Materi Antropologi Kelas X Bab 1 : Antropologi dalam Kajian Kebudayaan

Salam semangat,

Generasi milenial

Apa kabar kalian semua? Semoga baik-baik saja yaa. Kali ini penulis akan memberikan materi pembelajaran kelas X pada mata pelajaran Antropologi yang mengacu pada kurikulum 2013. Materi yang akan penulis berikan berupa materi pada bab 1 yaitu mengenai Antropologi dalam Kajian Kebudayaan. Berikut merupakan materi pembelajarannya.

Pengertian Antropologi

Dalam buku Pengantar Ilmu Antropologi menyebutkan bahwa antropologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari warna, bentuk fisik, maupun kebudayaan yang dihasilkan. Selain itu, Manners (dalam buku Teori Kebudayaan, 2009:10) menambahkan bahwa dalam antropologi mengkaji tentang sisi biologis serta kultural manusia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa antropologi merupakan ilmu yang mempelajari manusia baik dari sisi biologis maupun kultural yang berupa warna, bentuk fisik maupun kebudayaan yang dihasilkan.

Konsep Dasar Antropologi

Dalam antropologi terdapat beberapa konsep-konsep dasar, diantaranya :

  1. Budaya (Culture)

Kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sebuah kebudayaan terdapat 7 unsur di dalamnya seperti bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian, sistem religi, serta kesenian.

  1. Adat

Menurut Jalaludi Tunsam “adat” diartikan sebagai gagasan kebudayaan yang mengandung nilai, norma, kebiasaan, serta hukum yang dianut oleh suatu daerah. Apabila adat ini tidak dilaksanakan dengan baik maka akan ada sanksi yang diberikan oleh para pelanggar.

  1. Kelompok Etnik

Kelompok etnik disebut juga sebagai suku bangsa. Menurut Koentjaraningrat (2009:214-215) suku bangsa ialah golongan manusia yang terikat akan kesadaran dan identitas berdasarkan kesatuan kebudayaan dan bahasa.

  1. Etnosentrisme

Etnosentrisme merupakan sikap yang memandang bahwa budaya sendiri lebih baik jika dibandingkan dengan budaya milik orang lain. Dalam etnosentrisme, menjadikan budaya sendiri sebagai tolok ukur dalam menilai kebudayaan orang lain.

  1. Relativisme Budaya (Cultural Relativism)

Menurut Abdala (2008) relativisme budaya diartikan sebagai pandangan dimana semua budaya merupakan hal yang baik. Tidak ada budaya yang dipandang sebagai kelas superior maupun inferior. Dalam hal ini pula budaya merupakan hasil dari kesepakatan bersama.

  1. Emik dan Etik

Emik dan etik merupakan dua cara pandang atau pendekatan yang saling bertolak belakang. Cara pandang ini dapat kita temui dalam penggunaan etnografi. Emik merupakan pendekatan yang berusaha memahami perilaku individu atau masyarakat dari sudut pandang si pelaku itu sendiri (individu yang bersangkutan). Sedangkan etik merupakan pendekatan yang menganalisa perilaku atau gejala sosial dari sudut pandang si peneliti dengan membandingkannya dengan budaya lain.

  1. Holistik

Dalam antropologi, holistik merupakan penekanan akan pentingnya keseluruhan dan keterkaitan antar masing-masing bagian. Dalam hal ini, antropologi harus melihat secara keseluruhan suatu kebudayaan tanpa terpisah-pisah.

  1. Struktur Sosial

Menurut Radcliffe Brown, pada dasarnya antropologi harus mempelajari susunan hubungan antar individu yang terjadi di masyarakat. Susunan hubungan inilah yang dinamakan struktur sosial.

  1. Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa Indonesia yang berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti walaupun berbeda-beda tapi tetap satu jua. Makna dari semboyan ini yakni meskipun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, budaya, dan agama namun hal tersebut merupakan satu keseluruhan yang dapat memperkokoh kekuatan bangsa.

  1. Kerukunan Nasional

Kerukunan nasional diartikan sebagai suasana persaudaraan dan kebersamaan antar masyarakat meskipun mereka terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras yang berbeda. Kerukunan ini dapat dicapai apabila terdapat sikap toleransi diantara semua masyarakat.

  1. Sikap Mental

Sikap mental diartikan sebagai sikap yang dimiliki oleh seseorang sebagai respon atas situasi yang dihadapinya. Dalam hal ini seseorang harus memiliki sikap mental positif dimana sikap ini akan membangkitkan rasa keberhasilan melalui sikap optimistik.

  1. Revolusi Mental

Revolusi mental memiliki arti sebagai perubahan dalam cara berpikir, merespon,dan bekerja dalam waktu yang relatif cepat. Revolusi mental saat ini dijadikan sebagai gerakan untuk memperbaiki karakter bangsa supaya menjadi lebih baik.

Subdisiplin dalam Antropologi

Menurut Koentjaraningrat, terdapat 2 kelompok subdisiplin dalam antropologi yaitu:

  1. Antropologi Fisik

Antropologi fisik merupakan subdisiplin dalam antropologi yang mengkaji tentang keanekaragaman ciri khas fisik manusia serta perkembangannya.

  1. Antropologi Budaya

Antropologi budaya merupakan subdisiplin dalam antropologi yang mengkaji manusia dalam dimensi kebudayaan yang menyangkut bahasa, tulisan, kesenian, sistem pengetahuan, dan totalitas kehidupan manusia. Dalam antropologi budaya terdapat beberapa bentuk seperti :

  1. Etnolinguistik, suatu ilmu yang berkaitan dengan bahasa dimana di dalamnya mengkaji seperti dialek, ciri-ciri tata bahasa dan sebagainya.
  2. Prehistori, suatu ilmu yang mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran kebudayaan manusia di bumi sebelum mengenal tulisan.
  3. Etnologi, ilmu tentang pengertian akan asas-asas manusia dengan mempelajari kebudayaan serta kehidupan suatu masyarakat.

Tujuan Antropologi

Menurut Koentjaraningrat (2009:8) terdapat beberapa tujuan dalam mempelajari antropologi, diantaranya :

  1. Penggunaan antropologi sebagai ilmu praktis untuk mengumpulkan data tentang kehidupan dan kebudayaan manusia dapat memberikan pengertian akan ragam kebudayaan yang ada.
  2. Penggunaan antropologi sebagai ilmu praktis untuk mengumpulkan data tentang kebudayaan masyarakat pedesaan dapat menjadikan masukan untuk membangun suatu masyarakat desa yang modern.
  3. Penggunaan antropologi bersama sosiologi sebagai suatu ilmu praktis dapat memberikan bantuan dalam memecahkan masalah-masalah sosial dan perencanaan pembangunan.

Manfaat Antropologi

Selain tujuan, terdapat beberapa manfaat yang diperoleh dalam mempelajari antropologi yaitu :

  1. Dapat mengetahui pola perilaku manusia dalam kehidupan masyarakat secara universal.
  2. Dapat mengetahui kedudukan serta peran yang harus kita lakukan sesuai dengan harapan masyarakat.
  3. Memperluas wawasan kita akan kehidupan masyarakat.
  4. Dapat mengetahui berbagai macam permasalahan sosial yang ada di masyarakat.

Selain memberikan materi mengenai antropologi dalam kajian kebudayaan, penulis juga akan menyajikan artikel berita yang terkait dengan materi di atas. Artikel berita tersebut berupa larangan etnosentrisme dalam berpolitik. Berikut merupakan link berita tersebut.

http://beritakota.co.id/Berita/2017/08/02/bro-rivai-jangan-jadikan-etnosentrisme-jualan-politik/

Penugasan

Setelah diberikan materi serta artikel berita di atas, guna menguji tingkat pemahaman Anda mengenai materi tersebut, penulis akan menyajikan beberapa pertanyaan dan silahkan untuk dijawab.

  1. Berdasarkan konsep antropologi di atas, jelaskan menurut pendapat Anda apa yang dimaksud dengan antropologi?
  2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika? Berikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari
  3. Berdasarkan artikel berita di atas, analisislah kasus berita tersebut dengan menggunakan konsep antropologi yang telah dipaparkan di atas.

Sumber :

Rohmah, Annisa Nur. 2016. Buku Siswa Antropologi Peminatan Ilmu-Ilmu Bahasa dan Budaya Untuk SMA/MA Kelas X. Surakarta : Mediatama

Tulisan ini dipublikasikan di Antropologi SMA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: