Jateng Kandang Banteng?

Juni 28th, 2018 by Farid Nur Rohman Leave a reply »


Jateng adalah kandang Banteng, yg menang pasti dari PDIP, Ganjar Pranowo sebagai Incumbent terlalu kuat Utk bisa dikalahkan, selain memiliki program yg sdh berjalan sebagai keunggulan, ia jg memiliki kemampuan berbicara yg baik dibandingkan dengan lawannya, tidak heran jika berbagai lembaga survei terpercaya menempatkan Ganjar dgn Perolehan suara 67-70% dan Sudirman-Ida mendapatkan 13-15% suara. Pilgub Jateng gak ramai, adem ayem aja.
BEGITULAH OPINI YANG DIBANGUN SAAT PILGUB 2018
Hal itu tentunya membuat pesimistis kepada nomor urut 2, Sudirman – Ida beserta para pendukungnya, tdk terkecuali ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, dalam suatu kesempatan di Semarang dalam acara Temu Aktivis NU Jateng yg juga dihadiri Cawagub Ida Fauziah, menunjukkan kepesimisannya dgn argumen “gak tau ini masih cukup Ndak ini untuk mengejar ketertinggalan.
Sangat diakui memang di dalam debat Pilgub Jateng yang diselenggarakan oleh KPU Ganjar Pranowo sangat menguasai lapangan dan juga dapat menyampaikan dengan baik, mulai dari cara penyampaian, hingga program yg dimilikinya. Kemampuan menyanggah yg disampaikan oleh lawannya juga sangat baik ditunjukkan oleh Ganjar Pranowo. Sedangkan Sudirman Said, terkesan kehabisan amunisi untuk menyerang Ganjar Pranowo yg begitu digdaya di propinsi yang katanya ‘kandang banteng’ ini.
Survei menunjukkan keunggulan telak oleh Ganjar Pranowo. Litbang Kompas pada bulan akhir Mei merilis hasil survei Ganjar – Yasin 76,6 % dan Dirman-Ida 15%. Charta Politica merilis hasil untuk Ganjar – Yasin 70.5% dan Dirman – Ida 13.6 %. Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga merilis hasil survei kemenangan telak oleh Ganjar-Yasin dengan 54%, sedangkan Dirman-Ida hanya 13%. SMRC juga tidak mau kalah merilis hasil, Ganjar-Yasin 70,1% dan Dirman-Ida 22,6%. Indo Barometer merilis pula keunggulan telak Ganjar-Yasin 70,5% dan Dirman-Ida 13.6%.
Kemenangan Ganjar-Yasin sudah diatas angin. Begitulah yang selalu digiring oleh berbagai media massa dengan melihat hasil-hasil survei tersebut. Kalau saya menjadi tim pendukung dari nomor urut 2, tentunya saya akan sangat pesimis untuk menang jika berpijak pada hasil survei. Sangat sulit mengejar kedigdayaan Ganjar Pranowo fi kandang Banteng, ditambah lagi pasangannya, yaitu putra Kyai Sepuh NU, KH Maemoen Zubeir yaitu Tak Yasin Maemoen. Pasrah saja, siapkan mental menerima kekalahan.
Namun pada kenyataannya hasil Quick count menunjukkan hasil yang mengejutkan, Sudirman Said – Ida Fauziah dengan sedemikian banyak kekurangannya memperoleh suara di kisaran 41% versi berbagai Lembaga survei. Litbang Kompas : 1. 58,34% 2. 41,66%. SMRC : 1. 58,58% 2. 41,42%. dan terakhir dari LSI (data masuk 98,25%) : 1. 58,26% 2. 41,74%. Hasil tersebut menunjukkan selisih yang sangat jauh dibandingkan dengan hasil survei.
Hasil quick count yang sangat signifikan. Andai saja tidak ada penggiringan opini kemenangan Ganjar-Yasin dengan berbagai keunggulannya, para pendukung Sudirman Said – Ida Fauziah saya rasa akan lebih bekerja keras untuk memenangkan nomor urut 2 tersebut. Ditengah kerja yang tidak optimal dibawah tekanan emosional kemenangan Ganjar-Yasin saja mereka berhasil mendapatkan 41%. Kalau saja bekerja maksimal saya rasa kandang Banteng ini akan hancur. Mungkin.
Kenapa ini bisa terjadi demikian? Saya bukan ahli politik yang mampu memaparkan kajian-kajian yang mendalam. Menurut saya ini adalah berkah dari Nahdlatul Ulama.Tuhan tidak akan membiarkan seorang kader NU menanggung malu dengan kekalahan telak. Ida Fauziah seorang pejuang Nahdlatul Ulama yang berproses mualai dari IPPNU, PMII, Fatayat, hingga masuk di PBNU, pada saatnya akan mendapatkan pertolongan dari Yang Maha Kuasa. (Farid N.R)

 

Farid Nur Rohman

Advertisement

Tinggalkan Balasan

You must be logged in to post a comment.
Lewat ke baris perkakas