Mahasiswa Perusak Konservasi Gunung #2

November 14th, 2015 by Farid Nur Rohman Leave a reply »
SAMAPH LAWU

Sampah di atas Gunung Lawu (sumber:dok.pribadi)

Gunung banyak dikunjungi para pendaki untuk mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa dengan tafakur tadabur terhadap alam. Keindahan di puncak gunung atau di atas awan begitu memukau setiap jiwa yang hadir disana. Mahasiswa dengan jiwa  mudanya adalah pengunjung utama yang selalu memadati basecamp pendakian.

Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung, Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Prahu, Gunung Andong, Gunung Lawu, dan Bukit Sikunir adalah beberapa tujuan favorit mahasiswa di Jawa Tengah, terutama Unnes. Mahasiswa akan merasa bangga dan puas ketika sudah menginjakkan kaki di atasnya. Mereka tak lupa untuk berfoto mengabadikan moment dan pemandangan indah yang tak setiap hari mereka dapati. Namun sayang, mayoritas dari mereka lupa akan sang pencipta dan lupa akan etika yang harus mereka jaga.

Foto yang seharusnya menjadi pengabadi keindahan alam yang merupakan anugrah Tuhan hanya menjadi ajang pamer dan gagah-gagahan. Etika di alam bebas hanya menjadi bahan tertawaan. Sampah selalu menjadi masalah yang harus dihadapi pengelola wisata pendakian. Papan peringatan yang mengingatkan agar para pengunjung tidak meninggalkan sampah dan tidak melakukan vandalisme tidak diindahkan. Gunung menjadi kotor. Bebatuan dan pohon menjadi korban vandalisme. Itu semua adalah ulah pendaki amatiran, dialah mahasiswa. Mahasiswa pada umumnya tak memiliki bekal khusus dalam melakukan penjelajahan di alam. Berbeda dengan mereka yang telah tergabung dalam Mapala, Sispala, ataupun organisasi pecinta alam yang telah memberikan bekal khusus bagi para anggotanya. Mereka yang bukan mahasiswa (masyarakat sekitar, penganut adat, dll.) selalu menjaga etika ketika berada area Gunung.

Tidaklah heran ketika banyak terjadi kebakaran di gunung. Tidak heran pula bila banyak terjadi pendaki yang tersesat bahkan tewas. Hali itu adalah sedikit teguran dari Yang Maha Kuasa agar manusia lebih bersikap bijak terhadap alam.

Peraturan resmi melalui Undang-Undang pun telah ada yaitu UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya.

Seharusnya mahasiswa sebagai kader konservasi memberikan aksi yang baik. Tidak hanya berlomba-lomba ke puncak gunung. Tetapi juga menjaga kebersihan dan kelestarian daerah konservasi di area Gunung. Persiapan yang matang mengenai pengetahuan dan moral perlu diperhatikan sebelum mendaki gunung.

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

Advertisement

Tinggalkan Balasan

[+] kaskus emoticons nartzco

Lewat ke baris perkakas