Materi Antropologi Kelas X Bab 2 : Penggolongan Sosial dalam Masyarakat Indonesia (Diferensiasi Sosial)

Salam semangat,

Generasi milenial

Apa kabar kalian semua? Semoga baik-baik saja yaa. Sebelumnya kita sudah membahas mengenai materi antropologi kelas X pada bab 1, kali ini penulis akan melanjutkan materi pembelajaran tersebut dengan masuk pada bab 2 yakni tentang Penggolongan Sosial dalam Masyarakat Indonesia (Diferensiasi Sosial). Berikut merupakan penjabaran materi pembelajarannya.

Pengertian Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial diartikan sebagai pembedaan anggota masyarakat secara horizontal. Pembedaan ini tidak memperhatikan tingkatan sosial atau tinggi rendahnya status seseorang. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam diferensiasi sosial masyarakat ditandai oleh adanya kesatuan berdasarkan perbedaan yang bersifat kedaerahan. Dalam diferensiasi sosial pula melihat bahwa hak dan kewajiban antar individu relatif sama. Akan tetapi, dalam diferensiasi sosial sering terjadi konflik yang mendalam baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok.

Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial

Dalam diferensiasi sosial terdapat 6 bentuk yaitu :

  1. Perbedaan Agama

Agama merupakan keyakinan akan keberadaan Tuhan sebagai pencipta alam semesta beserta isinya. Dalam hal ini, Durkheim menyebutkan bahwa agama merupakan salah satu sistem kepercayaan dan praktik yang dilakukan oleh sekelompok manusia/pengikut agama dimana dalam kepercayaan dan praktik tersebut berkenaan dengan hal-hal yang bersifat suci. Di Indonesia, terdapat 6 agama yang diakui oleh negara yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Chu. Perbedaan-perbedaan agama inilah yang kerap menimbulkan konflik di masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya toleransi dalam masyarakat agar konflik agama ini tidak terjadi.

  1. Perbedaan Ras

Menurut Hernandez (dalam Dayakisni, 2012:13) mengatakan bahwa ras mengacu pada sekelompok masyarakat yang menggambarkan diri mereka melalui ciri fisik yang dimilikinya. Ciri-ciri fisik ini dapat berupa warna kulit, warna dan bentuk rambut, bentuk wajah dan tubuh, serta lain sebagainya. Umumnya ras dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu Mongoloid/ras kuning, Kaukasoid/ras putih, dan Negroid/ras hitam.

  1. Perbedaan Etnik

Apabila konsep ras didasarkan atas kesamaan ciri fisik, maka lain halnya dengan etnik. Dalam hal ini, penggolongan etnik atau suku bangsa didasarkan atas kesamaan budaya. di Indonesia terdapat berbagai macam etnik atau suku bangsa yang tersebar di seluruh kepulauan, seperti : etnik Jawa, etnik Sunda, etnik Batak, etnik Tionghoa, dan sebagainya.

  1. Perbedaan Gender

Gender dan jenis kelamin memiliki konsepsi yang berbeda. Gender merupakan konstruksi sosial yang dibuat oleh masyarakat mengenai peran, fungsi, dan tanggung jawab pada perempuan dan laki-laki. Konstruksi ini dapat diubah dan dipertukarkan. Sedangkan jenis kelamin merupakan perbedaan pada diri perempuan dan laki-laki secara biologis yang bersifat universal dan tidak dapat diubah atau dipertukarkan. Dalam konstruksi gender ini, perempuan lebih diarahkan pada ranah domestik sementara laki-laki diarahkan pada ranah publik.

  1. Perbedaan Profesi/Pekerjaan

Profesi merupakan bagian dari pekerjaan yang sangat bergantung pada keahlian tertentu dimana keahlian tersebut harus dicapai melalui penguasaan teori dan praktik terlebih dahulu. Biasanya penghargaan atas profesi atau pekerjaan seseorang didasarkan atas bobot dari pekerjaan itu sendiri.

  1. Perbedaan Desa dan Kota

Masyarakat desa atau yang disebut juga dengan rural community merupakan masyarakat yang memiliki ikatan hubungan kekeluargaan yang erat dan hidup dari sistem pertanian. Sedangkan masyarakat kota atau yang disebut dengan urban community merupakan masyarakat yang bersifat individualis dan bekerja pada sektor industri. Meskipun masyarakat desa dan kota memiliki perbedaan, namun mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Oleh karena itu, pembangunan hendaknya dapat merata sehingga tidak hanya dinikmati oleh masyarakat kota saja.

Selain memberikan materi mengenai diferensiasi sosial, penulis juga akan menyajikan artikel berita yang terkait dengan materi di atas. Artikel berita tersebut berupa konflik yang terjadi di Tolikara, Papua akibat pembakaran sebuah masjid yang dilakukan oleh sekelompok umat agama.

http://www.benarnews.org/indonesian/berita/pembakaran_masjid_papua_memicu_konflik-07202015182625.html

Penugasan

Setelah diberikan materi serta artikel berita di atas, guna menguji tingkat pemahaman Anda mengenai materi tersebut, penulis akan menyajikan beberapa pertanyaan dan silahkan untuk dijawab.

  1. Jelaskan bagaimana perbedaan gender dapat menimbulkan konflik di masyarakat
  2. Berdasarkan artikel berita di atas, analisislah kasus berita tersebut dengan menggunakan konsep diferensiasi sosial yang telah dipaparkan di atas.
  3. Berdasarkan bentuk-bentuk diferensisasi sosial, jelaskan kembali sesuai dengan pemahaman Anda mengenai penggolongan masyarakat atas perbedaan profesi/pekerjaan disertai dengan contohnya

Sumber :

Rohmah, Annisa Nur. 2016. Buku Siswa Antropologi Peminatan Ilmu-Ilmu Bahasa dan Budaya Untuk SMA/MA Kelas X. Surakarta : Mediatama

Tulisan ini dipublikasikan di Antropologi SMA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: