Setiap karyawan di suatu perusahaan yang telah mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan wajib mendapatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan di awal waktu bekerjanya sang karyawan. Kartu BPJS akan dicetak apabila perusahaan yang bersangkutan telah mendaftarkan para karyawannya menggunakan e-KTP dan yang pasti, perusahaan juga telah membayarkan iurannya. Saat kedua hal tersebut sudah dipenuhi maka BPJS akan membuatkan kartunya. Pengurusan kartu BPJS ini wajib dilakukan oleh bagian administrasi dari suatu perusahaan. Karena dalam hal pengurusannya, pihaknya berhubungan langsung dengan staff administrasi perusahaan.

Ada alasan mengapa BPJS Ketenagakerjaan sangat penting untuk dimiliki. Beberapa program unggulan BPJS inilah yang menjadi manfaat asli dari kepemilikan BPJS:

  1. Program Jaminan Hari Tua (JHT).

Pada program JHT, Anda wajib membayar iuran per bulan sebanyak 5,7% dari upah atau gaji total. Dalam hal ini maka 3,7% iuran tersebut ditanggung perusahaan sedangkan yang 2% harus Anda tanggung sendiri. Manfaat dari program JHT ini adalah berupa uang tunai yang besarannya merupakan nilai akumulasi dari iuran serta hasil pengembangannya.

Uang tunai tersebut nantinya akan dibayarkan sekaligus pada saat peserta BPJS telah mencapai usia pensiun atau mengalami cacat total atau meninggal dunia, termasuk juga peserta BPJS yang kemudian resign dari perusahaan, terkena PHK atau akan meninggalkan Indonesia selamanya maupun sedang tidak aktif bekerja dimana saja.

  1. Program Co-Marketing

Program ini bisa jadi amat ditunggu-tunggu oleh para peserta BPJS Ketenagakerjaan, sebab bagi para pemegang kartu BPJS Ketenagakerjaan akan mendapatkan diskon khusus yang menarik dari program Co-Marketing yang diberikan oleh BPJS, yaitu dapat digunakan sebagai kartu belanja atau menginap di hotel dan semua transaksi pembelian produk maupun jasa dari para pelaku usaha yang telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan (Co-Marketing).

  1. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

JKK akan menyediakan kompensasi sekaligus rehabilitasi bagi para tenaga kerja yang mengalami kecelakaan selama ia masih berstatus karyawan, dari mulai berangkat kerja hingga sepulangnya dari tempat ia bekerja. Program ini juga menjamin para karyawan mendapatkan bantuan dan santunan akibat kecelakaan yang terjadi saat berada di wilayah perusahaan. JKK dibayarkan sepenuhnya oleh perusahaan yang memiliki nilai 0,24% hingga 1,74% dengan manfaat yang dapat diperoleh antara lain: pelayanan kesehatan atau perawatan intensif, dana santunan hingga program untuk kembali bekerja.

  1. Program Jaminan Kematian (JKM).

Jaminan Kematian ini diperuntukkan pada ahli waris dari peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah meninggal dunia namun bukan karena kecelakaan kerja. Peserta program JKM ini wajib membayar iuran bulanan senilai 3% dari total penerimaan upah atau gaji per bulannya. Para peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia namun bukan akibat kecelakaan kerja dan telah membayar iuran setidaknya 5 tahu akan diberikan uang jaminan berupa beasiswa pendidikan anak sebesar 12 juta rupiah.

  1. Program BPJS lainnya.

Selain keuntungan-keuntungan yang sudah diungkapkan di atas, masih ada beberapa program lain yang tak kalah menarik dan membuat kartu BPJS Ketenagakerjaan layak dimiliki. Program tersebut di antaranya adalah Program Bukan Penerima Upah (BPU) merupakan program yang ditujukan pada profesi di luar karyawan perusahaan. Ada juga program untuk Sektor Jasa Konstruksi yang diperuntukkan bagi tenaga kerja borongan, lepas harian dan tenaga kerja kontrak sementara. Sedangkan program Jaminan Pensiun diperuntukkan bagi peserta yang mendekati masa pensiun maupun kepada para ahli waris jika peserta sudah meninggal dunia.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons nartzco

Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.
Skip to toolbar