Inilah penyakit hati para remaja masa kini. Yang ada dalam hati dan pikiran mereka hanyalah bersenang-senang dan dirinya sendiri. Tanpa mereka sadari bahwa apa yang mereka lakukan sekarang akan berakibat dimasa yang akan datang.

Sebagai contoh kecil, kejadian yang saya alami hari ini Rabu, 18 Nopember 2015. Saat dosen belum juga hadir di kelas, saya yang berdiri disebelah pintu menghadap kearah duduk teman-teman saya, melihat dengan jelas apa yang mereka lakukan. Semuanya terdiam ditempat duduknya sembari memainkan ponselnya masing-masing. Tanpa ada percakapan bahkan candaan. Semua asyik dengan ponselnya.

Lalu, akankah manusia itu hanya hidup dengan ponselnya yang memang setiap saat menyajikan hal-hal baru? Akankah kecanggihan teknologi akan menjadi penghalang untuk berkomunikasi secara langsung, untuk bersilaturahmi?

Berikut efek dari penggunaan ponsel terhadap interaksi sosial antara lain:smartphone-addickt-asia-700

  1. Bersifat individual
  2. Tidak tanggap dengan lingkungan sekitar
  3. Saling menggujat dan menjatuhkan
  4. Mudah terpengaruh hal-hal buruk
  5. Mempercepat perpecahan
  6. Kesulitan berkomunikasi secara langsung
  7. Kurang berani mengemukakan pendapat
  8. Mengukur status sosial dengan tipe ponsel yang dimiliki
  9. Sombong
  10. Riya
  11. Malas beraktivitas
  12. Pemborosan

Selain berpengaruh terhadap interaksi sosial, penggunaan ponsel juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita, antara lain:

  1. Radiasi sinyal RF dapat menyebabkan kangker
  2. Sulit tidur waktu malam
  3. Mudah stress
  4. Tumor otak
  5. Menghambat metabolisme tubuhsosmed
  6. Menyebabkan
    kelelahan mata
  7. Penyebab sakit kepala
  8. Menyebabkan gangguan pendengaran
  9. Mengurangi kinerja denyut jantung

Meskipun demikian, tidak dapat kita pungkiri bahwa ponsel itu sudah tidak lagi menjadi barang mewah, namun menjadi sebuah kebutuhan untuk mempercepat informasi. Untuk menghindari berbagai hal buruk yang tidak kita inginkan, alangkah baiknya jika kita menggunakan ponsel yang kita miliki dengan bijak.

  1. Kurangi pemakaian ponsel secara bertahap, paling tidak matikan handphone semenit setiap dalam satu hari akan membantu kamu dalam mengurangi ketergantungan terhadap ponsel.
  2. Tahu tempat untuk menggunakan ponsel.
  3. Banyaklah berbicara, karena bagaimanapun perbincangan di dunia nyata tidak dapat digantikan oleh obrolan melalui ponsel atau dunia maya.
  4. Gunakan dengan bijaksana, alangkah baiknya untuk menggunakan ponsel dengan bijaksana sampai dalam taraf tidak mengganggu kehidupan sosial pengguna.

Artikel ini dibuat untuk mengikuti bidikmisi blog awards Unnes.

Remaja Kader Konservasi

Posted by: fariska defawadiah in Uncategorized No Comments »

Sigit-pandu2Remaja adalah masa peralihan diri dari seorang anak menuju dewasa. Rentang usia remaja itu sendiri terbagi menjadi 3 yaitu: 12-15 tahun adalah masa awal remaja, 15-18 tahun adalah masa pertengahan remaja, dan 18-21 tahun adalah masa akhir remaja.

Pada masa remaja inilah perkembangan otak mencapai kesempurnaan untuk berpikir secara logis dan rasional. Di masa ini pula perkembangan emosional sangat tinggi. Pada umumnya remaja lebih sensitif, lebih cepat marah, sedih dan mudah tersinggung. Namum saat mereka menginjak masa akhir remaja, mereka lebih bisa mengontrol emosinya.

Remaja ini sangat rentang terhadap rangsang, karena mereka sedang dalam masa pencarian identitas diri mereka yang sesungguhnya. Mereka terus mencari jati dirinya dengan mencoba berbagai hal baru, lingkungan baru, dan pergaulan yang baru.

Maka dari itu, kita sebagai dewasa wajib untuk mengarahkan dan menuntun remaja-remaja itu pada hal-hal positif. Agar mereka bisa menjadi kader konservasi yang menjadi tauladan di masyarakat.

Hal yang perlu kita lakukan untuk mengkader remaja-remaja tersebut menjadi kader konservasi adalah:

  1. Pembentukan karakter

Dengan menanamkan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.

  1. Membawa remaja untuk terjun langsung ke lapangan

Dengan tujuan agar mereka mendapatkan pelajaran secara langsung dengan masyarakat dan mendapat pengalaman.

  1. Mengajak remaja melihat keindahan alam

Remaja sangat suka dengan hangout/nge-trip/jalan-jalan, tidak ada salahnya jika kita membawa mereka menyaksikan langsung keindahan alam ini, agar mereka sadar bahwa alam akan indah jika terus dijaga dan dilestarikan.

  1. Menciptakan rasa nyaman

Dengan remaja merasa nyaman akan membuat mereka senang untuk terus berbuat dan berperilaku konservasi.

  1. Konservasi adalah tantangan

Remaja cenderung suka dengan tantangan karna rasa ingin tau mereka yang sangat tinggi, jika kita sadarkan mereka bahwa konservasi adalah tantangan terbesar yang harus mereka hadapi, mereka akan terus mencari tau dan mencoba untuk melakukan konservasi.

  1. Kerjasama/Sinergi

Adanya kerjasama yang baik antara remaja dan dewasa dalam konservasi akan membuat remaja lebih bersemangat dan paham akan konservasi yang sebenarnya.

  1. Kebiasaan

Jika semua sudah terleksana secara berkesinambungan, hal-hal baik tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan yang baik pula.

Jadi, saudara-saudaraku mulailah untuk mengkonservasikan hatimu, dan mengkonservasikan dirimu dengan mengubah sedikit kebiasaan kecil seperti:

  1. Menjaga tempat hidup flora dan fauna untuk kelestarian
  2. Mematikan lampu penerang dan alat elektronik saat tidak digunakan
  3. Biasakan berjalan kaki atau bersepeda jika bepergian jauh
  4. Membuka jendela untuk sirkulasi udara pengganti kipas angin dan AC
  5. Menghemat penggunaan air seefisien mungkin
  6. Meminimalisir penggunaan kertas dan plastik
  7. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan kaderisasi konservasi di berbagai unit yang tersedia

Ingatlah saudara-saudaraku, satu langkah kecil yang kalian buat hari ini, besar manfaatnya untuk generasi penerus kita dimasa yang akan datang.

Terimakasih, Salam Konservasi!!!

Artikel ini dibuat untuk mengikuti kompetisi bidikmisi blog awards Unnes#2

KONSERVASI BERNILAI EKONOMIS

Posted by: fariska defawadiah in Uncategorized No Comments »

Kita tau bahwa sampah plastik berserakan dimana-mana bahkan hingga menggunung. Kita juga tau kalau plastik itu limbah yang sulit diurai oleh tanah, karena plastik mengandung bahan Bisphenol-A. Bahan ini dapat mempengaruhi perkembangan otak pada janin dan bayi yang baru lahir. Zat-zat adiktif dalam plastik mudah terurai dalam lemak dan panas, apabila terkontaminasi dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh, secara akumulaitf pada binatang percobaan dapat mengakitbatkan penyakit kanker dan perubahan hormon.

Tapi kini, cobalah untuk memanfaatkan plastik-plastik itu sebagai sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Kita hanya bermodalkan tekun dan kreatif untuk bisa mengolah sampah plastik itu menjadi barang-barang lucu, unik, dan bernilai guna.

contohnya: Tas Plastik

Tas-terbuat-dari-plastik-bekas1

Alat dan bahan yang digunakan :

  1. 4 kemasan plastik 450 ml dengan corak dan warna yang senada (2 buah untuk sisi depan dan belakang, 2 buah lagi untuk sisi kiri dan kanan). 50cm bisban dengan ukuran lebar 3cm untuk tali tas.
  2. 1m bisban dengan ukuran lebar 2cm.
  3. 4cm perekat
  4. 30cm renda katun sebagai pemanis.
  5. Jarum (ukuran 16) dan benang jahit berwarna senada.

Cara membuat tas dari plastik bekas :

  1. Bersihkan noda kemasan plastik dengan kertas tisu, kalau tidak bisa rendam dengan air hangat.
  2. Gunting dua buah kemasan dengan ukuran yang diinginkan. Usahakan potongan kedua kemasan plastik memiliki ukuran yang sama.
  3. Gunting dua kemasan lain (untuk sisi kiri dan kanan) menjadi dua bagian lebarnya (7cm). Jahit bisban pada sisi lebar masing-masing kemasan yang sudah dipotong.
  4. Pasang dan jahit perekat, dengan menggunakan mesin jahit, pada bagian dalam masing sisi depan dan belakang.
  5. Pasang dan jahit bisban lebar 3cm pada bagian permukaan plastik (sisi depan dan belakang), sebagai tali tas.
  6. Kemudian pasang dan jahit renda katun sekaligus bisban pada sisi atas lembar kemasan plastik. Lakukan langkah ini pada kemasan plastik untuk sisi depan dan belakang.
  7. Sambungkan kedua kemasan plastik yang sudah dipotong berukuran 7cm (untuk sisi kiri dan kanan tas). Sehingga membentuk lembaran panjang.
  8. Hubungkan dan sambung dengan jahitan mesin, bagian tadi (no.7) dengan lembaran plastik untuk sisi depan dan belakang.
  9. Lalu pasang bisban pada seluruh tepinya. Nah Jadilah sebuah tas mungil nan cantik, berbahan kemasan plastik. Cara yang sama juga bisa Anda lakukan untuk tas yang berukuran lebih besar, lho. Tinggal ganti ukurannya saja.

Beberapa contoh lain:

 

tas cantik dari plastik Kerajinan-daur-ulang-sampah-plastik images pot bunga dari botol bekas

 

Selain kita bisa menyalurkan kreatifitas kita, kita juga sembari belajar bagaimana caranya memasarkan produk-produk yang telah kita buat tersebut. Dengan kata lain, “sambil menyelam minum air” sambil kita mendapatkan banyak pelajaran baru dan pengalaman baru kita juga mendapatkan keuntungan dari segi ekonomi dan konservasi lingkungan. Mudah dan menguntungkan bukan? Selamat mencoba.. Semangat Konservasi!!!

 

– See more at: http://www.larizo.com/kerajinan-tangan-tas-cantik-terbuat-dari-plastik-bekas/#sthash.JwXwrgMx.dpuf.

https://www.google.co.id/search?q=contoh+kerajinan+plastik&espv=2&biw=1366&bih=623&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ved=0CBkQsARqFQoTCMjs592ijckCFcNNjgodvUcDcw&dpr=1#imgrc=vVMDl5GOSOVmrM%3A

Artikel ini dibuat untuk mengikuti kompetisi Bidikmisi Blog Awards Unnes. #1

 

Hello world!

Posted by: fariska defawadiah in Uncategorized 1 Comment »

Welcome to Jejaring Blog Unnes Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Skip to toolbar