PENGERTIAN GLOBALISASI

Globalisasi berasal dari kata globe yang berarti bola bumi, bulatan, yaitu peta bumi yang berbentuk bulat seperti bumi (miniature planet bumi). Dari kata globe menjadi global yang berarti keseluruhan yang bersangkut paut atau meliputi seluruh dunia. Sehingga kata mengglobal berarti meluas ke seluruh dunia  atau mendunia dan globalisasi diartikan sebagai proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.

Globalisasi merupakan suatu proses perubahan social yang menyebabkan seseorang, sekelompok orang, maupun suatu negara saling dihubungkan dan saling membutuhkan dengan masyarakat atau dengan negara lain yang diakibatkan oleh adanya kemajuan teknologi komunikasi di sekuruh dunia. Oleh karena itu, setiap peristiwa atau kejadian yang terjadi di seluruh negara bisa dengan cepat diketahui oleh negara lain.

Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut.

Pengertian lain dari globalisasi seperti yang dikatakan oleh Barker (2004) adalah bahwa globalisasi merupakan koneksi global ekonomi, sosial, budaya dan politik yang semakin mengarah ke berbagai arah di seluruh penjuru dunia dan merasuk ke dalam kesadaran kita. Sedangkan menurut (A.G. Mc.Grew, 1992). Proses perkembangan globalisasi pada awalnya ditandai kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi

Terdapat beberapa pengertian lain tentang globalisasi menurut para ahli dan berbagai sumber, yaitu sebagai berikut :

  1. Selo Soemardjan

Globalisasi merupakan terbentuknya system organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti system dan kaidah-kaidah yang sama secara cepat terutama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi.

  1. Achmad Suparman

Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda dan perilaku) sebagi ciri-ciri setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah.

  1. Edison A. Jamli, dkk.

Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia.

  1. Peter Drucker

Globalisasi merupakan sebuah istilah menyeluruh untuk berbagai proses yang berada di jantung ekonomi global secara instan, pertumbuhan perdagangan internasional yang cepat, pasar uang global, maupun pasar perusahaan global.

  1. A.G. Mc. Grew

Globalisasi murupakan suatu proses di mana berbagai kejadian, keputusan, dan kegiatan di salah satu negara dapat memberikan konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di seluruh dunia.

  1. Wikipedia Encyclopedia

Globalisasi merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan perubahan-perubahan dalam masyarakat (changes) dan dalam perekonomian dunia yang dihasilkan oleh peningkatan perdagangan dan pertukaran kebudayaan. Dalam arti ekonomi, globalisasi menitikberatkan pada liberalisasi perdagangan atau perdagangan bebas (free trade).

  1. Bank Dunia

Globalisasi merupakan kebebasan dan kemampuan individu dan perusahaan guna memprakarsai transaksi ekonomi dengan orang-orang yang berasal dari negara lain.

  1. IMF

Globalisasi adalah meningkatnya ketergantungan ekonomi antara negara-negara di dunia yang ditandai dengan meningkat dan beragamnya volume transaksi barang dan jasa antaranegara dan penyebaran teknologi yang meluas dan cepat.

CIRI-CIRI GLOBALISASI

Beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia antara lain sebagai berikut :

  1. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti handphone,smartphone, televisi, satelit, komputer, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara dengan banyaknya turis memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
  2. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi seperti World Trade Organization (WTO).
  3. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa seperti televisi, film, musik, serta informasi berita dan olahraga internasional.
  4. Peningkatan masalah bersama, misalnya dalam bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional, dll

Colen dan Kennedy menyimpulkan bahwa transformasi tersebut telah membawa kita pada globalisme yaitu sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Sedangkan Giddnes menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa kendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyatakan bahwa globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.

DAMPAK GLOBALISASI

          a. Dampak Positif Globalisasi

  • Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
  • Mudah melakukan komunikasi
  • Kemajuan di bidang teknologi  komunikasi, informasi, dan transportasi yang memudahkan kehidupan manusia
  • Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional
  • Kemajuan teknologi memengaruhi tingkat pemanfaatan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkesinambungan
  • Kemajuan iptek membuat bangsa Indonesia mampu menguasai iptek sehingga bangsa Indonesia mampu sejajar dengan bangsa lainb. Dampak Negatif Globalisasi
  • Terjadinya sikap mementingkan diri sendiri (individualisme)
  • Terjadinya sikap materialisme. Akibat sikap materialisme, kesenjangan sosial antara golongan kaya dan miskin semakin lebar.
  • Adanya sikap sekularisme yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama.
  • Timbulnya sikap bergaya hidup mewah dan boros karena status seseorang di dalam masyarakat diukur berdasarkan kekayaannya.
  • Tersebarnya nilai-nilai budaya yang melanggar nilai-nilai kesopanan dan budaya bangsa melalui media massa.
  • Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa, yang dibawa para wisatawan asing. Misalnya, perilaku seks bebas (free sex).

 

CONTOH ARTIKEL

Atiqah Hasiholan Ketergantungan Smartphone

Rabu, 14 September 2011

http://artis.inilah.com/read/detail/1774144/URLTEENAGE#.UpGRMnmpbIU

INILAH.COM, Jakarta – Kecanggihan teknologi masa kini membuat artis Atiqah Hasiholan merasa sangat mudah dalam beraktivitas. Bahkan ia mengaku sangat ketergantungan terhadap smartphone.

“Ketergantungan, iya. Saya sudah ketergantungan karena semua orang menggunakannya. Saya cukup selektif, kalau smartphone hanya beberapa saya pakai fiture, kaya BBM, Email, memang itu memudahkan saya komunikasi dengan orang lain,” ujar Atiqah saat di jumpai di XL Center, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/9).

Kehadiran smartphone serasa membuat segalanya berada di dalam genggaman tangan. Bahkan Atiqah mengaku sempat dibuat autis saat pertama kali mengenalsmartphone. Ia pun sempat dimarahi sang bunda, Ratna Sarumpaet lantaran hal itu.

“Pertama kali dapat smartphone, kita terlalu fokus. Jadi nggak bisa lepas dari tangan, sampai nyokap marah-marah, aku sempet autis,” urainya.

Bintang film Jamilah dan Sang Presiden itu menuturkan handphone sudah menjadi kebutuhan primer baginya. Terlebih setelah merasakan betul manfaatnya dan membantunya dalam pekerjaan.

“Membantu banget kehidupan sosial kita, terutama untuk pekerjaan, job-job banyak dapet dari sini, semua orang butuh komunikasi, itu udah menjadi bagian hidup,” tandas kekasih Rio Dewanto itu. [mor]

Globalisasi membuat pertumbuhan media komunikasi di Indonesia semakin hari semakin bertumbuh pesat, kebanyakan kita mendapati orang – orang di sekeliling kita memegang smartphone di sepanjang harinya. Media komunikasi menjadi sebuah benda primer bagi banyak kalangan orang. Tidak hanya smartphone, saat ini sudah marak dengan yang namanya tablet  yang banyak fungsinya selain untuk berseluncur di dunia maya.

Smartphone dalam kehidupan sangat mempunyai pengaruh yang sangat luar biasa. Walaupun smartphone adalah benda mati, namun smartphone bisa mempengaruhi kehidupan manusia. Pengaruhnya tidak hanya dirasakan pada orang muda saja tetapi hampir semua kalangan yang menggunakan smartphone. Media komunikasi tersebut membentuk komunitas – komunitas yang tidak terbatas. Karena penggunanya yang semakin banyak, pintar, dan juga kreatif.

Global Village membuat para penggunanya di seluruh dunia menjadi konsumen banyak informasi yang benar – benar tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Konsep global village sendiri diperkenalkan oleh Marshall McLuhan. Tidak hanya informasi, konsep global village turut menyertakan sebuah revolusi komunikasi yang tidak disadari oleh manusia. Revolusi komunikasi ini memberi dampak kepada komunikasi antar pribadi. Dalam masa global village, akan membuat komunikasi massal menjadi suatu konsumsi masyarakat.

Selain dampak global village, ada juga yang disebut dengan fragmentasi sosial. Contoh dari fragmentasi sosial seperti mengasingkan diri dari dunia realitas, kita lebih cenderung asyik dan menikmati di depan layar. menghabiskan waktu berjam – jam daripada menghabiskan waktu dengan mengobrol dengan keluarga atau teman atau orang – orang di sekitar kita. Dengan fragmentasi sosial kita bisa – bisa kehilangan kepercayaan diri atau tidak nyaman saat berdiri di dunia nyata.

Media komunikasi, membuat komunitas – komunitas yang sangat bervariasi. Contoh warnet game. Selain itu, media komunikasi juga dapat mempengaruhi aspek kesehatan dan lingkungan kita. Kebanyakan dari kita, mereka yang menghabiskan waktu di depan media komunikasi mereka cenderung akan melupakan segalanya. Sehingga akan mempengaruhi kesehatan bagi mereka yang candu.

Media komunikasi juga bisa membawa dampak positif. Karena dengan media komunikasi yang tidak terbatas oleh jarak tentu kita dapat memperkenalkan budaya yang ada di Indonesia ini. Seperti batik contohnya. Batik saat ini sudah dikenal oleh masyarakat mancanegara.

Namun, dari media komunikasi pun juga bisa membawa dampak negatif bagi budaya Negara sendiri. Akibat dari percampuran informasi dari seluruh dunia, membuat orang – orang di Indonesia juga belajar tentang Negara – Negara lain. Bagi mereka yang tidak bisa memfilter budaya asing maka akan terjadi pergaulan bebas, narkotika, dan lain – lain akan merusak moral anak bangsa.