Materi Sosiologi Kelas XII : Ketimpangan Sosial Sebagai Dampak Perubahan Sosial Di Tengah Globalisasi

maxresdefault

DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL TERHADAP KEHIDUPAN

  1. Proses Disintegrasi Sebagai Akibat Perubahan Sosial

Dalam kehidupan bermasyarakat pasti tidak akan lepas dari perubahan, masyarakat dengan kebudayaan yang dimilikinya pasti juga akan mengalami perubahan. Dari perubahan tersebut akan berdampak pada aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat tersebut, yang terjadi dari perubahan tersebut akan membawa dua akibat yang berbeda, yaitu :

a. Berakibat Positif

Terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaannya mampu menyesuaikan diri dengan gerak perubahan.

b. Berakibat Negatif

Terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaannya tidak mampu menyesuaikan diri dengan gerak perubahan. Ketidakmampuan masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan perubahan disebut maladjustment. Akibat dari maladjustment, akan menimbulkan disintegrasi.

Disintegrasi, yaitu proses memudarnya nilai dan norma dalam masyarakat sehingga berakibat adanya perubahan dalam lembaga kemasyarakatan. Disintegrasi terjadi, apabila masyarakat sebagai agen perubahan, tidak mampu menyesuaikan/mensosialisasikan diri dengan nilai-nilai baru yang berkembang dalam masyarakat.

Gejala-gejalanya dapat diamati dari sebagai berikut.

1) Nilai dan norma, tidak berfungsi seperti harapan masyarakat.

2) Lembaga-lembaga kemasyarakatan tidak berfungsi sesuai dengan peranannya.

  1. Bentuk-bentuk Disintegrasi

1. Pergolakan Daerah

Pergolakan daerah adalah suatu gerakan sosial vertikal dan horizontal, yang dilakukan serentak dengan berbagai cara untuk memaksakan kehendak atau cita-cita.

Sebab terjadinya pergolakan daerah sebagai berikut.

1) Perbedaan ideologi antargolongan dalam masyarakat.

2) Adanya pertentangan-pertentangan sosial, yang berkepanjangan dan sulit diatasi.

3) Tindakan sewenang-wenang dari pihak pemegang kekuasaan.

4) Adanya tokoh sebagai pendorong dan simbol pergolakan.

Akibat pergolakan daerah sebagai berikut.

1) Merugikan diri sendiri, masyarakat, dan negara baik yang bersifat materiil maupun nonmateriil.

2) Mobilitas dan aktivitas masyarakat terganggu atau macet.

3) Timbulnya berbagai kerawanan dan gangguan keamanan.

4) Terjadinya perubahan-perubahan yang cenderung negatif terhadap aspek-aspek kehidupan masyarakat.

2. Demonstrasi

Demonstrasi adalah suatu gerakan massal yang bersifat langsung dan terbuka, yang dilakukan secara lisan, tulisan, dan tindakan dalam memperjuangkan kepentingan/tuntutan.

Sebab-sebab demonstrasi sebagai berikut.

1) Adanya penyimpangan dalam sistem.

2) Terjadinya perubahan dalam sistem yang inkonstitusional.

3) Tidak berfungsinya sistem yang dipilih.

Akibat-akibat demonstrasi sebagai berikut.

1) Mengganggu stabilitas di bidang ipoleksosbud dan hankam.

2) Mendorong timbulnya tindak kejahatan politik dan kejahatan ekonomi.

3) Menghambat pembangunan dan modernisasi.

3. Aksi Protes

Aksi protes adalah suatu tuntutan individual atau kelompok, yang dilakukan dengan lisan atau tulisan untuk memperjuangkan kepentingan atau objek tindakan. Sebab-sebab aksi protes sebagai berikut :

1) Adanya pihak-pihak yang merasa dirugikan.

2) Rasa tidak puas/kecewa atas suatu putusan.

3) Munculnya pihak yang berprasangka.

Akibat aksi protes sebagai berikut :

1) Menghambat kerja sama dalam aktivitas bersama.

2) Menimbulkan bibit konflik.

3) Timbulnya kelompok primordial.

4. Kriminalitas

Kriminalitas adalah setiap pelanggaran norma hukum yang dapat diancam sanksi pidana, sedangkan kriminologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tindak/perilaku jahat.

Sebab-sebab kriminalitas sebagai berikut :

1) Kepadatan dan komposisi penduduk.

2) Perbedaan distribusi kekayaan.

3) Pertentangan dan persaingan kebudayaan.

4) Perbedaan ideologi politik.

5) Perbedaan kekayaan dan pendapatan.

6) Mentalitas yang labil.

Akibat-akibat kriminalitas sebagai berikut :

1) Merugikan negara. Misalnya kolusi dan korupsi.

2) Mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.

3) Merugikan pihak lain, baik materiil maupun non-materiil. Misalnya

pencurian, perampokan dengan pembunuhan, dan lain-lain.

4) Merugikan masyarakat secara keseluruhan.

Misalnya penipuan, pemalsuan, dan lain-lain.

5. Kenakalan Anak/Remaja

Kenakalan adalah suatu perbuatan antisosial yang dilakukan oleh anak dan seandainya dilakukan orang dewasa dikategorikan tindak kejahatan.

Tanda-tanda anak nakal sebagai berikut :

1) Siswa bandel, kasar, dan sukar diatur.

2) Berbuat cabul, menyimpan/membaca buku, melihat gambar, dan film porno.

3) Bolos sekolah.

4) Melarikan kendaraan di luar batas kecepatan (ngebut).

5) Minum-minuman keras, memakai obat terlarang dan lain-lain.

Anak berbuat nakal menurut Drs. Kuswantoada dua motivasi, yaitu sebagai berikut :

1) Motivasi ekstrinsik, yaitu berbagai kenakalan yang disebabkan pengaruh luar dari diri anak, meliputi: faktor rumah tangga, faktor pendidikan dan sekolah, faktor pergaulan anak, dan faktor media massa.

2) Motivasi intrinsic atau penyebab dari dalam diri anak meliputi: faktor intelegensia, faktor usia, faktor jenis kelamin, dan faktor kedudukan anak dalam keluarga.

Kenakalan anak membawa akibat yang merugikan diri sendiri dan masyarakat antara lain sebagai berikut : Mengganggu ketertiban umum, mendorong tindak kriminalitas, mendorong perbuatan asusila, merusak nama baik diri sendiri, orang tua, sekolah, dan daerah, meresahkan masyarakat sekitar.

Sumber :

Ruswanto. 2009. Sosiologi : untuk SMA / MA Kelas XII Program Studi Ilmu Sosial. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Mulyadi, Yad dkk. 2014. Sosiologi SMA Kelas XII. Jakarta : Yudistira. tersedia http://sosiologi-sman-1-cibeber-cikotok.blogspot.co.id/2015/10/materi-kelas-xii-bab-3-ketimpangan.html (Diakses tanggal 07 Desember 2015)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: