperti katarak (bercak keruh di lensa mata)
  • Ketulian
  • Penyakit jantung bawaan – dimana jantung tidak berkembang dengan cara yang benar
  • Kepala kecil dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya, karena otak belum berkembang sepenuhnya
  • Tingkat pertumbuhan janin lebih lambat dari normalnya
  • Kerusakan pada otak, hati, paru-paru atau sumsum tulang

Sebenarnya bukan hanya rubella saja yang berbahaya ketika kehamilan, masih ada jenis infeksi lainnya seperti toksoplasma, CMV dan Herpes yang sering disingkat menjadi TORCH.


Diagnosis Infeksi Rubella

Kebanyakan infeksi karena virus umumnya memiliki gejala yang hampir mirip, sehingga untuk menentukan jenis infeksinya harus melalui tes tertentu.

Untuk memastikan anda terinfeksi rubella atau tidak, biasanya dokter akan melakukan tes darah dan juga air liur untuk menguji keberadaan antibodi tertentu.

Antibodi adalah protein yang diproduksi tubuh Anda untuk menghancurkan organisme pembawa penyakit dan racun. Jika Anda memiliki rubella atau pernah memilikinya di masa lalu, air liur atau darah Anda akan memberi kesan positif untuk antibodi tertentu:

  • IgM antibodi  –  ini akan hadir jika Anda memiliki infeksi rubela baru
  • IgG Antibodi  –  ini akan ada jika Anda pernah mengalami infeksi rubella di masa lalu, atau Anda telah divaksinasi untuk melawannya

Jika kedua antibodi tersebut tidak terdeteksi, kemungkinan Anda tidak menderita rubella dan belum diimunisasi terhadapnya.

Diagnosis pada ibu hamil selain melakukan tes darah dan air lur, dokter juga akan menyarankan melakukan pemeriksaan ultrasound untuk melihat jika ada masalah pada janin dalam kandungan.


Bagaimana Mencegah Rubella ?

Bagi kebanyakan orang, vaksinasi adalah cara yang aman dan efektif untuk mencegah rubella. Vaksin rubella biasanya dikombinasikan dengan vaksin campak dan gondongan serta varicella, virus yang menyebabkan cacar air .

Vaksin ini biasanya diberikan kepada anak-anak berusia antara 12 dan 15 bulan. Sebuah suntikan booster akan dibutuhkan lagi ketika anak-anak berusia antara 4 dan 6 tahun. Karena vaksin mengandung virus dosis kecil, demam ringan dan ruam mungkin terjadi.

Jika Anda tidak tahu apakah Anda telah divaksinasi untuk campak Jerman atau belum, penting untuk menguji kekebalan tubuh Anda, terutama jika Anda:

  • Adalah wanita dalam usia subur dan tidak sedang hamil
  • Bekerja di fasilitas medis atau sekolah
  • Berencana untuk melakukan perjalanan ke negara yang tidak menawarkan imunisasi terhadap rubella

Vaksin rubella biasanya tidak berbahaya, tapi bisa menimbulkan reaksi merugikan pada beberapa orang. Sebaiknya tidak divaksinasi jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh lemah karena penyakit lain, sedang hamil, atau berencana untuk hamil dalam beberapa bulan ke depan.


Pengobatan Untuk Rubella

Tidak ada pengobatan khusus untuk rubella. Kondisinya biasanya ringan dan membaik tanpa perawatan dalam waktu 7 sampai 10 hari.

Meski begitu gejala rubella mungkin akan sangat mengganggu, sehingga pengobatan untuk gejalanya mungkin diperlukan.

Jika gejala rubella menyebabkan ketidaknyamanan bagi Anda atau anak Anda, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan gejalanya.

  • Mengontrol demam dan menghilangkan rasa sakit

Jika perlu, parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk mengurangi suhu tinggi (demam) dan mengobati rasa sakit atau nyeri.

Paracetamol bayi cair bisa digunakan untuk anak kecil. Aspirin tidak boleh diberikan pada anak di bawah 16 tahun.

Bicaralah dengan apoteker Anda jika Anda tidak yakin obat mana yang sesuai untuk anak Anda.

  • Minum banyak cairan

Jika anak Anda memiliki suhu tinggi, pastikan mereka minum banyak cairan karena berisiko mengalami dehidrasi . Menjaga terhidrasi juga akan membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat batuk.

  • Mengobati gejala seperti flu

Jika Anda memiliki gejala seperti saat sedang flu misalnya pilek, sakit tenggorokan atau batuk , ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk merasa lebih nyaman.

Anda bisa menghirup uap dari air panas yang diletakkan dalam mangkuk sambil menutupi kepala anda dengan handuk. Uap dari air panasnya dapat melegakan pernafasan.

Namun ini tidak disarankan untuk anak-anak, bisa diganti dengan memberi minuman hangat kepada anak, terutama yang mengandung lemon atau madu. Madu sebaiknya tidak diberikan pada bayi di bawah 12 bulan.

  • Menghindari penyebaran infeksi

Sementara Anda memiliki rubella, penting untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi ke orang lain.

Jika Anda atau anak Anda memiliki kondisinya, Anda harus menghindari pekerjaan atau sekolah selama empat hari sejak pertama kali Anda mengembangkan ruam rubella.

Dalam kasus yang jarang terjadi, rubella dapat menyebabkan masalah serius pada bayi yang belum lahir, jadi Anda juga harus berusaha menghindari kontak dengan wanita hamil selama empat hari sejak awal ruam muncul.

Sumber : Wikipedia

Skip to toolbar