Seragam “Ngapret” Gaya Hidup Anak SMA Masa Kini

Jaman modern dianggap sebagai jaman yang serba canggih. Dimana semua bisa diakses dengan cepat dan mudah. Perubahan yang begitu pesatnya membuat kita semakin terbawa arus untuk mengikuti perubahan hidup. Perubahan yang terjadi dalam hidup bukanlah suatu hal yang buruk. Namun bukan pula suatu hal yang baik.

Baik dan buruknya suatu perubahan dalam hidup membuat kita tentu tau mana yang harus dirubah mana yang tidak. Tentu saja hal ini harus dilakukan agar senantiasa kita tidak tertinggal tidak pula terkontaminasi. Tidak terkecuali dengan perubahan gaya hidup dalam fashion. Dalam hal fashion kita dapat mengikutinya apabila fashion tersebut dapat memperbaiki penampilan kita menjadi lebih baik. Dan dapat pula tidak kita ikuti apabila kita merasa fashion tersebut terlalu berlebihan atau tidak berdampak baik pada penampilan kita.

Fashion sendiri merupakan suatu hal yang tidak lepas dari hidup kita dimana fashion tersebut mempengaruhi kita dalam hal berpakaian. Seperti halnya fashion hijab 2016. Kini semua orang memakai hijab agar penampilan mereka tampak trendi. Kemudian fashion 70an yang sedang tren di masyarakat membuat mereka kini memakai pakaian ala-ala 70an. Ya, pakaian ketat dan memperlihatkan pusar si kaum perempuan yang ada di jaman 70an kini marak pula ditahun 2016. Hal tersebut terjadi memang karena didasari karena perubahan yang terjadi dimasa kini.

Perubahan tersebut sangat nampak pada anak-anak remaja yang memang sengaja menggunakan pakaian tersebut agar mereka tampak kekinian. Anak muda jaman sekarang memang sangat mengangungkan tingkat “Kekinian” yang ada dalam diri mereka. Yang paling mencolok adalah pada media sosial Instagram, mereka selalu menyertakan hastag “Kekinian” pada setiap foto yang mereka unggah. Dalam foto yang mereka unggah, tidak lupa mereka memamerkan gaya fashion mereka dalam berpakaian. Tidak terkecuali fashion pada seragam yang mereka kenakan, khususnya seragam sekolah.

Seragam anak SMA jaman sekarang bisa dibilang sangat memprihatinkan. Sudah ketat seksi pula, kalau kata orang jawa Ngapret namanya. Seragam Ngapret ini dianggap sangat penting dalam menunjang popularitas anak-anak remaja tersebut khususnya dalam lingkungan sekolah. Seperti sudah menjadi gaya hidup yang mengharuskan mereka untuk memakai seragam Ngapret tersebut. Menurut Chaney sendiri Gaya Hidup merupakan ciri dari masyarakat modern atau biasa disebut modernitas.

Dimana dalam kehidupan masyarakat tersebut menggunakan gaya hidup sebagai tindakan atau bentuk dari gambaran diri mereka. Agar mereka dapat dibedakan dengan orang lain atau biasanya untuk ciri khas diri mereka. Gaya hidup adalah pola-pola tindakan yang membedakan antara satu orang dengan orang yang lain (chaney, 1996:40). Seragam Ngapret ini dianggap sebagai identitas atas anak tersebut. Apabila mereka memakai seragam Ngapret tersebut maka mereka akan diangggap anak gaul yang membedakan mereka dari anak yang dianggap cupu.

Bak hidup dalam angan-angan. Begitulah yang mampu menggambarkan anak remaja SMA masa kini. Hidup mereka penuh dengan angan-angan yang membuat mereka bertindak sesuka hati mereka tanpa mereka memikirkan akibatnya. Gaya berpakaian mereka dalam berseragam Ngapret tersebut dianggap tidak pantas dikenakan, khususnya dilingkungan sekolah. Namun mereka tetap mengenakannya walaupun sudah ada hukum sekolah yang mengatur mengenai seragam Ngapret mereka tersebut.

Dan mereka sama sekali tidak takut akan hal tersebut. Setidaknya fenomena ini harus ditindak lanjuti mengingat hal tersebut sangat berhubungan dengan moralitas para siswa-siswi SMA itu sendiri. Apabila mereka menggunakan seragam tersebut dimana saja tentunya mengundang kejahatan seksual yang sekarang ini sedang marak-maraknya. Siapa saja kini mampu melakukan tindak kejahatan seksual, tidak terkecuali anak-anak dibawah umur dan siswa-siswi SMA itu sendiri. Tentunya ini harus menjadi pelajaran berharga bagi perempuan untuk menghargai dirinya sendiri khususnya dalam hal berpakaian.

Dalam agamapun mengajarkan wanita harus menutup aurat untuk melindungi dirinya sendiri. Maka bukan menjadi hal sepele untuk wanita untuk berpakaian tertutup namun harus menjadi wajib. Karena kejahatan terjadi tidak hanya adanya niat namun juga adanya kesempatan.

 

 

 

Daftar Pustaka

Chaney, David. 1996. Lifestyle: Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta. JALASUTRA

Tentang firma aprianti

Nama : Firma Aprianti TTL : Semarang, 28-04-1995 Program Study : Pendidikan sosiologi dan Antropologi Unniversitas Negeri Semarang blog ini berisi mengenai materi pembelajaran-pembelajaran sosiologi dan antropologi yang juga sedang saya pelajari
Tulisan ini dipublikasikan di Tugas Kuliah. Tandai permalink.

1 Balasan pada Seragam “Ngapret” Gaya Hidup Anak SMA Masa Kini

  1. tulisannya lebih dirapikan lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: