Katanya Mahasiswa, Kok Tidak Pernah Ikut Aksi ?

November 15th, 2015 by Farid Nur Rohman Leave a reply »
11aa

(sumber:kmnu.or.id)

PERTANYAAN :
Adhli, kok kalian anak-anak KMNU nggak pernah ikut aksi sih? Kita kan mahasiswa?

JAWAB :
Terima kasih atas pertanyaannya, semoga anda terus berada dalam lindungan Allah yang Maha Kuasa lagi Perkasa. Mungkin ini juga pertanyaan banyak orang yang sepemikiran dengan anda. Maka, ribuan terima kasih atas perhatian dan ketulusan anda menanyakan hal ini.
Ada pun jawaban saya….

Ketahuilah, tidak semua dari kami tidak mau turun ke jalan. Ada juga yang memilih turun ke jalan menyuarakan pendapatnya dan menuntut pihak yang terkait mengikuti serta mengabulkan usulannya. Namun, saya tidak memungkiri bahwa mayoritas dari kami memang lebih memilih cara lain dibanding cara ini.
Perlu anda ketahui bahwa kami melakukan hal ini bukan karena kami tidak peduli. Tidak. Sekali lagi Tidak. Tidak pantas tuduhan seperti itu diarahkan pada kami. Kami mengambil jalan ini sebagaimana dulu kami dididik oleh guru-guru yang berakhlak dan beradab.
Ketahuilah, kami dididik dalam dua tangan kasih sayang, yakni Ilmu dan Ibadah. Ini juga yang menjadi tonggak pemikiran Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama. Ketahuilah dan yakinilah, bahwa kami juga mahasiswa, pemuda negeri ini, penerus estafet kepemimpinan negara tercinta. Di dalam darah kami juga mengalir semangat juang membangun dan memajukan negeri. Namun, sebelum menjadi apapun kami adalah seorang cendikiawan muslim. Kami bersuara dengan karya, dengan tulisan, atau dengan mimbar retoris podium ilmiah dihadapan para elite negeri ini. Kami adalah pejuang suara rakyat dari jalur ilmiah. Berbicara lantang dalam tradisi keilmiahan cendikiawan dihadapan para petinggi negeri. Tak perlulah menyebut siapa saja yang kami hadapi. Tapi ketahuilah, tugas turun ke jalan biarlah diambil alih oleh orang lain. Tugas kami adalah menjadi figur ilmiah, cendikiawan elite muslim, dan pemikir bangsa yang duduk bersahaja namun tetap berwibawa yang menemani para elite negara ini dengan tetap menasehatinya.
Kami tidak mengetuk pintu kantor orang untuk meminta tolong. Atau berteriak lantang menyuruh keluar penghuni kantor yang sedang bekerja. Atau mengkritik presiden ditengah jalan atau di depan istananya. Untuk apa kami meminta tolong kepada mereka? Sebenarnya kami juga berdemonstrasi, tapi bukan ditengah siang bolong namun disepertiga malam terakhir….
Sebenarnya kami juga berteriak menuntut, tapi bukan di depan istana presiden atau kantor pejabat publik namun di hadapan pintu pengharapan dan pertolongan Allah Ta’ala….
Sebenarnya kami juga menahan perih dan tangis atas keadaan negeri ini, tapi bukan di pinggir jalan raya hingga menutup sebagian ruasnya, namun di atas sajadah tempat tersungkur sujud mengharap pada Ilahi….
Demikian jawabanku, semoga bermanfaat.
Wallahu a’lam

Adhli Al Karni

http://kmnu.or.id/konten-213-kenapa-anakanak-kmnu-nggak-pernah-ikut-aksi.html

Advertisement

Tinggalkan Balasan

You must be logged in to post a comment.
Lewat ke baris perkakas