Terapan Teknologi Pendidikan dalam Praksis Kurikulum 2013: Optimalisasi Peran Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran

Di tengah kegundahan guru mengadopsi inovasi dalam pelaksanaan tugas profesionalnya yaitu Kurikulum 2013, teknologi pendidikan dapat hadir memberikan pencerahan. Sesuai dengan konsep dasarnya bahwa teknologi pendidikan adalah proses bersistem yang sistematik untuk mengatasi permasalahan belajar (Miarso, 2004) dapat berperan memberikan solusi atas kegundahan para guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 secara benar. Peran strategis teknologi pendidikan dalam pemecahan masalah belajar, khususnya dalam hal meningkatkan kualitas dan kinerja pembelajaran telah diakui secara formal dalam wujud jabatan fungsional pengembang teknologi pembelajaran (PermenPAN PER/2/M.PAN/3/2009), dan diperkuat melalui Perpres No. 22 Tahun 2013 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran. Pertanyaannya adalah bagaimana merealisasikan peran strategis teknologi pendidikan tersebut dalam praksis Kurikulum 2013 yang merupakan cetak biru bagi penyiapan manusia Indonesia yang akan hidup pada era global yang kompetitif dan kompleks.

Berikut dipaparkan sepintas tentang praksis Kurikulum 2013 dalam skala operasional, teknologi pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran, optimalisasi jabatan fungsional teknologi pembelajaran dalam kerangka profesionalisasi guru, dan fasilitasi kelembagaan pengembang teknologi pembelajaran untuk mengaktualisasikan diri. Makalah yang telah dipresentasikan dalam Seminar Internasional Pendidikan Serantau ke-7 di Padang pada tanggal 22 – 24 November 2014, dapat dibaca pada link berikut ini.   TERAPAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PRAKSIS KURIKULUM 2013

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco


Skip to toolbar