UAS MK STATISTIKA MP S3

June 23rd, 2017

Kepada Mahasiswa S3 MP penempuh MK Statistika yang diampu Prof. Haryono, untuk mengakhiri proses perkuliahan tolong diselesaikan soal UAS berikut ini. UAS STATISTIKA S3 MP 2017

Abstrak. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui implementasi gagasan tentang tim pengembang teknologi pendidikaa di sekolah, terutama mengenai kompatibilitas gagasan dengan konteks dan kondisi riil di sekolah. Dengan menqgunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif serti]a model reseacrh and development, penelitian dilaksanakan pada jeniang pendidikan dasar dan menengah di Kota Semarang dan sekitamya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan prototipe tirn pengembang teknologi pendjdikan di sekolah kompatibel dengan konteks dan kondisi sekolah. Problem kualitai gurudalam mengembangkan rencana pembelalaran, media belajar, termasuk keberlanjutan program peningkatan kualitas guru/ manajemen sekolah, dan tidak-adanya divisi pengembangan sumber daya manusia sekolah, dapat diatasi oleh tim pengembang teknologi pendidikan. Fakta di lapangan memang menunjukkan beberapa sekolal tempat uji implementasi gagasan tersebut tidak dapat maksimal dalam penerapannyan, namun hal tersebut  bukan disebabkan oleh kualitas  gagasan, melainkan faktor sosiokultural sekolah itu sendiri. Komposisi tim pengembang teknologi pendidikan di sekolah yang masih mahasiswa S1 diidentifikasi menjdi faktor penghambatnya. Walau begitu secara umum dapat disimpulkan bahwa implementasi gagasan tim pengembang teknologi pendidikan di sekolal telah berhasil dengan baik.

Merupakan artikel hasil penelitian yang terpublikasi dalam Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan BPMTP Vol. 3 No. 1, Juni 2015 ISSN 2338-9184  Hal 1 – 16. IMPLEMENTASI TIM PENGEMBANG TP DI SEKOLAH

Untuk melengkapi proses perkuliahan Desain Instruksional pada Prodi TP S1 Smt. Genap 2016/2017, silakan menyelesaikan tugas akhir berikut ini sebelum mengikuti UAS sesuai jadwal. TUGAS AKHIR MK DESAIN INSTRUKSIONAL

Untuk melengkapi proses perkuliahan Metodologi Penelitian Kuantitatif pada Prodi TP S1 Smt. Genap 2016/2017, silakan menyelesaikan tugas akhir berikut ini sebelum mengikuti UAS sesuai jadwal. TUGAS AKHIR MK METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF

Kepada mahasiswa penempuh MK Metodologi Penelitian Kuntitatif yang merasa presensinya kurang dari 75% dan berminat untuk memperoleh rehabilitasi kehadiran sehingga dapat mengikuti UAS, silakan menyelesaikan tugas pengganti sebagai berikut; TUGAS PENGGANTI PRESENSI KULIAH YANG KURANG DARI 75

Proses pendidikan adalah sebuah sistem yang melibatkan sejumlah komponen untuk berinteraksi dan berfungsi secara integratif dalam kerangka mencapai tujuan tertentu (Banathy, 1988). Dengan demikian berhasil tidaknya proses pendidikan sebagai sarana pengembangan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan menghadapi tantangan masa depan, sangat tergantung dari kualitas komponen pembentuk sistem pendidikan itu sendiri. Komponen sistem yang cukup menentukan dan besar perannya dalam hal ini adalah “guru”. Guru merupakan ujung tombak dari seluruh rangkaian proses pendidikan,  menentukan berhasil tidaknya proses transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta proses internalisasi nilai-nilai etika dan moral  (Indra Djati Sidhi, 2001). Dalam kaitan ini profesi guru menjadi “bintang” sekaligus tumpuan harapan terhadap kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karenanya tidaklah berlebihan jika pemerintah dan masyarakat menaruh perhatian dan mulai peduli terhadap berbagai aspek berkaitan dengan “guru”.

Profesi guru harus berkembang berdasarkan “ sistem merit”, artinya pengakuan dan penghargaan terhadap profesi guru didasarkan pada hasil karya berkualitas, berkembang karena jasa-jasa yang diberikan oleh guru dalam mencerdaskan generasi muda, meningkatkan taraf hidup masyarakat, bukan karena belas kasihan (“lamentation”). Profesi guru menerapkan pengetahuan dan keahliannya untuk memberikan jasa pelayanan menurut kemampuannya, kemudian kemampuan itu dirasakan oleh masyarakat sehingga diakui dan dihargai setara dengan jasa yang telah diberikan. Profesi guru akan berkembang apabila kehadirannya diterima dan dihargai oleh masyarakat, dan hal ini dapat terwujud manakala guru mau dan mampu meberikan jasa layanan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konsumen.

Berikut adalah uraian tentang profesionalisasi guru sebagai upaya membangun citra, yang merupakan makalah yang pernah dipresentasikan dalam Seminar Nasional “Guru dalam Era Otonomi Daerah”, di Semarang pada tanggal 4 Mei 2002. PROFESIONALISASI GURU SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN CITRA

Berbicara tentang penelitian (khususnya kuatitatif) tidak dapat lepas dari pembahasan variabel dan instrumen. Hal ini wajar karena penelitian selalu berurusan dengan variabel, dan untuk melaksanakannya perlu instrumen. Variabel merupakan bahan baku penelitian yaitu sesuatu yang diteliti,  sedangkan instrumen adalah alat untuk mengumpulkan data tentang variabel. Dalam setiap penelitian tentu ada variabel, ada sesuatu yang menjadi fokus pengkajian, dan ada alat atau instrumen untuk mengungkapnya. Setelah memformulasikan masalah penelitian, langkah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti adalah menetapkan variabel yang akan diteliti, data yang diperlukan, dan bagaimana data akan diperoleh.

Berkenaan dengan kedudukan dan fungsi strategisnya dalam penelitian, berikut diuraikan secara singkat perihal apa itu variabel, apa itu instrumen, dan bagaimana instrumen penelitian dikembangkan. VARIABEL DAN INSTRUMEN PENELITIAN

Pembelajaran dalam konteks mempersiapkan sumber daya manusia ke depan harus lebih mengacu pada konsep belajar yang dicanangkan oleh Komisi UNESCO (Tilaar, 1999:61; Sudarminta, 2000:7), yaitu mencakup belajar berpikir (“learning to think”), belajar bertindak (“learning to do”), belajar menjadi dirinya (“learning to be”), dan belajar hidup bersama (“learning to life together”). Hasil pembelajaran yang terpenting adalah dimilikinya kekuatan dan kemampuan belajar yang tinggi (“powerfull”) untuk dapat mendidik dan mengembangkan diri lebih lanjut (Joice & Weil, 1996:7), bukan saja diperolehnya sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan, keterampilan, dan sikap itu diperoleh (didapatkan) oleh siswa (Zamroni, 2000:30; Conny R. Semiawan, 1998:13).

Mengacu pada tuntutan perubahan orientasi pembelajaran sebagai implikasi dari gelombang perubahan dalam segala dimensi kehidupan manusia, landasan pengembangan desain pembelajaran juga tidak luput dari pergeseran. Teori belajar behaviorisme yang telah sekian lama menjadi pijakan dalam pengembangan desain pembelajaran, kini sudah tidak cukup memadai. Dengan masuknya teori belajar kognitif yang didukung oleh humanistik pun nampaknya juga belum mampu menjangkau tuntutan perubahan tersebut. Teori belajar konstruktivisme menjadi acuan yang harus dirunut dalam pengembangan desain pembelajaran untuk memenuhi tuntutan perubahan sesuai konteks. Berikut uraian singkat perihal aplikasi teori belajar dalam desain pembelajaran. APLIKASI TEORI BELAJAR DALAM DESAIN PEMBELAJARAN

ROAD MAP PENELITIAN

June 7th, 2017

Road map atau peta jalan penelitian adalah mile stones kegiatan penelitian dalam ruang waktu tertentu (5 – 20 tahun) yang dilakukan oleh peneliti secara individu dan atau kelompok peneliti baik secara multidisplin atau intra/inter disiplin. Road map penelitian dapat berupa peta jalan penelitian dan pengembangan – R & D, peta jalan teknologi, model, dan atau sistem, dan bisa juga berupa peta jalan suatu produk. Satu road map penelitian dapat mencakup 3 ranah penelitian sekaligus, yaitu dasar, terapan, dan pengembangan.

Road map penelitian merepresentasi penelitian-penelitian yang pernah dilakukan, yang sedang dilakukan, dan yang akan dilakukan peneliti dalam kurun waktu terntetu. Road map penelitian yang baik dan benar adalah yang mampu memberikan informasi tentang penelitian yang telah dilakukan berikut luaran dicapai seperti publikasi dalam jurnal bereputasi (berakreditasi dan atau terindeks SCOPUS), paten, hak cipta, dan HKI lainnya.

Road map penelitian selain didideskripsikan secara naratif, dapat divisualisasikan dalam bentuk bentuk grafik dengan sumbu x merepresentasi waktu dan sumbu y merepresentasi kegiatan penelitian, atau dalam bentuk diagram fishbone, atau bisa juga dalam bentuk lain diagram, tetapi dengan tujuan yaitu memudahkan dalam memvisualisasikan peta jalan suatu penelitian.

Road map penelitian bukan alur penelitian, metoda dan atau tahapan penelitian yang akan dilakukan. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh road map penelitian. ROAD MAP PENELITIAN

Abstrak. Profesionalisme guru menunjuk pada kinerja pembelajaran yang dihasilkan dalam pelaksanaan tugas di kelas. Peningkatan kemampuan profesional guru harus berimplikasi pada perbaikan kualitas pembelajaran. Salah satu upaya memperbaiki kualitas pembelajaran adalah dengan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) secara baik dan benar. Disamping itu penelitian tindakan kelas juga digunakan sebagai media peningkatan kemampuan profesional guru. Melalui penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif antara dosen dan guru, dapat dilakukan proses transfer pengetahuan dan keterampilan secara bertahap dan simultan oleh dosen selaku kolaborator kepada guru.

Kata Kunci: kemampuan profesional guru, penelitian tindakan kelas, kolaborasi.

Merupakan artikel hasil pemikiran yang termuat dalam Jurnal Kependidikan Widya Dharma Vol. 12 No. 1 Oktober 2006 ISSN 0853 – 0920.  PTK KOLABORATIF DAN PROFESIONALISASI GURU


Skip to toolbar