Sosiologi Kesehatan

FILM SICKO

Kajian Pelayanan Kesehatan di berbagai Negara

Di Amerika dalam pengobatan sistemnya berasuransi meski tidak semua orang mendapatkan asuransi tersebut. Mayarakat Amerika dalam sistem dan proses pemenuhan kesehatan atau jaminan kesehatan bagi rakyatnya sangat mengenaskan. Hal ini disebabkan oleh kepentingan birokrasi. Masyarakat Amerika yang telah mempunyai asuransi kesehatan tidak semuanya mendapatkan hak menggunakan asuransi kesehatan dengan baik dan layak. Realita mahalnya biaya kesehatan dan kebobrokan sistem pelayanan kesehatan di Amerika serta kejahatan asuransi kesehatan dilakukan dengan berbagai cara seperti menyewa detektif dan mendesak dokter yang bekerja pada asuransi tersebut agar tidak memberi pelayanan kesehatan pada pasien atau mendiagnosis palsu mengenai kesehatan pasien. Tidak semua orang bisa mendapatkan asuransi kesehatan dengan mudah. Apalagi ketika perusahaan asuransi itu hanya mencari keuntungan saja. Ada permainan politik dalam asuransi kesehatan oleh pemerintah Amerika. Untuk penyakit Diabetes dan Kanker tidak mendapatkan asuransi kesehatan.

Buruknya sistem pelayanan kesehatan di Amerika tercermin dari praktek pembuangan pasien yang tidak memiliki asuransi dan tidak mampu membayar tagihan biaya perawatan, lalu pihak rumah sakit membuang pasien ke pinggir jalan dengan menggunakan taksi yang di bayar pihak rumah sakit. Film ini mengisahkan seakan-akan orang miskin dilarang sakit. Meskipun telah tersedia berbagai macam asuransi kesehatan, film ini menunjukkan banyak masyarakat yang tertipu dari pihak asuransi. Semakin banyak dokter menolak pasien maka dokter tersebut akan semakin mendapatkan bonus dari pihak asuransi. Perusahaan asuransi kesehatan tidak memiliki komitmen terhadap layanan kesehatan masyarakat namun cenderung berorientasi ke keuntungan. Pemerintah mempersulit warga dengan mengeluarkan aturan-aturan yang hanya menguntungkan pihak mereka saja, dan pada akhirnya hanya kematian yang datang menjemput. Selain itu, dokter juga tidak di berikan dana pensiun oleh pihak asuransi.

Berbeda dengan Amerika, Sekilas sistem pelayanan kesehatan di Kanada orang sakit yang akan operasi baru di tangani setelah 7 hingga 8 bulan. Di Kanada yang sakit pelayananan kesehatannya bukan pasien. Sedangkan di Inggris, pelayanan pengobatan gratis karena adanya asuransi nasional yang dilakukan oleh pihak rumah sakit negara. Asuransi nasional ini sangat membantu dan mensejahterakan rakyatnya. Selain itu, di Inggris juga di gerakkan mengenai sosialisasi obat. Pelayanan kesehatan di sana sangat mewah. Laporan dari 55-56 tahun orang Inggris jauh lebih sehat di bandingkan dengan orang Amerika. Dokter di Inggris sangat di hargai oleh pemerintah, mulai dari tempat tinggal, diberikan alat transportasi pribadi untuk bekerja, dan jaminan pensiun untuk masa tua.

Pelayanan kesehatan yang ada di Perancis sangat mencerminkan rasa solidaritas yang tinggi. Pencegahan dan perawatan kesehatan di sana sangat luar biasa. Bahkan pelayanan kesehatan bisa di panggil kerumah, dalam jangka waktu sekitar setengah jam bisa langsung sampai (memudahkan pasien). Perancis juga menyediakan tempat penitipan anak dan pendidikan secara Cuma-Cuma (gratis). Selain itu, disana juga holiday di bayar dengan ketentuan maksimal 5 minggu. Bagi masyarakat di sana selain bekerja juga diperlukan holiday untuk merefreshkan otak. Pemerintahan memberikan anggaran dana yang lebih dalam hal kesehatan. Jadi semua masyarakatnya mampu memiliki asuransi kesehatan dan terjaga kesehatan mereka.

Kaitannya dengan buku Orang Miskin Dilarang Sakit, dalam film Sicko terutama pada pelayanan kesehatan yang ada di Amerika, kondisi kesehatan dan sistem pelayanan kesehatan yang buruk membuat kesehatan menjadi sesuatu yang mahal. Harga obat dan rumah sakit melambung tinggi tanpa adanya kontrol. Adanya penyakit justru membuat banyak pihak yang terkait dengan badan-badan kesehatan mendapat untung. Pelayanan kesehatan didasarkan atas berapa tebal kantong kita sanggup membayar demi kesembuhan kita. Hal tersebut menggambarkan hanya orang yang memiliki uang saja yang bisa mendapatkan hak atas kesehatannya. Sementara orang-orang yang tidak beruang, hanya  menerima keadannya yang harus hidup sengsara tanpa asuransi kesehatan.

Daftar pustaka:

Prasetyo, Eko. 2004. Orang Miskin Dilarang Sakit. Yogyakarta: Resist Book.

3 Responses to “Sosiologi Kesehatan”

  1. PUTRI AYU Says:

    kalo di Indonesia sendiri bagaimana ya kak..

  2. Novita Windiarti Says:

    lanjutkan review film-film bermanfaat lainnya

  3. ika fitrianingrum Says:

    iya kak, makasi

Leave a Reply