Selamat Datang di UNNES, Ayo Kuliah dan Ngaji tanpa Paham Radikal

Mei 17th, 2017 by Farid Nur Rohman No comments »

SELAMAT DATANG para pemuda harapan orang tua, masyarakat, agama, bangsa dan negara di kampus konservasi bereputasi Internasional. Sudah saatnya untuk kita mandiri, jauh dari orang tua. Sekarang mau tidak mau kita harus berpisah untuk sementara waktu dengan mereka, orang-orang di dekat kita menuju suasana yang baru. Kita boleh memilih suasana baru yang sesuai keininan kita, di Unnes kita ditawarkan tempat tinggal yang beranekaragam, ada pondok pesantren, kos-kosan, kontrakan, hingga asrama. Di lingkungan yang baru ini seringkali muncul permasalahan dan kekhawatiran, mulai dari barang-barang yang hilang, tidak kondusif, hingga pengaruh paham – paham radikal. Maka objektiflah dalam memilih.

🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗

♻ Cari info Pondok/Kost yang aman, nyaman dan kondusif?
Sudah tidak diragukan aman dari faham radikal
Berdedikasi, ramah dan sesuai dengan ajaran islam *Ahlussunnah Wal Jamaah*
Let’s Join…👇😉
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

🏡🏡🏡🏡🏡🏡🏡🏡🏡🏡

📚 KULIAH *YES*
📖 NGAJI ( Qur’an & Kitab) *YES*
👭 BERJIWA SOSIAL *YES*
👩🏻‍🎓👨🏻‍🎓 BERPRESTASI *YES*
🌈 MULTITALENT *YES*
🏡TAHLILAN, ROWATIB, SHOLAWATAN dll *YES*
🕌 TAWAKAL *YES*

Berminat?😉😉😉

*DAFTAR PONDOK PESANTREN*

🏡 PONPES DURROTU ASWAJA
Ponpes Durrotu Ahlussunnah Waljamaah menerima santri baru, terbuka untuk putra dan putri. Lokasi Ponpes sangat dekat dengan Kampus Unnes, kurang lebih hanya 100 meter dari kampus, merupakan ponpes terdekat dengan Unnes. Hampir seluruh santrinya (99,5%) adalah mahasiswa-mahasiswi UNNES. Info lebih lanjut bisa hub. 0838-6148-6276 (Zuhdi) atau KLIK DISINI

🏡 PONPES ASSABIILA
Pondok Pesantren Assabila merupakan ponpes khusus untuk putri saja. Seluruh santrinya adalah mahasiswi. Beralamat di Jln TRaya Patemon, Gg Kedawung I, Kelurahan Patemon, kurang lebih 1,5 KM dari kampus Unnes. Ponpes ini memiliki 26 kamar yang siap mengantarkan kalian menjadi mahasiswi yang berakhlak mulia. Info lebih lanjut4 bisa hub. 0858-7542-2550 (Afifah) atau KLIK DISINI

🏡 PONPES AL-ASROR
Pondok pesantren ini berada kurang lebih 2 KM dari kampus UNNES. Tersedia pondok putra, pondok putri, dan pondok Khusus Hifdzil Qur’an (HQ Al Asror). Disini kita akan berjumpa dengan adik-adik MTs dan SMK, karena selain ponpes, Yayasan Al Asror juga memiliki MTs Al Asror dan MA Al Asror. Info lebih lanjut hub. 0857-7599-8207 (Kamalia)

🏡 MIFTAHURRAHMATILLAH
PP. MIFTAHU ROHMATILLAH adalah pondok pesantren yang dirintis dan diasuh oleh Drs. K. Subkhi  sejak tahun 2009, bertempat di Jl. Raya Patemon Rt 03 Rw  IV, Gunung Pati, Semarang 50228, (masih di kawasan UNNES), Pesantren MIFTAHU ROHMATILLAH di bawah payung hukum “YAYASAN MIFTAHURROHMATILLAH” dengan akte Notaris: Nomor 36/ 28 April 2009. Karena Pondok  berada dikawasan kampus jadi mayoritas santri adalah juga mahasiswa UNNES. Jaraknya dari kampus kira-kira 1,5 KM. Info hub. 0856-4097-0396 (Eza)

🏡 AL-USWAH
Pondok Pesantren Al – Uswah Semarang menerima pendaftaran santri dan siswa baru periode 2016-2017. Al – Uswah memiliki SMP dan SMA Islam Terpadu yang merupakan sekolah perpaduan antara ilmu agama dan umum. Jika dari Unnes jaraknya sekitar 5,7 KM. Info dapat datang langsung ke Pon.Pes. Al – Uswah: Jalan Mr. Koesbiono Tjondro Wibowo, Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang Telp. 024 – 76 921 594 atau 085 103 224 300 atau 085 107 244 300. atau klik https://aluswahsemarang.wordpress.com/

🏡 HUSNUL KHOTIMAH
Pondok Pesantren Husnul Khotimah adalah salah satu dari pondok pesantren putra putri yang beralamat di Jalan Anugerah Raya No. 35 Rt 04 Rw 03 Ngijo Gunungpati Semarang yang tetap mempertahankan sistem salaf, yakni mengajarkan Al-Qur’an, Al Hadits, Ilmu Alat, Shorof, dll. ala Ahlu Sunnah Waljama’ah di dalam wadah NU. Jarak dari Unnes kira-kira adalah 4 KM. Info hub. 0857-9978-2896 / 085290470046

🏡 SUNAN GUNUNG JATI BA’ALAWY
Berjarak sekitar 8 KM dari kampus UNNES. Ciri khas Pesantren Sunan Gunung Jati bisa dilihat dari bentuk bangunan yang menyatu dengan alam. Kediaman kiai, mushalla, dan bangunan pesantren lain terbuat dari kayu. Ada pula gazebo di sekitar pesantren.  Di bawah asuhan KH Muhammad Masroni pesantren ini mulai dirintis pada 2008. Sebagaimana umumnya pesantren, Pesantren Sunan Gunung Jati ini bervisi misi mengembalikan Islam kepada ajaran ulama salaf, tanpa menolak hal-hal modern. Menurut cerita Kiai Masroni, sebenarnya pendirian pesantren ini merupakan perintah dari gurunya Habib Muhammad Lutfi bin Yahya (Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah/Jatman). Hal itu bermula saat Kiai Masroni meminta izin pindah ke Kalimantan Timur menjalankan tugas sebagai abdi negara. Saat sowan pamitan kepada sang guru, tak disangka sang guru tak memberikan izin, malah diperintah untuk pindah ke Gunungpati. Info Hub.0857-1311-2133 (Ana)

🏡 KOS NU

Di dunia kampus ini bany7ak sekali paham-paham yang berbeda dengan NU. Bahkan ada pula paham radikal yang mulai merebak, kami siap membantu rekan-rekan semua untuk memilih kos y7ang terbaik.  Hub. 0857-1364-5104 (Avivah-PKPT IPNU IPPNU Unnes)

Mau tau biaya bulanan/tahunan atau Kegiatan atau lainnya???
Hubungi No.HP terkait _*Menjalin Persaudaraan dengan Silaturrahim*_

Yuk, menjadi generasi yang cerdas, tanggap dan berbudi pekerti luhur.

*Menjaga Tradisi Penuh Prestasi*

_Usaha Maksimal, Doa Maksimal, Jangan Lupa Tawakkal_

Penerimaan Santri Baru Ponpes Durrotu Aswaja 2017

Mei 13th, 2017 by Farid Nur Rohman No comments »

Penerimaan Santri Baru Ponpes Durrotu Aswaja UNNES

Penerimaan Santri Baru

Tahun ajaran 1438-1439 H / 2017-2018 M

KETENTUAN DAN SYARAT PENDAFTARAN

Ketentuan Umum

  1. Menghadap Pengasuh Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunah Waljama’ah dengan diantar oleh wali atau wakil wali
  2. Mengisi Formulir Pendaftaran
  3. Membawa 2 foto diri terbaru (3×4) & Membawa fotokopi KTP/SIM
  4. Membayar biaya administrasi (sebagian/lunas)
  5. Beritikad baik dan sanggup melaksanakan semua peraturan dan tata tertib Pondok Pesantren dan/atau madrasah yang berkenan dengannya
  6. Mengikuti seluruh serangkain penerimaan santri baru :
  • Masa Ta’aruf Santri (Masta)
  • Sumpah santri
  • Studium General
  • Tes Masuk Madrasah Diniyyah

Jalur Pendaftaran

Penerimaan santri baru Ponpes Durrotu Aswaja tahun 2017  menggunakan 2 jalur pendaftaran :

  1. Jalur online
    (formulir bisa di cek di  http://durrotuaswaja.net/pendaftaran-online/ ) dan menghubungi panitia penerimaan santri baru.
  2. Jalur offline
    Calon santri baru dapat langsung datang ke Ponpes Durrotu Aswaja Jl. Kalimasada Gg. Abimanyu II No. 10 RT 08 RW 05 Banaran Sekaran Gunungpati Semarang 50229 (sebelah utara kampus UNNES)

Biaya Pendaftaran

Adapun biaya pendaftaran untuk tahun periode 1438-1439 H. adalah sebagai berikut:

NO    RINCIAN                                                                       BIAYA

01     Administrasi                                                                Rp 30.000

02     Kalender 2018 (2 eks)                                                Rp 50.000

03     Pengembangan Madin                                             Rp 20.000

04     Pengembangan UKS                                                  Rp 15.000

05     Jas Almamater                                                            Rp 100.000

06     Pembangunan                                                            Rp 1.200.000

07     Majalah (1 tahun)                                                       Rp 135.000

08     Sarung (putri)                                                              Rp 40.000

09     Ziarah                                                                            Rp 300.000

10     PKPNU (Pelatihan Kader Penggerak NU)           Rp 50.000

 Grand Total  : Putra                            Rp 1.900.000

.                         : Putri                             Rp 1.940.000

Total Biaya Pokok Pendaftaran :

(Sudah termasuk biasa rutin 1 bulan pertama)

  • Putra                Rp. 2.215.000,-
  • Putri                 Rp. 2.250.000,-

Biaya Rutin (Per-Bulan) :

  • Ianah                    Rp. 125.000,-
  • Syariah Madin    Rp. 10.000,-
  • Catering Makan 2 x 1 hari :
    – Putra :                           Rp. 180.000,-
    – Putri :                            Rp. 175.000,-

Jumlah (Bulanan)

  • Putra : Rp. 315.000
  • Putri : Rp. 310.000

Nb: dalam biaya pendaftaran belum termasuk biaya bulanan

Info : 0858 0335 2714 (Kang Habib) | 0877 3135 3159  (Mba Ryan)

LEAFLET Penerimaan Santri Baru (download)

PAMFLET Penerimaan Santri Baru (download)

 

Sumber : Durrotu Aswaja Net

Rapat Tahunan Komisariat, Sahabat Sakti Sudarsono terpilih sebagai Ketua PMII Unnes

Mei 3rd, 2017 by Farid Nur Rohman No comments »

Sahabat Ali Musyaffa & Sahabat Sakti Sudarsono

Semarang, – PMII Komisariat Al Ghazali Semarang [Unnes] sukses melaksanakan Rapat Tahunan Komisariat [RTK] ke-XIII pada 2 Mei 2017 dini hari di Gedung Serbaguna Kelurahan Sekaran, Gunungpati, Semarang. Rekan Sakti Sudarsono terpilih sebagai ketua setelah dilakukan musyawarah mufakat diantara ketua rayon dan para calon ketua.

Dengan mengusung visi “Terciptanya Pergerakan yang berbasis intelektual, spiritualitas dan sosial, serta berpegang teguh pada prinsip idealisme pergerakan yang berlandaskan Aswaja sebagai Manhajul Fikr” secara meyakinkan Sakti Sudarsono menjadi ketua Komisariat PMII Al Ghazali Semarang [Unnes] untuk periode 2017-2018.

Dalam keterangannya Rekan Sakti senantiasa memohon arahan dan menerima kritik dan saran untuk men gembangkan PMII.

“Terima Kasih sahabat-sahabat semua atas doanya, semoga amanah yang kalian berikan kepada saya dapat saya pertnggungjawabkan kelaknya, mohon bimbingan dan arahannya untuk

mengembangkan PMII Al-Ghazali ini, berikan kritik dan saran kepada saya apabila nanti dalam perjalanannya belum sesuai dengan yang kalian harapkan, sekali lagi terima kasih” ungkapnya.

Selain mengembangkan PMII, Rekan Sakti diharapkan juga dapat memajukan NU di lingkungan Universitas Negeri Semarang.

Sebelum pemilihan ketua, RTK  telah dimulai sejak Minggu [30/4] siang dan ditutup pada Selasa [2/5] dini hari. RTK dihadiri oleh puluhan anggota komisariat yang mewakili rayonnya masing-masing.

Sakti Sudarsono merupakan kader PMII Unnes dari Rayon Bahasa dan Seni, Jurusan Bahasa dan Sastra Asing Angkatan 2013. Selain aktif dalam Pengurus Komisariat PMII Al Ghazali unnes, ia juga aktif dalam pengurus PKPT IPNU IPPNU UNNES Tahun 2016.

ISTIGHASAH PERINGATI HARLAH NU, MASJID UNNES MENGHIJAU

April 17th, 2017 by Farid Nur Rohman No comments »

Semarang- Ratusan nahdliyin dari kalangan mahasiswa Universitas Negeri Semarang memadati Masjid Jami Ulil Albab UNNES untuk memperingati Hari lahir Nahdlotul Ulama Ke-94, serta meningkatkan pemahaman keaswajaan dengan mengususng tema : ‘Merangkul Umat, Bersama Mendekatkat Hati pada Illahi’, Kamisu (13/4) malam.
Kegiatan diawali dengan Khotmil Qur’an, dilanjutkan dengan Istighosah, Pembacaan Maulid Simtudduror, dan Muidhoh Hasanah oleh Kyai Rizal Nuruddin utusan dari Drs KH M Masroni, Pengasuh Ponpes SGJB Semarang.
Dihadapan para mahasiswa, dalam Mauidhoh Hasanahnya Kyai Rizal Nuruddin berpesan kepada para seluruh yang hadir untuk menjadi manusia yang yang dicintai Allah.
“Tiga perkara yang apabila kita melakukannya akan dicintai Allah. Tiga perkara itu adalah; beramal sakenceng-kencenge (sekuat-kuatnya), menyesali atas dosa yang diperbuat, dan sabar”. Kyai Rizal Nuruddin menjelaskan.
Beliau juga berpesan agar selalu berbuat baik sekalipun terhadap orang yang tidak baik perlakuannya kepada kita.
Mahasiswa yang hadir berasal dari berbagai organisasi bernafaskan Aswaja NU di Universitas Negeri Semarang, diantaranya ialah Qolbun Salim, PKPT IPNU IPPNU Unnes, UKM Rebana Modern, Jamaah Maulidurrosul Ar-Rohman (JMA) FT, PMII Al Ghazali, MATAN, dll. Bendera hijau pun berkibar diberbagai penjuru masjid.
Acara sempat diwarnai dengan hujan deras dan memaksa acara yang dilaksanakan di teras dipindahkan ke dalam ruangan lantai dasar Masjid. (farid)

Sepeda Unnes dan Nasib Bengkel Sepeda #4

November 23rd, 2015 by Farid Nur Rohman No comments »
mhpl_09_06

Sepeda di Unnes (sumber : simawa.unnes.ac.id)

Sepeda onthel kian hari semakin ditinggalkan. Mudahnya memperoleh atau membeli sepeda motor membuat orang bergantung pada kendaraan bermotor dan sungkan untuk bersepeda. Orang – orang yang dahulu bekerja sebagai pelaku bengkel sepeda kehilangan mata pencahariannya. Hanya sedikit orang yang bertahan dengan bengkel sepedanya. Kebanyakan berpindah profesi ke bidang lain. Tidak jarang pula yang tidak bisa ke profesi lain karena keterbatasan kemampuan sehingga meningkatkan pengangguran.

Entah benar atau tidak, kabarnya Universitas Negeri Semarang yang mencanangkan sebagai universitas konservasi mendapat tawaran ribuan sepeda dari berbagai pihak. Menurut yang disampaikan dosen konservasi ketika kuliah penolakan itu disebabkan karena pihak kampus merasa tidak bisa melakukan perawatan. Setiap hari pasti ada kerusakan yang terjadi pada sepeda. Kampus tidak bisa memberikan pelayanan perbaikan sepeda karena kurangnya Sumber daya manusia yang bisa melakukan service sepeda.

index

Tukang Bengkel Sepeda                (Sumber : blokbojonegoro.com)

 

Seharusnya pihak kampus menerima adanya bantuan sepeda onthel yang jumlahnya ribuan dan membuka lowongan pekerjaan baru yaitu sebagai tukang service sepeda di Unnes. Hal itu sangat membantu para tukang service sepeda onthel yang harus kehilangan mata pencahariannya karena perkembangan jaman. Beberapa orang ditempatkan di fakultas – fakultas dan berbagai tempat strategis di Unnes guna melayani sepeda yang kemungkinan mengalami kerusakan.

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

Simbah Renta Penjual Apel, Berjalan Kaki Keliling Unnes, Mahasiswa ? #3

November 21st, 2015 by Farid Nur Rohman No comments »

Entah siapa simbah perempuan itu. Pakaian yang dikenakannya adalah pakaian khas wanita jawa. Jarit / selendang batik menutup bagian bawah simbah itu hingga mata kaki. Baju yang dikenakan adalah sebuah kebaya sederhana yang juga khas orang jawa pinggiran. Tidak lupa simbah itu juga menggunakan penutup kepala, entah apa namanya, penutup itu sering digunakan kaum wanita jawa yang sudah dewasa.

Simbah itu membawa sebuah keranjang besar. Untuk membawa keranjang itu beliau harus menggendong di punggungnya. Langkahnya yang tidak tidak lagi kuat harus ditambah dengan beban berat yang ada dipunggungnya. Langkah-langkah kecil sedikit demi sedikit beliau jalankan demi terjualnya apel yang dia bawa dalam keranjang.

Darimana beliau memulai menjajakan saya tidak tau. Yang pasti beliau berjalan dari rektorat Unnes menemui setiap orang yang beliau temui. Tidak hanya mahasiswa dan mahasiswi saja, pekerja bangunan, petugas kebersihan, pegawai unnes, dan bahkan dosen unnes beliau temui untuk sekiedar melihat dagangannya. Bujukan beliau yang lirih dan memelas beliau harapkan bisa membuat orang-orang bersedia menyisihkan uangnya untuk membeli dagangan beliau guna menyambung sisa hidup yang dianugrahkan Tuhan kepada beliau.

Namun yang didapatkan oleh beliau tidak seperti yang diharapkan. Beliau menawarkan hanya mendapat gelengan kepala dari setiap orang. Sekian banyak mahasiswa yang ada di FBS sore itu hanya beberapa yang mau melihat dagangan simbah ini. Entah berapa rupiah yang sudah beliau dapatkan di senja menjelang magrib itu.

Kesabaran kembali harus beliau teduhkan dari hatinya. Ketika menawarkan dagangan sederhanya di lingkungan embung unnes, tidak ada satupun mahasiswa yang berkenan melihat dagangan beliau. Senja yang semakin redup, dagangannya yang tak kunjung habis, dan kondisi tubuh renta beliau yang semakin lelah tidak menyentuh hati nurani mahasiswa.

Beginikah mahasiswa kader konservasi harapan peradaban masa depan?

Mahasiswa pada umunya malas untuk berjalan kaki ke kampus dengan berbagai alasan. Provokasi yang telah diberikan pada mata kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup atau Konservasi tidak dielakkan dengan berbagai alasan yang mahasiswa ciptakan dengan kecerdasannya. Malas dan capek adalah alasan yang sering saya dengar dari berbagai mahasiswa.

Apabila alasan yang sering diungkapkan adalah capek / lelah, mengapa ketika melihat simbah renta yang berjalan dengan beban berat dipunggunhnya dan tenaga yang tidak lagi sekuat pemuda mahasiswa tidak ada merespon dengan hati nurani mereka? Semiskin itukah para mahasiswa?

Dengan hati yang sekeras itu seharusnya mahasiswa dengan jiwa mudanya mau berjalan kaki ke kampus yang tidak jauh dari kontrakannya. Jika benar-benar merasa lelah, ketika melihat simbah renta seperti itu seharusnya mahasiswa langsung menolong simbah itu, walaupun dengan hanya sedikit membeli dagangan beliau.

Ditengah lantunan azan magrib dari Masjid Ulul Albab (MUA) simbah itu pelan-pelan melangkahkan kaki menyusuri Jalan Taman Siswa meninggalkan kampus konservasi megah, Unnes.

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

Sekolah 5 Hari, Ekstrakurikuler Tersingkirkan

November 17th, 2015 by Farid Nur Rohman No comments »
BENDERA BAWANA

(sumber:bawanacamp.com)

Penerapan Sekolah 5 Hari Mengakibatkan Kegiatan Ekstrakurikuler Terganggu dan Membuat Geram Siswa

Bawananews~Purworejo. Anggota Bawana angkatan XXII dan XXIII tengah berduka. Pasalnya kini Bawana tidak lagi leluasa dalam menjalankan program kerjanya. Latihan rutin yang dalam program kerja telah disetujui oleh pihak sekolah dilaksanakan setiap hari senin dan sabtu tidak dapat dilaksanakan. BAWANA hanya dapat melaksanakan kegiatannya hanya sekali dalam dua minggu.

“Selesai KBM sampai jam 5, Jumat jam 2, Jumat biasa di pake pramuka, sekarang pramuka kelas 10 11 dan 12 diwajibkan” Dhanar, anggota Bawana Angktan XXII menerangkan.

Kegiatan Latihan Rutin hanya diizinkan pada hari Jumat dengan intensitas satu kali pertemuan dalam dua minggu sungguh bukanlah hal yang diinginkan oleh para anggota BAWANA. Anggota Bawana telah mengajukan untuk menyelenggarakan latihan rutin itu pada hari libur, yaitu Sabtu-Minggu. Namun permohonan itu DITOLAK.

“Arep njupuk dino sabtu ra oleh, sabtu mung nggo ekskul hobby, bangsane basket voly, futsal, pokoke olahraga” begitu diungkapkan oleh Dhanar.

Apakah Pecinta Alam bukan hobby ? Bukankah kegiatan BAWANA juga banyak yang berdasarkan hobby? Panjat Dinding, Hiking, Caving, Mountainering apa bukan hobby?

BAWANA bukanlah ekstrakurikuler yang tidak berprestasi. Pada akhir tahun 2014 lalu misalnya,
Anggota Bawana berhasil mendapatkan tiga gelar juara dalam Kejurkab KONI Purworejo Cabor Panjat Dinding. Gelar yang berhasil diperoleh diantaranya adalah Juara 2 Putra atas nama Candra Heri Saputra. Juara 3 Putra atas nama Januar Wibowo , dan Windi Lestari (XXI) sebagai Juara 2 Putri. Ketiganya adalah anggota BAWANA angkatan XXI. Mereka berhasil menyisihkan puluhan peserta lain dari berbagai wilayah di Purworejo

Apkah masih kurang?

Anggota BAWANA, Ahmad Tohani juga berhasil menjadi juara LKS Nasional, pendidikan di BAWANA pun berperan di dalamnya.

BAWANA adalah ekstrakurikuler berkualitas, mengapa di sudutkan begini?

Semoga semangat selalu ada dalam diri anggota BAWANA.

“Semangat Anggota BAWANA, Pancen kadang peraturan kui berbenturan karo kepinginan… dilanjutke opo sing kiro2 apik… nek pancen wes ora biso Senin – Sabtu Kumpule, dimaksimalke sing ono disik, disambi gole solusi sing ora ngebotke anggota / peraturan sing siki wes diberlakokke… Semangat Gan !!!”ungkap Andi TegarPratama Ketua BAWANA XIX

Penulis : FARID NUR ROHMAN
Pernah dimuat di :
http://www.bawanacamp.com/2015/09/bawana-dibatasi-geraknya-latihan-rutin.html
http://farid-doypelangi.blogspot.co.id/2015/10/pecinta-alam-bawana-dibatasi-geraknya.html

Katanya Mahasiswa, Kok Tidak Pernah Ikut Aksi ?

November 15th, 2015 by Farid Nur Rohman No comments »
11aa

(sumber:kmnu.or.id)

PERTANYAAN :
Adhli, kok kalian anak-anak KMNU nggak pernah ikut aksi sih? Kita kan mahasiswa?

JAWAB :
Terima kasih atas pertanyaannya, semoga anda terus berada dalam lindungan Allah yang Maha Kuasa lagi Perkasa. Mungkin ini juga pertanyaan banyak orang yang sepemikiran dengan anda. Maka, ribuan terima kasih atas perhatian dan ketulusan anda menanyakan hal ini.
Ada pun jawaban saya….

Ketahuilah, tidak semua dari kami tidak mau turun ke jalan. Ada juga yang memilih turun ke jalan menyuarakan pendapatnya dan menuntut pihak yang terkait mengikuti serta mengabulkan usulannya. Namun, saya tidak memungkiri bahwa mayoritas dari kami memang lebih memilih cara lain dibanding cara ini.
Perlu anda ketahui bahwa kami melakukan hal ini bukan karena kami tidak peduli. Tidak. Sekali lagi Tidak. Tidak pantas tuduhan seperti itu diarahkan pada kami. Kami mengambil jalan ini sebagaimana dulu kami dididik oleh guru-guru yang berakhlak dan beradab.
Ketahuilah, kami dididik dalam dua tangan kasih sayang, yakni Ilmu dan Ibadah. Ini juga yang menjadi tonggak pemikiran Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama. Ketahuilah dan yakinilah, bahwa kami juga mahasiswa, pemuda negeri ini, penerus estafet kepemimpinan negara tercinta. Di dalam darah kami juga mengalir semangat juang membangun dan memajukan negeri. Namun, sebelum menjadi apapun kami adalah seorang cendikiawan muslim. Kami bersuara dengan karya, dengan tulisan, atau dengan mimbar retoris podium ilmiah dihadapan para elite negeri ini. Kami adalah pejuang suara rakyat dari jalur ilmiah. Berbicara lantang dalam tradisi keilmiahan cendikiawan dihadapan para petinggi negeri. Tak perlulah menyebut siapa saja yang kami hadapi. Tapi ketahuilah, tugas turun ke jalan biarlah diambil alih oleh orang lain. Tugas kami adalah menjadi figur ilmiah, cendikiawan elite muslim, dan pemikir bangsa yang duduk bersahaja namun tetap berwibawa yang menemani para elite negara ini dengan tetap menasehatinya.
Kami tidak mengetuk pintu kantor orang untuk meminta tolong. Atau berteriak lantang menyuruh keluar penghuni kantor yang sedang bekerja. Atau mengkritik presiden ditengah jalan atau di depan istananya. Untuk apa kami meminta tolong kepada mereka? Sebenarnya kami juga berdemonstrasi, tapi bukan ditengah siang bolong namun disepertiga malam terakhir….
Sebenarnya kami juga berteriak menuntut, tapi bukan di depan istana presiden atau kantor pejabat publik namun di hadapan pintu pengharapan dan pertolongan Allah Ta’ala….
Sebenarnya kami juga menahan perih dan tangis atas keadaan negeri ini, tapi bukan di pinggir jalan raya hingga menutup sebagian ruasnya, namun di atas sajadah tempat tersungkur sujud mengharap pada Ilahi….
Demikian jawabanku, semoga bermanfaat.
Wallahu a’lam

Adhli Al Karni

http://kmnu.or.id/konten-213-kenapa-anakanak-kmnu-nggak-pernah-ikut-aksi.html

Interaksi di Berbagai Tempat

November 15th, 2015 by Farid Nur Rohman No comments »

1. INTERAKSI SOSIAL DI LINGKUNGAN PASAR

Pasar Krempyeng merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi masyrakat yang berada di dekat area Kampus UNNES, tepatnya di Jalan Taman Siswa, Banaran, Sekaran, Gunungpati, Semarang. Sebagai jantung ekonomi jual beli masyarakat, pasar krempyeng banyak dikunjungi pembeli. Walaupun pasar kecil pasar krempyeng selalu ramai setiap paginya, karena merupakan satu-satunya pasar yang ada di daerah ini. Barang – barang yang tersedia di pasar krempyeng diantaranya ialah sayuran, buah-buahan, daging, ikan, makanan ringan, dan bahan – bahan lainnya. Selain sebagai pusat ekonomi pasar krempyeng juga menjadi pusat interaksi antara pedagang dengan pembeli.
Interaksi antara pembeli dan pedagang di pasar krempyeng termasuk dalam jenis antar individu. Orang yang membutuhkan suatu barang maka orang itu akan mencari pedagang yang menjual barang yang diinginkan. Setelah bertemu maka terjadilah interaksi untuk terjadinya transaksi jual beli antara penjual dan pembeli.
Interaksi juga terjadi antar pedagang. Salah satunya yaitu terjadinya persaingan berupa kompetisi untuk menjaring pembeli. Kompetisi yaitu persaingan tanpa pertentangan dan kekerasan, para pedagang berkompetisi menjual bahan dagangan nya dengan damai.

pasar krempyeng

(sumber:dok.pribadi)

2. INTERAKSI SOSIAL DI LINGKUNGAN KOST

Kost merupakan tempat tinggal untuk sementara dalam bentuk sewa. Pada umumnya kos dihuni oleh mahasiswa. Di wilayah RW 8 Banaran kost banyak dihuni oleh mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Bahasa dan Seni, semua terlihat sama, tidak membedakan strata sosial, semua membaur menjadi satu, sehingga dapat memunculkan interaksi. Interaksi dalam lingkungan kost memiliki berbagai dampak positif dan negatif.
Dampak positif diantaranya apabila dalam lingkungan kos tersebut dihuni oleh mahasiswa yang rajin belajar, berperilaku baik dan aktif maka akan memunculkan atmosfir interaksi yang positif bagi lingkungan kost tersebut. Kondisi ini akan berbanding terbalik apabila dalam suatu lingkungan kos tersebut dihuni oleh mahasiswa yang berperilaku tidak baik, maka interaksi dalam keadaan yang seperti ini akan membawa dampak buruk bagi lingkungan kost tersebut.

kos

(sumber:dok.pribadi)

Interaksi yang terjadi di lingkungan kost yaitu interaksi antar individu, karena hubungan timbal baliknya terjadi antara individu yang satu dengan individu lainya. Faktor yang mendorong bisa dari faktor kebutuhan fisik juga bisa dari kebutuhan sosial, misalnya ialah disaat hendak memenuhi kebutuhan fisiknya yaitu makan, ketika akan mencari makanan mereka akan bersama-sama dan berinteraksi untuk membeli makan, tak jarang mereka saling berbagi makanannya. Interaksi lainnya yaitu ketika mengerjakan tugas, apabila yang lain ada yang tidak bisa saling membantu. Disana ada asosiatif kerjasama penyatuan individu demi tujuan yang sama.

3. INTERAKSI SOSIAL DI LINGKUNGAN PONPES

pp1

(sumber:dok.pribadi)

pp2

(sumber:dok.pribadi)

Pondok Pesantren merupakan tempat menuntut ilmu agama secara intensif dimana para santrinya tinggal dan belajar di dalamnya. Salah satu pondok pesantren yang berada di dekat Universitas Negeri Semarang ialah Ponpes Durrotu Ahlisunnah Waljama’ah. Hampir 100% santrinya merupakan mahasiswa UNNES.
Interaksi yang terjadi di Pondok Pesantren yaitu interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan kelompok. Interaksi antar individu misalnya yaitu ketika ada hal yang kurang mengerti seorang individu akan bertanya pada individu lainnya. Ketika akan mencari makanan mereka juga akan bersama-sama dan berinteraksi untuk membeli makanan.

Interaksi juga terjadi antara individu dengan kelompok. Interaksi ini muncul disaat berlangsungnya pengajaran oleh ustadz kepada santri. Ustadz sebagai individu dan kumpulan santri merupakan kelompok. Dalam berlangsungnya pengajaran terjadi interaksi antara ustadz dengan santrinya.

KMP1

(sumber:dok.pribadi)

4. INTERAKSI SOSIAL DI LINGKUNGAN KAMPUS

Kampus merupakan kumpulan gedung-gedung dalam satu kawasan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Selain untuk pembelajaran kampus juga dapat sebagai tempat interaksi sosial antara mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosen atau mahasiswa dengan para penjual makanan yang ada di kampus. Jenis – jenis interaksinya yang yaitu antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
Di Unnes misalnya, gazebo menjadi tempat berkumpul para mahasiswa untuk saling berinteraksi. Mulai dari mengerjakan tugas kelompok ataupun hanya sekedar ngobrol dan browsing internet. Itu adalah contoh interaksi antar individu.
Interaksi antar kelompok dengan individu terjadi ketika dosen memberikan materi kuliah kepada mahasiswa. Dosen menjadi pihak individu dan mahasiswa sebagai pihak kelompok. Interaksi kelompok dengan kelompok terjadi ketika ada beberapa dosen yang memberi kuliah dalam waktu yang sama.

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN INTERAKSI YANG BERHASIL DIAMATI

TABEL INTERAKSI

Cara Paling Tepat Memperingati Hari Kartini

November 15th, 2015 by Farid Nur Rohman No comments »

kartini-jilbab-rabbani

Setiap tanggal 21 april selalu diperingati sebagai hari kartini. Sangat baik memang memperingati hari kelahiran kartini sebagai wujud rasa terima kasih atas perjuangan kartini dalam rangka mendapat kemerdekaan nasional umumnya, khususnya kemerdekaan bagi kaum perempuan. Namun sayang, peringatan saat ini rasanya tidak lagi sesuai dengan yang diharapkan oleh Kartini.

Kartini selalu dikisahkan sebagai seorang keturunan ningrat yang berjuang menuntut hak-hak perempuan disetarakan dengan kaum laki-laki, tokoh yang tetap berkarya walaupun dalam kondisi dipingit, seorang istri bupati, dan seorang tokoh yang mati muda. Tidak banyak yang tahu bahwa kartini adalah seorang murid dari seorang ulama besar, ulama yang juga menjadi guru dari kyai-kyai besar nusantara, Hadratussyaikh K.H. Hasyim As’ari (Pendiri NU), K.H. Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), K.H. Moenawir Krapyak, dll.

Sejarah memang telah dipudarkan, sejarah kartini mengaji Al Qur’an dengan didampingi Romo Kyai Sholeh Darat – Semarang tidak pernah dikisahkan oleh guru di sekolah. ( lha wong gurune he ra tau ngaji Qur’an, hihihi). Yang diceritakan Cuma “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Tidak banyak yang tau bahwa Kartini adalah pelopor penerjemahan Al Qur’an dalam bahasa Jawa. Cita-cita kartini terhadap Al Qur’an juga tidak banyak dimengerti oleh kaum wanita sekarang ini.

Suatu ketika diadakan pengajian di rumah paman Kartini (Bupati Demak), Kartini turut serta dalam pengajian yang saat itu membahas tentang arti dari Surat Al-Fatihah oleh Romo Kyai Simbah Sholeh Darat – Semarang. Setelah selesai pengajian Kartini yang masih kecil merengek-rengek pada pamannya agar bisa bertemu dengan Kyai Sholeh Darat – Semarang. Agar mudah di pahami, sekiranya seperti berikut inilah pertemuan antara Kartini dengan Simbah Sholeh :

“Romo Kyai, panjenengan tadi mengartikan Al Qur’an dengan bahasa Jawa, hati saya merasa tenteram ketika mendengarnya, Romo Kyai, betapa senangnya saya bila panjenengan bersedia untuk menafsirkan seluruh isi Al Qur’an 30 jus dengan Bahasa Jawa, supaya dapat menjadi pedoman saya dan rekan-rekan saya kaum perempuan tanah Jawa.” Ujar kartini

Kemudian Mbah Sholeh Darat menjawab, “Nduk, Kartini, menafsirkan Qur’an itu tidak semudah yang dibayangkan, tidak semua orang yang boleh menafsirkan Al Qur’an, orang boleh menafsirkan Al Qur’an itu syaratnya harus memiliki ilmu bantu yang lengkap, mulai dari ilmu nahnusoro, gramatika arab, nasen mansuh, ashabul huruf, ashabul nuzul, dan lainnya, setelah menguasahi semuanya baru boleh untuk menafsiri Al Qur’an, Kartini, tidak gampang lho menafsirkan Al Qur’an.”

Kartini yang keinginan kuat kembali berujar pada Kyai, “ Mohon maaf Romo Kyai, permohonan saya agar panjenengan menafsirkan Al Qur’an dengan Bahasa Jawa mohon dipenuhi, karena saya mempunyai keyakinan bahwa segala ilmu untuk menafsirkan Al Qur’an panjenegan sudah mengkuasahi, Romo Kyai.”

Mendengar ucapan itu Mbah Sholeh Ndarat lalu tertunduk, beliau mencucurkan air mata tak kuasaha menahan haru atas keteguhan Kartini. Pada kesempatan mengaji selanjutnya Simbah Sholeh mengatakan sesuatu pada Kartini, yaitu : “Kartini, doakan ya, semoga saya bisa mengartikan Al-Qur’an 30 jus menggunakan bahasa Jawa”

Begitulah sedikit gambaran tentang cita-cita Kartini tentang Al Qur’an untuk perempuan Nusantara. Kartini sangat menginginkan agar perempuan Indonesia terus belajar dan mengaji AL-QUR’AN. Sudah sepatutnya seorang perempuan Indonesia tidak hanya sibuk pergi ke Salon Kecantikan ketika peringatan hari Kartini. Tidak sepantasnya seorang pria berdandan atau memakai pakaian wanita sebagai lelucon bahan tertawaan dalam peringatan hari Kartini.

Kembali ke kisah…

Simbah Sholeh Darat kemudian mulai menafsirkan, saat itu penjajah melarang keras penafsiran terhadap Al Qur’an. Namun larangan itu tidak menghalangi Simbah Sholeh Darat untuk memenuhi permohonan dari Kartini. Untuk mengelabuhi pengawasan dari penjajah Simbah Sholeh menulis arti dari Al Qur’an dengan menggunakan huruf Pegon. (mesthi ra ngerti opo iku huruf Pegon, ngaji meneh karo mbah kyai, ojo mbah gugel)

Simbah Sholeh melanggar larangan dari penjajah, beliau menerjemahkan Al Qur’an dengan ditulis dengan huruf arab gundul alias pegon sihingga tidak dicurigai penjajah . Jadi tulisannya arab, tapi bacaannya bahasa jawa. (esek ra dong? Takon pacarmu wae mbok menowo bisa njelasne luwih genah, hohoho)

Belum selesai 30 jus, tepatnya ketika sudah 13 jus beliau mencetak terjemahan tersebut di Singapore, dan kitab terjemahan Al Qur’an berbahasa Jawa dengan aksara arab pertama di Nusantara itu diberi judul Kitab Faidhur-Rohman Fii Tafsiri Ayatul Qur’an. Ingat… penafsiran itu atas usul R.A. Kartini.

Mung Sayang, sejarahe mbiyen Kartini ngaji Qur’an ing ngarsane Simbah Sholeh Darat – Semarang mboten nate dipun terangaken dening guru-guru wonten sekolahan, leres? (soale gurune dew era tau ngaji, hahaha)

Pada saat kartini menikah dengan Bupati Rembang R.M. Joyodiningrat, Simbah Kyai Sholeh Darat hadir dengan membawa kado berupa Kitab terjemahan Al Qur’an berbahasa Jawa pertama di Nusantara, yaitu Kitab Faidhur-Rohman. Kartini sangat bahagia dengan hadiah yang dibawa oleh Simbah Sholeh, dia kemudian berkata :

“Selama ini Al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami.”

Melalui terjemahan Mbah Sholeh Darat itulah RA Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya yaitu:

Orang-orang beriman dibimbing Alloh dari gelap menuju cahaya (Q.S. al-Baqoroh: 257)

Inilah mungkin yang menjadi dasar dari buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”, selama ini dasar penamaan itu adalah hanya sekedar kumpulan dari surat-menyurat beliau…

Terang dalam bahasa jawa adalah PADHANG… leres? Maka dari itu orang jawa punya syi’iran :
Padhang bulan… padhange koyo rino… rembulane.. sing awe-awe… ngelingake.. ojo podo turu sore… rene tak critani kanggo sebo mengko sore…

Sangat disayangkan kisah ini jarang diceritakan kepada anak-nak Indonesia, peringatan kartini seringkali hanya dengan konser, fashion show kebaya, bapak masak, bapak pake daster, dan lainnya yang tentunya sangat bertentangan dengan cita-cita kartini.
Saran :

Mari kita peringati hari kartini dengan memperbanyak membaca Al Qur’an dan berguru pada kyai.

Betapa indahnya bila kita peringati dengan berkumpul bersama membaca Al Qur’an, saling menyimak, bila ada yang salah dalam membaca kita koreksi bersama.

Betapa indahnya apabila kita peringati hari kartini dengan mendoakan Almarhum R.A.Kartini, kita bacakan Surah Yaasin dan Tahlil.

Betapa bahagianya Almarhum apabila kita semua mengirimkan doa untuknya, marilah kita peringati hari kartini dengan kebijaksanaan, bukan dengan hura-hura cegengesan kemaksiatan.

Summa khususon ilaa ruuhi R.A.KARTINI, Al-Fatihah….

Mari kita gunakan momentum hari kartini ini untuk kita bersama tingkatnya membaca Al Qur’an kita. Berkah Kartini mengaji Al Qur’an adalah namanya harum dan selalu dikenang.

Dirangkum oleh : FARID NUR ROHMAN
Referensi :
K.H. Ahmad Khalwani (Shoutuna FM, 28 April 2014)
http://pelitatangerang.xtgem.com/index/__xtblog_entry/62115-kh-sholeh-darat-semarang-jawa-tengah?__xtblog_block_id=1
http://www.sarkub.com/2012/ra-kartini-dan-kyai-sholeh-darat-sejarah-bangsa-yang-digelapkan-orientalis-belanda/

sumber gambar: http://1.bp.blogspot.com/-rXGeD6aCszI/TZnxazIjuAI/AAAAAAAAAC4/cjqEPAdRbrA/s1600/kartini-jilbab-rabbani.jpg

Lewat ke baris perkakas