MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Keanekaragaman Makhluk Manusia dan Kebudayaan

evolution

Orang Eropa melihat masyarakat dan kebudayaan makhluk manusia sebagai poligenesis dan monogenesis. Pada abad XVI Eropa dikenal Renasissance yang mana manusia terjadi perkembangan kemajuan IPTEK, lalu abad XVIII mengalami peningkatan zaman Auklaarung ‘pencerahan’ mulai mengenal bentuk-bentuk masyarakat dan tingkahlaku manusia. Terjadinya revolusi kebudayaan telah membuat manusia mulai mengenal sistem bercocok tanam, mengenal sistem pemukiman kota, bahkan mengenal teknik produksi barang yang dulunya dalam memproduksi barang menggunakan tenaga kerja manusia namun sekarang tenaga manusia mulai digantikan mesin yang serba cepat, praktis dan canggih.

Periodisasi Kebudayaan dan Peradaban Umat Manusia

Konsep Kebudayaan

Ruang lingkup konsep kebudayaan sangat dipengaruhi oleh dasar pemikiran tentang azas-azas pembentukan masyarakat dan kebudayaan, dalam hal tersebut konsep kebudayaan lebih menekankan pada aspek belajar (learned behavior). Ada tiga wujud kebudayaan yaitu sistem budaya, sistem sosial dan artefak. Suatu kebudayaan memiliki struktur sosial yang berbeda-beda. Struktur sosial dalam masyarakat dijadikan sebagai dasar utama masyarakat dan budaya atau adat istiadat yang harus dipatuhi (pedoman untuk mengatur tindakan seseorang). Struktur sosial bersifat statis, sedangkan bentuk interaksi sosial bersifat dinamis. Berdasakan pemikiran diatas, maka kebudayaan sebagai suatu sistem yang melingkupi kehidupan manusia yang menjadi dasar tingkah laku manuia baik dalam lingkungan fisik maupun sosial budaya.

Ekologi dan Homeostatis

Masa Miosen keluarga hominid berkembang ke homo sapiens, dalam masa ini manusia lebih mengandalkan kebudayaan yang dimilikinya daripada secara biologis. Kebudayaan sebagai sistem budaya merupakan seperangkat gagasan-gagasan yang membentuk tingkah laku seseorang atau kelompok dalam ekosistem, adaptasi disini mengacu proses interaksi antara perubahan yang ditimbulkan suatu organisme pada suatu lingkungan dan perubahan yang ditimbulkan oleh lingkungan tersebut. Proses adaptasi menghasilkan keseimbangan yang dinamis, karena manusia sebagai bagian dari organisme hidup dalam suatu lingkungan fisik tertentu. Ini berarti, suatu adaptasi dalam konteks budaya dapat dipandang sebagai proses evolusionistik. Pendekatan ekologis melihat hubungan kegiatan manusia dan proses alam saling ketergantungan sebagai suatu komunitas. Hubungan timbal balik antara struktur sosial yang berdasarkan hubungan sosial yang nyata dan sistem budaya yang berdasarkan sistem gagasan.

Ekologi Budaya

Cultural ecology mempelajari bagaimana manusia sebagai makhluk hidup menyesuaikan dirinya dengan lingkungan geografi tertentu. Hubungan pola tata kelakuan dalam suatu komunitas dengan teknologi , warga  dari suatu kebudayaan dapat melakukan aktivitas mereka dan akhirnya mampu bertahan hidup.

Hubungan teknologi

Pola kelakuan mengeksploitasi daerah (bentuk teknologi yang diciptakan)

Pola kelakuan berpengaruh berbagai aspek dari kebudayaan

Steward konsep culture type didasarkan atas jenis teknologi tertentu dan mengkaitkannya dengan sifat-sifat lingkungan dan jenis teknologi yang dipergunakannya. Organisasi sosial dan politik akan berpengaruh atas penerapan suatu teknologi.

William A. Haviland Cultural core, unsur-unsur kebudayaan yang menentukan berbagai bentuk kehidupan suatu masyarakat. Mendominasi berbagai aktivitas dan pranata yang ada dalam masyarakat.

J.H. Steward Unsur suatu kebudayaan saling berhubungan secara fungsional, tetapi tingkat dan macam hubungannya dalam berbagai macam aspek kebudayaan sangat beranekaragam. Karena itu saling  ketergantungan antara pola-pola kebudayaan dan hubungannya dengan organisme lingkungan hidup sangat penting, meski ada aspek tertentu dari kebudayaan yang diisolasikan, seperti aspek ikatan fungsional alam sekitar dengan aspek kebudayaan yang tampak eksplisit.

Maksud dari paparan diatas, disamping lingkungan dan teknologi ada faktor lain yang mempengaruhi ekologi budaya seperti sistem politik dan organisasi sosial yang menentukan bentuk-bentuk kehidupan suatu masyarakat.

Determinisme Lingkungan dan Posibilisme

Ekologi mempelajari hubungan fungsional antara organisme dengan lingkungan hidupnya. Di masa lalu, kebudayaan selalu ditekankan adanya keterkaitan perilaku manusia dengan lingkungannya civironmental determinism, pendekatan tersebut juga dikenal dengan geographical determinism atau ethnographic environmentalism =  kondisi lingkungan sangat berperan dalam membentuk kebudayaan (kondisi iklim dengan kebudayaan).

Comments are closed.